
Sementara itu, Selir Faye langsung melampiaskan amarahnya begitu tiba di kediamannya.
Melihat kemarahan majikan, Lilu mendekat dan berbisik pelan untuk menghiburnya. "Selir Faye, saya rasa ada yang aneh dengan nyonya."
"Diana Lee?" Selir Faye tertegun, lalu bertanya dengan bingung. "Ada apa dengannya?"
"Dia sepertinya sudah tidak peduli pada tuan lagi. Dulu Nyonya tidak seperti itu." Lilu berbicara sambil berpikir. "Kamu juga melihatnya tadi, dia tidak perduli pada harga diri tuan. Dulu mana pernah nyonya bersikap seperti itu."
"Kata-katanya masuk akal juga." Selir Faye menganggukkan kepalanya. "Namun, hal itu juga tidak buruk. Kalau tidak, aku harus melawan Diana Lee dan menghalangi Yura Chen untuk mendapatkan hati tuan. Aku bisa mati kelelahan kalau begitu."
Sambil berbicara, Selir Faye duduk dan mengelus perutnya dengan senyuman puas yang menghiasi wajahnya hingga tampak berseri-seri. "Apa pun cara yang digunakan Yura Chen untuk merebut tuan dari tanganku, tetap saja tidak berguna karena dia tidak akan mungkin bisa mengandung. Jadi, apa yang harus aku takutkan?"
Di Negara Yuzhou adalah hal biasa bagi seorang pria memiliki satu istri dan empat selir.
Dan bagi para wanita, memiliki suami yang sama mengharuskan mereka untuk bersaing agar mendapatkan perhatian dari sang suami.
Karena itu, kehamilan adalah cara jitu untuk memperkokoh posisi baik di kediaman maupun di hati suami.
Terlebih, jika hamil bayi laki-laki!
Sementara itu, Yura Chen yang sebelumnya hanyalah wanita penghibur, tidak mungkin bisa hamil. Jadi, Selir Faye tidak begitu mengkhawatirkannya.
Mendengar itu, Lilu pun tersenyum. "Baguslah jika Selir Faye dapat berpikir seperti."
"Namun, kamu harus mengurus masalah Yangtao sampai beres. Paling baik cari tahu apakah ada keluarganya yang mengetahui masalah. Jika mereka tahu ...." Selir Faye mengernyitkan alis bersamaan dengan tatapan yang berubah keji. "Mau tidak mau harus mengirimkan mereka berkumpul dengan Yangtao di akhirat."
Hati Lilu tersentak, tetapi dia segera mengiyakan perintah Selir Faye.
Di sisi lain, Yura Chen baru saja selesai melayani Xue Jingguo sampai puas. Dia memiringkan tubuhnya dan menatap Xue Jingguo sambil berkata dengan pelan. "Tuan, apa Anda benar-benar percaya bahwa Selir Faye tidak bersalah?"
Xue Jingguo tertegun sejenak, sebelum akhirnya berkata, "Tentu saja, Faye tidak bersalah."
Yura Chen malah tersenyum dan melihat Xue Jingguo dengan tatapan menggoda. "Tuan, Anda juga tahu kalau aku pernah berada di sisi Pangeran Ketiga. Aku tahu banyak hal tentang perseteruan untuk memperebutkan kekuasaan antar wanita."
"Kali ini, Selir Faye adalah orang yang paling diuntungkan jika terjadi masalah pada nona besar dan nyonya. Yangtao hanya seorang pelayan, seiri apapun dia pada nyonya dan nona besar, mana mungkin berani meracuni mereka. Lagipula, apa untungnya bagi Yangtao jika nona besar dan nyonya mati? Apa dia bisa menjadi nyonya yang baru setelah nyonya meninggal?"
Yura Chen berbicara penuh alasan untuk membantah keyakinan Xue Jingguo. "Tuan, Anda adalah orang yang cerdas. Meski Anda mempercayai Selir Faye, tetap saja itu bukan alasan untuk lengah."
Xue Jingguo tadi hanya berpikir untuk melemparkan kesalahan, jadi tidak mempertimbangkan masalah dengan seksama.
Sekarang, jika dipikir-pikir lagi memang ada yang tidak beres.
Memang benar, Yangtao mematuhi perintahnya. Namun, dia tidak pernah menyuruh Yangtao meracuni Xue Shan Shan.
Apalagi, alasan Yangtao terlalu dibuat-buat.
__ADS_1
Tampak jelas ada orang di belakang Yangtao!
Ketika memikirkan hal itu, Xue Jingguo segera beranjak dari lanjang dan menatap Yura Chen dengan lekat.
Yura Chen hanya membiarkan Xue Jingguo melihatnya dengan tatapan menyelidiki karena bagaimanapun, masalah ini tidak ada kaitan dengannya.
"Apa kamu benar-benar merasa seperti itu?"
Yura Chen mengangguk. "Aku tidak akrab dengan Nyonya Diana atau pun Selir Faye, apalagi memiliki hubungan dengan mereka. Jadi, aku tidak mungkin membela salah satu dari mereka."
"Sebagai seorang pengamat, mau tidak mau aku berpikir panjang. Bagaimanapun, hal ini terlalu menguntungkan bagi Selir Faye. Tuan juga pasti dapat memikirkannya."
Setelah beberapa saat, Yura Chen langsung menambahkan. "Tentu saja, mungkin aku yang terlalu banyak berpikir. Tuan sendiri yang harus mempertimbangkan masalah ini."
Raut wajah Xue Jingguo tampak semakin suram, dia pun berkata, "Kamu tidur sendiri."
Selesai bicara, Xue Jingguo langsung mengenakan pakaiannya dan pergi.
Detik berikutnya, Suni berjalan masuk dan melihat Yura Chen sedang menguap. Dia mendekat, lalu berbisik. "Nona, apa Tuan mempercayai kata-katamu?"
Yura Chen menggelengkan kepala, lalu muncul sejak tatapan yang sulit ditebak dari matanya. "Aku sudah mengatakan yang harus aku katakan. Paling tidak, dia pasti merasa curiga."
Suni hanya mengangguk, sebelum akhirnya melayani Yura Chen untuk bersiap tidur.
Di Paviliun Bulan.
Dia berjalan ke arah kamar Minglang, di mana aroma darah itu berasal. Setelah masuk ke kamar, Xue Shan Shan melihat Yangtao yang seharusnya sudah dibuang ke kuburan massal.
Lin Mei dan Qing Ke yang berdiri di belakang Xue Shan Shan tampak tertegun dan saling memandang, tetapi tidak mengatakan apa pun.
"Qing Ke, rebus air panas. Lin Mei, siapkan makanan." Xue Shan Shan memberi perintah pada kedua pelayannya, lalu berjongkok di sisi Yangtao dan menyuapi sebutir pil ke mulutnya.
Kemudian, dia segera menulis resep dan memberikannya kepada Minglang. "Pergilah tebus obat ini."
Lin Mei membuka mulut untuk bertanya, tetapi dia mengurungkan niatnya dan memilih segera pergi menjalankan tugas yang diberikan padanya.
Xue Shan Shan menundukkan kepalanya untuk mendengar detak jantung Yangtao.
Detik berikutnya, jarum perak di tangan Xue Shan Shan muncul dengan cara yang menakjubkan, sebelum akhirnya dengan cepat tertancap di tubuh Yangtao.
"Nona, apa masih bisa ditolong?" Qing Ke datang dengan sebaskom air panas dan melihat apa yang Xue Shan Shan lakukan.
"Ya, dia hanya pura-pura mati."
Xue Shan Shan mengambil obat yang dibutukan dari gelangnya, lalu memasukkan semuanya ke dalam mulut Yangtao yang tidak bisa menelannya.
__ADS_1
Karena itu, Xue Shan Shan menancapkan jarum perak ke aliran nadi Yangtao, lalu memaksanya meminum semua cairan obat tersebut.
Pada saat bersamaan, Qing Ke menyeka tubuh Yangtao dengan air panas yang dibawanya atas perintah Xue Shan Shan.
Tidak butuh waktu lama, ada begitu banyak jarum yang sudah menancap di tubuh Yangtao hingga Qing Ke hanya bisa.mengelao tubuhnya dengan perlahan dan hati-hati.
Wajah Xue Shan Shan tampak memucat, dia langsung menyambar mi yang dibawa oleh Lin Mei dan memakannya dengan cepat.
Melihat itu, Lin Mei dan Qing Ke tidak terkejut karena memang selalu harus ada makanan di setiap aktifitas Xue Shan Shan.
Mereka hanya penasaran dengan alasan Xue Shan Shan ingin menyelamatkan Yangtao, padahal gadis pelayan itu sangat jahat.
Pada akhirnya, Lin Mei tidak bisa menahan diri dan langsung bertanya, "Nona, kenapa kamu menyelematkan Yangtao?"
"Dia adalah satu-satunya orang yang mengetahui kenyataannya." Xue Shan Shan menjawab dengan tenang. "Di masa depan, dia akan bersaksi untukku!"
Lin Mei dan Qing Ke langsung paham setelah mendengar penjelasan Xue Shan Shan, mereka mengangguk dalam diam.
Setelah beberapa saat, Lin Mei kembali bersuara. "Tidak disangka ilmu pengobatan Nona begitu hebat setelah belajar dengan Guru Liu, bahkan kamu bisa menyelamatkan orang yang nyaris mati."
Di kehidupan sebelumnya, Lin Mei adalah orang yang selalu mengikuti ke mana pun Xue Shan Shan pergi, termasuk belajar dari Liu Jili di Paviliun Yongle.
Namun, Lin Mei tidak tahu bahwa ilmu pengobatan yang Xue Shan Shan dapatkan tidaklah sehebat sekarang. Dulu, dia terlalu banyak bermain, tidak fokus belajar sehingga hanya tahu dasar pengobatan.
Bahkan, Xue Shan Shan sendiri merasa bingung dengan keterampilannya setelah bangun dari kematian.
Hanya saja, dia tidak ingin terlalu memikirkan dan cukup menjalaninya saja sesuai alur.
Baginya, itu adalah bentuk lain dari kemurahan hati Tuhan yang tidak hanya memberikannya kesempatan kedua untuk hidup kembali, tetapi juga membuat otaknya menjadi lebih berguna.
"Nona, apa Guru Liu bisa mengobati racun di tubuhmu?" Lin Mei bertanya dengan tatapan menyelidik, dia baru bisa bernafas lega setelah melihat Xue Shan Shan mengangguk.
Saat Xue Shan Shan sedang mencabut jarum dari tubuh Yangtao, suara pengawal terdengar dari luar kamar Minglang.
"Nona, Chun Ci ingin bertemu dengan Anda."
Mendengar itu, Lin Mei dan Qing Ke mengerutkan keningnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Minglang, mereka keheranan hanya karena kedatangan Chun Ci yang begitu tiba-tiba. Terlebih, pada larut malam seperti saat ini.
"Chun Ci? Kenapa dia ingin bertemu denganmu, Nona?"
Melihat reaksi kedua pelayan dan pengawalnya, Xue Shan Shan tersenyum dan memaklumi rasa heran mereka.
Bagaimanapun, Chun Ci adalah pelayan yang berdiri di sisi Selir Faye!
"Entahlah." Xue Shan Shan bisa menebak maksud dan tujuan Chun Ci yang ingin menemuinya, tetapi dia tidak ingin mengatakan apa pun pada para pelayan dan pengawalnya.
__ADS_1
Dia hanya tersenyum misterius. "Biarkan dia masuk."