
"Lin Mei, bagaimana keadaan Yangtao?" Xue Shan Shan yang sudah menghabiskan semua makanannya, tiba-tiba teringat pada pelayan yang menjadi kambing hitam dan dipukul hingga hampir mati oleh Xue Jingguo.
Beruntung, Minglang membawa Yangtao ke hadapan Xue Shan Shan tepat waktu hingga nyawa gadis pelayan itu masih bisa diselamatkan.
Sejak menancapkan jarum perak dan mencekoki Yangtao dengan obat terakhir kali, Xue Shan Shan sama sekali belum menemuinya dan hanya meminta Lin Mei juga Minglang untuk menjaganya dan mengawasinya dengan baik.
"Kondisinya sudah semakin baik dan dia setiap hari merengek meminta bertemu denganmu," terang Lin Mei.
"Kalau begitu, ayo temui dia." Xue Shan Shan langsung beranjak dari posisi duduknya dan berjalan menuju halaman belakang di mana Yangtao berada dengan diikuti oleh para pelayannya.
Begitu tiba di gudang belakang, pengawal yang berjaga langsung membukakan pintu untuk Xue Shan Shan yang langsung menerobos masuk dan melihat Yangtao yang duduk di lantai dengan kedua tangan dirantai besi.
Sebelumnya, Xue Shan Shan tidak pernah memerintahkan orang untuk merantai Yangtao karena kondisi gadis itu sangat lemah setelah hampir menghadap dewa kematian.
Namun, Yangtao justru berniat melarikan diri karena ketakutan hingga Xue Shan Shan tidak punya pilihan lain.
Bagaimanapun, dia tidak ingin melakukan hal yang sia-sia dan Yangtao belum membalas perbuatan baiknya!
"Bagaimana keadaanmu?"
Melihat keberadaannya Xue Shan Shan, Yangtao tertegun.
"Nona ...."
Saat membuka matanya, Lin Mei adalah orang pertama yang dilihat oleh Yangtao dengan tatapan bingung dan hal pertama yang dia dengar adalah penjelasan dari Lin Mei.
'Kamu masih hidup dan Nona Besar-lah yang sudah menyelamatkanmu.'
Saat itu, Yangtao bertanya pada Lin Mei alasan Xue Shan Shan menyelamatkannya, tetapi dia tidak mendapatkan jawaban apa pun.
Bahkan, ketika dirinya ingin bertemu dengan Xue Shan Shan juga tidak ada yang ingin memenuhi keinginannya itu hingga dia memutuskan untuk melarikan diri.
Namun, dia justru tertangkap dan berakhir seperti sekarang ini.
Melihat Xue Shan Shan berdiri di hadapannya dengan aura yang tak biasa, entah kenapa Yangtao merasa sangat ketakutan sekolah gadis itu adalah malaikat maut.
Bagaimanapun, jika Xue Shan Shan bisa membuatnya tetap hidup, maka dia juga bisa mati dalam hitungan detik.
"Nona Besar, terima kasih banyak karena sudah menolongku."
"Aku menyelamatkanmu dengan satu syarat." Xue Shan Shan mengangkat alisnya. "Kamu adalah orang yang pintar."
Yangtao terdiam untuk sesaat, dia juga sudah memikirkan banyak hal. Tidak terkecuali alasan Xue Shan Shan menyelamatkannya.
Sudah tentu, dia akan menjadi pion bagi gadis yang terlihat polos itu.
Memang benar, Xue Shan Shan ingin Yangtao menjadi pionnya dan mengungkap fakta tentang racun yang ada di tubuhnya dan tubuh ibunya.
Apa pun itu, Yangtao tidak peduli karena dia yakin bahwa berada di kapal yang sama dengan Xue Shan Shan akan lebih baik daripada mati sia-sia.
"Bagi mereka, kamu sudah mati sekarang. Jadi, apa kamu tidak ingin mencari keadilan untuk dirimu?"
Yangtao mengerutkan bibirnya dan menurunkan pandangannya. "Saya mengerti maksud Nona Besar, tapi orang tua saya pasti akan mati di tangan Tuan Xue dan Selir Faye, jika saya melawan mereka."
"Setelah meninggalkan Kediaman Xue, aku akan membuatmu bersatu kembali dengan orangtuamu. Meskipun Yu Faye atau pun Xue Jingguo berniat membunuh, mereka harus berpikir ulang."
Suara tenang Xue Shan Shan kembali terdengar setelah terjadi keheningan untuk sesaat. "Setelah kamu bertemu dengan orangtuamu, barulah kamu putuskan."
Kemudian, senyum miring tersungging di wajah cantik Xue Shan Shan. "Jika kamu menolak bekerja untukku, aku tidak keberatan membunuhmu sekali lagi."
Wajah Yangtao tampak pucat. "Saya mengerti."
Xue Shan Shan hanya melirik Yangtao sedikit.
Karena berani menyelamatkan Yangtao, Xue Shan Shan tidak takut jika pelayan itu tidak mau menuruti perkataannya.
"Nanti malam Minglang akan membawamu pergi ke villa di pinggiran timur agar kau bisa tinggal di sana." Xue Shan Shan berhenti sejenak, lalu melanjutkan, "Tidak ada siapa pun di vila itu hingga kau bisa menyembunyikan identitasmu. Namun, lebih baik kau mengganti namamu."
Yangtao merespons dan berkata dengan perlahan-lahan. "Mama Yangtao ini diberikan oleh tuan, nama asli saya adalah Wang Qiqi."
"Kalau begitu, pakai nama aslimu saja." Setelah membuat keputusan, Xue Shan Shan menguap. "Kalian beristirahatlah juga."
Kemudian, Xue Shan Shan kembali ke kamarnya bersama Lin Mei dan Qing Ke, sementara Minglang dan Da Bingzhi dibiarkan tinggal untuk membawa Yangtao pergi ke tempat yang sudah ditentukan.
Begitu Xue Shan Shan pergi, Yangtao termenung.
Dia benar-benar tidak menduga dirinya akan hidup setelah dipukuli dengan papan dan Xue Shan Shan adalah orang yang menyelamatkannya.
Padahal, dia sudah berbuat begitu banyak kejahatan terhadap gadis itu hingga di saat-saat terakhir hidupnya.
"Jangan kita jika kau mati, orang-orang itu akan melepaskan orangtuamu." Suara dingin Minglang terdengar, dia menatap Yangtao yang tanpa sadar menunjukkan isi pikirannya melalui ekspresinya. "Bodoh."
Yangtao tertegun dan menatap Minglang dengan bingung. "Kenapa? Mereka sudah berjanji padaku."
"Janji mereka bernilai berapa?" Minglang mengangkat alisnya. "Kalau mereka benar-benar menepati janji, apa kau akan berakhir seperti saat ini? Bahkan, sepupumu saja sudah menyerahkan diri pada Nona Besar karena mendengar Yu Faye memerintahkan orang untuk menyingkirkan keluargamu."
Mendengar itu, Yangtao ketakutan.
__ADS_1
Jika Chun Ci saja ditargetkan oleh mereka, maka orangtuaku juga tidak akan baik-baik saja.
"Kamu pikirkan sendiri baik-baik."
Minglang keluar dari gudang bersama Da Bingzhi, sementara Yangtao masih diam di posisinya tanpa ketenangan.
Saat dini hari, Minglang membawa Yangtao pergi. Dia tidak membiarkan Da Bingzhi ikut bersamanya karena merasa akan merepotkan jika membawa dua orang yang tidak memiliki ilmu bela diri.
Da Bingzhi juga tidak memaksa ikut, baginya akan lebih bagus jika dia tetap menjaga Xue Shan Shan alih-alih mengantarkan kepergian Yangtao.
Untuk pertama kalinya, Yangtao melihat orang yang memiliki ilmu bela diri sangat tinggi seperti Minglang.
Pria itu membawanya ke daerah timur hanya dalam waktu tiga hari, padahal tempat itu biasanya ditempuh selama tujuh hari.
"Ini adalah obatmu selama beberapa hari. Aku akan membeli seorang pelayan untukmu, jadi jika kau tidak enak badan mintalah pelayan itu untuk merawatmu dan mengirimiku surat."
Setelah berbicara tanpa ekspresi, Minglang bergegas pergi meninggalkan Yangtao sendirian.
Tidak lama kemudian, dia membawa seorang pelayan kecil.
Ketika Minglang kembali ke Kediaman Xue, itu sudah berlalu beberapa hari dan Xue Shan Shan sedang menikmati sarapan sambil mendengarkan laporan dari Lin Mei dan Qing Ke mengenai seputar kehidupan Xue Jingguo beserta orang-orang tersayangnya.
"Nona Kedua sangat marah dan merasa kecewa pada Tuan Xue yang tidak bisa mendapatkan keadilan untuk Selir Faye hingga dia mengunci dirinya di kamar."
"Hah, keadilan?" Xue Shan Shan tersenyum miring, tetapi tidak mengomentari apa pun mengenai tindakan Xue Yuwen. "Bagaimana dengan yang lain?"
"Sejak kekacauan terakhir kali karena racun di tubuhmu dan Nyonya Diana, Nyonya Tua Xue mulai menganut kepercayaan Budha."
"Ckckck ...." Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya dan tertawa dingin hingga cahaya dingin pun melintas di matanya. "Takutnya, Sang Budha tidak ingin dianut olehnya."
Lin Mei tidak menjawab, dia hanya melanjutkan ucapan sebelumnya. "Tuan tetap seperti biasa, sedangkan Yura Chen sesekali bertemu dengan Pangeran Ketiga, sementara Selir Faye lebih fokus menjaga kandungannya."
Xue Shan Shan menatap Lin Mei. "Bagaimana dengan ibuku?"
Lin Mei mengerutkan alis dan berkata, "Nyonya malah sibuk memikirkan metode yang berbeda untuk mengantarkan tonik kepada Selir Faye setiap harinya."
Tangan Xue Shan Shan yang memegang kue berhenti sejenak, lalu dia mengangkat kepalanya untuk menatap Lin Mei lagi. "Apa kamu memperoleh informasi dari Bibi Su?"
Lin Mei menggelengkan kepalanya. "Bibi Su tidak bersedia mengatakan apa pun, dia hanya memintaku menyampaikan pesan bahwa nyonya baik-baik saja."
Xue Shan Shan tersenyum. "Sepertinya, ibuku sudah bertindak."
Lin Mei tampak kebingungan, tetapi Xue Shan Shan tidak berniat menjelaskannya.
Tonik tentu saja sangat bermanfaat, tetapi jika terlalu banyak justru akan mendatangkan bahaya!
"Nyonya, kenapa Nyonya Diana bersikap baik padamu?" Lilu sama sekali tidak mengerti.
Sambil memakan sarang burung, Selir Faye berkata, "Tentu saja untuk menyenangkan aku. Jika anak di dalam perutku laki-laki ... huh!"
Lilu tiba-tiba menimpali, "Sepertinya, Nyonya Diana juga takut."
Seorang wanita yang tidak disukai oleh suaminya dan tidak memiliki anak laki-laki di dalam hidupnya, tidak akan berakhir baik.
Di Taman Fixie, Yura Chen menatap pelayannya dengan sedih. "Yu Faye sedang menikmati bunga? Ada bunga apa di sana saat musim dingin seperti ini?"
Yura Chen memutar bola matanya, dia selalu merasa Selir Faye memiliki rencana jahat.
"Ayo, kita pergi melihatnya." Yura Chen berdiri dan berjalan menuju taman bunga dengan diikuti oleh pelayannya.
Di bawah pohon plum, Selir Faye yang sedang hamil terlihat sedang mengobrol bersama Lilu dengan senyuman di wajahnya.
Selir Faye terlihat emakin montok dan aura kewanitaannya juga semakin menonjol karena hamil.
Tatapan Selir semakin suram, dia berjalan menghampiri Selir Faye dan langsung pergi ke bawah pohon plum, lalu berkata sambil tersenyum. "Halo Selir Faye, kamu di sini juga untuk menikmati bunga?"
Selir Faye mengangkat alis dan senyum di wajahnya langsung menghilang tanpa jejak begitu melihat sosok Yura Chen yang begitu menawan.
Karena takut Yura Chen melakukan sesuatu yang buruk padanya, Selir Faye memeluk perutnya dengan protektif.
Yura Chen berkata dengan senyuman. "Kulihat, bunga plum ini cantik sekali. Aku ingin memotong berbeda dahannya dan meletakkannya di dalam kamar agar tuan juga bisa mencium aroma bunga ketika datang ke kediamanku di malam hari."
Saat berbicara, dia menatap pelayannya dengan isyarat untuk maju ke depan.
Begitu mendengar kata-kata Yura Chen, Selir Faye sangat marah.
Dia tahu, Xue Jingguo lebih banyak menghabiskan waktu bersama Yura Chen sejak dirinya hamil.
"Berhenti!" Selir Faye berkata dengan marah. "Bunga plum ini dicari secara khusus oleh tuhan untukku, jadi bagaimana mungkin aku membiarkan pelayan murahanmu memotongnya?"
Kata-kata itu tertuju pada Chihuahua, tetapi bermaksud menyindir Yura Chen.
Meski tahu maksud Selir Faye, Yura Chen tidak terpancing emosi. Dia hanya mencibir, "Kenapa? Itu hanyalah sebatang pohon, setelah dipotong juga akan tumbuh lagi. Namun, perkataan Selir Faye sangat menarik. Jika aku hanya pelayan murahan, bagaimana denganmu? Kamu juga hanya seorang selir, jadi kau dan aku sama saja. Sama-sama budak di Kediaman Xue!"
"Tutup mulutmu!" Selir Faye mengulurkan tangan untuk menampar Yura Chen.
Plak!
__ADS_1
Tamparan keras itu membuat tatapan Yura Chen penuh amarah, dia pun mengangkat tangannya untuk membalas Selir Faye.
Namun, Lilu dengan cepat menghentikannya. "Nona Chen, saya sarankan Anda jangan menyentuh Selir Faye, dia berbeda denganmu."
Kemudian, Lilu kembali melanjutkan dengan sinis. "Selir kami tidak pernah tinggal di rumah bordir, dia bersih dan memiliki kekuasaan untuk mengurus keluarga. Bagaimana bisa dibandingkan dengan wanita ****** seperti Anda?"
"Wanita jalangg?" Yura Chen melonjak marah dan dia menatap Selir Faye dengan tatapan membunuh. "Aku, Yura Chen adalah orang yang Pangeran Ketiga berikan kepada tuan. Kalau kau menyebutku jalan, lalu kau menganggap Pangeran Ketiga dan tuan sebagai apa?"
Selir Faye tercengang, dia segera berkata, "Aku tidak bermaksud begitu."
"Hehe ...." Yura Chen tersenyum dingin. "Aku harus memotong bunga ini."
Setelah itu, Yura Chen langsung memanggil, "Chihuahua!"
"Baik, Nona." Chihuahua juga sangat kesal.
Sejak dia mengikuti Yura Chen, mereka tidak pernah ditindas seperti ini, bahkan ketika berada di rumah bordil sekalipun.
Chihuahua langsung mematahkan dahan menggunakan tangannya, tanpa menggunakan gunting.
Apa yang dilakukan Chihuahua jelas sedang menampar wajah Selir Faye, jadi bagaimana bisa dia diam saja?
Oleh karena itu, dengan tubuhnya yang hamil dia maju dan Chihuahua mundur.
Chihuahua semakin kesal, dia pun berniat menyerang Selir Faye.
Namun, lagi-lagi gerakan cepat Lilu berhasil melindunginya Selir Faye.
"Selir Faye sedang hamil, kalian harus berhati-hati! Kalau kalian melukai anak di perut Selir Faye, kalian pasti akan dihukum tuan!"
"Minggir!" Yura Chen mendorong Lilu menjauh, lalu mengulurkan tangannya menampar Selir Faye.
"Beraninya kamu!" Selir Faye menyipitkan matanya dan menatap Yura dengan dengan dingin, sementara Lilu langsung menstabilkan tubuhnya.
Ketika Lilu melihat gerakan Yura Chen, dia bergegas mendekat. "Jangan sentuh Selir Faye!"
Kemudian, Lilu dengan kasar mendorong Yura Chen hingga wanita itu terjatuh ke tanah.
Chihuahua sangat terkejut dan segera menghampirinya, tetapi dia mendapati Yura Chen sudah pingsan.
"Nona! Nona!"
Saat itu juga, Chihuahua langsung berteriak, "Pelayan, Nona Chen pingsan! Cepat, bantu aku bawa dia kembali ke Taman Fixie!"
Saat itu, memang tidak sedikit pelayan yang ada di sekitar sana sehingga mereka bergegas datang begitu Mendengar teriakan Chihuahua.
Begitu melihat Yura Chen dibawa pergi, Lilu mengerutkan alisnya. "Nyonya, apakah akan terjadi sesuatu?"
"Apa yang bisa terjadi?" Selir Faye berkata dengan tak acuh. "Kamu melindungi majikanmu dengan setia, jadi aku pasti akan meminta tuan untuk memberikan hadiah padamu."
Begitu mendegarnya, Lilu tersenyum senang . "Terima kasih banyak, Nyonya."
"Ayo, jalan, kita pergi ke tempat nyonya tua."
Sementara itu, Yura Chen diletakkan di atas pembaringan dan Chihuahua segera menyelimutinya.
Saat dia hendak memanggil tabib, dia melihat Yura Chen sudah sadar.
"Chihuahua." Wajah Yura Chen tampak pucat, kedua matanya pun terlihat panik.
"Nona, bagaimana kondisimu? Saya akan segera panggilkan tabib."
"Jangan!" Yura Chen segera menghentikan Chihuahua dan berkata dengan susah payah. "Pergi panggil Nona Besar saja."
Chihuahua tertegun, dia bingung. Akan tetapi, dia tetap menuruti perintah Yura Chen saat melihat wanita itu mengeluarkan keringat dingin yang sangat banyak.
Saat itu, Xue Shan Shan sedang mengajar Lin Mei bagaimana caranya memenangkan hati orang lain dan Da Bingzhi langsung melaporkan padanya ketika Chihuahua datang.
"Ada apa?"
Bruk!
Chihuahua berlutut di lantai, tepat di bawah kaki Xue Shan Shan. "Nona Besar, Nona Chen mengundang Anda untuk datang ke tempatnya. Dia baru saja beradu mulut dengan Selir Faye dan didorong oleh Lilu hingga terjatuh hingga pingsan, tapi dia tidak mengizinkan saya memanggil tabib."
Tanpa minta penjelasan lebih, Xue Shan Shan bisa memahami keseluruhan cerita. "Ayo, pergi."
Lin Mei tertegun. "Nona Chen jatuh sampai pingsan, kenapa tidak memanggil tabib dan malah memanggil nona kami?"
"Nanti kamu juga akan tahu." Ketika berbu, Xue Shan Shan sudah berdiri dan beranjak pergi.
Mendengar ucapan dan melihat kepergian Xue Shan Shan, Chihuahua segera bangun hanya untuk menyusulnya.
Lin Mei merasa tidak puas hati dan kembali bertanya, "Nona, apa yang terjadi pada Nona Chen? Apa kamu tahu sesuatu?"
Xue Shan Shan tentu saja memiliki jawaban di hatinya atas pertanyaan Lin Mei, tetapi dia memilih diam.
Setibanya di Taman Fixie, Xue Shan Shan mendengar jeritan tertahan dari dalam kamar Yura Chen. Dia pun segera memerintahkan, "Tutup pintu, jangan biarkan siapa pun masuk!"
__ADS_1