
Begitu walikota keluar setelah menerima titah untuk menghukum Xue Jinggou, Kaisar langsung memasang ekspresi jijik bercampur dengan kesinisan saat mengingat perihal Xue Yuwen yang menjebaknya kemarin.
"Setelah melihat semua bukti ini, aku yakin pasti dia juga yang mengirim putri keduanya ke tempat peristirahatanku." Kaisar pun mendengus. "Untung saja, Selir Agung sudah mengambil langkah terbaik untuk menyingkirkan putri yang tidak bermoral itu."
"Namun, ... huhhhh." Kaisar menghela nafas panjang dan berkata tanpa daya. "Entah bagaimana aku harus membujuk Selir Agung ...."
"Kaisar, Selir Agung pasti hanya marah sebentar saja." Kasim Han mencoba menenangkan. "Setelah Anda membujuknya lagi, Selir Agung pasti akan luluh."
Kaisar menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Minta dapur menyiapkan makanan kesukaan Selir Agung, aku akan membawanya ke Istana Bunga Persik."
Daripada hadiah, Selir Agung Mei memang lebih menyukai makanan. Terlebih, jika itu dibawa langsung oleh Kaisar dari Istana Utama yang tidak begitu jauh dari Istana Bunga Persik.
Di sisi lain, Xue Shan Shan datang ke Kediaman Pangeran Li Xian.
Tepat ketika Xue Shan Shan hendak memanjat tembok dan menyelinap masuk, dia melihat gerbang Istana Wanshou terbuka.
"Putri Changning, lewat sini." Wei Shu tersenyum sambil melihat Xue Shan Shan yang duduk di sudut dinding. "Sebenarnya, Anda bisa masuk lewat pintu."
"Ribet," kata Xue Shan Shan tak acuh, sebelum akhirnya dia melompat dari dinding.
Sudut mulut Wei Shu berkedut, dia pun berjalan masuk setelah menutup pintu. "Putri, silahkan lewat sini."
Wei Shu kembali memberikan arahan agar Xue Shan Shan berbelok arah dari jalan yang hendak menuju ke ruang kerja Pangeran Li Xian.
"Yang Mulia tidak ada di ruang kerja?"
"Pangeran sedang menunggu Anda di Taman Jenxi."
Xue Shan Shan hanya mengangguk sambil mengikuti langkah Wei Shu.
Begitu memasuki halaman, Xue Shan Shan men cyum aroma yang sedap diciyum. Dalam sekejap, matanya sudah berbinar dan dia pun berjalan dengan cepat. "Banyak sekali makanan enak di sini."
Pada saat ini, Pangeran Li Xian sedang duduk di bangku batu, sementara meja di depannya penuh dengan makanan dan minuman.
Xue Shan Shan duduk tanpa sungkan, bahkan langsung mengambil sumpit dan mulai makan.
Pangeran Li Xian hanya melihat Xue Shan Shan yang tengah asik dengan dunianya sendiri hingga satu jam pun berlalu ketika gadis itu meletakkan sumpit ke atas meja.
"Apa yang ingin kamu tanyakan?" Xue Shan Shan cegukan sampai mukanya memerah, dia segera menyesap teh di atas meja guna menutupi rasa malunya. "Katakan saja."
Wei Shu terkekeh ringan, sebelum akhirnya mundur beberapa langkah untuk memberikan privasi kepada Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan.
Pangeran Li Xian berkata dengan ringan. "Aku yang melakukannya."
__ADS_1
Xue Shan Shan memandang Pangeran Li Xian. "Pembunuh itu ...."
Pembunuh yang dimaksud oleh Xue Shan Shan adalah orang-orang yang membuat para pengawal Kaisar meninggalkan pos penjagaan.
"Mereka adalah mata-mata dari Kerajaan Qin, aku hanya membuatnya ketahuan lebih awal."
"Kenapa kamu membiarkan Kaisar dan Xue Yuwen?"
Sebenarnya, Xue Shan Shan bisa menebak niat Pangeran Li Xian.
Hanya saja, dia ingin mendengar jawaban langsung dari pria itu.
Pangeran Li Xian tersenyum dan menjawab dengan ringan. "Aku hanya ingin berbagi tugas dengan Ibu."
Xue Shan Shan sedikit tercengang dengan jawaban Pangeran Li Xian yang tidak terduga, tetapi dia tetap mengangguk. "Kamu yang memberikan semua bukti tentang ayahku kepada walikota?"
"Iya."
Xue Shan Shan terdiam.
Setelah terlahir kembali, Xue Shan Shan selalu berusaha menemukan semua bukti kejahatan Xue Jinggou.
Tak disangka, semuanya ada di tangan Pangeran Li Xian.
Tidak hanya memiliki apa yang diinginkan, Pangeran Li Xian juga tahu kapan harus bertindak.
Xue Shan Shan telah bergantung pada orang yang tepat!
"Kaisar telah memerintahkan walikota untuk menangani masalah ayahmu dengan otoritas penuh. Tuan Fu adalah orang yang jujur, jadi dia pasti akan bersikap adil baik kepada korban maupun pelaku."
Pangeran Li Xian melirik Xue Shan Shan, sementara gadis itu juga sedang menatapnya dengan mata besar yang terus berkedip.
Seketika, Pangeran Li Xian tersipu.
"Uhuk, uhuk ...." Setelah terbatuk-batuk sedikit, Pangeran Li Xian melanjutkan. "Kali ini, jabatan Xue pasti akan dicabut. Namun, tidak tahu bagaimana nasib nyawanya."
Xue Shan Shan mengangkat alisnya. "Jangan begitu banyak kejahatan yang telah diperbuat, bisa-bisanya dia tetap dibiarkan hidup."
Tentu saja, Xue Shan Shan tidak bisa menerima kenyataan jika nyawa ayahnya diberikan pengampunan.
"Dia akan menggunakan jasanya yang pernah menyelamatkan Tuan Fu dari sekumpulan bandit gunung."
Mendengar itu, Xue Shan Shan pun memutar bola matanya.
__ADS_1
Jasa apanya?
Itu jelas-jelas rekayasa dan bandit yang datang menyerang Tuan Fu adalah orang-orang kiriman Xue Jinggou.
Sepertinya, Xue Jinggou tahu hari malangnya ini akan datang sehingga dengan sengaja menanamkan jasa kepada Tuan Fu yang merupakan walikota.
"Oh, satu lagi ...." Xue Shan Shan tiba-tiba teringat sesuatu. "Saat dalam perjalanan ke sini, aku mendengar rumor yang mengatakan bahwa kaki Putri Qin patah. Kamu yang melakukannya?"
"Hmmmm." Pangeran Li Xian berdehem sembari mengangguk tanpa beban dosa.
Sekali lagi, Xue Shan Shan terdiam.
Pangeran Li Xian benar-benar orang yang pendendam!
Dia bukan tipe orang yang pemaaf!
Memang sudah seharusnya orang-orang tidak mencari masalah dengan Pangeran Li Xian.
Jika tidak, mereka pasti akan bernasib malang seperti Xue Yuwen, Putri Qin dan Xue Jinggou.
Meskipun tidak bertindak menggunakan tangannya secara langsung, tidak ada di antara mereka yang bisa lepas dari dendam Pangeran Li Xian
Karena tahu tabiat Pangeran Li Xian yang tidak mudah memaafkan orang, Xue Shan Shan pun memilih melepaskan Qin Luoran.
Xue Shan Shan yakin, pria itu pasti akan menggantikannya untuk menuntut hasil taruhan pada putri dari Kerajaan Qin.
Setidaknya, dia hanya perlu fokus pada dendamnya saja.
Setelah terdiam untuk sesaat, Xue Shan Shan akhirnya berdiri dan berkata, "Waktu sudah larut, aku pulang dulu."
Pangeran Li Xian mengernyitkan keningnya. "Kamu tidak mau makan lagi?"
Xue Shan Shan melirik makanan di atas meja sambil menggelengkan kepalanya. "Aku sudah kenyang."
"Sayang sekali, padahal aku sudah menyuruh dapur untuk membuat kue kastanye, tart dan keju."
Xue Shan Shan menelan ludah, tetapi tetap menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mau makan lagi."
"Ada juga anggur dari Kerajaan Qin." Pangeran Li Xian tidak menyerah mencoba membujuk Xue Shan Shan agar tetap tinggal.
Dalam hitungan detik, mata Xue Shan Shan sudah berbinar indah, dia pun segera berbalik dan kembali duduk di hadapan Pangeran Li Xian.
"Eeehemmm ...." Xue Shan Shan mencoba menepis rasa canggung. "Kalau begitu, aku akan mencicipi semuanya."
__ADS_1