
"Jangan bicara seperti itu, kita akan menjadi keluarga setelah aku menikah dengan Pangeran Li Xian. Kali ini, kamu terluka parah, mana mungkin aku mempersulitmu." Xue Shan Shan tersenyum polos.
Melihat senyum ini, Putri Amber tiba-tiba jadi panik.
Bagaimana mungkin Xue Shan Shan bisa sebaik ini?
"Ayo, aku akan membersihkan luka dan mengoleskan obat untukmu. Sebelum itu, minumlah pil penghilang rasa sakit ini." Xue Shan Shan membuka kotak obat dan mengeluarkan pil.
Putri Amber mengatupkan bibirnya erat-erat seolah-olah Xue Shan Shan akan memberinya sesuatu yang sangat beracun.
"Kalau kamu mampu menahan rasa sakit, tidak masalah jika kamu tidak ingin meminum pil ini," kata Xue Shan Shan, sebelum akhirnya mengeluarkan sebotol obat luar yang diraciknya sendiri dari kotak obat.
Setelah mencelupkan sedikit, Xue Shan Shan mulai mengoleskan obat untuk Putri Amber.
Saat bubuk obat menyembuhkannya, semburan rasa sakit yang membakar sangat terasa hingga Putri Amber tidak bisa menahan diri untuk tidak berteriak.
Bahkan, wajahnya juga tampak semakin pucat.
"Penghilang rasa sakit, pil penghilang rasa sakit." Putri Amber tidak tahan dan terus bergumam.
Xue Shan Shan mengambil pil itu dan memasukkannya ke dalam mulut Putri Amber.
Begitu melihat Putri Amber menelan pil pemberiannya, Aqsepasang mata aprikot Xue Shan Shan menyiratkan makna tertentu.
Pertunjukan menarik akan segera dimulai!
Satu jam kemudian, Xue Shan Shan meninggalkan kamar Putri Amber.
Di tempat tidur, Putri Amber sudah terbungkam seperti mumi, dia bahkan tidak bisa menggerakkan kaki dan tangannya sama sekali.
Namun kau merasa sakit di tubuhnya berangsur-angsur menghilang.
"Tuan Putri, menurut Anda kenapa Putri Changning begitu baik?" Xiao Xing yang duduk di sisi tempat tidur sambil memberi minum Putri Amber dengan rasa khawatir.
Demam Putri Amber telah mereda dan pikirannya pun telah agak jernih. Setelah memikirkannya sejenak, dia mencibir, "Mungkin karena takut aku akan membongkar bahwa dialah yang telah meracuni Pangeran Qin."
Setelah mendengar ini, Xiao Xing merasa itu sangat masuk akal.
Lagipula, Xiao Xing jelas-jelas telah memasukkan kelabang beracun ke kamar Putri Amber tadi malam, bagaimana bisa berada di kediaman Pangeran Qin?
Apa yang terjadi hanya Putri Changning yang tahu dengan jelas.
Namun, ....
Jika Putri Changning takut Putri Amber mengatakannya, mengapa tidak membiarkan lukanya bernanah hingga mati?
Xiao Xing sedikit bingung, dia merasa ada yang tidak, tapi tidak tahu apa itu.
Xue Shan Shan kembali ke kamarnya, dia memilah kotak obat, terutama pil yang didapatkan dari Xiangxiang, semuanya memiliki aroma yang menyegarkan.
Xue Shan Shan mengamati satu per satu, lalu dia melihat dua pil obat untuk meningkatkan kekuatan batin.
Hah?
Meningkatkan kekuatan batin?
Pasti akan sangat bermanfaat untukku.
Xue Shan Shan segera mengeluarkan pil tersebut, sebelum akhirnya menelannya sebiji.
Setelah menelannya, Xue Shan justru merasa diafragmanya agak panas.
__ADS_1
Apa sudah dimulai efeknya?
Xue Shan Shan duduk sebentar dan merasa sedikit lelah Paman setelah mandi dan makan sesuatu dia langsung tidur.
Bersamaan dengan itu, di toko obat di Pasar Budak.
"Gawat! Gawat!" Seorang pelayan dari toko obat berlari keluar dengan membawa dua kotak brokat berisi pil.
Saat itu, Xiangxiang sedang minum teh dan menatap pelayan itu sambil bertanya dengan heran. "Ada apa?"
"Ketika aku memeriksa pil, aku menemukan bahwa Pil Kekuatan Batin bertambah satu, sedangkan Pil Kepribadian berkurang satu butir. Aku tidak tahu apakah aku salah memasukkannya ketika memberikannya kepada Anda di siang hari." Pelayan itu berkata dengan ekspresi sedih.
Mendengar itu, ekspresi Xiangxiang berubah. "Apa?"
Obat yang dia bawa pada siang hari diberikan semuanya kepada Xue Shan Shan.
Pepatah mengatakan bahwa sifat manusia sangat sulit diubah, tetapi Xiangxiang yang cantik tidak percaya pada awalnya.
Jadi, dia secara khusus membuat Pil Kepribadian, membuat orang yang meminumnya akan berubah karakter asli mereka dan sepenuhnya menjadi orang yang benar-benar berbeda.
Jika menjadi lebih patuh dan baik hati setelah meminum Pil Kepribadian ini justru bagus, tetapi gawat kalau malah menjadi pembunuh gila.
"Tidak, aku harus segera keluar!" Detik selanjutnya, Xiangxiang sudah beranjak ingin pergi.
Pada saat ini, adalah ledakan tiba-tiba di ruang belakang.
"Kak, gawat! Tungku obatnya meledak!" Seorang pria hitam legam berjalan keluar dari arah dalam.
"Apa? Dasar tidak berguna! Aku membayar mahal untuk mendapatkan tungku obat ini!" Ketika Xiangxiang mendengar bahwa tunggu obatnya yang berharga telah meledak, dia buru-buru berjalan ke belakang.
Keesokan harinya, Xue Shan Shan membuka matanya saat fajar menyingsing dan langsung mencium aroma buah yang manis di dalam kamar.
"Qing Ke!" Xue Shan Shan memanggil dengan dingin.
Mendengar dirinya dipanggil, Qing Ke berjalan masuk.
Begitu melihat Xue Shan Shan sudah bangun, Dia segera berjalan ke lemari dan mengeluarkan dua gaun polos yang elegan.
"Nona mau pakai yang mana hari ini?"
Xue Shan Shan menoleh ke belakang, melihat daun merah muda dan ungu muda itu dengan sedikit jijik. Dia berjalan ke lemari dan setelah melihat ke sana-sini, dia menjadi semakin emosi.
"Kenapa yang satu lebih jelek dari yang lain? Carikan aku yang hitam!"
"Apa?!" Qing Ke tertegun sejenak, dia agak kewalahan untuk menanggapinya.
Di lemari itu semuanya berisi pakaian musim dingin dengan gaya yang dipilih sendiri oleh Xue Shan Shan, Bagaimana bisa tiba-tiba mengatakan tidak suka?
Namun, Qing Ke tidak terlalu memikirkannya, dia berlari keluar dengan cepat dan kembali setelah beberapa menit sambil memegang gaun brokat baru yang berpola teratai hitam di tangannya.
Xue Shan Shan memakainya dengan puas.
Saat sarapan pagi, Xue Shan Shan baru saja memakan dua suap kue, tetapi dia sudah meludahkannya sambil mengerutkan kening. "Apa juru masak memakan kotoran pagi ini? Makanan yang dia buat sangat tidak enak!"
Qing Ke tertegun lagi sambil melihat sarapan yang sangat lezat itu.
"Dia bahkan tidak bisa membuat kue, bunuh saja!"
Qing Ke langsung melirik Lin Mei, di tatapannya seolah-olah mengatakan, 'Nona sudah salah minum obat apa hari ini?'
Setelah dengan enggan menggigit beberapa gigitan, Xue Shan Shan langsung kehilangan nafsu makannya.
__ADS_1
Pada saat ini, Xiao Xing yang berhasil menyelinap keluar dari penginapan Qin Lang, diam-diam mendatangi Xue Shan Shan.
Begitu memasuki paviliun, dia melihat Xue Shan Shan duduk di sana mengenakan brokat warna hitam. Bahkan, riasan di wajah Xue Shan Shan juga tampak berbeda dari biasanya.
Seluruh ekspresi di wajah Xue Shan Shan seperti menegaskan bahwa dia 'tidak ingin diganggu'.
Melihat Xiao Xing, Xue Shan Shan mengangkat alisnya dengan surat mata yang terlihat sedikit tajam. "Ada apa?"
Xiao Xing mengangguk, lalu melihat sekeliling dan berkata dengan suara rendah. "Luka Putri Amber sedikit terbuka, mohon Putri Changning pergi untuk melihatnya."
Mendengar itu, Xue Shan Shan mengerutkan kening dengan tidak senang. "Memangnya, siapa itu Putri Amber? Apa perlu aku sebagai seorang putri pergi merawatnya secara pribadi?"
Xiao Xing tidak bisa berkata-kata, begitu pun dengan Qing Ke, Lin Mei dan Minglang Yanga enak awal sudah sangat kening dengan sikap aneh Xue Shan Shan.
Xiao Xing mengerutkan kening dengan pikiran-pikiran yang berterbangan di kepala kecilnya.
Ada apa dengan Putri Changning?
Apa suasana hatinya sedang tidak baik?
Pada akhirnya, Xiao Xing hanya bisa pergi tanpa suara di bawah tatapan para pelayan Xue Shan Shan.
Mereka juga menyadari bahwa Xue Shan Shan dalam suasana hati yang tidak bagus.
Biasanya, gadis itu bersikap ramah dan memiliki temperamen yang sangat baik, bahkan selalu memilikis enyum di wajahnya saat bangun pagi.
Hari ini ....
Sepertinya, terlihat sedikit menakutkan.
Xue Shan Shan baru saja duduk sebentar, sudah ada orang lain yang datang melapor. "Putri Changning, Tabib Yang dari Biro Istana memohon untuk bertemu."
Melihat orang-orang datang mencarinya, Xue Shan Shan merasa pusing.
Namun, dia tetap beranjak berdiri dan berjalan keluar.
Setelah sampai di depan pintu, dia melihat Tabib Yang berdiri di sana sambil memegang sebuah kotak.
Begitu melihat Xue Shan Shan, Tabib Yang berlari dengan gembira. "Hamba memberi hormat kepada Tuan Putri."
"Ada apa?" Nada suara Xue Shan Shan terdengar sedikit tidak sabar.
Tabib Yang tertegun sejenak, sebelum akhirnya berkata, "Kemarin setelah hamba kembali, hamba memikirkannya kembali dengan cermat bahwa merupakan suatu kehormatan bagi hamba untuk menjadi murid Tuan Putri. Oleh karena itu, hamba sudah mempersiapkan uang belajar selama 1 tahun. Mohon Tuan Putri menerimanya."
Setelah berbicara, Tabib Yang membuka kotak brokat di tangannya yang berisi tumpuk uang perak, juga beberapa perhiasan emas dan perak.
Diam-diam dia sudah menyelidikinya secara pribadi.
Konon, Tuan Putri Changning menyukai perhiasan dan uang, jadi dia sekalian memilih apa yang disukai oleh sang putri.
Dengan demikian, mungkin dia bisa mempelajarinya lebih banyak hal.
Jika yang saat ini duduk di hadapannya adalah Xue Shan Shan yang sebelumnya, gadis itu sudah pasti akan terkejut mendapati Tabib Yang yang memegang posisi Kepala Tabib di Biro Istana ingin menjadi muridnya.
Apalagi, usia pria itu juga sudah cukup tua.
Lebih dari itu, Xue Shan Shan akan sangat senang melihat tumpukan uang dan perhiasan di depan matanya saat ini.
Namun, Xue Shan Shan sekarang adalah orang yang berbeda.
Jadi, tepat ketika Tabib Yang pernah percaya diri, Xue Shan Shan malah menatapnya dengan dingin. "Pergi! Apakah aku terlihat seperti orang yang mata duitan dan kekurangan uang?"
__ADS_1