Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Identitas Asli Putra Mahkota


__ADS_3

Saat ini, Minglang dan Lin Mei yang sejak awal setia mengikuti langkah kaki Xue Shan Shan, tampak cemas melihat kondisi gadis itu.


Mereka pun secara bersamaan menatap Pangeran Li Xian, tetapi pria itu justru menggelengkan kepalanya untuk memberi isyarat agar mereka tetap diam.


Begitu saja, mereka menemani Xue Shan Shan di sana dalam kesunyian.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan baru tersadar ketika langit mulai terang dan terdengar suara pedagang yang menjual buah dan sayur.


Dia mengedipkan mata dengan kebingungan, lalu menatap orang-orang yang tetap setia menemaninya dan berkata dengan suara lembut juga manja. "Aku lapar ...."


Mendengar itu, Lin Mei dan Minglang langsung menghela nafas lega dan secara bersamaan bertanya dengan penuh semangat.


"Nona, kamu mau makan apa?"


"Apa saja, aku tidak pilih-pilih makanan."


Di samping, Wei Shu juga dengan cepat bereaksi. "Istana Wanshou sudah menyiapkan makanan dan kebetulan, tempat ini juga tidak jauh dari sana. Bagaimana kalau kita ke Istana Wanshou saja?"


"Baik." Xue Shan Shan juga dengan cepat menjawab, dia sudah berdiri selama beberapa jam hingga seluruh tubuhnya menegang.


Untungnya, ada Pangeran Li Xian yang menggendongnya tanpa banyak kata dan langsung melompat ke Istana Wanshou.


Awalnya, Xue Shan Shan terkejut, tetapi dia memilih tak acuh pada detik selanjutnya.


"Kamu biasanya makan banyak, kenapa tubuhmu begitu ringan?" Pangeran Li Xian bertanya dengan santai, tetapi keningnya tampak berkerut sedikit.


Xue Shan Shan bersandar pada punggung Pangeran Li Xian dan berkata dengan perlahan. "Mungkin, karena aku mencernanya dengan baik. Jadi, aku tidak gemuk."


"Ke mana perginya semua makanan itu?" Minglang yang ada di samping juga penasaran.


"Dikeluarkan di toilet," sahut Xue Shan Shan tanpa beban.


Minglang terdiam, sementara Xue Shan Shan sudah tertawa keras.


Setelah tiba di Istana Wanshou, Lin Mei terlebih dahulu melayani Xue Shan Shan untuk mandi karena gadis itu merasa badannya sudah sangat lengket sehingga tidak bisa menunggu lain waktu lagi.


Begitu selesai, Xue Shan Shan berjalan keluar dan matanya langsung berbinar saat melihat meja sudah dipenuhi dengan berbagai jenis makanan.


Xue Shan Shan berjalan cepat, sebelum akhirnya mengambil roti kukus dan mulai makan.


Pangeran Li Xian sedikit mengernyit, sebelum akhirnya dengan tenang meletakkan semangkuk bubur ke hadapan Xue Shan Shan.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Xue Shan Shan langsung meminum bubur itu.


Kemudian, Pangeran Li Xian juga menambahkan beberapa hidangan lagi ke piring Xue Shan Shan.


Segera setelah itu, Minglang dan Lin Mei melihat selama hidangan dj mangkuk nona mereka akan habis, maka Pangeran Li Xian akan mengambilkan hidangan baru dengan tepat waktu.


Selain itu, Wei Shu yang menyaksikan segalanya juga melihat mata Pangeran Li Xian tampak semakin cerah.


"Minglang, aku rasa Yang Mulia akhirnya telah menyukai sesuatu." Wei Shu berbisik dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh dirinya dan Minglang.


"Maksudmu Putri Changning?" Minglang mengangkat sebelah alisnya. "Kamu seharusnya sudah bisa menebak apa yang dipikirkan oleh Yang Mulia."


Tanpa Wei Shu katakan, Minglang juga tahu bahwa Pangeran Li Xian memiliki ketertarikan pada Xue Shan Shan.


Tidak mungkin Wei Shu baru tahu, kan?


Secara, Wei Shu yang lebih sering berada di sisi Pangeran Li Xian.


"Tidak." Wei Shu menggelengkan kepalanya. "Aku rasa, Yang Mulia pasti menyukai proses memberikan makanan kepada Putri Changning."


Minglang mengikuti tatapan Wei Shu dan melihat ke arah sang pangeran dan putri.


Seketika, Minglang langsung memalingkan kepalanya.


Bibir kemerahan Xue Shan Shan berkilu karena minyak dan mata yang bersinar terang menatap sumpit di tangan Pangeran Li Xian.


Ketika sumpit itu tiba di piring salad, sudut bibir Xue Shan Shan berkedut.


Namun, begitu sumpit tiba di piring kue osmanthus yang disukainya, cahaya di mata Xue Shan Shan justru menyala.


Melihat itu, Pangeran Li Xian tersenyum dan semakin senang menggoda Xue Shan Shan.


Misalnya, sengaja mengarahkan sumpit ke piring salad, sebelum akhirnya berpindah ke piring kue osmanthus.


Menyaksikan perubahan Xue Shan Shan dari senang ke tidak senang, Pangeran Li Xian merasa suasana hatinya semakin baik.


Pada saat ini, hanya ada dua kata yang muncul di benak Minglang dan Wei Shu.


Kekanak-kanakan!


Pada saat Xue Shan Shan tersadar, hal itu sudah terjadi selama 15 menit, dia memelototi Pangeran Li Xian dan mengambil makanan yang disukai sendiri.

__ADS_1


Sepertinya, dia sudah menjadi orang bodoh.


Setelah merasa perutnya kenyang, Xue Shan Shan meletakkan sumpit dan mengelap bibirnya, lalu menatap Pangeran Li Xian sembari berkata dengan ringan. "Kapan kamu akan mengumumkan identitas Putra Mahkota?"


Xue Shan Shan menyesap teh di atas meja, lalu mengistirahatkan dagunya dengan satu tangan sembari menatap Pangeran Li Xian.


"Kamu sudah memiliki bukti, aku juga sudah mengirimkan saksi untukmu."


"Tabib Kerajaan Mu?" Pangeran Li berpikir sejenak.


"Ya, Putra Mahkota adalah anak dari sepupu jauh Tabib Kerajaan Mu."


Pangeran Li Xian juga tahu hal itu, dia pun mengangguk. "Belum waktunya."


"Hmmmmmm, ini bisa dibahas nanti." Xue Shan Shan juga mengangguk pasrah.


Jika Pangeran Li Xian mengatakan waktunya belum tepat, maka dia hanya bisa menurutinya.


"Namun, karena Putra Mahkota berani menjebakku, aku harus membalasnya!" Tatapan Xue Shan Shan tampak kejam. "Aku perlu rencana perjalanan Putra Mahkota."


"Oh, jangan lupa ada Putri Amber juga yang terlibat." Xue Shan Shan hampir saja melupakan Putri Amber yang sudah berkali-kali mencoba mencelakainya dengan berbagai cara.


Xue Shan Shan menyipitkan matanya dan tersenyum seperti rubah kecil yang membuat Pangeran Li Xian juga tersenyum.


"Wei Shu."


Detik berikutnya, Wei Shu sudah menyerahkan beberapa barang kepada Xue Shan Shan yang menerima dengan senang hati.


Kemudian, gadis itu beranjak pergi bersama Minglang dan Lin Mei.


Di belakang, Pangeran Li Xian tanpa sadar mengerutkan keningnya, tidak bisa menyembunyikan ekspresi kekecewaan di wajahnya


Melihat itu, Wei Shu memutar matanya dan berkata dengan cepat. "Um ... Yang Mulia, haruskah kita berbicara dengan Perdana Menteri tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya?"


"Lagipula, tidak mudah bagi Perdana Menteri untuk ikut campur dalam masalah Tuan Xue."


Pangeran Li Xian mengangguk setuju, sebelum akhirnya berjalan keluar.


Segera, Pangeran Li Xian dan Wei Shu sudah menyusul Xue Shan Shan.


"Eh?" Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan heran, lalu bertanya, "Yang Mulia, kenapa kamu keluar juga?"

__ADS_1


"Ya, aku memiliki sesuatu untuk dibicarakan dengan Tuan Besar Lee."


"Jam segini seharusnya kakekku sudah pergi rapat." Xue Shan Shan berpikir sejenak. "Ya, benar. Kakek pasti sudah pergi ke istana."


__ADS_2