Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Hidup Dalam Penderitaan


__ADS_3

"Kalau begitu, apa kamu tidak senang saat melihat ada gadis lain berkeliaran di sisi Pangeran Li Xian?" Grenie hanya ingin melanjutkan pembicaraan tentang Pangeran Li Xian, alih-alih tentang Putra Mahkota yang sudah jelas bagaimana nasib akhirnya.


Xue Shan Shan mengangguk pasti. "Kalau ini memang tidak senang."


Mendengar itu, Grenie menghela nafas lega.


Untung saja ....


"Jika aku menghancurkan wajah Pangeran Li Xian, pasti tidak akan ada lagi gadis yang ingin mendekatinya, kan?" Xue Shan Shan langsung mengutarakan pemikiran konyol yang sempat singgah di otak kecilnya.


Grenie terdiam, tidak mampu berkarya lagi atas pemikiran Xue Shan Shan yang sungguh luar binasa.


"Shan Shan." Fu Qingyue memanggil hingga gadis itu tersadar dari lamunannya yang sedang berbincang dengan Grenie. "Apa kamu benar-benar menyukai Pangeran Li Xian?"


"Iya," sahut Xue Shan Shan sambil mengangguk tanpa beban.


"Hah?!" Fu Qingyue memekik, lalu buru-buru menutup mulutnya dengan wajah yang terlihat panik dan khawatir. "Tidak boleh, Shan Shan! Kamu tidak boleh menyukai Pangeran Li Xian!"


Meskipun tahu Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian memiliki dekret pernikahan, bahkan hubungan mereka juga baik-baik saja, Fu Qingyue tidak berharap temannya itu akan menyukai sang pangeran yang terkenal kejam.


Xue Shan Shan dengan santai menggigit buah, membuat bibirnya basah dan terlihat menggoda.


Suara Fu Qingyue yang keras tanpa bisa dikendalikan menarik perhatian para pelayan di sekitar, tetapi tidak ada di antara mereka yang mencoba mencuri dengar pembicaraan kedua nona itu.


"Shan Shan, kamu tahu orang seperti apa Pangeran Li Xian itu. Dia memang tampan, tapi dia sangat kejam dan tak berperasaan. Bagaimana kamu bisa menyukainya?"


Selama ini, Fu Qingyue hanya melihat sisi dingin, kejam dan tak berperasaan Pangeran Li Xian. Dia tidak tahu saja bagaimana pria itu membuat Xue Shan Shan klepek-klepek dengan terus disuguhi makanan enak dan lezat.


Belum lagi, berbagai macam hadiah yang Xue Shan Shan terima bisa membuat gadis itu menjadi miliader di usia muda.


Bahkan, tidak terhitung jumlah bantuan yang diberikan oleh Pangeran Li Xian untuk membantu Xue Shan Shan dalam berbagai misi balas dendamnya.


Xue Shan Shan menghabiskan buah dan menyeka bibirnya, lalu menatap Fu Qingyue yang mengkhawatirkannya. "Sebenarnya, dia tidak seperti itu ...."


"Tidak peduli seperti apa, kamu tidak boleh menyukai Pangeran Li Xian, selagi dia tidak menyukaimu."

__ADS_1


Dengan kata lain, Fu Qingyue tidak ingin Xue Shan Shan jatuh cinta sendirian!


Setelah berbincang lebih banyak hal dengan Fu Qingyue, Xue Shan Shan akhirnya kembali ke Kediaman Perdana Menteri menteri dan berbaring di kamarnya.


"Ternyata, ini adalah suka ...."


Setelah langit menjadi gelap, Xue Shan Shan baru keluar dari kamarnya dan duduk di meja, sebelum akhirnya memakan mi yang terbuat dari tepung dengan senyum puas merekah di wajahnya.


"Nona, segalanya sudah siap." Minglang datang mendekati Xue Shan Shan dan berbicara dengan suara pelan. "Tuan dan Wei Shu sudah pergi ke penjara duluan."


Xue Shan Shan menyeka mulutnya. "Ayo, pergi."


Ketika Minglang dan Xue Shan Shan pergi ke gerbang penjara, mereka melihat penjaga penjara yang menatap Pangeran Li Xian dengan penuh hormat.


"Masuklah." Pangeran Li Xian melihat Xue Shan Shan dan mengeluarkan suara seringan angin. "Hanya setengah jam."


"Itu sudah lebih dari cukup." Xue Shan Shan berjalan masuk ke penjara, cahaya lilin di kedua sisi dinding menerangi jalannya.


Saat masuk ke dalam, terlihat para tahanan di kedua sel sisi.


Suara gemerisik membangunkan banyak orang, tetapi mereka langsung meringkuk ketakutan begitu melihat para pengawal yang masuk.


Jelas, merek sering dipukuli oleh pengawal.


"Nona, Tuan Xue tidak boleh mengalami kecelakaan karena belum ada keputusan dari atasan." Pengawak itu berbicara dengan hati-hati, mengingatkan Xue Shan Shan agar tidak melukai Xue Jinggou dengan alasan apa pun.


"Aku mengerti," sahut Xue Shan Shan sambil memberikan selembar uang kertas kepada sang pengawal. "Bantu aku menjaganya dengan baik."


Xue Shan Shan tersenyum miring, sambil berpikir di dalam hati. 'Memang belum waktunya dia mengalami kecelakaan!'


Saat ini, Xue Shan Shan berniat ingin membiarkan Xue Jinggou tetap hidup dalam penderitaan sembari menatap kebahagiaan ibunya yang akan datang sebentar lagi.


Setelah itu, barulah Xue Jinggou boleh mati!


"Terima kasih, Nona." Mata pengawal itu berbinar, dia sangat senang.

__ADS_1


Secara alami, pembicaraan Xue Shan Shan dan pengawal itu membangunkan Xue Jinggou.


Setelah terbiasa dengan cahaya lilin, Xue Jinggou jadi tampak lebih tua sepuluh tahun dan tubuhnya pun mengalami kemerosotan.


Dia yang biasa berpenampilan rapi dan terlihat gagah, kini justru terlihat udang seperti barang yang sudah lapuk.


"Shan Shan?" Suara Xue Hingga terdengar serak.


Dengan senyum datar di wajahnya, Xue Shan Shan berjalan mendekati Xue Jinggou.


"Shan Shan, ternyata benar-benar kamu!" Mata Xue Jinggou berbinar seolah-olah sedang melihat harapan, dia pun segera berdiri. "Kamu di sini untuk menyelamatkan Ayah, kan?"


Mendengar itu, Xue Shan Shan menatap Xue Jinggou dan berkata dengan perlahan. "Menyelamatkanmu? Bagaimana aku bisa menyelamatkanmu?"


"Pergilah memohon kepada Paman Zhejiang-mu, dia pasti punya solusi. Bagaimanapun, dia adalah menteri dan pasti bisa menyelamatkan aku." Xue Jinggou berbicara dengan cepat. "Shan Shan, Ayah sudah tahu Ayah salah. Mulai sekarang, Ayah akan menjagamu dan ibumu. Nanti ...."


"Ayah." Xue Shan Shan segera menyela kata-kata Xue Jinggou dan menatap sang ayah dengan sepasang mata yang dalam sehingga membuat jantung pria itu berdetak kencang.


Karena itu, Xue Jinggou tidak berani menatap Xue Shan Shan.


Jika itu terjadi di masa lalu, di mana Xue Jinggou mengakui kesalahannya dan berjanji untuk menjaga Xue Shan Shan dan Nyonya Diana dengan baik, maka gadis itu mungkin akan memberikannya kesempatan.


Namun, Xue Jinggou bahkan tidak berbelas kasih saat membiarkan Tuan Ding memerintahkan gigolonya untuk menebas kepala Xue Shan Shan.


Sekarang, untuk apa membuat janji seperti itu?


Terlebih, setelah Xue Jinggou mengalami kehancuran!


"Ayah, ketika kamu melamar ibuku, kamu mengatakan bahwa dia adalah satu-satunya. Namun, apa yang terjadi setelah itu? Apa kamu perlu aku mengingatkanmu?"


Xue Jinggou membuka mulutnya beberapa kali, ada kepanikan juga di matanya.


"Aku tidak tahu bahwa Ayah telah melakukan banyak hal kejam demi bisa menjalin hubungan dengan Kediaman Perdana Menteri. Jadi, kenapa dan dari mana datangnya kepercayaan diri Ayah hingga bisa berpikir Keluarga Lee akan menyelamatkan Ayah?"


"Bahkan, jika paman atau pun kakekku mau menyelamatkanmu, aku tidak akan mengizinkannya." Xue Shan Shan tersenyum sinis. "Memangnya, siapa kamu?"

__ADS_1


__ADS_2