Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Xue Shan Shan, Kamu Melecehkan Aku!


__ADS_3

Pangeran Li Xian juga tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini yang membuat wajahnya tiba-tiba kaku.


Namun, saat melihat wajah Xue Shan yang memerah seperti tomat dan penuh kepanikan, Pangeran Li Xian tanpa sadar merasa senang.


"Xue Shan Shan, kamu melecehkan aku!"


Xue Shan Shan merasa sangat bersalah dan ketika mengangkat kepala, netranya langsung bertatapan dengan netra milik Pangeran Li Xian.


Empat netra saling bertatapan.


Netra Pangeran Li Xian yang sangat kelam, menyebabkan Xue Shan Shan susah menebak maksudnya.


Dari pandangan Xue Shan Shan, dia merasa Pangeran Li Xian bisa mengangkat tangannya kapan saja dan memukulnya sampai mati.


Bagaimana ini?


Dia tidak membawa sekop, bahkan ingin menggali tanah juga tidak sempat.


"Aku, aku ...."


Tepat ketika Xue Shan Shan merasa malu dan tidak bisa menemukan alasan, sebuah suara anggun terdengar dari depan pintu paviliun.


"Sepertinya, aku datang di waktu yang tidak tepat ...."


Saat mendengar suara yang tidak asing itu, Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian serentak menoleh ke arah pintu.


Entah sejak kapan, Selir Agung Mei sudah berdiri di depan pintu sambil melihat ke arah Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian dengan wajah penuh senyuman dan matanya juga dipenuhi kegembiraan.


Sebenarnya, hari ini dia sangat bosan dan berniat pergi ke Istana Wanshou untuk melihat-lihat.


Terlebih, saat mengetahui bahwa Xue Shan Shan juga ada di Istana Wanshou. Dia berniat bertemu sekaligus mengobrol dengan camol menantunya itu


Tidak disangka, dia justru melihat Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian tengah duduk di lantai. Bahkan, Xue Shan Shan yang wajahnya semerah tomat berada di pelukan Pangeran Li Xian, sementara sang pangeran yang tidak pernah dekat dengan wanita, tampak dipenuhi kelembutan.


Melihat Pangeran Li Xian saat ini, tidak akan ada yang menyangka bahwa pria itulah Dewa Perang Berdarah Dingin.


Yabg paling penting, Xue Shan dan Pangeran Li Xian mengenakan pakaian yang sama.


Karena itu, Selir Agung Mei mengira bahwa mereka sudah janjian sebelumnya.


Saat ini, Selir Agung Mei juga merasa dirinya kurang pengertian.


Jika dia telat datang sedikit saja, dilihat dari posisi mereka, mungkin saja nasi akan menjadi bubur.


Seketika, bayangan tangis dan tawa bayi seakan perlahan-lahan hilang dari kepala Selir Agung Mei.

__ADS_1


Dalam sekejap, benak Selir Agung Mei dipenuhi dengan rasa sesal.


Sementara itu, Xue Shan Shan justru melihat Selir Agung Mei dengan tatapan berbinar seolah-olah yang dia lihat adalah penyelamatnya.


Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan juga ingin berdiri. Akan tetapi, bajunya ditindih oleh Pangeran Li Xian.


Secara tidak sengaja, dia kembali terjatuh ke dalam pelukan Pangeran Li Xian.


"Jangan panik, aku akan pergi sekarang!" Selir Agung Mei merasa Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian ketakutan karena tertangkap basah melakukan hal yang iya-iya, sebelum waktunya. "Makanan penutup aku letakkan di depan pintu, kalian ingatlah makan setelah selesai."


Begitu saja, Selir Agung Mei langsung pergi tanpa menoleh ke belakang lagi.


Xue Shan Shan mengerutkan keningnya.


Selesai? Selesai apa?


Xue Shan Shan berhenti berpikir, dia menatap bayang-bayang Selir Agung Mei dengan tatapan tak rela. 'Ibu, jangan pergi! Tolong, selamatkan aku!'


Xue Shan Shan hampir menangis, sementara Selir Agung Mei sudah menghilang sepenuhnya dari Istana Wanshou.


"Berapa lama lagi kamu ingin berada di pelukanku?" Pangeran Li Xian bertanya sambil menatap Xue Shan Shan dengan alis terangkat sebelah.


Seketika, Xue Shan Shan langsung berdiri dan menjauh dari Pangeran Li Xian.


Setelah merapikan pakaiannya, Pangeran Li Xian berujar pelan. "Teruskan."


Itu artinya, dia tidak mempermasalahkan masalah tadi?


"Kenapa?" Pangeran Li Xian kembali menatap Xue Shan Shan.


Gadis itu mengalihkan pandangannya dengan rasa bersalah, lalu memungut cambuk yang jatuh di lantai dan menganggap tidak ada yang terjadi di antara mereka.


Kemudian, dia pun meneruskan latihannya yang semakin tidak bisa menemukan titik fokus.


Terlebih, dia selalu merasa mulutnya agak aneh. Bibirnya terus-menerus monyong bersamaan dengan adegan tadi yang tidak berhenti muncul di benaknya.


Bukan hanya Xue Shan Shan, bahkan Pangeran Li Xian juga saat ini tengah kebingungan dengan berbagai imajinasi di pikiran yang berusaha dia tolak.


Hanya sebuah kejadian yang tidak disengaja!


Karena hatinya tidak tenang, Xue Shan Shan tentu saja tidak bisa menggunakan cambuk dengan baik.


Padahal, selama ini begitu banyak hal luar biasa yang sudah dia lakukan. Entah itu menjebak, membunuh hingga mengobati orang, tidak ada yang tidak bisa dia lakukan.


Namun, kenapa saat ini dia jadi seperti orang yang tidak berguna?

__ADS_1


Xue Shan Shan semakin depresi.


Sepertinya, Pangeran Li Xian merasakan kecemasan di hati Xue Shan Shan. Jadi, dia pun menoleh ke arah makanan penutup yang ditinggalkan oleh ibunya, lalu berkata, "Aku lelah."


Mendengar Pangeran Li Xian mengatakan itu, Xue Shan Shan memandangnya dan berkata, "Kalau begitu, kamu istirahat saja, biar aku melanjutkan latihan."


"Kamu begitu berisik, bagaimana aku bisa istirahat?" Setelah mengatakan itu, Pangeran Li Xian berjalan ke arah gazebo.


Begitu duduk, dia menoleh ke arah Xue Shan Shan sambil berkata, "Kamu juga ke sini."


Setelah menghela nafas pasrah, Xue Shan Shan berjalan ke arah Pangeran Li Xian dengan patuh.


Tidak lama kemudian, paviliun yang semula sepi mulai ada banyak orang lagi.


Pelayan pelayan menyuguhkan teh dan makanan kecil, lalu berdiri di samping seperti patung hidup.


Tentu ini, kehadiran mereka mungkin akan berguna ketika Pangeran Li Xian atau pun Xue Shan Shan membutuhkan pelayanan.


"Yang Mulia, Yan Shu ingin menghadap." Wei Shu datang mendekat dan melaporkan.


"Suruh dia tunggu di ruang kerja." Setelah mengatakan itu, Pangeran Li Xian berdiri.


Sebelum benar-benar pergi, Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan. "Aku pergi mengurus masalah dulu, habiskan semua ini dan jangan disia-siakan!"


Saat pergi, Pangeran Li Xian sekalian membawa Cambuk Abadi.


Xue Shan Shan memandangi lima piring berisi kue yang ada di atas meja.


Habiskan?


Kamu tidak salah orang untuk memintaku menghabiskan ini semua.


Xue Shan Shan menghabiskan semua makanan penutup yang dibawa oleh Selir Agung Mei, tanpa memikirkan sudah senja dan hampir tiba waktunya untuk makan malam.


Bagaimanapun, perutnya masih bisa menampung hidangan di malam hari.


Hanya saja, Xue Shan Shan merasa bosan setelah kepergian Pangeran Li Xian.


Begitu makanan penutup di piring sudah habis, Xue Shan Shan mulai menguap.


Pada dasarnya, kemarin malam dia memang kurang tidur, ditambah latihan tadi juga cukup lama dan melelahkan. Jadi, dia berbaring di meja dan pelan-pelan tertidur.


Setelah sekian lama, akhirnya Pangeran Li Xian kembali ke paviliun. Dia mengira Xue Shan Shan sudah pulang, tetapi ternyata gadis itu berbaring di gazebo dengan mata tertutup rapat.


Tanpa mengeluarkan suara, Pangeran Li Xian berjalan mendekat dan memandang wajah Xue Shan Shan yang tertidur dengan damai.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Pangeran Li Xian memerintahkan pelayan untuk mengambil selimut, sebelum akhirnya pelan-pelan menyelimuti tubuh Xue Shan Shan.


Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan bermimpi di mana-mana ada Pangeran Li Xian hingga dia bergumam tanpa sadar, "Li Xian yang menyebalkan!"


__ADS_2