Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Dasar Tidak Tahu Diri!


__ADS_3

"Baiklah, Shan Shan. Kalau begitu, kamu istirahat saja dulu." Nyonya Luo berbicara dengan penuh perhatian.


Xue Shan Shan mengangguk, lalu meninggalkan kamar Tuan Bangsawan Agung.


Setengah berjalan keluar dari kamar itu, angin dingin yang menusuk datang dari arah pintu hingga membuatnya gemetar.


"Dingin sekali." Xue Shan Shan memeluk tubuhnya sendiri.


Bersamaan dengan itu, suara Pangeran Li Xian yang terdengar menggoda datang dari arah belakang. "Mana tenaga dalam yang kamu miliki?"


Saat menoleh, Xue Shan Shan melihat Pangeran Li Xian yang mengenakan jubah hitam berbulu tebal dengan tatapan mengejek tertuju padanya.


Xue Shan Shan memutar bola matanya, dia mendengus di dalam hati. 'Awas saja, nanti aku akan memakai jubah bulu yang menyilaukan mataku!'


Tepat saat Xue Shan Shan menggertakkan giginya, jubah bulu warna merah tiba-tiba muncul di hadapannya.


Xue Shan Shan mengalihkan tatapannya, lalu melihat jubah merah yang entah sejak kapan berada di tangan Pangeran Li Xian.


Kemudian, pria itu menyerahkan jubah tersebut padanya dengan raut wajah datar.


Saat melihat Xue Shan Shan melamun, Pangeran Li Xian pun berkata dengan tidak sabar. "Kamu mau aku memegangnya sampai kapan?"


Xue Shan Shan tentu saja sedikit terkejut, dia mengedip-ngedipkan matanya dan bertanya, "Ini untukku?"


Pangeran Li Xian berbalik bertanya dengan menaikkan sebelah alisnya. "Kalau tidak untuk siapa?"


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian tidak menunggu reaksi Xue Shan Shan saat melangkah maju dan menyampirkan jubah merah bulu yang ada di tangannya ke bahu gadis itu hingga membuatnya membeku.


Di tengah kebekuannya karena terkejut dengan sikap baik dan lembut Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan tidak bisa tidak merasa senang.


Tubuhnya yang diselimuti jubah merah, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa hatinya yang lebih terasa hangat.


Kemudian, Xue Shan Shan merapatkan jubah merah itu ke tubuhnya dan berkata dengan senyum manis. "Terima kasih, Yang Mulia."


"Nenekku yang menyiapkan jubah ini, tidak ada hubungannya denganku." Pangeran Li Xian berbicara sembari memalingkan wajahnya dengan tak acuh.


Dia berusaha untuk tidak salah tingkah karena tanpa sadar memakaikan jubah ke tubuh Xue Shan Shan.


Entah apa yang ada di pikirannya hingga bisa bersikap demikian.


'Pria ini benar-benar sombong!' Xue Shan Shan mencibir di dalam hati sembari mencebikkan bibirnya.


Pada saat ini, Kepala Pelayan Huang kembali membawa seorang pria patuh baya yang mengenakan pakaian mewah dan ada beberapa orang pengikut di belakangnya.


Jelas sekali, dia pastilah orang penting.


Setelah Kepala Pelayan Huang mendekat, dia menatap Pangeran Li Xian sambil membungkuk padanya, lalu menunjuk pria baru baya di belakangnya. "Yang Mulia Tuan Bangsawan Di datang berkunjung."


Ketika Xue Shan Shan mendengar Kepala Pelayan Huang menyebut Tuan Bangsawan Di, dia langsung menatap pria paruh baya itu.


Tiba-tiba, dia merasa segala hal yang ada di depan matanya sungguh menarik.


Saat dalam perjalanan ke sini, Tuan Bangsawan Di mendengar Pangeran Li Xian juga ada di Kediaman Bangsawan Agung. Jadi, dia pun langsung datang.


Begitu bertemu dengan Pangeran Li Xian, Tuan Bangsawan Di pun segera membungkuk untuk memberi salam. "Saya Lu Qinwen, saya memberi hormat pada Yang Mulia Pangeran Li Xian."


"Silahkan berdiri, Tuan Lu." Pangeran Li Xian berbicara dengan nada datar.


Lu Qinwen berterima kasih padanya, lalu berkata dengan ekspresi sedih. "Saat saya mendengar Tuan Bangsawan Agung tiba-tiba sakit keras, saya merasa sangat khawatir. Jadi, saya segera datang. Tidak tahu apakah saya mengganggu atau tidak."


Bersamaan dengan itu, Nyonya Luo berjalan keluar dari kamar Tuan Bangsawan Agung dan berjalan mendekat sembari berkata, "Tuan Bangsawan Di terlalu sungkan. Maaf, sudah membuat Anda datang selarut ini."


"Hais, keluarga kita bersahabat. Sekarang Kakak Han sedang sakit keras, aku sebagai adiknya tentu saja merasa khawatir." Tuan Bangsawan Di berbicara dengan sedih.


Xue Shan Shan berdiri diam sembari melihat dari samping. Karena kejadian sebelumnya, saat ini dia memiliki kesan yang buruk terhadap Tuan Bangsawan Di.


Tidak peduli bagaimana Xue Shan Shan melihat Lu Qinwen, dia merasa pria paruh baya itu seperti serigala berbulu domba.


Ketika Xue Shan Shan sibuk dengan isi pikirannya, tiba-tiba seseorang datang dengan terburu-buru.


Dia berjalan mendekat dan ingin mengatakan sesuatu kepada Lu Qinwen, tetapi belum sempat berbicara, dia tanpa sengaja melihat Xue Shan Shan.


Seketika, sorot matanya langsung penuh dengan rasa takut.


Ga—gadis ini ....


Xue Shan Shan juga menyadari tatapan pria itu, sebelum akhirnya segera mengalihkan pandangannya.


Dirinya terlalu ceroboh!


Xue Shan Shan tidak menyangka bahwa pria yang pertama kali dia hajar dengan tendangan dan pingsan karena membentur pohon, kini malah berdiri di hadapannya.


Tadi, Xue Shan Shan hanya fokus untuk membereskan beberapa orang yang tersisa hingga lupa masih ada satu orang lagi yang pingsan di atas tanah bersalju.


Terlebih, pria itu juga masih mengenakan pakaian sehingga dia bisa selamat.

__ADS_1


Sayang sekali ....


Ketika melihat bawahannya terdiam, Lu Qinwen merendahkan suaranya dan bertanya, "Ada apa?"


Pria yang sebelumnya pingsan di atas salju, membungkuk hormat dan menjawab dengan suara pelan. "Tuan, saya ingin berbicara dengan Anda."


Lu Qinwen melirik pria itu dengan curiga, lalu melayangkan tatapan meminta maaf kepada Pangeran Li Xian dan yang lainnya.


Setelah itu, dia pun menyingkir bersama bawahannya.


Tak lama kemudian, Lu Qinwen mengalihkan pandangannya untuk melirik Xue Shan Shan dengan tatapan marah sekaligus terkejut.


Lu Qinwen kembali menatap bawahannya dan bertanya dengan suara rendah. "Kami yakin kamu tidak salah lihat?"


Pria itu terus-menerus mengangguk sambil berkata, "Tidak salah lagi, Tuan. Gadis itulah yang mengambil Bunga Pelangi dan membunuh teman-temanku. Hamba bisa selamat pun karena beruntung saja, lalu hamba segera ke sini untuk melaporkan hal ini kepada Tuan."


Saat ini, perasaan Lu Qinwen sangat bercampur aduk.


Sebelumnya, dia sudah mendengar kabar Han Minxi sakit keras dan Pangeran Li Xian telah tiba di Kota Gu.


Oleh karena itu, dia ingin mendapatkan Bunga Pelangi untuk diberikan kepada Pangeran Li Xian demiembuatnya berhutang budi pada dirinya.


Dengan demikian, Lu Qinwen berpikir bahwa dia bisa menjalin hubungan dengan Pangeran Li Xian untuk membuka jalan bagi masa depan Ningyan.


Namun, dia tidak menyangka seluruh rencananya malah dikacaukan oleh seorang gadis kecil.


Dia juga tidak menyangka berani-beraninya gadis sialan itu menentang dirinya.


Dasar tidak tahu diri!


Ketika melihat kedua pria yang merupakan majikan dan bawahan itu sedang berbicara sambil terus menatap dirinya untuk waktu yang lama, tiba-tiba saja Xue Shan Shan merasa terancam.


Di sebelahnya, Pangeran Li Xian juga menyadari ada yang tidak beres. Dia pun langsung melirik Xue Shan Shan dan menyadari dugaannya tidak salah sama sekali.


Xue Shan Shan pasti sudah menemui masalah.


Ketika Lu Qinwen dan bawahannya kembali, Xue Shan Shan tiba-tiba berdiri di belakang Pangeran Li Xian sembari menggenggam lengan baju sang pangeran dengan ketakutan.


Pangeran Li Xian yang tiba-tiba diperlakukan seperti itu merasa tidak senang, jadi dia menunduk untuk menatap Xue Shan Shan.


Saat hendak bicara, dia melihat Xue Shan Shan sedang menggigit bibir bawah dengan sekujur tubuh yang gemetaran.


Pangeran Li Xian mengerutkan keningnya. "Kamu kedinginan?"


Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya sambil menunjuk pria yang dibuatnya pingsan di atas gunung salju, lalu menyeka air matanya dan berkata, "Yang Mulia, saat aku pergi bermain di gunung salju sore ini bersama Lin Mei, kami bertemu dengan pria bajingann itu. Dia tidak hanya ingin merebut Bunga Pelangi yang aku siapkan untuk kakek, tapi juga ingin melecehkanku."


Meski bersikap seperti rubah licik, tetapi tidak ada yang salah dari kata-kata Xue Shan Shan.


Bunga Pelangi miliknya memang hendak dirampas, bahkan dia juga hampir dilecehkan.


Beruntung, dia memiliki kemampuan untuk melindungi diri.


Jika tidak, entah bagaimana nasibnya saat ini.


Karena kau ingin mengadu, maka aku akan membuat semua orang mempercayaiku!


Setelah Xue Shan Shan selesai bicara, Kediaman Bangsawan Agung tiba-tiba menjadi hening.


Xue Shan Shan diam-diam tersenyum miring, membuat pria itu bergumam di dalam hati dengan perasaan takut. 'Gawat, tamat sudah riwayatku!'


Pada saat bersamaan, Tuan Bangsawan Di berpikir di dalam hatinya. 'Kenapa dia tiba-tiba mengatakan hal-hal yang sangat tidak terduga seperti ini?'


Tadinya, Lu Qinwen sudah memikirkan cara untuk menghadapi Xue Shan Shan.


Namun, saat dia hendak menanyakan keberadaan Bunga Pelangi pada Xue Shan Shan, gadis ini malah mendahuluinya dan langsung membuatnya tidak bisa berkutik.


Apa hubungan dia dengan pangeran?


Kenapa hubungan mereka kelihatannya sangat dekat?


Jangan-jangan ....


Nyonya Luo lebih dulu bereaksi, lalueninjuk pria yang pingsan di atas salju tadi sambil berkata dengan marah. "Shan Shan, apa katamu? Bajingan ini ingin melecehkanmu?"


Shan Shan?


Begitu mendengar nama itu, Lu Qinwen langsung berkeringat dingin.


Shan Shan, Xue Shan Shan adalah putri sah Keluarga Xue dan cucu luar Perdana Menteri!


Bukankah gadis ini yang akan dinikahkan oleh Kaisar dengan Pangeran Li Xian?


Dia ... dia adalah Putri Changning!


Saat memikirkan semua itu, Lu Qinwen rasanya sudah hampir mati berdiri.

__ADS_1


Dia menoleh ke belakang untuk memelototi bawahannya yang bergegas menundukkan kepala dan tidak berani menatapnya lagi.


Gadis sialan ini tidak hanya membunuh teman-temanku, dia bahkan menuduhku?


Bukankah itu artinya dia juga ingin mengantarkan nyawaku dengan meminjam tangan pangeran?


Xue Shan Shan menatap Nyonya Luo dengan air mata berlinang di wajahnya. "Iya, untung saja saat itu aku bereaksi dengan cepat dan segera melarikan diri."


Seketika, Pangeran Li Xian teringat bahwa Xue Shan Shan tadi memang pulang terlambat. Ternyata, dia memang menemui masalah.


Namun, Pangeran Li Xian yakin Xue Shan Shan tidak akan dirugikan mengingat kemampuan yang dimiliki gadis itu.


Bagaimanapun, dia tidak hanya sekali melihat kemampuan Xue Shan Shan yang tak biasa.


Meski begitu, masalah ini tetap harus dituntaskan.


Pangeran Li Xian mendongak hanya untuk melayangkan tatapan yang menyeramkan pada Lu Qinwen. "Tuan Bangsawan Di, tolong berikan penjelasan dan pertanggungjawaban atas masalah ini!"


Lu Qinwen menyeka keringat di dahinya. Kalau dia tahu akan ada masalah seperti ini, malam ini dia tidak akan datang ke Kediaman Bangsawan Agung.


Lu Qinwen benar-benar tidak mengerti entah apa yang Pangeran Li Xian sukai dari Xue Shan Shan yang terlihat licik, padahal dia adalah seorang pria yang hebat dan berkedudukan tinggi.


Meski berpikiran seperti itu, Lu Qinwen tetap merasa dia harus membereskan masalah ini.


Setelah Lu Qinwen berpikir sejenak, dia pun langsung membuat keputusan. "Pengawal, potong kedua tangan bajingan ini, lalu gantung di gerbang kota selama tiga hari untuk dijadikan peringatan agar tidak bersikap semena-mena pada wanita!"


Raut wajah pria itu langsung berubah pucat, dia langsung berlutut dan memohon ampun. "Jangan, Tuan, hamba difitnah. Hamba tidak ...."


Berteriak sekeras apa pun dia, tidak ada seorang pun yang ingin mendengarkan penjelasannya.


Bahkan, dia langsung diseret pergi.


Begitu bawahannya sudah hilang dari pandangannya, Lu Qinwen menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan bersalah. "Maaf, Yang Mulia. Memang benar saya memintanya untuk mencari Bunga Pelangi, tapi saya tidak pernah memintanya untuk berebut dengan Putri Changning, bahkan sampai melecehkannya."


Kemudian, Tuan Luo juga menatap Xue Shan Shan dan berbicara dengan patuh. "Putri, maafkan saya. Saya bersalah karena tidak bisa mendidik bawahan."


"Untuk apa kamu mencari Bunga Pelangi?" Xue Shan Shan cukup penasaran dengan tujuan Lu Qinwen sangat menginginkan Bunga Pelangi hingga menghalalkan berbagai cara.


"Saya ingin memberikannya kepada Kakak Han untuk dijadikan obat," jawab Lu Qinwen dengan sikap tulus yang dibuat-buat. "Namun, bolehkah saya bertanya pada Putri Changning di mana Bunga Pelangi itu berada?"


Xue Shan Shan memutar bola mata dan mencebikkan bibirnya dengan sinis.


Xue Shan Shan percaya Lu Qinwen akan memberikan Bunga Pelangi itu kepada Tuan Bangsawan Agung, tetapi dia juga tahu dengan jelas tujuan pria itu.


"Sudah kuberikan kepada Kakek Han untuk dijadikan obat."


Begitu Lu Qinwen mendengar jawaban Xue Shan Shan, dia kembali membuat keputusan dan berkata, "Kalau begitu, anggap saja saya yang membeli Bunga Pelangi itu dari Putri Changning untuk dijadikan obat Kakak Han. Putri Changning, tolong sebutkan harganya."


Mata Xue Shan Shan langsung berbinar.


Lu Qinwen ingin membeli Bunga Pelangi dariku?


Boleh saja, tapi harus kujual berapa, ya?


Bagaimana kalau lima ratus teal?


Sepertinya terlalu murah.


Bagaimana kalau seribu delapan ratus teal? Langsung jual dengan harga yang tinggi saja!


Sebelum Xue Shan Shan selesai berpikir, Pangeran Li Xian yang bisa membaca isi pikirannya sudah membantunya berbicara.


"Lima ribu teal."


Xue Shan Shan terkejut.


Lu Qinwen juga memiliki raut wajah yang tegang begitu mendengar harga yang ditetapkan oleh Pangeran Li Xian.


Sebenarnya, ini pemerasan atau perampokan secara terang-terangan?


Meskipun Bunga Pelangi sangat berharga, tetapi harga pasarannya hanya dua ribu teal.


Sekarang, Pangeran Li Xian malah langsung membuka harga lima ribu teal.


Apa bedanya ini dengan merampok uangnya!


Namun, dalam suatu situasi seperti ini apakah dia bisa menolak?


Tidak bisa!


Pada akhirnya, Lu Qinwen hanya bisa memerintahkan bawahannya untuk mengambil uang lima ribu teal ke kediamannya dengan ekspresi getir.


Setelah uang lima ribu teal diserahkan kepada Xue Shan Shan, wajah gadis itu langsung terlihat berseri.


Kemudian, dua berkata sembari tersenyum ramah pada Lu Qinwen. "Tuan Bangsawan Di, Anda terlalu sungkan. Lain kali kalau saya menemukan Bunga Pelangi, saya akan menjualnya kepada Anda lagi."

__ADS_1


Lu Qinwen hampir memuntahkan seteguk darah dari mulutnya.


__ADS_2