Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Aroma Pemikat


__ADS_3

Saat Xue Yuwen ingin mengatakan sesuatu, Xue Shan Shan sudah lebih dulu melakukannya.


Gadis itu dengan polos tersenyum percaya diri sambil berkata, "Setelah memanggil tabib dan membiarkannya memeriksa, kita akan tahu bahwa adikku tidak mungkin menjebak Kaisar dengan meminum ramuan cinta atau pun memakai aroma pemikat."


"Benar, panggil Tabib Kerajaan ke sini!" Kaisar segera menyetujui usulan dari Xue Shan Shan, dia pun melirik pada Kasim Han untuk menjalankan titah darinya.


"Kakak, bukankah kamu belajar ilmu pengobatan? Kenapa tidak kamu saja yang memeriksa?"


Saat ini, Xue Yuwen benar-benar berpikir bahwa Xue Shan Shan ada di pihaknya sehingga dia berharap sang kakak bersedia memeriksa dan menutupi belangnya.


Tentu saja, Selir Agung Mei bisa menangkap dengan jelas maksud Xue Yuwen, juga keberatan yang tampak samar di mata Xue Shan Shan.


Karena itu, dia dengan senang hati menggantikan Xue Shan Shan untuk menolak permintaan Xue Yuwen dengan bersikap seolah-olah tidak mempercayai calon menantunya itu.


"Tidak bisa! Bagaimana mungkin Shan Shan yang akan melakukan pemeriksaan? Apakah kamu ingin dia menutupi masalah ini?" Selir Agung Mei langsung menyela dan menatap Xue Yuwen dengan sinis.


Di dalam hati, Selir Agung Mei merasa bersalah dan tak henti meminta maaf pada Xue Shan Shan yang hanya tersenyum dalam diam.


Detik ini juga, Xue Shan Shan rasanya sangat ingin menjadikan Selir Agung Mei sebagai ibu mertuanya.


Bagaimanapun, kata-kata Selir Agung Mei sangat sinkron dengan isi hati Xue Shan Shan.


Tidak disangka wanita yang sebelum cukup dia takuti dan segani, ternyata bisa membantunya mengatasi masalah sulit.


Pada akhirnya, Tabib Kerajaan tetap diundang datang oleh Kasim Han.


Begitu masuk, Tabib Lee langsung memberi salam penuh hormat kepada Kaisar, Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan.


Tidak lupa, dia juga menyapa Xue Shan Shan.


"Putri ...." Tabib Lee menatap Xue Shan Shan dengan tatapan kagum, bukan jenis kekaguman seorang pria kepada wanita. Akan tetapi, lebih kepada murid.


Bagaimanapun, Xue Shan Shan berbakat dalam ilmu medis, jadi Tabib Lee merasa bahwa gadis itu sangat menakjubkan.

__ADS_1


"Kaisar, ada apa memanggil saya ke sini? Eh, tunggu dulu ...." Tabib Lee yang mengerutkan keningnya memang belum tahu apa yang terjadi karena Kasim Han tidak mengatakan apa pun, selain memintanya datang untuk memeriksa sesuatu yang sangat mendesak.


"Kenapa ada aroma memesona yang begitu kuat di dalam ruangan ini?" Alis Tabib Lee berkerut semakin dalam saat hidung mencium aroma tak asing yang tidak seharusnya ada di sana. "Kalau saya tidak salah tebak, ini adalah aroma pemikat."


Mendengar hal, Xue Shan Shan menundukkan kepalanya demi menyembunyikan sebuah di wajah cantiknya. 'Tidak sia-sia mengundang Tabib Lee ke sini, bahkan indera penciumannya lebih tajam daripada anjing pelacak.'


Sementara itu, sekujur tubuh Xue Yuwen langsung gemetaran begitu Tabib Lee selesai bicara.


Tidak perlu diperiksa secara detail, Tabib Lee bahkan sudah bisa menarik kesimpulan hanya dengan mencium baunya saja.


"Aroma pemikat?" Permaisuri Xuan menaikkan sebelah alisnya, lalu kembali bertanya, "Apa fungsinya aroma pemikat?"


Saat ini, Tabib Lee benar-benar tidak tahu apakah dirinya sudah salah bicara atau tidak.


Segera, Tabib Lee langsung menatap sekeliling dan mendapati tatapan aneh dari orang-orang di sekitar.


Karena itu, Tabib Lee pun menatap Kaisar dan berkata dengan ragu. "Bagaimana kalau kita bicarakan secara pribadi saja?"


Selain sangat memalukan, hal ini juga sebaiknya tidak dibicarakan di depan para gadis yang belum menikah.


Seketika, Xue Shan Shan merasa bahwa dirinya tidak melawan ribuan pasukan sendirian karena ada Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei di pihaknya.


Dengan begini, pertunjukan selanjutnya bisa langsung diserahkan kepada mereka berdua saja.


"Benar, ada masalah katakan saja! Kita tidak boleh difitnah tanpa alasan!" Selir Agung Mei benar-benar tidak bisa menerima Kaisar difitnah, bahkan hampir terjebak oleh pesona Xue Yuwen.


Kaisar mendesah pasrah, dia benar-benar sangat pusing karena suara-suara di sekitar. "Tabib Lee, katakan saja!"


"Kaisar ...." Xue Yuwen berniat menghalangi, tetapi dia menyadari bahwa dirinya tidak memiliki alasan apa pun untuk berdalih.


"Adik, jangan khawatir. Tabib Lee adalah tabib yang hebat, dia pasti akan mengembalikan nama baikmu." Xue Shan Shan dengan lembut membujuk dan menenangkan Xue Yuwen yang tidak tahu harus menangis atau tertawa bahagia atas sikap baik sang kakak.


Hanya saja, dia mulai menyadari bahwa sikap baik Xue Shan Shan bukanlah hal yang baik.

__ADS_1


Lagipula, dia juga tahu Tabib Lee adalah tabib hebat.


Jika tidak, bagaimana dia bisa terpilih menjadi tabib kerajaan?


Detik berikutnya, Tabib Lee mulai berbicara tanpa bisa dicegah lagi.


"Aroma pemikat adalah sejenis bahan dupa dari Bei Jiang yang diekstrak menjadi wewangian. Setelah dioleskan ke tubuh, aromanya yang samar-samar akan memberikan efek terobsesi. Sesuai namanya, aroma ini berfungsi untuk memikat. Namun, aroma ini hanya mampu memikat pria, sama sekali tidak berpengaruh pada wanita. Inilah keistimewaan dan rahasia dari aroma pemikat."


"Namun, harga bahan wewangian ini sangat mahal, juga hanya ada di Bei Jiang dan biasanya beredar di Keluarga Kerajaan Qin. Tidak tahu kenapa muncul di sini."


Mendengar penjelasan Tabib Lee, Xue Yuwen Yanga enak awal sudah berkeringat dingin, tampak semakin memucat seolah-olah tidak da aliran darah yang mengalir di sekujur tubuhnya.


Netra Selir Agung Mei tertuju pada Xue Yuwen, urat di dahinya tampak menonjol dan tatapannya terlihat sangat mengerikan.


"Tabib Lee, tadi kamu mengatakan bahwa ada aroma yang menyengat, tapi sekarang kamu malah mengatakan aroma ini samar-samar. Bukankah ini sangat bertentangan?" Xue Shan Shan menunjukkan keraguan kepada Tabib Lee.


Kata-kata Xue Shan Shan tidak membuat Tabib Lee marah, dia justru tersenyum malu. "Sebagai seorang tabib, Indra penciumanku pasti lebih sensitif. Namun, apa kamu tidak mencium juga?"


Tabib Lee menatap Xue Shan Shan dengan alis yang terangkat sebelah, menantu jawaban gadis itu.


Sebagai sesama orang yang ahli di bidang pengobatan, Tabib Lee tidak yakin bahwa Xue Shan Shan tidak mencium adanya aroma pemikat yang begitu kental di sana.


Xue Shan Shan mengangkat alisnya juga, mana mungkin dia tidak menciumnya?


Dari pertama kali Xue Yuwen menggunakan aroma ini dan mendekatinya, dia sudah bisa mendeteksi baunya.


Hanya saja, dia terlalu malas untuk mencari masalah dengan Xue Yuwen menggunakan aroma tersebut.


Mungkin, itu adalah cara Xue Yuwen untuk mencari kesenangan bersama pria.


Namun, siapa yang menyuruh Xue Yuwen begitu tidak tahu diri hingga sangat keterlaluan padanya?


Bahkan, gadis tidak tahu diri itu berniat menjebaknya.

__ADS_1


Karena itu, jangan salahkan jika pembalasan lebih kejam dari perbuatan!


__ADS_2