
"Yuwen, apa kamu sudah memikirkannya dengan baik? Rencana ini hanya akan membuat namamu jadi buruk." Pangeran Mahkota sedikit mengernyit menatap Xue Yuwen.
Gadis licik itu menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Putra Mahkota dengan penuh cinta. "Asal Putra Mahkota tidak membenciku, apa yang aku inginkan tidak banyak, yang penting Yuwen bisa berada di sisi Putra Mahkota. Bahkan, aku bersedia menjadi pelayan rendahan yang mencuci kaki."
"Jangankan menjadi Putri Mahkota, menjadi selir sanding pun aku benar-benar tidak berani memikirkannya."
Saat ini, Putra Mahkota sangat terharu, dia pun memeluk Xue Yuwen. "Ayahmu sebentar lagi akan jadi pejabat kelas dua dan gelar selir sanding memang cocok untukmu. Jadi, jangan khawatir. Tunggu sampai kamu masuk ke Kediaman Putra Mahkota, maka tidak ada siapa pun yang berani menindasmu lagi."
Xue Yuwen dengan malu-malu mengiyakan, kepalanya dibiarkan bersandar di dada Putra Mahkota, sementara ada tatapan dingin.
Hah, Selir Sanding?
Tidak mungkin!
Aku hanya ingin jadi Putri Mahkota!
Menghentikan pemikirannya, Xue Yuwen mengeluarkan suara manja. "Putra Mahkota, apa kamu bisa membantuku?"
"Katakanlah," ucap Putra Mahkota dengan lembut.
Xue Yuwen menatap Putra Mahkota, ekspresinya menunjukkan kemarahan. "Putra Mahkota, Yuwen ingin memberikan pelajaran kepada Kakak Shan Shan. Yuwen ingin membuat Kakak tahu bahwa Yuwen bukan orang yang bisa ditindas!"
Putra Mahkota mengelus pipi Xue Yuwen, lalu mengangguk sambil berkata, "Sebelumnya, aku sudah mengatakan akan melampiaskan amarahmu, tapi kamu tidak tega. Sekarang, dia semakin menindasmu, kan?"
Xue Yuwen menunduk. "Iya, tapi hanya memberinya sedikit pelajaran saja. Putra Mahkota tidak perlu menindasnya dengan terlalu kejam."
"Kamu ini, terlalu bermurah hati." Putra Mahkota berkata dengan tak berdaya. "Sudahlah, serahkan masalah ini padaku. Jangan kamu pikirkan lagi."
"Terima kasih banyak, Putra Mahkota." Xue Yuwen mengulurkan tangannya melingkari pinggang Putra Mahkota. "Hanya Putra Mahkota yang sangat baik kepada Yuwen."
"Kalau tahu aku baik, maka harus memberikanku hadiah." Putra Mahkota berbicara sambil menutup bibir merah Xue Yuwen dengan bibirnya sendiri.
Dengan cepat, mereka sudah berguling-guling di ranjang yang kebetulan juga disediakan di ruang privat itu.
Namun, Xue Yuwen sedikit merengek saat mereka hampir terlanjur. "Putra Mahkota, kamus udah berjanji pada Yuwen untuk menunggu sampai menikah ...."
__ADS_1
Putra Mahkota memeluk Xue Yuwen. "Tentu saja, aku akan menepati janjiku."
Pada malam harinya, Xue Shan Shan pergi ke Istana Wanshou dan langsung datang ke ruang kerja sang pangeran.
Begitu sudah duduk di depan Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan berkata dengan lembut. "Yang Mulia, aku membutuhkan bantuanmu."
Pangeran Li Xian mengerutkan kening sembari meletakkan kuasnya, lalu menginstruksikan Xue Shan Shan untuk berbicara.
"Posisi Kepala Kementerian Pertahanan selalu kontroversial, tidak sedikit orang yang memperebutkan posisi ini. Namun, Kaisar juga tidak lengah sampai beberapa hari terakhir dia menunjuk ayahku."
"Sebenarnya, Kaisar tidak ingin menunjuk ayahku. Hanya saja, karena kamu yang merekomendasikan ayahku, Kaisar jadi berkenan memilihnya. Aku benar, kan?"
Selama ini, Xue Shan Shan tahu bahwa Xue Jingguo sangat menginginkan posisi Kepala Kementerian Pertahanan.
Tidak diduga, Pangeran Li Xian justru merekomendasikan Xue Jingguo kepada Kaisar.
Xue Shan Shan tidak marah, dia malah senang karena hal ini juga merupakan keinginannya.
"Sekarang, apa yang kamu inginkan?" Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan alis yang terangkat sebelah. "Apa kamu ingin aku merekomendasikan orang lain?"
Pangeran Li Xian mengangkat bahunya tak acuh. "Ini tidak lebih seperti mengangkat dulu setinggi langit, lalu dibuang ke dasar jurang!"
Kemudian, Pangeran Li Xian meregangkan jemarinya di atas meja dan mengetuk-ngetuknya. "Kamu menyiapkan banyak rencana untuk membuat ayahmu berada di surga pada detik awal, tetapi detik berikutnya menjatuhkannya ke neraka."
Jantung Xue Shan Shan berdetak kencang.
Dia merasa telah melakukan segala rencananya secara diam-diam, bahkan orang di sekitarnya tidak ada yang tahu. Namun, mengapa Pangeran Li Xian tahu segalanya?
Xue Shan Shan mengerutkan bibirnya, wajah lembut nan imutnya digantikan dengan tatapan tajam dan dingin.
Pangeran Li Xian menurunkan pandangannya, lalu berkata dengan datar. "Awalnya, kamu tidak ingin ayahmu menjadi Kepala Kementerian Pertahanan. Kamu hanya ingin memberikan harapan padanya dengan memintaku merekomendasikan ayahmu pada Kaisar karena kamu tahu Kaisar akan mendengarkan aku."
"Tidak perlu kamu katakan semua maksud dan niatmu karena aku sudah bisa membacanya."
"Melihat sikap lemah lembut Lee Zhejiang dan Lee Chenyuan di sidang istana kemarin terhadap Xue Jingguo, aku tahu kamu memang benar-benar ingin membuat ayahmu memegang posisi Kepala Kementerian Pertahanan."
__ADS_1
Padahal, jika harus diingatkan pada sikap kejam Xue Jingguo terhadap Diana Lee dan Xue Shan Shan, bagaimana mungkin Lee Zhejiang dan Lee Chenyuan masih bisa bersikap lemah lembut
"Sebelumnya, kami sengaja membocorkan berita keracunanmu dan ibumu karena kamu jelas tahu tempramen ayahmu yang akan melemparkan semua kesalahan kepada Yangtao. Kamunjuga tahu bahwa ayahmu pasti akan membunuh Yangtao, jadi kamu dengan sengaja tidak memberikan banyak pengawal untuk menjaganya karena kamu ingin membuat Yangtao tahu apa yang ayahmu rencanakan.
"Kamu sengaja membuat Yangtao semakin dendam pada ayahmu, lalu membuatnya menjadi pionmu untuk memasuki Kediaman Xue dengan menyamar."
"Pada saat yang sama, ada Yura Chen juga di Kediaman Xue. Dari dalam ada kedua wanita itu, sementara di luar ada Kediaman Perdana Menteri dan juga aku. Tujuanmu sangat sederhana."
"Itu hanyalah membuat Keluarga Xue hancur!"
Pangeran Li Xian berdiri, dia berjalan pelan ke sisi Xue Shan Shan sambil menatap gadis itu dan berkata, "Kamu bisa menolong Yangtao dan orang tuanya, tapi kamu tidak melakukannya. Di sisi lain, kamu juga menangkap keluarga Bibi Feng untuk mengancamnya. Jika tidak, bagaimana kamu bisa mendapatkan berita akurat dari Kediaman Xue?"
"Dengar-dengar, ada kebakaran di pinggiran barat kota dan semua orang di sana sudah tewas. Jika aku tidak salah menebak, mereka pasti keluarga Bibi Feng."
"Putri Changning menyelesaikan banyak permainan kurang dari setahun, benar-benar strategi yang sangat berani dan juga sangat kejam."
Xue Shan Shan memundurkan sedikit tubuhnya dan terkekeh ringan, sebelum akhirnya berkata, "Yang Mulia Pangeran Li Xian benar-benar luar biasa! Tidak sedikit pengetahuan yang kamu ketahui."
"Aku sangat penasaran bagaimana Yang Mulia tahu segalanya, padahal Minglang sudah menjadi orangku dan tidak mungkin menyebarkan berita kepadamu."
Lagipula, yang diketahui oleh orang-orang di sisinya tidak sejelas pengetahuan Pangeran Li Xian.
Mata Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan saling bertemu.
Sepasang mata menatap dengan dingin dan tanpa perasaan, sementara yang satunya lagi tampak melengkungkan alis dengan senyuman tidak mencapai mata bagian bawah.
Melihat Xue Shan Shan yang seperti ini, Pangeran Li Xian sangat kesal dan dia juga tidak berniat menjawab pertanyaan Xue Shan Shan.
Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan juga tidak membutuhkan jawaban Pangeran Li Xian.
Bagaimanapun, tidak ada hal yang sulit dilakukan bagi pria agung itu.
"Karena Yang Mulia sudah tahu, maka Yang Mulia harus membantu sampai akhir." Xue Shan Shan menatap lekat pada netra gelap Pangeran Li Xian tanpa rasa takut.
Kemudian, dia berdiri, lalu sedikit membungkuk kepada sang pangeran. "Aku juga mengucapkan terima kasih banyak pada Yang Mulia."
__ADS_1
"Bukankah ada imbalan atas setiap perbuatan?" Pangeran Li Xian tersenyum miring dan mengangkat sebelah alisnya saat berkata, "Jika aku membantumu sampai akhir, apa imbalan yang akan kamu berikan padaku?"