Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Hanya Salah Paham


__ADS_3

Sebelum gelap, Xue Shan Shan sudah kembali lebih dulu ke penginapan, bahkan dia tidak menunggu perjamuan ulang tahun selesai.


Begitu memasuki kamar penginapan, dia mendengar suara pergerakan dari jendela belakang.


Detik berikutnya, jendela terbuka bersamaan dengan terlihatnya wajah Kakek Ye yang tersenyum lebar padanya.


"Hehe, Shan Shan ...."


"Ye Changjiu, berani-beraninya kamu menemuiku?!" Xue Shan Shan langsung memukul meja dengan kuat.


"Oh, bukan ... aku seharusnya memanggilmu Ketua Sekte Dugu ... Dugu Changjiu, kan?" Xue Shan Shan menatap Kakek Ye dengan sinis, tidak disangka selama ini pria itu menggunakan nama samaran.


Pantas saja Xue Shan Shan agak kesulitan mencari indentitasnya.


Kakek Ye meringkuk kaget, bayangan aura terhormat ketua sekte-nya langsung lenyap tanpa jejak.


Saat ini, Xue Shan Shan tidak begitu mempermasalahkan tentang nama yang digunakan oleh Kakek Ye.


Dia hanya tidak bisa menerima perlakuan Kakek Ye sebelumnya ....


"Apa maksudmu dengan menyiapkan rumah gubuk untukku? Apa kamu menjadi ketua sekte dan ingin menunjukkan kekuasaanmu?" Xue Shan Shan menatap Kakek Ye dengan marah, dia juga mulai membunyikan persendian jemarinya.


Seketika, Kakek Ye langsung mundur. "Bukan, semua ini hanya salah paham!"


Pada akhirnya, di bawah tatapan tajam Xue Shan Shan, Kakek Ye berkata dengan suara lemah. "Shan Shan, aku bersalah."


Xue Shan Shan mahalan nafas, raut wajahnya menunjukkan rasa sakit hati. "Kakek Ye, sangat kecewa padamu. Padahal, aku sudah mengorbankan banyak hal untukmu dan kita juga baru berpisah sebentar, tapi kamu sudah memperlakukanku dengan buruk."


Setelah keduanya bercekcok sebentar, Xue Shan Shan menenangkan dirinya sebentar, lalu kembali ke topik pembicaraan utama.


"Ngomong-ngomong, kenapa kamu pergi Sekte Xingyun, bahkan tanpa memberitahuku lebih dulu? Apa ingatan pemilik tubuh aslimu sudah pulih?"


Saat ditemukan dalam keadaan sekarat di kuil bobrok, Kakek Ye yang aslinya sebenarnya sudah mati dan digantikan oleh Kakek Ye dari dunia modern yang pernah Xue Shan Shan tempuh.


Bahkan, di dunia modern tersebut, Kakek Ye adalah orang yang menjadi rekan Xue Shan Shan dalam menjalankan misi-misi penting.


Tidak disangka, mereka malah dipertemukan di zaman kuno yang merupakan dunia asli Xue Shan Shan.


"Tidak juga, aku masih belum begitu mengingatnya." Membahas hal ini, Kakek Ye terlihat tidak berdaya dan kembali melanjutkan kata-katanya yang sempat terhenti. "Hanya saja, saat kita berpisah terakhir kali, aku kembali ke kediamanku dan mulai berpikir ingin mempersiapkan pembangunan Kediaman Putri Changning untukmu. Namun, aku merasa ada yang aneh di rumahku saat malam hari dan ternyata, ada yang menyelinap masuk."


"Aku pikir, mereka adalah pencuri. Jadi, aku menghajar mereka. Namun, tidak disangka mereka malah berlutut sambil berteriak memanggilku Ketua Sekte Xingyun. Kedua orang itu adalah Pengawal Kiri, Ming Zhe dan Pengawal Kanan Ming Dan. Saat itu, aku hanya bisa tercengang sampai akhirnya, mereka mengeluarkan sebuah plakat dan mengatakan kalau mereka adalah anggota Sekte Xingyun."


"Saat melihat kata 'Sekte Xingyun' di plakat itu, pikiranku menjadi kacau karena beberapa bayangan mulai bermunculan di kepalaku. Yang pasti, itu bukanlah ingatan milikku."


"Kedua pengawal itu meyakinkanku bahwa aku adalah Ketua Sekte Xingyun yang hilang setelah mempelajari teknik Dua Puluh Empat Instruksi Tao."


Ketika mendengar cerita Kakek Ye, Xue Shan Shan bisa menebak cerita selanjutnya. "Jadi, setelah kerasukan, tubuh pemilik aslimu menjadi gila, lalu mengemis hingga mati kelaparan? "


"Hal yang kamu sebutkan itu adalah alasan kedua," sahut Kakek Ye.


Xue Shan Shan mengangkat alisnya dan bertanya dengan rasa ingin tahu. "Lalu, apa alasan pertamanya?"

__ADS_1


Ekspresi Kakek Ye berubah serius. "Pertama, karena si penjahat licik bernama Liang Baiyao sangat tamak akan posisi ketua sekte. Jadi, dia menyuruh seseorang untuk menaruh sesuatu ke dalam makanan dan minumanku sehingga aku kerasukan dan menjadi gila."


"Ketika kedua pengawal itu menemukanku, ternyata aku telah menghilang selama lebih dari setengah tahun. Sementara itu, posisi ketua sekte tidak mungkin dibiarkan kosong terus. Jadi, dari hasil perundingan, Liang Baiyao akan diangkat menjadi ketua sekte."


Begitu mendengar cerita dari kedua pengawalnya, tentu saja Kakek Ye merasa curiga dan langsung menyelidiki alasan yang sebenarnya hingga bisa membuatnya dirinya menjadi gila dan melarikan diri hingga menggelandang di jalanan, bahkan hampir mati.


Tidak disangka, semua itu ada kaitannya dengan Liang Baiyao.


"Namun, beruntung Langit berpihak kepada orang yang baik. Gua bocah itu berhasil menemukanku dan membawa aku kembali sehingga rencana jahat Liang Baiyao dapat dihentikan."


Begitu memikirkan tentang Liang Baiyao, Xue Shan Shan merasa pria itu memang sosok yang agak misterius dan tidak terlihat seperti orang baik.


"Kelak, kamu tidak akan bisa hidup dengan tenang lagi," kata Xue Shan Shan sambil menghela nafasnya.


Sekarang, orang yang ada di hadapannya bukan lagi Kakek Ye yang hidup bebas tanpa kecemasan seperti sebelumnya.


"Tidak apa-apa, yang penting selalu berhati-hati dalam bertindak." Kakek Ye berpura-pura tenang.


Setelah berbicara demikian, Kakek Ye mengganti topik pembicaraan yang ringan. "Bagaimana kabarmu belakangan ini?"


"Aku sangat baik," jawab Xue Shan Shan, dia memang menjalani kehidupan yang sangat nyaman.


"Bagaimana hubunganmu dengan Yang Mulia Pangeran Li Xian? Dia tidak menindasmu, kan?"


Xue Shan Shan tersenyum senang, dia pun berbicara dengan penuh senyuman. "Apa yang Kakek pikirkan? Pangeran adalah suamiku dan dia sangat menyayangiku, jadi mana mungkin dia menindasku."


Mendengar perkataan Xue Shan Shan, Kakek Ye menjadi merinding. Terlebih, setelah melihat senyuman gadis itu.


Hanya saja, dia tidak benar-benar bisa membayangkan bagaimana Pangeran Li Xian yang berwajah dingin terkenal kejam, menyayangi orang.


Pada akhirnya, Kakek Ye hanya bisa menelan ludahnya dan melirik Xue Shan Shan dengan perasaan khawatir. "Shan Shan, kamu tidak mungkin mengalami penyusutan otak yang menyebabkan kamu berkhayal, kan?"


Xue Shan Shan langsung melirik Kakek Ye dengan tatapan hendak memakan orang.


Melihat itu, Kakek Ye segera menutup mulutnya rapat-rapat dan berkata, "Maaf, aku salah. Sebenarnya, aku ingin mengatakan semoga kalian berbahagia dan segera punya anak."


"Terima kasih," ujar Xue Shan Shan.


"Oh iya, aku ingin memperlihatkan sesuatu padamu." Xue Shan Shan tiba-tiba membuka Gelang Giok Hijau-nya, lalu membawa Kakek Ye keluar dari kamar.


Pada saat membuka pintu lagi, Pusat Pengobatan Grenie muncul di hadapan Kakek Ye.


"Wah, bukankah ini rumah sakit?" Saking terkejutnya, Kakek Ye berseru dengan mulut menganga lebar seolah-olah dia telah membuka pintu ke dunia lain.


"Benar, rumah sakit ini adalah rumah sakit berskala kecil, tetapi peralatannya sangat lengkap." Xue Shan Shan juga sangat puas dengan rumah sakit itu.


Kakek Ye masuk dan memperhatikan sekeliling, lalu dia menemukan bahwa rumah itu memang memiliki peralatan yang lengkap.


"Shan Shan, aku merindukan rumahku. Apa malam ini aku boleh menginap di kamar pasien ini untuk bernostalgia dengan kampung halamanku?" Sebagai orang yang datang dari masa depan, wajar saja jika Kakek Ye merindukan tempat aslinya.


Kakek Ye menghela nafas dengan sedih sambil berpikir di dalam hati. 'Tidak tahu kapan bisa kembali.'

__ADS_1


"Apa kamu sakit?"


"Benar, benar, aku sakit. Tolong beri aku sebetulnya nutrisi."


Xue Shan Shan tidak memberikan apa yang Kakek Ye inginkan, dia bahkan tidak mengizinkan pria tua itu menginap di kamar pasien dan menyeretnya pergi dari Pusat Pengobatan Grenie.


Saat pintu dibuka lagi, kamar itu sudah kembali seperti sedia kala.


"Sudahlah, sudah waktunya kamu pergi. Aku juga harus istirahat dan mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian di Gunung Wuxia."


Saat membahas tentang ujian besok, tiba-tiba Xue Shan Shan merasa ragu dengan dirinya sendiri dan bertanya pada Kakek Ye. "Coba kamu katakan, kenapa aku harus ikut ujian?"


Xue Shan Shan adalah orang yang tidak peduli dengan posisi master.


Kakek Ye menepuk bahu Xue Shan Shan, lalu menghela nafas. "Anggap saja untuk memberiku semangat."


"Kenapa?"


"Apakah kamu pernah melihat murid perempuan Liang Baiyao? Aku dengar dia adalah ahli bela diri yang sangat langka dan sangat dibanggakan oleh Liang Baiyao, bahkan tahun ini juga punya kesempatan untuk dipromosikan jadi ketua dari para murid. Sebagai Ketua Sekte Dugu yang bermartabat, aku sama sekali tidak mempunyai murid. Bukankah itu sangat menyedihkan?"


"Memang sedikit menyedihkan!" Xue Shan Shan merasakan kesedihan Kakek Ye.


Seketika, Kakek Ye kembali tersenyum dan berkata, "Iya, kan? Jadi, anggap saja kamu sedang membantuku. Selain itu, aku akan memberitahumu satu hal tentang Gunung Wuxia ...."


Kakek Ye yang tahu Xue Shan Shan adalah pecinta harta, sengaja menggantung kalimatnya hanya untuk menarik rasa penasaran gadis itu.


Xue Shan Shan tidak membuka mulutnya, dia hanya menatap Kakek Ye dengan penuh minat.


Melihat ekspresi Xue Shan Shan, Kakek Ye tersenyum lagi. "Ada banyak barang berharga di Gunung Wuxia."


"Sungguh?" Xue Shan Shan menggosok-gosokkan tangannya dengan penuh semangat.


"Sungguh!"


Setelah mendapatkan jawaban yang pasti, Xue Shan Shan langsung merasa lega dan berkata, "Baiklah, kamu kembali saja. Besok aku akan sampai tempat waktu dan melakukan yang terbaik."


"Ya, kalau begitu aku pulang ...."


Brakkkk!!!!


Sebelum Kakek Ye menyelesaikan kata-katanya, pintu kamar Xue Shan Shan sudah didorong dengan kuat oleh seseorang.


Xue Shan Shan dan Kakek Ye sangat terkejut, bahkan mereka lebih terkejut lagi ketika menoleh ke arah pintu yang telah jatuh ke tanah.


Orang yang ada di depan pintu itu, lebih membuat Xue Shan Shan terkejut lagi ....


***


Sudah dulu ya, guys, saya ngantuk ... hehe


InshaAllah, besok lanjut lagi lebih dari satu bab.

__ADS_1


__ADS_2