
"Dekret Kaisar tiba!" Suara yang menggema disertai langkah kaki beberapa orang memasuki Kediaman Xue sangat menarik perhatian sehingga banyak orang, yang berkumpul di depan gerbang hanya untuk mencuri informasi.
Karena tinggal di aula utama, tentu saja Nyonya Tua Xue adalah orang pertama yang mendapatkan laporan mengenai kedatangan Kasim Han, utusan Kaisar.
Saat itu, Nyonya Tua Xue bersama Xue Jingguo, Selir Faye dan Xue Yuwen sedang membicarakan masalah yang sudah mereka selesaikan dengan menjadikan Yangtao sebagai kambing hitam.
"Dekret?" Nyonya Tua Xue mengerutkan keningnya saat menatap Xue Jingguo yang duduk di hadapannya.
Xue Jingguo juga tertegun, sebelum akhirnya suara Selir Faye menyadarkannya.
"Tuan, mungkinkah ini dekret dari Kaisar untuk menikahkan Yuwen dengan pangeran?" Selir Faye menatap Xue Jingguo, lalu tatapannya beralih pada Xue Yuwen yang duduk di sebelahnya.
"Benarkah?" Tatapan Xue Jingguo berseri-seri saat menatap Xue Yuwen yang tampak tersenyum malu-malu.
"Ayah, Yuwen memang sedang berusaha mendekati Pangeran Mahkota dan Selir Agung, tetapi tidak tahu Kaisar akan memberikan dekret begitu cepat."
"Pangeran Mahkota dan Selir Agung?" Xue Jingguo mengerutkan keningnya. "Kenapa mendekati mereka berdua?"
Selir Faye merasa bangga pada bakat putrinya, dia pun tersenyum lebar saat menjelaskan pada Xue Jingguo. "Tuan, Yuwen sengaja mendekati Selir Agung untuk mengambil hatinya agar bisa menikahi Pangeran Li Xian. Namun, jika tidak berhasil, Yuwen masih memiliki Pangeran Mahkota yang menyukainya."
Mendengar itu, Nyonya Tua Xue juga langsung berbinar-binar seakan sudah bisa melihat bagaimana bersinar dirinya di masa depan karena menjadi besan kerajaan.
Xue Jingguo menatap Xue Yuwen dan berkata, "Lebih baik bersama Pangeran Mahkota, kamu akan menjadi ibu negara kelak."
"Tidak peduli Pangeran Kedua atau Pangeran Mahkota, yang penting Yuwen bisa menjadi bagian dari istana." Nyonya Tua Xue menimpali, lalu menambahkan dengan penuh semangat. "Ayo, cepat. Jangan biarkan utusan Kaisar menunggu lama."
Begitu saja, Nyonya Tua Xue pergi ke halaman rumah dengan dipapah oleh Selir Faye, sementara Xue Jingguo dan Xue Yuwen berjalan di belakang mereka dengan gagah dan anggun.
Kasim melihat orang-orang di dalam Kediaman Xue yang menyambut kedatangannya, dia mengerutkan kening saat tidak menemukan orang yang seharusnya menerima dekret.
Dia menatap Xue Jingguo saat berkata, "Ada perintah dari Kaisar, mohon Tuan Xue memanggil Nona Besar untuk menerima dekret."
Awalnya, Xue Jingguo, Nyonya Tua Xue, dan Selir Faye, bahkan Xue Yuwen sudah berada di atas angin.
Namun, mereka tiba-tiba merasa seperti dijatuhkan dari ketinggian langit saat nama Xue Shan Shan yang disebutkan oleh Kasim Han.
Seketika, senyuman di wajah mereka langsung membeku.
"Tuan Xue." Kasim Han memanggil, mencoba menyadarkan Xue Jingguo dari lamunannya.
"Panggil Nona Besar dan Nyonya Diana ke sini!" Xue Jingguo langsung memberi perintah kepada pelayannya yang langsung hilang dalam sekejap.
Entah Xue Yuwen atau Xue Shan Shan yang dinikahkan dengan pangeran, mereka berdua adalah putrinya. Jadi, dia yakin bahwa dirinya pasti bisa menikmati berkah dari pernikahan mereka.
Jika Xue Shan Shan atau pun Nyonya Diana tahu isi pemikiran Xue Jingguo saat ini, mereka pasti akan tertawa mencemooh.
Tidak tahu malu pun harus ada batasnya, bukan?
Saat pelayan mendatangi Paviliun Bulan, Xue Shan Shan kebetulan sedang duduk santai dengan Nyonya Diana di halaman.
"Dekret apa?" Xue Shan Shan merasa heran.
Pasalnya, dia hanya tahu tentang satu dekret. Yaitu, dekret pernikahan untuk dirinya.
__ADS_1
Namun, dekret itu ada di kehidupan sebelumnya.
Di kehidupan ini, dia tidak mungkin mendapatkan dekret lagi, kan?
Nyonya Diana yang ditatap oleh Xue Shan Shan juga merasa bingung.
Bagaimanapun, ibunya sudah menemui Permaisuri untuk meminta pembatalan pernikahan antara Xue Shan Shan dengan Pangeran Mahkota, sehari sebelum pesta perjamuan istana diadakan.
Namun, kenapa Dekret Kaisar justru datang hanya sehari sesudah pesta?
Nyonya Diana menggelengkan kepalanya, menandakan dia tidak tahu apa-apa.
"Ayo, pergi."
Begitu saja, Nyonya Diana dan Xue Shan Shan pergi ke halaman utama dalam keadaan bingung dengan diikuti beberapa pelayan mereka.
Saat melihat Xue Shan Shan sudah ada di depan matanya, Kasim Han tersenyum dan berkata, "Nona Besar Xue, silahkan menerima dekret."
Xue Shan Shan masih saja linglung, dia ditarik dengan lembut oleh Nyonya Diana untuk berlutut bersamanya.
Bahkan, Nyonya Tua Xue dan kawanannya yang merasa kecewa, turut berlutut untuk mendengarkan dekret.
"Dengan Rahmat langit, karena Nona Besar dari Keluarga Xue, Xue Shan Shan berbudi luhur dan berbakat, Kaisar menganugerahkannya pernikahan dengan Pangeran Kedua, Pangeran Li Xian."
Hanya mendengar Kasim Han menyebut 'menganugerahkan pernikahan' saja, Xue Shan Shan merasa kepalanya berdengung. Apalagi, saat nama Pangeran Li Xian disebutkan, Xue Shan Shan benar-benar merasa otaknya sudah berhenti berfungsi.
Bagaimanapun, tidak jadi menikah dengan putra mahkota, kemudian menikahi Pangeran Li Xian tidak ada dalam mimpi Xue Shan Shan.
Dia juga tidak pernah mengalami hal ini di masa lalu, jadi saat ini tidak tahu harus bagaimana menghadapinya.
Kenapa harus ada pernikahan?
Mungkinkah itu adalah harga yang harus dibayar?
Tiba-tiba, Xue Shan Shan merasa seperti kehilangan akal!
Kasim Han maju selangkah mendekati Xue Shan Shan, lalu berkata, "Nona Besar Xue, bangunlah dan terima dekret ini."
Menyadari Xue Shan Shan tidak bereaksi, Lin Mei menyenggol sang nona yang berlutut di sebelahnya.
"Nona," panggilnya dengan suara kecil, kemudian memberi kode dengan kepalanya agar Xue Shan Shan melihat ke arah Kasim Han.
Xue Shan Shan mendongak sedikit, lalu dengan berat hati menerima gulungan dekret yang diberikan oleh Kasim Han.
Memangnya, dia punya pilihan untuk menolak?
Tentu saja tidak, kecuali dia rela kepalanya berpisah dari tubuhnya!
Bagaimanapun, menolak dekret Kaisar sama dengan melanggar perintah dan hukumannya sudah tentu mati!
Hanya memikirkannya saja, Xue Shan Shan sudah bergidik ngeri.
Dia segera menggeleng kepalanya, tidak ingin mati dengan cara yang sama!
__ADS_1
"Shan Shan mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati Kaisar."
Setelah mengatakan itu, Xue Shan Shan dan yang lainnya bersujud di hadapan Kasim Han sebagai perwakilan Kaisar.
"Nona Besar Xue, bangunlah." Kasim Han masih menunjukkan senyuman cerah di wajahnya. "Selamat atas pernikahanmu."
Kemudian, Kasim Han pergi bersama beberapa pengawal yang mengiringinya.
Setelah kepergian Kasim Han, orang-orang di luar Kediaman Xue mulai berbincang sesama mereka.
"Bukankah sebelumnya dikatakan Putri Pertama dari Keluarga Xue, Xue Shan Shan akan menikah dengan Putra Mahkota?"
"Benar, aku juga mendengar pernikahan mereka sudah diatur sejak lama."
"Lalu, kenapa jadi Pangeran Li Xian yang menikah dengan Nona Besar Xue?"
Di tengah-tengah kebingungan, suara seorang nyonya terdengar sarkas. "Tentu saja, Pangeran Li Xian yang tidak disayangi Kaisar akan lebih cocok menikah dengan Nona Besar Xue. Mana mungkin Kaisar akan menikahkan Pangeran Mahkota dengan seorang gadis yang tidak tahu apa pun."
Xue Shan Shan mengabaikan suara-suara dari luar yang membuat telinganya berdengung seperti dihinggapi kawanan lebah.
Dia yakin, jika Pangeran Li Xian saat ini ada di sana, bahkan tidak ada seorang pun yang berani bernafas. Apalagi, sampai menjelek-jelekkannya.
Nyonya Diana menatap Xue Shan Shan yang masih linglung, dia kemudian melirik wajah cemberut Xue Yuwen dan Selir Faye.
Seketika, Nyonya Diana mulai memahami situasi yang ada. Terlebih, ketika melihat kekecewaan yang tercetak jelas di netra sepasang ibu dan anak itu.
Selir Faye berharap dekret Kaisar diberikan kepada Xue Yuwen.
Nyonya Diana tidak bisa menahan diri untuk tertawa dingin. Bukankah mimpi mereka terlalu tinggi?
Meski tidak tahu apa yang terjadi sehingga Kaisar memberikan dekret pernikahan pada Xue Shan Shan, Nyonya Diana tidak peduli.
Dia hanya bisa merasakan kebahagiaan karena pada akhirnya, putrinya bisa keluar dari neraka yang diciptakan oleh Keluarga Xue!
Yang paling penting, tidak akan ada lagi yang berani menindas Xue Shan Shan!
"Yuwen, jangan kecewa. Kamu masih punya banyak waktu untuk menarik hati Kaisar." Nyonya Diana berbicara dengan senyum lebar, tetapi Selir Faye dengan jelas merasakan adanya ejekan yang tersirat.
"Nyonya, apa kamu sedang mengolok-olok Yuwen?" Selir Faye bertanya dengan nada tak senang.
Nyonya Diana tidak menjawab, tetapi dia juga tidak mengelak.
Dia memang sedang mengolok-olok Xue Yuwen.
Bukankah selama ini gadis itu sering menindas putrinya?
Nyonya Diana mengabaikan tatapan penuh kebencian dari Selir Faye, dia beralih menatap Xue Jingguo dan Nyonya Tua Xue yang menyiapkan diri untuk menjilat.
Sebelum keduanya beraksi, Nyonya Diana memegang pergelangan tangan Xue Shan Shan dan menyeretnya pergi.
"Shan Shan, ayo kembali."
***
__ADS_1
Aku berbunga-bunga nulis part ini, gimana kalian yang baca?