
Ketika sudah senja, Pangeran Li Xian baru pulang dan Xue Shan Shan yang menanti dengan sabar, langsung menghampiri dan bertanya dengan penuh perhatian layaknya seorang istri. "Yang Mulia, Anda sudah pulang? Apa Anda haus atau lapar? Apa perlu aku pijat?"
Bukan tanpa alasan Xue Shan Shan menunggu Pangeran Li Xian di luar, sementara udara dingin hampir mengikis tulang-belulangnya.
"Aku akan mengajarimu."
Kata-kata itu diucapkan oleh Pangeran Li Xian sebelum pergi tadi padi, tetapi Xue Shan Shan hanya mendengarnya samar-samar sehingga dia terpaksa menunggu sampai senja demi memastikan telinganya tidak bermasalah.
"Tidak perlu." Pangeran Li Xian sedikit terkejut dengan keramahan Xue Shan Shan.
"Oh, kalau begitu, Anda beristirahat saja dulu. Nanti malam aku akan ke kamar Anda." Xue Shan Shan berbicara tanpa menghiraukan keberadaan orang lain di sekitarnya.
Begitu mendengar kata-kata Xue Shan Shan, raut wajah Lin Mei, Yan Shu dan Wei Shu langsung berubah canggung.
Bagaimanapun, kalimat yang Xue Shan Shan ucapkan agak ambigu.
"Untuk pengobatan akupuntur ...." Xue Shan Shan menambahkan saat menyadari raut wajah semua orang berubah aneh.
"Ya." Pangeran Li Xian pun hanya mengangguk pelan.
Sebelum pergi, Pangeran Li Xian melihat ke arah Xue Shan Shan sambil berkata, "Besok kita akan pulang, jangan lupa berkemas."
"Besok sudah mau pulang?" Xue Shan Shan bertanya dengan nada terkejut, dia merasa kepulangan mereka terlalu mendadak.
Pangeran Li Xian mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa? Tidak rela?"
Xue Shan Shan tersenyum canggung, lalu menjelaskan, "Bukan begitu. Kalau kita pulang besok, kapan Yang Mulia akan mengajariku ilmu bela diri?"
Pangeran Li Xian tidak akan mengingkarinya janjinya dan tidak bersedia mengajarinya, kan?
"Aku akan mengajarimu setelah pulang nanti."
"Baiklah," sahut Xue Shan Shan sambil menghela nafas lega.
Setidaknya, dia sudah berhasil membujuk Pangeran Li Xian.
Mengenai waktu, bisa diurus nanti-nanti saja.
Lagipula, dingin sekali kalau terlalu lama berada di sini, dia benar-benar tidak tahan mengenakan pakaian berlapis-lapis setiap harinya.
Di malam hari, Xue Shan Shan membawa kotak obat dan mengetuk pintu kamar Pangeran Li Xian.
__ADS_1
"Masuk."
Ketika Xue Shan Shan masuk, dia melihat Pangeran Li Xian sedang duduk dengan mengenakan jubah yang nyaman, juga sudah melepaskan mahkota rambut yang terbuat dari giok.
Pada saat ini, kesan dingin yang melekat pada diri Pangeran Li Xian sudah agak berkurang.
"Berbaring seperti biasa," ujar Xue Shan Shan tanpa berbasis lagi.
Pangeran Li Xian hanya menurut dan berbaring sesuai arahan Xue Shan Shan.
Setelah berbaring, Xue Shan Shan mengecek nadi Pangeran Li Xian terlebih dulu, sebelum akhirnya mengambil sampel darah dari ujung jarinya.
Melihat wajah Xue Shan Shan yang serius, sorot mata hitam Pangeran Li Xian memancarkan perasaan dalam yang sulit ditebak.
"Racun di tubuh Anda perlahan-lahan sudah memudar, tapi sekarang kemampuanku terbatas. Oleh karena itu, aku hanya bisa melakukan pengobatan jangka panjang." Xue Shan Shan berbicara sambil memulai menusuk tubuh Pangeran Li Xian dengan jarum perak.
Pangeran Li Xian mengangguk, tatapannya masih tertuju pada wajah Xue Shan Shan saat berkata, "Hanya ketika kamu serius, kamu tidak terlihat begitu jelek."
"Hah?!" Xue Shan Shan mengangkat kepalanya dan menatap Pangeran Li Xian dengan ekspresi terkejut.
Apa maksudnya itu?
Apa aku biasanya terlihat jelek dan hanya ketika serius tidak begitu jelek?
Mungkin, karena aktivitas seharian, Pangeran Li Xian terlihat begitu kelelahan sehingga tertidur di saat Xue Shan Shan masih mengobatinya.
"Hanya ketika kamu tertidur, kamu terlihat semakin tampan."
Setelah selesai, Xue Shan Shan membereskan kotak obatnya.
Sebelum pergi, Xue Shan Shan memperhatikan wajah Pangeran Li Xian yang sedang tertidur dengan tenang.
"Dewi Nuwa pasti sangat berhati-hati saat menciptakanmu. Kalau tidak, bagaimana mungkin memberikan semua yang terbaik untukmu," puji Xue Shan Shan dari lubuk hatinya yang paling dalam.
Sejak awal, Pangeran Li Xian tidak benar-benar tidur. Jadi, dia mendengar semua pujian Xue Shan Shan untuknya dan tidak bisa tidak tersenyum dalam diam.
"Lihat saja, kulitmu saja begitu bening seolah-olah bisa mengeluarkan air saat ditekan." Xue Shan Shan dengan berani mengulurkan tangannya untuk mencolek pipi Pangeran Li Xian.
Setelah melakukan itu, Xue Shan tiba-tiba merasa jantungnya berdetak dengan kencang, bahkan pipinya pun terasa panas.
Apa wajahku memerah dan jantungku berdetak karena cinta?
__ADS_1
Tidak, tidak. Itu pasti karena aku sudah melakukan hal yang tidak pantas.
Setelah berpikir demikian, Xue Shan Shan tidak tinggal lebih lama lagi karena takut membangunkan Pangeran Li Xian.
Lebih tepatnya, dia takut melakukan hal yang lebih tidak pantas lagi terhadap sang pangeran.
Sebelum keluar, Xue Shan Shan menyelimuti Pangeran Li Xian terlebih dahulu.
Saat Xue Shan Shan sudah menutup pintu kamar, Pangeran Li Xian membuka matanya dan menatap ke arah pintu di mana bayang-bayang Xue Shan Shan menghilang. "Xue Shan Shan, kamu adalah orang pertama dan satu-satunya yang berani bersikap lancang padaku."
Jangankan menyentuh, orang lain bahkan takut hanya dengan melihat Pangeran Li Xian seolah-olah yang mereka lihat adalah Dewa Kematian.
Akhirnya, hari kepulangan mereka tiba.
Saat sedang membereskan barang-barangnya, Xue Shan Shan mendengar ada yang berkunjung.
"Shan Shan mana? Siapa yang bernama Shan Shan?"
Mendengar keributan itu, Xue Shan Shan mengerutkan kening dan berjalan keluar dengan kepala yang terasa sedikit pusing karena tidak bisa tidur nyenyak di malam hari.
Saat sudah berada di luar, Xue Shan Shan melihat beberapa wanita berpakaian cerah dengan paras sangat cantik berdiri di halaman.
Jika dilihat dari sikap tubuh, sepertinya mereka berasal dari keluarga terhormat.
Apa yang mereka lakukan di sini?
Apakah datang untuk mencari Yang Mulia?
"Itu orangnya." Lin Mei tanpa sadar menunjuk ke arah Xue Shan Shan saat melihat sang nona berjalan mendekat.
Begitu kata itu dilontarkan, beberapa wanita itu langsung menoleh ke arah Xue Shan Shan secara bersamaan dan mulai mengamatinya dari atas sampai bawah.
Mereka semua sedang menilai penampilan dan wajah Xue Shan Shan.
Ditatap seperti itu oleh mereka membuat hati Xue Shan Shan sedikit gugup, tetapi dia berhasil mengatasi kegugupannya dengan tetap bersikap elegan.
Ketika Xue Shan Shan hendak membuka mulut, wanita yang berdiri paling depan langsung berjalan menghampirinya dan meraih tangan hingga membuatnya terkejut.
***
Guys, maaf ya gak bisa balas satu-satu komentar kalian karena jaringan di sini masih belum stabil, tapi aku sangat terhibur membacanya.
__ADS_1
Btw, ada yang komen soal novel, emang di zaman dahulu ada novel?
Ini bukan novel seperti yang kita pikirkan ya, di zaman dahulu itu ada juga penulis, termasuk kisah-kisah cinta seperti novel zaman sekarang. Hanya saja, pasti ada perbedaannya, terutama untuk pengucapannya.