
Setelah mendengar Xue Shan Shan berbicara dengan wajah bersalah, Selir Agung Mei akhirnya menghela nafas dan berkata, "Baiklah, kalau begitu, mulai sekarang kamu harus memanggilku ibu dan katakan bahwa aku adalah ibu mertua tercantik di dunia ini!"
Xue Shan Shan membeku, dia menatap Selir Agung Mei dengan alis yang berkerut dalam.
Bukankah ada yang salah?
Xue Shan Shan berpikir bahwa Selir Agung Mei seharusnya mengutuknya dengan kejam dan memintanya menjauh dari Pangeran Li Xian. Bahkan, meracuninya dengan segelas anggur beracun.
Sekarang, kenapa malah menyuruhnya memanggilnya ibu?
Apa-apaan ini?
Bukan hanya Xue Shan Shan, tetapi nona-nona lainnya yang ada di sekitar juga kaget.
Belum apa-apa, Xue Shan Shan sudah mengikuti Pangeran Li Xian memanggil Selir Agung Mei dengan sebutan ibu.
Itu artinya, Xue Shan Shan sangat disukai!
Tampaknya, tidak hanya Pangeran Li Xian, tetapi Selir Agung Mei juga sangat mengmyukai Xue Shan Shan.
Terlebih, Selir Agung Mei juga tidak menggunakan panggilan yang tidak resmi di depan Xue Shan Shan.
Keberuntungan macam apa yang dimiliki oleh Xue Shan Shan.
"Shan Shan, cepat panggil ibu!" Selir Agung Mei membuka mulutnya lagi.
Ketika ditatap oleh banyak orang, Xue Shan Shan tidak berdaya dan dengan berani mematuhi perintah Selir Agung Mei. "I—ibu ...."
Saat mengatakan hal itu, Xue Shan Shan merasa lidahnya seolah-olah tersimpul.
Jika Pangeran Li Xian mendengar ini, akankah pria itu merasa bahwa dia sudah memanfaatkannya?
Sekarang, Xue Shan Shan rasanya ingin minum pil pelindung jantung yang berefek cepat.
Sementara itu, Selir Agung Mei langsung tersenyum lebar, lalu kembali bersikap baik dan ramah pada Xue Shan Shan seperti sebelumnya.
"Yang Mulia Selir Agung, saya baru pertama kali melihat Anda dari dekat. Ternyata, wajah Anda sama sekali tidak ada kerutan dan sangat cantik!" Fu Qingyue yang sejak tadi berdiri di dekat Xue Shan Shan, memuji Selir Agung Mei dengan tulus.
"Hahaha ...." Pujian Fu Qingyue membuat Selir Agung Mei tertawa terbahak-bahak.
Selir Agung Mei memegang lengan Xue Shan Shan dengan mesra. "Ayo, hari ini kamu ikut denganku. Aku jamin, tidak akan ada yang berani menyakitimu."
Setelah itu, dia pun berbicara pada Fu Qingyue. "Kamu juga ikut dengan kami saja."
Fu Qingyue tentu saja senang, dia dengan patuh mengangguk dan ikut berjalan.
Sambil berjalan memasuki gerbang Kediaman Putri Amber, Selir Agung Mei berbisik di dekat telinga Xue Shan Shan. "Putri Amber bukanlah orang yang mudah dihadapi dan aku sengaja datang hari ini untuk memastikan dia tidak menyakitimu."
Setelah mendengar kata-kata Selir Agung Mei, Xue Shan Shan tiba-tiba merasa terharu. Dia pun segera mengangkat kepala untuk menatap Selir Agung Mei dan menyadari wanita itu benar-benar tulus padanya tanpa menyimpan maksud lain.
Mendapati tatapan Xue Shan Shan yang menyiratkan tanda tanya akan sikap baiknya, Selir Agung Mei dengan lembut berkata, "Shan Shan, saat pertama kali aku melihatmu, aku sudah merasa bahwa kamu akan menjadi menantuku. Terlebih, saat aku tahu kalau kamu ternyata adalah orang yang spesial bagi Xian'er. Karena dia sudah memilihmu, maka aku juga harus percaya pada pilihannya dan bersikap baik padamu."
Orang spesial bagi pangeran?
Apa benar begitu?
Xue Shan Shan mengerutkan keningnya, merasa tidak yakin dengan kata-kata Selir Agung Mei.
Namun, benar adanya Pangeran Li Xian yang memilihnya menjadi istri.
"Sebelumnya, aku ingin kamu melahirkan tujuh atau delapan anak setelah menikah dengan Xian'er nanti. Namun, akhirnya aku menyadari bahwa melahirkan anak sebanyak itu pasti sangat melelahkan. Aku rasa, dua anak sudah cukup. Entah itu laki-laki atau perempuan, aku tidak peduli. Aku akan menyukai keduanya."
Xue Shan Shan langsung menelan ludahnya begitu mendengar penuturan Selir Agung Mei. Jangankan tujuh atau delapan anak, satu saja dia tidak yakin bisa.
Memangnya, hubungannya dengan Pangeran Li Xian akan sampai pada tahap pembuatan anak?
__ADS_1
Di saat Xue Shan Shan termenung, ada seseorang yang berjalan dari arah belakang dan berhenti tepat di samping.
"Saya memberi hormat kepada Yang Mulia Selir Agung."
Xue Shan Shan dan Selir Agung Mei melirik ke samping, mereka mendapati Xue Yuwen sedang membungkuk dengan penuh hormat.
Seketika, ekspresi di wajah Selir Agung Mei langsung berubah saat dia berbicara dengan datar. "Ada perlu apa?"
Belum lama, Xue Yuwen melihat Selir Agung Mei dan Xue Shan Shan berbicara dengan ramah.
Namun, sekarang ekspresi wanita agung itu sudah berubah saat melihat kedatangannya.
Hal ini tentu saja membuat suasana hati Xue Yuwen menjadi buruk.
Meski demikian, dia tetap tersenyum. "Yang Mulia, hari ini adalah pertama kalinya saya datang ke perjamuan ulang tahun tuan putri. Jadi, bolehkah saya ikut dengan Yang Mulia Selir Agung dan Kakak?"
Awalnya, Xue Yuwen mengira Selir Agung Mei akan menunjukkan ekspresi yang baik setelah dia selesai bicara.
Namun, tanpa diduga Selir Agung Mei malah berbicara dengan ekspresi kesal di wajahnya. "Apa kamu tidak melihat kami sedang berbincang mengenai hal pribadi? Untuk apa kamu mengikuti kami? Bukankah kamu tadi sedang bersama dengan teman-temanmu?"
Bagaimanapun, Selir Agung Mei sudah sangat lama tinggal di istana. Jadi, mana mungkin dia tidak menyadari Xue Yuwen sedang memainkan trik?
Dia hanya bertindak sesuai dengan sikap orang lain.
Xue Yuwen tidak bersikap baik pada Xue Shan Shan, jadi kenapa dia bersikap pada gadis itu?
Bukankah itu hanya akan membuat Shan Shan kesal?
Lagipula, Selir Agung Mei juga masih ingat dengan jelas bahwa gadis di depannya itulah yang pernah mengajaknya bersekutu dan ingin menjadi menantunya.
Sekarang, setelah melihatnya lagi, Selir Agung Mei seperti merasa Xue Yuwen bisa berpotensi menjadi teh hijau.
Karena itu, dia harus menjauhkan siluman teh ini dari hadapan Xue Shan Shan!
Selir Agung Mei bisa bersikap baik dan ramah pada Fu Qingyue juga Xue Shan Shan, tetapi kenapa tidak bisa seperti itu juga padanya?
Atas dasar apa mereka lebih disukai oleh Selir Agung Mei?
Saat itu, Xue Yuwen merasa semua orang menatapnya dengan tatapan mengejek. Dia pun mengepalkan tangannya dan bergumam di dalam hatinya. 'Lihat saja, suatu hari nanti aku akan membuat semua orang menghormatiku!'
Setelah tiba di tempat perjamuan, Selir Agung Mei menatap Xue Shan Shan dengan lembut. "Shan Shan, kamu duduk saja di sini dulu. Ibu akan pergi melihat apa Permaisuri Xuan sudah datang."
"Baiklah." Xue Shan Shan hanya mengangguk dan tersenyum.
Entah sudah berapa lama menunggu, Selir Agung Mei belum kembali.
Bahkan, acara perjamuan pun belum dimulai padahal sudah banyak tamu yang hadir hingga tiba-tiba sebuah suara lembut terdengar.
"Kita sudah datang sejak lama, tapi Putri Amber belum juga memulai acara. Kakak, bagaimana kalau kita berjalan ke bebatuan di sekitar sana?"
Gadis yang berbicara itu adalah Gu Lingling, putri dari Kediaman Gu.
Gu Fujiau—gadis lain yang berdiri di sisi Gu Lingling, segera menggelengkan kepalanya dan berkata, "Itu bukan ide yang bagus! Ini bukan di istana, apa kamu ingin aku bertemu dengan seorang pemuda sebelum acara dimulai?"
Jelas, Gu Fujiau datang ke sana untuk mencari suami!
Namun, tentu saja dia tidak ingin suaminya dari kalangan biasa. Paling tidak, dia harus menjadi istri pangeran!
Gu Lingling merapatkan bibirnya dan berkata, "Baiklah kalau begitu."
Fu Qingyue yang ada di sana tiba-tiba membuka mulutnya. "Nona Kedua Gu sepertinya sangat menyukai emas."
Gu Lingling memang sangat menyukai perhiasan emas sehingga yang ada di kepala, leher dan tangannya semuanya adalah perhiasan emas yang membuatnya tampak mengkilap.
Bahkan, gaun sutera yang dia kenakan berwarna emas. Dibandingkan dengan gadis lain di dekatnya, Gu Lingling tampak bersinar.
__ADS_1
"Benar, aku sangat menyukainya—"
Gu Fujiao segera memotong kata-kata adiknya dengan lembut. "Adik perempuanku tinggal di pedesaan sejak kecil, jadi dia masih belum pintar dan baru kembali belum lama ini. Karena dia sangat menyukai emas, aku menghabiskan ratusan teal perak untuk membeli emas."
Fu Qingyue menanggapi. "Nona Pertama Gu benar-benar saudara yang baik, kamu sangat memperhatikan adikmu."
Awalnya, kata-kata Gu Fujiao memang terasa sedikit aneh, tapi Gu Lingling yang polos segera teralihkan dengan ucapan Fu Qingyue dan setuju dengannya.
Bagaimanapun, semua emas yang dia kenakan memang dibelikan oleh Gu Fujiao.
Kakaknya memang sangat baik!
Lupakan saja!
Memangnya, niat buruk seperti apa yang bisa dimiliki oleh seorang kakak pada adiknya?
Xue Shan Shan mengangkat alisnya dan setelah membongkar ingatan masa lalunya, dia ingat bahwa Gu Lingling yang terlihat konyol dan manis baru saja ditemukan oleh Keluarga Gu.
Kemudian, Xue Shan Shan berbicara dengan iri. "Nona Gu Fujiao sangat cantik dengan pakaian itu."
Gu Fujiao tidak tahu apa yang direncanakan oleh Xue Shan Shan, jadi dia hanya mengikuti kata hatinya. "Kurasa, aku tidak bisa dibandingkan dengan Nona Besar Xue."
Xue Shan Shan buru-buru melambaikan tangannya. "Justru aku yang tidak bisa dibandingkan denganmu. Jepit rambut kayu hitam di kepalamu diukur oleh master pengrajin terkenal, pasti harganya mencapai tiga atau empat ratus teal perak dan sepasang anting tetesan air mata di telingamu adalah jenis perhiasan yang sangat langka. Aku yakin, itu setidaknya berharga lebih dari lima ratus teal perak."
"Bahkan, gaun satin yang kamu pakai dan tidak terlihat mencolok itu sebenarnya bernilai lebih dari emas ...." Xue Shan Shan mendecakkan lidahnya. "Seluruh tubuhmu bernilai lebih dari seribu teal perak!"
Terlepas dari wajah Gu Fujiao yang gelisah, Xue Shan Shan terus berkata dengan santai seolah-olah tidak memiliki maksud terselubung. "Aku dengar, keluargaku baru saja menemukan putri aslinya beberapa hari yang lalu. Jadi, gadis itu pasti nona Gu Lingling."
"Tapi ...." Xue Shan Shan melirik Gu Lingling dari ujung kepala sampai ujung kaki. "Kecuali gelang di tangannya, perhiasan lainnya adalah palsu. Bahkan, jumlah totalnya tidak sampai seratus teal perak."
Wajah Gu Fujiao memerah, terlebih saat gadis lain di sekitarnya menatapnya dengan aneh. Seketika, wajahnya langsung pucat pasi dan dia menundukkan kepalanya dengan malu. "Aku tidak tahu di mana aku menyinggungmu?"
Xue Shan Shan tidak langsung menjawab, dia diam untuk sesaat.
Memang, Gu Fujiao tidak pernah menyinggungnya. Hanya saja, dia tidak suka dengan sikap gadis itu yang mengingatkannya pada Xue Yuwen.
Mereka memiliki kepribadian yang sama, jadi seharusnya mereka bersaudara saja!
"Tidak sama sekali." Xue Shan Shan tersenyum. "Hanya saja ...."
Dia mengangkat bibir merahnya dengan arogan. "Kamu sangat kelewatan pada putri asli Keluarga Gu!"
Padahal, Gu Fujiao hanyalah putri yang diangkat oleh Nyonya Gu setelah anaknya hilang dan dibawa kabur oleh salah satu pelayannya.
Sejak pertama melihat Xue Shan Shan berbicara, Gu Lingling sudah sangat kagum dan terpesona pada wajah cantiknya hingga dia tidak memperhatikan pembicaraan di antara Xue Shan Shan dan Gu Fujiao.
Gu Lingling tersipu tanpa sadar dan bergumam, "Di mana ... dari mana penyihir sepertimu berasal?"
Gu Lingling mengabaikan wajah jelek Gu Fujiao, dia berdiri dan berjalan mendekati Xue Shan Shan.
Semakin dia dekat dengan Xue Shan Shan, Gu Lingling merasa bahwa wajah gadis itu sangat cantik.
Melihat wajah kekanak-kanakan Gu Lingling, Xue Shan Shan rasanya ingin menggodanya.
Wajah Gu Lingling menjadi lebih merah, dia benar-benar tidak tahan terhadap orang-orang yang cantik.
Namun, setelah mencerna kembali kata-kata yang dia ucapkan sebelumnya, dia memiringkan kepalanya dengan bingung dan berkata, "Ah, maafkan aku. Di kampungku, penyihir adalah sebutan untuk wanita tercantik."
Xue Shan Shan terkekeh geli. "Baiklah, aku akan menganggap itu sebagai pujian."
Pada saat yang sama, terjadi keributan tidak jauh dari mereka ketika Putri Amber datang bersama Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan.
***
Note: siluman teh atau teh hijau adalah istilah untuk pelakor.
__ADS_1