
"Aduh, kenapa tanganmu masih meneteskan darah? Darahnya juga sudah berubah hitam. Apakah pedang tadi beracun? Nona, tidak bisakah kamu mengobati dirimu sendiri?"
Lin Mei memapah Xue Shan Shan berjalan sembari berbicara dengan nada khawatir, bahkan ekspresinya juga tidak bisa tidak menunjukkan kekhawatiran.
Bagaimana tidak?
Sebelumnya, tubuh Xue Shan Shan sudah terkenal racun sejak lahir dan beruntung, racun berbahaya itu bisa ditekan untuk waktu yang lama.
Sekarang, dia malah terkena racun yang baru.
Lin Mei khawatir racun yang baru akan memicu racun lama untuk aktif lagi.
"Tidak bisa," jawab Xue Shan Shan apa adanya.
Dia bukannya tidak bisa mengobati diri sendiri, tetapi tidak bisa terus-terusan menggunakan kekuatan gelang giok karena cuaca di Kota Gu sangat dingin sehingga tidak bisa menyerap daya matahari.
Lagipula, racun yang baru saja menyerangnya bukanlah jenis racun berbahaya. Jadi, dia tidak perlu menggunakan Gelang Giok Hijau karena tidak begitu mendesak.
Hanya saja, penawar yang sempat dia minum sebelumnya tidak sesuai dengan dosis racun yang masuk ke dalam tubuhnya sehingga dia tetap terkena efek sampingnya.
Meski begitu, dia tidak akan mati hanya karena itu.
"Tolong pegangi aku, aku sudah pusing."
Xue Shan Shan mengulurkan tangannya dan Lin Mei segera menyambut, sebelum akhirnya dia membantu sang majikan berjalan memasuki kediaman sambil terus berbincang.
Setelah memasuki paviliun, Pangeran Li Xian, Yan Shu dan Wei Shu juga baru kembali.
Belum sempat duduk, mereka sudah mendengar Lin Mei memapah Xue Shan Shan.
Raut wajah Xue Shan Shan saat ini sudah sangat pucat terlihat sangat lemah.
"Apa yang terjadi?" Pangeran Li Xian langsung menghampiri dengan ekspresi khawatir yang tidak bisa disembunyikan tepat waktu.
Lin Mei menjawab tanpa pikir panjang. "Ada yang menyerang kami, tangan Putri Changning terluka oleh pedang beracun."
"Bukan hal yang membanggakan, tidak perlu dikatakan lagi." Xue Shan Shan merasa sedikit malu.
Dia mengira kejadian saat dirinya mematahkan pedang dengan satu tangan pastilah sangat keren, tidak disangka dirinya justru keracunan karena tidak berhati-hati.
Begitu mendengar hal ini, Pangeran Li Xian menoleh pada Xue Shan Shan dan melihat tangan gadis itu masih meneteskan darah berwarna hitam.
"Wei Shu, segera selidiki!" Pangeran Li Xian berbicara dengan nada dingin menusuk.
Wei Shu menganggukkan kepalanya, lalu menghilang dengan cepat.
"Bawa dia duduk!" Pangeran Li Xian menatap Lin Mei yang hanya berdiri diam di tempat, padahal Xue Shan Shan sudah terlihat semakin lemah.
Dengan cepat, Lin Mei membawa Xue Shan Shan duduk.
Kemudian, Xue Shan Shan mengeluarkan kotak obat dan mengambil beberapa peralatan untuk merawat luka, serta menangkal racunnya.
__ADS_1
Namun, rasa pusing itu semakin lama semakin parah sehingga seluruh tubuhnya mulai berkeringat dingin.
Xue Shan Shan membuka sebotol cairan bening dan langsung meminumnya, lalu mengeluarkan kain untuk membersihkan lukanya.
"Aku ...."
Lin Mei tahu bahwa Xue Shan Shan ingin membersihkan luka dan dia berniat membantunya, tetapi dia sudah ditahan oleh Yan Shu yang berkata, "Lin Mei, sebaiknya kamu rebusan obat dan siapkan makanan untuk Putri Changning."
"Tapi ...."
"Ayolah."
Yan Shu tidak memberikan kesempatan pada Lin Mei untuk membantah, dia pun langsung membawa gadis pelayan itu pergi dari sana hingga hanya menyisakan Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan.
Melihat Lin Mei pergi, Xue Shan Shan tidak mencoba menghentikannya karena di saat seperti ini memang makanan yang paling dia butuhkan.
Karena itu, dia hanya bisa merawat lukanya sendirian.
Namun, tidak disangka Pangeran Li Xian membuka mulutnya dan berkata dengan dingin. "Biar kubantu."
Detik berikutnya, dia sudah bertindak dengan cepat.
Sebelumnya, dia hanya terus berdiri dalam diam menunggu Xue Shan Shan membuka mulut untuk meminta bantuannya.
Setelah berselang waktu cukup lama, Pangeran Li Xian geram sendiri karena Xue Shan Shan bahkan tidak mengindahkan keberadaannya.
Jika terus menunggu, Pangeran Li Xian khawatir kondisi Xue Shan Shan akan semakin parah.
Jadi, mau tidak mau dia datang sendiri menawarkan bantuan.
Hanya saja, dia tidak berani merepotkan Pangeran Li Xian yang agung.
Tanpa kata, tangan Pangeran Li Xian bergerak cepat untuk membersihkan luka, sebelum akhirnya menuangkan obat luar di tangan Xue Shan Shan.
Kemudian, Pangeran Li Xian juga dengan telaten membalut luka Xue Shan Shan.
Seluruh prosesnya dengan gerakan yang teliti dan lembut seolah-olah Pangeran Li Xian sudah sangat terlatih.
Saat melihat wajah Pangeran Li Xian yang fokus dan serius pada lukanya, Xue Shan Shan merasa hatinya berdegup tanpa alasan.
Tidak ingin melihat lebih lama lagi karena takut akan semakin jatuh pada pesona keindahan yang ada di depan matanya, Xue Shan Shan segera mengalihkan pandangannya.
Tepat pada saat itu, suara lembut Pangeran Li Xian terdengar. "Sudah selesai."
Xue Shan Shan menatap tangannya yang sudah dibalut, dia menggerakkannya sedikit dan merasa terkejut, lalu menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan memuji.
"Yang Mulia, teknikmu membalut luka sangat hebat." Xue Shan Shan memuji dengan tulus.
"Aku sering melakukannya, jadi sudah terbiasa." Pangeran Li Xian membalas dengan datar.
Dengan perkataan itu, Xue Shan Shan bisa menarik banyak informasi.
__ADS_1
Seorang pangeran seperti Li Xian yang berstatus terhormat dan berkuasa pasti sudah terbiasa menghadapi berbagai serangan sehingga bisa mempunyai posisi seperti sekarang.
Termasuk, racun yang belum bereaksi meski sudah bersemayam begitu lama di dalam tubuhnya.
Xue Shan Shan yakin, itu pastilah berhubungan dengan tenaga dalam Pangeran Li Xian yang sangat luar biasa.
Untuk pertama kalinya, Xue Shan Shan mengagumi Pangeran Li Xian dengan tulus dan pemikiran tentang sang pangeran juga perlahan-lahan berubah jadi semakin baik.
Setelah beberapa saat, rasa pusing yang dirasakan oleh Xue Shan Shan semakin hebat. Padahal, dia sudah meminum penawar racun dan obat pereda nyeri, bahkan juga sudah membalut lukanya.
Tentu saja, itu pastilah efek samping dari lukanya.
Pada akhirnya, Xue Shan Shan tidak bisa bertahan dan langsung pingsan menelungkup di meja.
"Xue Shan Shan." Pangeran Li Xian menjulurkan tangan untuk menepuk bahu Xue Shan Shan, tetapi gadis itu tidak berkutik.
"Xue Shan Shan." Pangeran Li Xian mencoba membangunkannya sekali lagi, tetapi Xue Shan Shan masih tidak bergerak.
Melihat keadaan ini, Pangeran Li Xian yang biasanya tidak berekspresi, mulai menunjukkan raut wajah kebingungan.
Bahkan, lebih terlihat khawatir.
Segera, dia membungkukkan badannya untuk menggendong Xue Shan Shan dan membawanya ke kamarnya.
"Yan Shu, pergi panggil Liu Jili!" Suara rendah Pangeran Li Xian cukup menggema hingga membuat Yan Shu dan Lin Mei bergegas keluar dari dapur.
Sebelum Yan Shu bergerak, Lin Mei lebih dulu bertanya, "Tuan, apa masih cukup waktu untuk memanggil Nyonya Liu yang tidak diketahui keberadaannya?"
Memang benar, tidak ada yang tahu di mana Liu Jili saat ini.
Bahkan, Xue Shan Shan yang mengaku menjadi muridnya saja tidak tahu.
Di samping, Yan Shu cukup mengkhawatirkan keadaan Xue Shan Shan. Namun, dia juga setuju dengan pendapat Lin Mei.
Jadi, dia ikut menimpali. "Tuan, jangan terburu-buru. Ini pasti akibat dari penawar racun, setelah sadar Putri Changning pasti akan membaik."
Saat ini, Yan Shu berpikir seperti itu karena sebelumnya dia sering kali menghadapi teman-teman seperjuangannya yang terluka dan terkena racun dari senjata musuh.
Li Mei pun mengangguk. "Benar, Putri Changning pasti akan segera sadar."
Pangeran Li Xian melirik Lin Mei dan menaikkan sebelah alisnya. "Bagaimana kamu bisa memastikannya?"
"Sebelumnya, Putri Changning beberapa kali demam dan reaksinya selalu seperti ini, kemudian dia tetap sadar. Namun, begitu sadar dia harus diberikan makanan yang banyak."
Mendengar itu, Yan Shu tertawa canggung. "Putri Changning memang agak lain."
Kemudian, Yan Shu melirik Pangeran Li Xian dan mencoba menenangkannya. "Kalau begitu, Yang Mulia jangan khawatir dulu. Lagipula, Putri Changning sudah minum obat dan penawar racun, lukanya juga sudah diatasi. Jadi, kita lihat saja perkembangannya dulu."
Pangeran Li Xian menghilangkan jejak ekspresi di wajahnya, lalu bertanya dengan dingin. "Siapa bilang aku khawatir?"
Yan Shu dan Lin Mei saling menatap, sebelum akhirnya beranjak untuk kembali ke dapur.
__ADS_1
Namun, baru berjalan dua langkah, mereka mendengar suara rendah Pangeran Li Xian lagi.
"Pergi panggil Liu Jili!"