
Lucifer melihat kondisi markas nya sudah berantakan, banyak anak buah nya yang terluka, dan tewas.
"Tuan.... " Aris memberi salam pada bos nya.
**PPPLLLAAAKKK.....
BBBBRRRUUUGGGHHH.......
BBBBRRRUUUGGGHHH**.....
Lucifer dengan emosi memukul Aris sampai babak belur.
Hendra membantu menenangkan emosi bos nya.
"Tuan.. tolong kendalikan emosi anda tuan. " ucap Hendra melerai.
Aris tidak melakukan perlawanan, karena dia tahu, percuma untuk melawan, itu akan membuat bos nya semakin marah.
Lucifer membuang nafas berat nya. Menarik rambut nya.
"KENAPA BISA TERJADI ARIS... HENDRA...????? " teriak Lucifer.
"Maafkan kami tuan, kami salah. " jawab Aris dan Hendra.
Lucifer melihat anak buah nya.
"Di mana tawanan nya? " tanya Lucifer.
Aris dan Hendra saling menatap.
"Mereka di bawa tuan." jawab Aris.
"Bre****k.... aaakkkhhhh. " teriak Lucifer.
"Harus nya aku bunuh semua nya... sial... " teriak nya lagi.
"Ini pasti ulah Richard. " ucap Lucifer.
"Aku akan membunuh mu Richard.." ucap nya lagi.
"Segera bawa mereka kerumah sakit, dan yang meninggal, antar ke rumah keluarga nya, berikan mereka uang kompensasi. " ucap Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris dan Hendra. .
.
.
.
.
.
.
"Terimakasih tuan Richard, anda membantu mengeluarkan kami. " ucap James.
"Benar tuan, paling tidak kami tidak mati membusuk di tangan si Lucifer. " ucap Darmo.
"Hahahhahaha.... kalian berhutang nyawa dengan ku. Jadi kalian harus membalas untuk ku. " ucap Richard.
"Kami akan melakukan perintah anda. " ucap James.
"Katakan saja, apa yang harus kami kerjakan. " ucap James lagi.
Edward dan Beny saling menatap.
"Kumpulkan semua anak buah kalian, aku tahu, si Lucifer pasti akan mengejar kita dan membalas dendam. " ucap Richard.
"Lucifer? kenapa mereka membicarakan tuan Lucifer? apa mereka kenal? " gumam Lisna yang mendengar percakapan mereka.
"Tapi, bagaimana kalau kita akan kalah lagi? " tanya James.
BBRRUUGGGHHH....
Richard memukul James.
__ADS_1
"Apa kau takut James? apa lebih baik aku menghabisi mu saja sekarang? " bentak Richard.
"Maafkan saya tuan. " ucap James menahan sakit.
"Bre****k kau Richard. " gumam James.
"Dulu aku kalah dengan Lucifer, itu karena dia tidak memiliki perasaan, tapi sekarang.... kau lihat kan? dia memiliki banyak kelemahan." ucap Richard.
Seorang anak buah Richard datang dan membisikkan sesuatu pada Richard.
"Apa kau yakin itu? " tanya Richard.
"Iya tuan. " jawab anak buah itu.
"Hahahahaha..... sangat bagus sekali... aku sangat senang. " tawa Richard.
Semua orang saling bertatapan.
"Jika benar yang mereka maksud adalah tuan Lucifer suami Eva? itu arti nya... Eva dalam bahya juga. " gumam Lisna.
"Siapa sebenar nya Lucifer ini? " gumam Lisna lagi.
"Perintahkan pada anak buah kita, bunuh semua nya, dan bawa isteri nya kemari dalam keadaan hidup. " perintah Richard.
"Baik tuan. " jawab anak buah nya.
"Oh tidak... mereka ingin menculik Eva, bagaimana ini. Eva harus tahu. " gumam Lisna.
.
.
.
.
.
Aris dan Hendra membawa Lucifer bertemu dengan Baron. Di kediaman Baron sendiri.
"Tuan Lucifer? ada keperluan apa anda kesini? "tanya Baron pura-pura tidak tahu.
Lucifer tidak menjawab, tapi langsung memukul wajah Baron.
"Di mana dia? " tanya Lucifer marah.
"Si... siapa tuan, saya tidak mengerti. " jawab Baron.
BBRRRUUUGGHH.....
Lucifer memukul nya lagi, darah segar mengalir di wajah Baron.
"Apa aku harus membunuh mu di sini? biar keluarga mu tidak jauh mengambil mayat mu. " ancam Lucifer menarik kerah baju Baron.
"DI MANA RICHARD...?????? " teriak Lucifer emosi.
"Tu... tuan... saya tidak tahu, saya tidak mengerti maksud anda juga." Baron masih tidak mau memberitahukan nya.
"Aris... " Lucifer memberi kode pada Aris.
Aris mendekat dan memotong telinga kanan Baron.
Potongan telinga Baron jatuh di lantai.
"Aaakkkhhh..... " teriak Baron memegang telinga yang berdarah.
"Hhhmmm..... masih tidak mau memberitahukan nya? " teriak Lucifer.
Dengan kode tatapan mata Lucifer, Aris mendekat.
"Baik tuan... baik... saya akan kasih tahu di mana dia. " jawab Baron.
"Cepat!!!! " ucap Lucifer.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Minggu siang di gereja katolik, setelah selesai beribadah.
Beberapa jemaat bersiap pulang dan memberi salam pada Romo Ignatius.
Eva masih berada dalam ruangan itu.
"Kapan Adam menjemput ku? " gumam Eva.
Beberapa anak kecil bermain di taman, berlarian. Ada yang bermain ayunan.
"Anak ku, apa Adam belum datang menjemput mu? " tanya Romo pada Eva.
"Belum Romo, mungkin pekerjaan nya sangat banyak, hehehehe. " jawab Eva.
"Begitu ya... dari dulu Adam memang seperti itu. " ucap Romo.
Eva dan Romo mengobrol sambil berjalan menuju Pondok Cinta Kasih. Merupakan rumah untuk anak-anak yatim piatu dan lansia.
"Seperti nya Romo sangat kenal dengan Adam. " ucap Eva.
"Hhmm... " Romo menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.
"Dulu, saat dia datang ke sini, dia seperti ' domba ' yang tersesat. Dia memiliki kebencian, dendam, amarah, tapi dia juga memiliki kesedihan, kesepian dan ketakutan yang dalam. " ucap Romo.
Tampak Eva sedih mendengar nya.
"Dia tidak pernah berdoa, tapi dia sering berlutut di depan artar ketika gereja sedang sepi. " ucap Romo.
"Berulang kali Romo mendekati nya, tapi dia selalu menjauh, seakan-akan dia tidak percaya dengan manusia. " ucap Romo.
"Romo tahu... jauh dalam hati nya dia ingin ' kembali' tapi dia masih terikat. "
"Melihat nya seperti itu, Romo tidak ingin memaksa nya, Romo hanya bisa melihat nya dari jauh, mungkin itu lebih nyaman bagi nya"
"Seiring waktu, dia mulai berbaur dengan kami, walaupun kami tidak pernah melihat nya tertawa, tersenyum, bahkan tidak mau beribadah bersama. " ucap Romo.
"Suatu saat, dia mulai mau berbicara dengan Romo, saat Romo tanya nama nya, dia bilang dia tidak memiliki nama. " ucap Romo menatap langit.
"Beberapa hari kemudian, dia muncul.. dan dia bilang kalau nama nya sekarang adalah Adam Caesarius Rameses. " ucap Romo sedikit tersenyum.
"Awal nya Romo tersenyum lucu, itu nama yang sangat besar, penuh arti dan makna, tapi Adam bilang, kalau dia ingin seperti nama yang dia pilih. " ucap Romo.
"Dan jadilah nama nya... Adam Caesarius Rameses. " ucap Eva dan Romo bersamaan.
"Hahahahahaha.... " tawa mereka bersamaan lagi.
"Tidak lama, beberapa orang datang menjemput nya, Romo melihat bahwa sebenar nya dia tidak ingin ikut, tapi.. pada akhir nya mereka membawa nya pergi. " ucap Romo.
"Setiap bulan atau setiap minggu dia selalu memberikan dana di gereja dan Pondok Cinta Kasih, membiayai pendidikan anak-anak yang kurang mampu, pengobatan untuk lansia. " tambah nya lagi.
Eva terharu dan tersentuh mendengar cerita tentang kisah dari suami nya itu.
"Romo sangat senang ketika dia mengatakan kalau mau menikah, dan Romo meminta nya untuk menikah di sini. " sambung Romo lagi.
Eva menganggukkan kepala nya. Sebelum nya Lucifer memang sudah mengatakan itu.
Eva merasa senang dan bangga bisa menikah dengan Lucifer.
.
.
.
.
.
.
BAGAIMANA KISAH SELANJUT NYA?? YANG PASTI AKAN LEBIH SERU LAGI...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE... N VOTE NYA YA...