SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 55


__ADS_3

"Eva, ini aku, Hendra, apa aku bisa masuk? " tanya Hendra.


"Masuk saja Hen. " jawab Eva.


Hendra membuka pintu dan masuk.


"Hai Hen, apa kabar? " tanya Eva tersenyum sambil menonton Tv.


"Eva, bagaimana keadaan mu, apa masih sakit? " tanya Hendra.


"Aku tidak apa-apa, sudah lebih baik. " jawab Eva.


"Syukur lah." ucap Hendra.


"Eva, tadi teman mu Lisna menghubungi mu melalui telepon, dia bilang akan kesini. " ucap Hendra.


"Benar kah? aku sangat merindukan nya. " ucap Eva.


"Hendra, aku bisa minta tolong pada mu? " tanya Eva.


"Apa Va. " tanya Hendra.


"Ambilkan aku air putih donk, maaf banget ini ya. " pinta Eva.


"Tidak apa-apa Va, justru aku akan di marahi tuan Lucifer kalau tidak membantu mu." ucap Hendra.


"Tidak mungkin lah, hehehehe. " tawa kecil Eva.


"Apa kau tahu Va, tuan Lucifer sangat khawatir sekali padamu. " ucap Aris sambil memberikan gelas berisi air minum.


"Oh ya... lalu? " tanya Eva penasaran.


"Dia menggendong mu sambil memanggil dokter." ucap Hendra.


"Dia berteriak-teriak memanggil nama mu


' Eva bangun... bangun... aku bilang bangun.. Eva... bangun ' " ucap Hendra.


"Masa sih? " tanya Eva tidak percaya.


"Itu benar Eva, bahkan air mata nya mengalir, bukan cuma air mata nya, bahkan air hidung nya pun keluar, hahahahahahaha. " ucap Hendra sambil tertawa.


"Hahahahahahaha...... kau lucu sekali. " tawa Eva.


"Ya ampun Aris, apa yang kau bicarakan... " gumam Aris.


Aris dan Lucifer beberapa menit yang lalu sebenar nya sudah tiba, tapi sebelum dia membuka pintu kamar, dia mendengar kalau Hendra menyebut nama nya.


"Gawat.... tuan Lucifer sudah mengepalkan tangan nya. " gumam Aris lagi.


CEKKLLEKK....


Hendra dan Eva melihat ke arah pintu, melihat siapa yang datang.


Mereka berdua kaget, melihat siapa yang datang, Eva dan Hendra saling bertatapan ketakutan.


"Hendra, apa tuan kita mendengar nya? " tanya Eva dalam hati memandang Hendra.


"Aku tidak tahu Eva, aku harap dia tidak mendengar nya. " ucap Hendra dalam hati juga, seakan mereka bisa bertelepati.


Lucifer pun menatap Eva dan Hendra, dengan tatapan sayup menahan amarah dan ada rasa kelelahan.


"Ha.. hallo tuan.. Lucifer. " ucap Eva gugup.


"Tu.. tuan.. Lucifer. " ucap Hendra.


"Lama-lama lidah mu aku potong saja ya Hendra, agar kau tidak berbicara dengan lancang. " ucap Lucifer.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan.. saya tidak sengaja. " ucap Hendra berlutut.


"Waduh... bos ku sangat marah sekali, sebaik nya aku pun minta maaf saja, ikutan berlutut. " gumam Eva.


Eva berusaha turun dari ranjang nya. Baru menurunkan salah satu kaki nya.


"Apa yang kau lakukan? " Teriak Lucifer.


Orang yang ada di dalam ruangan Eva kaget, apalagi Eva yang sangat kaget dan takut.


"Tuan, saya juga minta maaf, kami tidak bermaksud menjelek-jelekkan tuan, tolong jangan potong lidah ku. " pinta Eva takut.


"Apa yang kau lakukan Eva, tidak mungkin tuan Lucifer tega memotong lidah mu. " gumam Aris dan Hendra.


"Bagaimana keadaan mu, apa masih sakit? " tanya Lucifer dengan suara lembut.


"Sa... saya.. sudah baikkan tuan, masih sedikit sakit sih, hehehehehehe. " ucap Eva berusaha mencairkan suasana.


CCEEKKLEKK...


pintu terbuka lagi....


Semua melihat ke pintu.


"Eva...... " teriak Lisna berlari menghampiri Eva.


Lisna berlari tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di situ.


"Cciinntaaa.... hhikkss... hhikkkss.... " ucap Eva mengulurkan tangan nya.


"Cinta? apa dia???? " gumam Lucifer.


"Bagaimana keadan mu? apa masih sakit? " tanya Lisna memegang kepala Eva.


"Ayo lah berhenti memberikan ku pertanyaan seperti itu, kau adalah orang yang ketiga bertanya seperti itu. " ucap Eva.


"Pertama Hendra. " ucap Eva.


"Oh ini yang nama nya Hendra, hehehehehe. " ucap Lisna menahan tawa, teringat kejadian sebelum nya.


"Lalu yang ke dua tuan Lucifer. " ucap Eva menunjuk Lucifer yang masih berdiri di situ.


Lisna melihat laki-laki yang bernama Lucifer.


"Oh.. jadi kau yang nama nya Lucifer ya, kau tampan juga hahahahaha, kau laki-laki tapi kenapa wajah mu sangat lembut sekali, bahkan kalah wajah perempuan. " ucap Lisna menyentuh pipi Lucifer.


Tampak Lucifer menahan amarah nya.


"Siapa wanita ini, berani sekali dia menyentuh wajah tuan Lucifer." gumam Aris.


"Sayang, kau kenapa bisa di sini, ada apa? " tanya Lisna.


Tiga orang cowok yang ada di ruangan itu kaget dengan obrolan dua wanita itu.


"Panjang cerita nya cinta.. hhu... hhuu.... " ucap Eva pura-pura menangis.


"Ada apa sih.. jangan membuat ku penasaran." ucap Lisna.


"Aku di bunuh. " jawab Eva.


"Apa? kenapa? siapa? " tanya Lisna serius.


"Sebenarnya bukan aku target nya, tapi tuan Lucifer, hanya saja aku spontan berlari mengarah kepada nya, jadi aku yang terkena. " ucap Eva.


"Bodoh... " ucap Lisna sedikit pelan menjentikkan jari nya di kening Eva.


"Cukup... cukup... tolong kalian semua keluar. " ucap Lucifer.

__ADS_1


"Hei... kenapa kau menyuruh ku keluar? ha? karena kau sahabat ku terancam nyawa nya. " ucap Lisna kesal.


"Sahabat? dia sahabat? bukan... bukan pasangan lesbian? " gumam Lucifer.


"Di sini sana ramai, biarkan dia beristirahat dulu. " ucap Lucifer.


"Lisna, sebaiknya kau keluar dulu. " ucap Eva.


Eva tidak mau Lisna jadi sasaran tuan Lucifer.


Lisna menatap Eva dan Lucifer bergantian.


"Kok aku merasa kalau kalian itu saling menyukai ya? " tanya Lisna.


Eva dan Lucifer kaget, begitu juga Aris dan Hendra.


"Diam. " teriak Eva dan Lucifer serentak.


"Hahahahaha... baiklah.. baiklah.. kalian memang kompak. " ucap Lisna.


"Hendra, dan kau...... " ucap Lisna menunjuk Aris.


"Saya Aris nona. " ucap Aris.


"Iya.. iya... Aris dan Hendra ayo kita keluar, biar kan sepasang kekasih ini berduaan hahahaha" ucap Lisna menarik tangan Aris dan Hendra.


pintu pun kembali tertutup.


Lucifer dan Eva saling bertatapan.


"Tuan, kenapa ada darah di baju mu? " tanya Eva menunjuk pada kemeja Lucifer.


"Itu tidak mungkin darah ku kan? " tanya Eva.


"Lagi pula kemarin dia tidak memakai kemeja itu, lalu itu darah siapa? " gumam Eva.


"Ini hanya darah binatang. " jawab Lucifer santai.


"Ha... binatang? kenapa darah nya ada di baju mu tuan? " tanya Eva penasaran.


"Karena aku barusan membunuh seekor binatang. " ucap nya.


Eva ketakutan, entah benar atau tidak, pertanyaan itu muncul di kepala nya.


"Apa kau sudah makan siang?" tanya Lucifer menenangkan keadaan.


"Su.. sudah tuan. " jawab Eva gugup.


"Sudah minum obat? " tanya nya lagi.


"Be... belum tuan. " ucap Eva.


Lucifer mengambil jatah obat yang akan di minum nya yang sudah di sediakan perawat rumah sakit tadi.


membuka kemasan nya, memberikan nya pada Eva satu persatu.


Eva menerima nya, dan meminum nya, Lucifer langsung memberi nya air putih.


Mereka tetap saling menatap.....



IJIN PROMOSI YA, JANGAN LUPA BACA NOVEL TERBARU KU, CERITA NYA GAK KALAH SERU KOK.


TINGGALKAN LIKE, KOMENT, VOTE...


TERIMAKASIH...

__ADS_1


__ADS_2