
Saat William mau mengambil kembali berkas itu, tanpa sengaja dia melihat foto Eva di layar Hp Lucifer sebelum layar nya mati.
"Aneh, perasaan itu tadi foto Eva, kenapa ada di Hp tuan Lucifer? " gumam William.
"Tuan, apakah posisi untuk bagian Edward dan Beny juga di gantikan dengan pelamar baru atau karyawan di sini yang di gantikan posisi nya? " tanya William.
"Carikan dari karyawan di sini saja. " jawab Lucifer sambil menatap laptop nya.
"Baik tuan. " jawab William.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan. " ucap nya.
William pergi meninggalkan ruangan Presdir nya.
***************************
"Membunuh? " Tanya seorang laki-laki berbadan besar, memiliki tatto di lengan nya.
"Benar, kami akan membayar mu." Ucap Beny.
"Apa kau bisa membayar ku? " tanya laki-laki bertatto itu.
"Tentu saja, kau mau minta di bayar berapa? " tanya Beny yakin.
"Hahahahaha..... " tawa laki-laki itu.
"Siapa yang akan aku bunuh? " tanya nya lagi.
Beny menyerahkan foto seseorang kepada laki-laki itu.
Si pria bertatto merasa seperti mengenal orang yang ada di dalam foto itu.
"Apa kau yakin? Siapa dia? " tanya laki-laki itu.
"Dia adalah pemilik ADAM COMPANY, mantan bos kami, kau harus melenyapkan nya" ucap Edward.
Setelah beberapa saat laki-laki itu diam. Terlihat sedang berpikir.
"Bagaimana? " tanya Beny.
"Baik lah, tapi ini tidak murah. " jawab laki-laki itu.
"Kau mau minta bayaran berapa? " tanya Beny.
"Hehehehehehe.... 250 juta. " ucap laki-laki itu.
"Apa?? Mahal sekali, apa kau bercanda? " tanya Edward.
Laki-laki itu diam dan menatap sinis ke arah Edward dan Beny.
"Kalau kalian tidak mau, silahkan pergi, cari saja orang lain. " ucap nya.
Edward dan Beny saling menatap.
"Baik lah.. Kami akan membayar nya, aku akan bayar setengah nya, kalau kau berhasil melakukan nya, akan kami transfer sisa nya. " ucap Beny.
Laki-laki itu berpikir lagi.
"Deal... " jawab nya.
Mereka bertiga berjabat tangan tanda telah mereka sepakati.
"Beli cendol dulu akkhhh.... " ucap Eva.
Dia pergi ke tempat biasa dia membeli nya. Dia tidak memakai motor nya, hanya naik angkot. Dengan pakaian sederhana nya saja.
Waktu itu pukul 17.30 Wib.
"Bang cendol nya ya satu. " pinta Eva.
"Iya neng. " jawab si penjual cendol.
Eva memainkan Hp nya dan duduk menunggu pesanan nya.
"Eh... Itu nona Eva kan? " tanya Hendra.
"Mana? " tanya Aris.
Lucifer pun spontan melihat ke arah yang di tunjukkan Hendra.
__ADS_1
"Wah.. Iya, sedang apa dia? " tanya Aris.
"Seperti nya dia lagi beli cendol tuh. " ucap Hendra.
"Kita samperin yuk" ucap Hendra.
Aris melototi Hendra, memberi kode dengan melirik ke kursi belakang, tempat Lucifer duduk.
Hendra pun mengerti.
"Tuan, saya pengen makan es cendol, sudah kepengen beberapa hari ini, boleh tidak sebentar kita berhenti di situ? " tanya Hendra mencoba sedikit berani.
Lucifer menatap Hendra, Aris pun begitu. Sementara Hendra senyum-senyum gugup.
"Baiklah, jangan lama. " jawab Lucifer pura-pura memainkan Hp nya.
"Baik lah Hen, aku juga mau. " ucap Aris.
"Tuan Lucifer? " tanya Hendra.
"Tidak. " jawab Lucifer acuh.
Akhir nya Hendra memberhentikan mobil nya di samping gerobak es cendol.
Aris dan Hendra keluar dari mobil.
"Nona Eva, apa kabar. " tanya Hendra.
"Hai Hendra, Aris. " jawab Eva menghentikan bermain hp nya.
"Aku baik-baik saja nona, hehehehe. " jawab Hendra.
"Kalian mau beli es cendol juga? " tanya Eva.
"Iya nona. " jawab Hendra.
"Aaiissshhh... Panggil Eva aja kallee... " ucap Eva.
"Iya... Eva." ucap Hendra.
"Apa cuma kalian berdua saja di sini? " tanya Eva.
"Ada tuan Lucifer di dalam mobil. " ucap Aris.
Sementara Lucifer bisa melihat wajah Eva.
"Kenapa dia tidak turun? " tanya Eva.
"Mmmm.... Dia tidak mau Va. " jawab Aris.
"Ooouuhhh... " Ucap nya menganggukkan kepala.
Aris dan Hendra memesan cendol nya. Mereka bertiga duduk bersama.
Lucifer melihat mereka bertiga tertawa bersama. Lepas tanpa beban.
Eva menghampiri mobil yang ada Lucifer di dalam nya.
Lucifer melihat kedatangan Eva.
tok... Tok.. Tok..
Eva mengetuk kaca jendela mobil di tempat Lucifer duduk. Lucifer menurun kan kaca nya.
"Tuan, kenapa tidak turun, kita bersama-sama minum es cendol. Es cendol di sini enak banget loh. " ajak Eva sedikit membungkukkan badan nya.
Lucifer diam.
"Tuan tidak usah takut, cendol nya bersih kok, tidak ada racun nya, hehehe. " ucap Eva.
"Eh buset... Nona Eva berani banget ngajak tuan, apa kita larang aja si Eva nya? " tanya Hendra.
"Gak usah Hen, biarin aja, kalau tuan memanggil kita, baru kita bergerak. " ucap Aris.
Lucifer menatap wajah Eva. Eva bukan nya malu atau takut, dia pun menatap tuan nya.
CEKKLEEEKK......
Lucifer membuka pintu mobil nya. Eva bergerak mundur agar tuan nya bisa keluar dari mobil.
Lucifer masih berdiri di samping mobil nya, membenarkan jas nya.
__ADS_1
"Ehem... " deheman Lucifer.
"Ayo tuan" ajak Eva.
Eva menggandeng tangan Lucifer, mengajak nya duduk bersama di bangku es cendol.
"Wah.. Lihat... Laki-laki itu tampan sekali... " ucap ibu-ibu yang juga sedang mengantri beli cendol.
"Sayang, apa yang sedang kau lihat.. Ha? " tanya cowok yang bertanya pada pacar nya karena melihat Lucifer.
"Ooh..tidak apa-apa kok sayang. " jawab pacar nya itu, tapi masih curi-curi pandang.
"Hhhmmm.... Lihat cowok ganteng aja, melotot tuh mata nya. " gumam Eva.
"Hahahaha.... " Tawa Hendra.
"Sini tuan, kita duduk di sini. " ucap Eva mempersilahkan kan tuan nya duduk di kursi sandar plastik.
"Bang, pesen es cendol nya jadi 4 gelas ya, minum di sini aja semua nya. " teriak Eva kencang.
Lucifer menutup telinga nya sebelah karena suara keras Eva yang duduk di samping nya.
"Iya neng cantik, hehehehe. " jawab si pedagang cendol.
Posisi nya, Aris dan Hendra duduk berhadap hadapan dengan Lucifer dan Eva, dengan meja plastik di tengah buat tempat gelas nya.
"Tuan, suka yang manis? " tanya Eva.
Lucifer diam.
"Mmm.... Eva, tuan Lucifer tidak suka yang manis-manis. " jawab Aris.
"Ooohhh... " ucap Eva.
"Bang, yang satu gelas jangan manis banget ya. " teriak Eva lagi.
"Apa kau tidak bisa diam? Jangan berteriak dekat telinga ku. " ucap Lucifer menutup telinga nya.
"pppuuuffttthhh... "Hendra menutup mulut nya.
Begitu juga Aris.
"Maaf tuan. " ucap Eva.
Eva merasa malu di depan Lucifer.
"Wah... Wanita itu beruntung sekali ya, berada di dekat cowok-cowok ganteng. " ucap pembeli yang sedang minum cendol di situ juga.
"Aku juga mau donk. " ucap teman nya.
"Tapi yang pake jas hitam itu, seperti nya seram banget. " ucap nya.
"Tidak apa-apa, kelihatan lebih keren. " ucap teman nya.
"Belum tahu aja kalian bagaimana sifat nya. " gumam Eva.
"Nona.. Maaf.. Maksud ku Eva, bagaimana luka anda? " tanya Aris.
"Oh... Udah baikkan kok. " jawab nya.
"Apa anda ke rumah sakit? " tanya Aris.
"Gak lah, sayang uang nya, pake obat merah aja udah sembuh kok. " jawab Eva.
Lucifer langsung melihat ke arah Eva, tatapan seperti marah.
"Ada apa ini? Apa dia marah? " gumam Eva.
Aris dan Hendra saling menatap.
"Jangan tunggu sekarat dulu baru ke rumah sakit ya. " ucap Lucifer sinis.
"Iya tuan, hehehe. " jawab Eva.
"Hahahaha.... " tawa Aris dan Hendra bersamaan.
BOS MAFIA NYA LAGI MINUM ES CENDOL DI PINGGIR JALAN. KALAU EVA TAHU LUCIFER ADALAH BOS MAFIA, GIMANA YA???
JANGAN LUPA LIKE, VOTE, AND KOMENT YA....
KALAU AUTHOR NYA TIDAK SIBUK, UPDATE NYA 2 HARI SEKALI.
__ADS_1
GRACIAS....