
Akhir nya Eva dan Lucifer tiba di pantai Jayanti. Eva belum bangun, Lucifer tidak membangunkan nya. Jendela mobil di buka dengan lebar. Sesekali Lucifer meregangkan tangan dan kepala nya.
"Mmmmm.... udah sampai ya? " tanya Eva yang sudah terbangun.
Lucifer yang bermain Hp melihat Eva yang sudah bangun.
"Sudah." jawab Lucifer.
"Kenapa kamu tidak membangunkan ku? sudah berapa lama kita sampai di sini? " tanya Eva mengucek mata nya.
"Baru saja, aku melihat mu nyenyak tidur nya, jadi aku tidak membangunkan mu. " jawab Lucifer.
"Ayo turun, kita cari tempat buat makan. " ajak Lucifer.
"Wah..... ramai banget ya tempat nya." ucap Eva setelah keluar dari mobil.
Rambut Eva beterbangan terkena angin.
Eva mengikuti suami nya.
"Kamu mau makan di mana? " tanya Lucifer.
"Kamu aja yang milih, asalkan tempat nya bagus, dan makanan nya enak." ucap Eva.
Lucifer menganggukkan kepala nya sambil mencari-cari lokasi.
Setelah beberapa menit akhir nya mereka mendapat kan tempat yang sesuai. Dekat dengan pantai.
"Kamu pintar cari lokasi nya ya." ucap Eva senang.
Pelayan restaurant datang sambil membawa buku menu.
"Selamat siang mas dan mba, ini menu nya, silahkan di pilih mau pesan apa. " ucap pelayan nya.
Eva menerima buku menu dan langsung membuka nya. Sementara Lucifer sibuk memainkan Hp nya.
"Wah... tampan sekali laki-laki ini. " gumam pelayan melirik Lucifer.
"Mba, saya pesan yang ini aja ya. " ucap Eva sambil menunjuk menu nya.
"untuk mas nya? " tanya pelayan.
"Samain aja dengan isteri ku. " jawab Lucifer tanpa melihat si pelayan.
"Oh iya, baik lah. " jawab si pelayan sambil mencatat.
"Mba ini isteri nya toh. " gumam pelayan melirik Eva.
"Minum nya apa mba? " tanya pelayan.
"Jeruk dingin aja ya mba" jawab Eva.
"Untuk mas nya? " tanya pelayan pada Lucifer.
"Samain aja dengan isteri ku. " jawab Lucifer mengabaikan.
"Oh ya mba, untuk suami ku jangan terlalu pedas ya, level paling rendah aja. " ucap Eva.
"Baik kalau begitu, di tunggu pesanan nya ya mba dan mas." ucap pelayan.
Eva menganggukkan kepala nya.
Eva melihat suasana pantai, Lucifer sibuk memainkan Hp nya.
"Apa ada masalah? " isi WA Lucifer pada anak buah nya.
"Tidak ada tuan." jawab Aris.
"Kau sudah menyuruh beberapa anak buah tinggal dekat lokasi? " tanya nya lagi.
"Sudah tuan. " jawab Aris.
"Bagaimana dengan markas? " tanya Lucifer.
"Tidak ada masalah tuan. " jawab Aris.
"Tetap lebih waspada. " tambah Lucifer.
"Baik tuan. " jawab Aris.
Lucifer menutup Hp nya, melihat Eva yang sangat senang menatap pantai.
"Apa kau ingin bermain? " tanya Lucifer membuka obrolan.
Eva melihat Lucifer, menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.
"Habis makan, kita akan bermain. " ucap Lucifer.
"Kalau kau masih ingin menghabiskan waktu di sini, kita bisa menambah hari. " ucap Lucifer.
__ADS_1
Eva melihat Lucifer.
"Tidak apa-apa, sebaik nya kita cepat kembali ke Jakarta, kamu kan punya banyak kerjaan. " jawab Eva.
"Iya juga sih. " gumam Lucifer.
Lucifer menganggukkan kepala nya.
Pelayan restaurant datang dan membawa pesanan makanan yang di pesan Eva.
"Silahkan di nikmati mba, mas. " ucap nya setelah meletakkan pesanan di atas meja.
"Terimakasih mba. " ucap Eva.
Si pelayan membalas dengan senyuman dan meninggalkan konsumen nya.
"Mmmm.... Adam.. " panggil Eva.
"Mmmmm? " jawab nya.
"Pimpin doa sebelum makan. " ucap Eva.
Lucifer sejenak berpikir, diam.
"Apa aku layak berdoa? " gumam Lucifer.
"Kenapa? ayo... aku udah lapar banget. " rengek Eva.
"Aku.... aku... tidak pernah berdoa. " ucap jujur Lucifer.
Eva menatap Lucifer. Lalu kembali senyum kecil.
"Maka, belajar lah." ucap Eva dengan pelan.
"Karena kita mau makan, doakan makanan ini menjadi berkat." ajar Eva.
Lucifer menganggukkan kepala nya perlahan.
Akhir nya dengan sedikit keberanian dan keraguan nya, dia pastikan hati nya untuk memimpin doa sebelum makan.
"Amin.... " ucap Lucifer mengakhiri doa.
"Ayo kita makan.... hehehehehe. " ajak Eva senang.
Lucifer masih menatap Eva yang sangat bahagia dengan makanan seafood yang ada di hadapan nya.
"Ingat donk. " jawab Eva yang mulut nya berisi makanan.
.
.
.
.
.
.
Aris datang kerumah Lisna.
"Aris, ada apa? " tanya Lisna membuka pintu.
"Ada yang ingin aku berikan. " jawab Aris.
"Masuk dulu yuk, entar di kira kamu datang nagih hutang lagi." ucap Lisna.
"Hahahahah." tawa Aris.
"Duduk Ris." suruh Lisna setelah masuk.
"Kamu mau memberikan apa? " tanya Lisna.
"Ngomong-ngomong, yang lain pada kemana? " tanya Aris.
"Papa ku lagi kerja, adikku lagi main di rumah tetangga, mama ku lagi belanja bahan masakkan. " jawab Lisna.
"Ooohhhh... " ucap Aris.
"Ini, ada pesanan dari tuan Lucifer. " ucap Aris sambil mengeluarkan selembar kertas.
"Apa ini? " tanya Lisna.
"Ini hadiah dari tuan." jawab Aris.
Lisna mengambil kertas cek itu. Dia kaget karena tertulis nominal 200 juta
__ADS_1
"Ya ampun... ini aku salah lihat atau apa ya? " tanya Lisna kaget.
"Gak salah kok, itu benar. " jawab Aris.
"Tapi ini banyak banget loh." ucap Lisna.
"Tenang aja Lis, tuan kita tidak akan kekurangan uang. " ucap Aris.
"Iya tapi kan tetap aja ini kebanyakkan. " ucap Lisna.
"Kamu kan sahabat Eva, dan lagi pula kamu udah banyak membantu nya dalam mempersiapkan pernikahan nya. " ucap Aris.
"Dan sudah menjaga Eva. " tambah nya lagi.
"Tapi tetap aja, aku gak mau tuan Lucifer salah paham pada ku atau keluarga ku. " ucap Lisna serius.
"Ambil aja lah Lis, kamu kan tahu tuan kita itu bagaimana, nanti aku di marahi loh. " ucap Aris.
"Ya....ya... ya udah aku ambil, tapi jangan salah paham ya. " ucap Lisna.
Aris menganggukkan kepala nya.
"Sampaikan rasa terimakasih ku pada tuan Lucifer ya. " ucap Lisna.
"Iya, kalau begitu aku pamit dulu ya. " ijin Aris.
"Cepat banget, gak di bikinin kopi dulu? " tanya Lisna.
"Telat... " ucap Aris.
"Hehehehehe, habis penasaran banget jadi lupa bikinin kopi. " ucap Lisna.
"Udah gak apa-apa kok, aku masih banyak kerjaan." ucap Aris.
"Okey.... " jawab Lisna.
Lisna mengantar Aris sampai di depan pintu.
Saat Aris masuk ke mobil nya, dia melihat beberapa anak buah nya sudah berada dan tinggal di sekitar rumah Lisna.
Aris memberikan kode pada anak buah nya, begitu juga sebalik nya.
.
.
.
.
.
.
Eva dan Lucifer berjalan di pinggiran pantai. Dengan bertelanjang kaki. Sesekali air pantai menyentuh kaki mereka.
"Apa kau ingin menaiki wahana permainan? " tanya Lucifer.
Eva sejenak berpikir. Lalu menganggukkan kepala nya.
"Kau mau naik apa? " tanya Lucifer.
"Bagaimana kalau....itu? " tunjuk Eva pada kendaraan Jet Ski.
"Kamu yakin? " tanya Lucifer.
"Mmmm.... " jawab Eva menganggukkan kepala nya.
"Okey... ayo. " jawab Lucifer.
"Yyessss... " ucap Eva sangat senang. .
.
.
.
.
.
.
.
SAYA MEMOHON UNTUK BELAS KASIH NYA DALAM MEMBERIKAN VOTE DAN LIKE NYA.
DAN TOLONG, KASIH SAYA WAKTU UNTUK ISTIRAHAT, KARENA SAYA TIDAK BISA TIAP HARI UNTUK UP, TAPI SAYA JANJI GAK AKAN MELEWATI WAKTU 3 HARI.
__ADS_1
SEPERTI YANG SAYA BILANG, SAYA MENGETIK DI HP, DAN SAYA JUGA MEMILIKI PEKERJAAN LAIN NYA.
TERIMAKASIH.... 🙏🙏🙏🙏