SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 294


__ADS_3

Setelah beberap hari, Arshinta masih belum bisa di temukan.


Eva yang masih saja khawatir, mulai merasa sakit. Hingga tubuh nya kurus. Semua sudah di kerahkan. Bahkan dari 3 kelompok, antara Revand, Lucifer dan Vicky.


Tapi masih saja belum menemukan titik terang.


Semenjak kejadian itu, pengawasan semakin ketat. Karena masih ada anak kecil di rumah nya, yang takut akan menjadi korban lagi.


Kabar itu sudah terdengar di Indonesia, Jakarta. Semua merasa terkejut dan kasihan dengan apa yang sedang di rasakan Eva.


Tentu saja mereka pun berusaha membantu mengungkapkan tindak kejahatan itu.


Aris, Hendra, Lisna, sudah memiliki anak. Sedangkan William dan Novelina baru menikah jadi belum punya anak.


Mereka pun khawatir dengan anak-anak nya masing-masing.


**********


Anak-anak kecil yang berusia antara 1 hingga 7 tahun. Mereka berada dalam 1 atap di culik bersama Arshinta. Ratapan tangis dan teriakan anak kecil, membuat kelompok penculik geram dan marah. Mereka ingin memukul anak kecil yang tidak berdosa itu, tapi di larang oleh bos besar yang sampai saat ini tidak di ketahui keberadaan nya.


Arshinta yang lebih suka tidur itu memilih memejamkan mata.


Memang dia juga sudah ngantuk. Nata, rekan nya yang duduk di samping nya menggelengkan kepala melihat wanita kecil yang santai tanpa takut.


Salah satu rekan penculik datang membawa beberapa bungkus roti dan air mineral kemasan gelas plastik.


“Gadis cantik, ayo makan dulu.” Si penculik yang menyukai Arshinta membangun kan nya.


Arshinta bangun dan melihat pria yang jauh di atas umur nya.


“Aku tidak mau makan yoti ini. Tidak manis.” Tolak Arshinta menyingkirkan roti pemberian pria itu.


“Oh… jadi kamu mau yang bagaimana?” tanya pria itu sabar.


“Aku mau cokelat om. Yang besay.” Dengan gemas nya gadis itu merentangkan tangan untuk menunjukkan seberapa besar cokelat yang dia ingin kan.


“Hahahaha…. Kalau begitu, nanti om kasih ya. Sekarang makan roti ini dulu, om janji habis kamu makan roti nya, om kasih cokelat yang enak.” Bujuk pria itu.


“janji ya. Kata papa ku, kalau sudah janji hayus di tepatin, nanti gigi nya ompong.” Ucap Arshinta.


“Hhhuu… padahal kan kamu sendiri ompong.” Ledek Nata dengan suara pelan.


Pria yang di panggil om itu merasa kesal, ingin memukul tapi berusaha di tahan.


Setelah memberikan roti untuk korban nya, pria itu pergi meninggalkan mereka.


“Kamu benar-benar tidak takut ya? Kamu itu di culik, bukan lagi jalan-jalan.” Ucap Nata yang sudah sangat ketakutan.

__ADS_1


“Tenang saja Nata, papa dan paman ku akan datang menolong kita. Kalau kamu takut, apa kamu bisa pulang? Enggak kan?” dengan polos nya Arshinta menggelengkan kepala.


“Anggap saja, kau berusaha mempeypanjang hidup mu sampai bisa pulang.” Dia pun menggigit roti yang di berikan itu.


********


“Masih belum di temukan? Bagaimana pihak kepolisian mengatasi masalah ini?” tanya Lucifer.


“Maaf kan kami pak Adam, kami sudah berusaha untuk mengungkap tindak………


“Itulah kenapa aku paling tidak suka berhubungan dengan kepolisian. Sangat lambat.” Teriak nya dengan memegang pinggang.


Eva dan Abraham berada di dalam kamar. Mereka berdua sama-sama tidak enak badan. Evano merasa bersalah pada diri nya sendiri karena tidak bisa menjaga adik nya.


Salah satu dari rekan polisi menerima panggilan telepon yang masuk. Dari cara nya berbicara sangat serius. Apalagi dia melihat kearah Lucifer dan Revand.


“Ada apa?” tanya Lucifer setelah si polisi itu mengakhiri panggilan nya.


“Ada informasi kalau tim kami menemukan seorang mayat perempuan yang berusia 4 tahun. Kalau anda tidak……


“AKu ingin melihat nya sekarang!!!!!” teriak Lucifer marah.


“Aku juga akan ikut.” Revand yang juga terkejut dan kesal, ingin melihat sosok yang di curigai.


“Baik, silahkan ikut kami.” Mereka pun pergi dengan di ikuti Revand dan Lucifer.


“Mama tetap di sini saja ya. Tolong jangan beritahukan ini pada Eva dulu.” Revand memberikan pesan pada Isabella, isteri nya.


“Pergilah.” Ucap Mahesha.


********


Bos besar penculikan datang untuk memeriksa korban-korban nya. Pria yang berbadan besar, hitam dan memiliki rambut yang panjang berwarna merah. Tentu saja dia memiliki tattoo hampir di seluruh tubuh nya.


Pria yang memiliki banyak anak buah dan asisten segera menemui Arshinta.


“Hallo nona manis.” Bos itu duduk di hadapan Arshinta yang melihat nya dengan tatapan santai.


“Apa kau sudah makan?” tanya bos itu.


“Aku Cuma di kasih yoti tapi nggak enak. Aku mau cokelat om.” Pinta Arshinta.


“Ini, om sudah bawa cokelat untuk nona yang manis ini.” Bos itu mengeluarkan dua cokelat isi kacang.


“Wah…. Teyimakasih om. Ini buat Sinta kan?” gadis kecil itu menerima dengan senang hati tanpa curiga.


“Iya, ini untuk Shinta.” Si bos itu mencubit pelan pipi Arshinta yang menggemaskan itu.

__ADS_1


“Om, kapan Shinta pulang?” tanya Arshinta tegas menatap pria berbadan besar itu.


“Kenapa? Apa kamu tidak suka tinggal di sini?” tanya bos nya.


“Enggak. Aku enggak suka. Di sini bau… joyok. Mama ku selalu bilang, hayus jaga kebeysihan biay gak kena penyakit.” Ucap Arshinta.


“Hahahahaha….. pasti mama kamu sangat cantik ya, bisa punya anak perempuan yang cantik seperti kamu ini.” Pria itu mencubit pipi Arshinta lagi.


“Tentu saja. Papa ku juga sangat tampan. Lebih tampan dayi om. Jauuuuuuhhhhhhhhh banget..” tanpa ragu dan takut, Arshinta berbicara dengan jujur.


“Hahahahahahaha…… kau sangat jujur dan berani. Om sangat suka dengan mu. Nanti om akan pindahkan kamu ketempat yang lebih bagus. Sabar ya.”ucap nya.


Pria itu pergi meninggalkan Arshinta.


“Jaga dia, jangan sampai dia terluka atau sakit, beri apa yang dia mau. Kau dengar?” bisik nya pada anak buah nya.


“Baik bos.” Anak buah itu menjawab dengan tegas.


**********


“Ambil lah cokelat ini. Buat kamu satu, buat ku satu.” Arshinta memberikan satu untuk Nata.


“Kau makan saja sendiri.” Nata dengan tegas menolak.


“Kau tidak suka cokelat?” tanya gadis itu.


Nata tidak menjawab, dia menggelengkan kepala nya melihat Arshinta yang dengan santai memakan cokelat itu hingga belepotan di mulut nya.


*******


Lucifer dan Revand sudah berada di ruang visum.


“Silahkan di lihat pak, ini adalah mayat anak gadis kecil yang kami temukan di pinggir sungai.” Polisi itu menunjukkan mayat di atas


tempat tidur besi, dengan penutup kain putih.


“Bukan dia, bukan anakku. Bukan…..bukan….bukan…..” di dalam


hati, Lucifer berharap kalau itu bukan lah Arshinta.


Revand pun penasaran dan tak kuasa merasa kan sedih.


.


.


.

__ADS_1


HAI TEMAN-TEMAN.... JANGAN LUPA LIKE N VOTE YOOOO...


TERIMAKASIH


__ADS_2