
Seharian Eva dan Lucifer menghabiskan waktu bermain nya di pantai. Mereka sangat bahagia.
Hingga waktu sudah menjelang pukul 19.05.
Seperti biasa, Eva tertidur di dalam mobil selama perjalanan. Beberapa kali juga dia menguap menahan kantuk.
Sesekali melirik Eva, agar tidak terganggu tidur nya.
Perjalanan di tempuh hampir dua jam. Tanpa istirahat.
Sekitar pukul 21.20 wib, Lucifer dan Eva tiba di rumah. Dan masih di Bandung.
Karena Eva masih tidur, Lucifer tidak membangun kan nya, dia lalu menggendong Eva masuk.
"Hhmm..... dia tidur nya selalu nyenyak, bahkan di gendong seperti ini dia tidak terbangun. " gumam Lucifer.
Lucifer membawa nya langsung menuju kamar. Setelah membaringkan nya, dan memakaikan nya selimut, lalu dia pergi keluar.
Duduk di teras seorang diri dengan di temani secangkir kopi dan rokok kesayangan nya.
Lucifer teringat perjalanan nya di pantai, mengingat wajah Eva yang takut saat memainkan wahana permainan, melihat nya lahap pada saat makan. Bahkan wajah Eva yang tersenyum membayangi ingatan nya.
Satu jam dia duduk menyendiri, menghabiskan hampir satu bungkus rokok nya. Dia sudah merasa mengantuk.
Awal nya dia ingin tidur di kamar lain, ketika melewati kamar Eva, dia berhenti.
Lalu dia masuk dan melihat Eva yang masih tertidur.
Lucifer hanya berdiri di samping Eva sambil menatap nya.
Dia berputar menuju sisi sebelah Eva tidur. Perlahan dia naik ke atas ranjang, dengan posisi miring menghadap wajah Eva, tangan nya menopang kepala nya.
Lucifer masih memandangi wajah Eva, suara nafas Eva yang tertidur terdengar sangat jelas.
Membelai pipi Eva, menggeserkan anak rambut yang menutupi kening nya.
Lucifer melihat jari Eva yang memakai cincin pernikahan. Tanpa di sadari Lucifer, dia mencium punggung telapak tangan Eva.
Lucifer mendekatkan jari nya dengan jari Eva, melihat cincin yang terpasang di jari mereka, seperti nya Lucifer sedang asik bercanda ketika Eva tertidur.
Bahkan tanpa di sadari Lucifer lagi, dia sudah berbaring di samping Eva, bahu mereka saling bersentuhan. Lalu mencium tangan Eva lagi sambil tersenyum.
Lucifer memiringkan tubuh nya lagi, kembali menatap Eva.
Secara perlahan-lahan dia mendaratkan ciuman nya di kening Eva, kelopak mata, ujung Hidung dan kedua pipi Eva secara bergantian.
Saat wajah nya berhadapan dengan bibir isteri nya, dia lalu mencium dengan pelan, dengan sangat lembut.
Sesekali Lucifer tersenyum, dan mengusap usap bibir isteri nya.
Dia membuka sedikit bibir Eva, lalu mencium nya kembali.
"Aku tidak salah melakukan ini pada mu, kau adalah isteri ku. " gumam Lucifer.
"Tidak.... aku tidak boleh melakukan nya... aku tidak mau melakukan tanpa ada perasaan, lagi pula ini tidak adil bagi mu kalau aku melakukan di saat kau tidur kan? " gumam nya lagi.
"Sekarang, kau adalah milik ku, kau adalah isteri ku. " gumam nya lagi sambil mengubah posisi nya menjadi berbaring.
Lucifer tidak keluar dari kamar itu. Justru dia masuk dalam satu selimut dengan Eva.
Dia menggeserkan tubuh Eva mendekat pada nya, sehingga kepala Eva berada dalam pelukan nya.
"Selamat malam isteri ku. " gumam Lucifer mencium kembali kening isteri nya.
__ADS_1
Malam itu mereka tidur dalam satu kamar, satu tempat tidur, dan satu selimut.
Lucifer memang belum memiliki perasaan mencintai Eva, tapi Lucifer tidak suka bermain-main dengan pernikahan.
Sejauh ini dia menikahi Eva hanya untuk melindungi nya dari musuh-musuh nya. Apalagi dia merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi dengan Eva yang beberapa kali nyaris kehilangan nyawa nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Pukul 03.00 Wib, di saat orang-orang sedang tertidur nyenyak, beberapa pria memakai pakaian serba hitam dan memakai topi berada di depan rumah Lisna.
Mereka perlahan menyelinap masuk ke rumah itu.
"Bius mereka. " ucap salah satu dari kelompok yang memakai kain penutup wajah.
Satu persatu dengan sapu tangan yang sudah di basahi dengan cairan bius di letakkan di hidung penghuni rumah Lisna.
Orang tua Lisna yang lebih dulu di bius, dan langsung mereka angkat untuk di bawa ke mobil Van nya untuk di sandera.
Lisna mendengar suara sedikit berisik dari kamar orang tua nya.
"Siapa kalian? apa yang kalian lakukan??" teriak Lisna melihat mama nya di gendong kelompok itu.
"Tolong.... to.....
PPLLAAKKK.....
Salah satu pria itu memukul leher belakang Lisna, Lisna pun pingsan.
Kelompok itu melanjutkan tugas nya.
Satu persatu di bawa untuk di masukkan ke mobil.
"Woy..... berhenti!!!! " teriak beberapa anak buah Lucifer yang menyamar sebagai tetangga baru.
Kelompok berbaju hitam itu langsung menyerang anak buah Lucifer.
Terjadi perkelahian antara dua kelompok.
Anak buah Richard lebih banyak dan membawa senjata pisau panjang.
Beberapa anak buah Lucifer terkena sayatan pisau itu.
"Aaakkkhhh..... cepat... hubungi Aris dan tuan Lucifer. " teriak anak buah Lucifer yang sedang sekarat.
Karena malam yang sangat larut, Tidak ada warga yang sadar akan suasana itu.
"Mama.... mama di mana. " ucap Santi yang terbangun dari tidur nya.
Santi adik Lisna keluar dari kamar, sampai melihat halaman depan nya yang sedang ada perkelahian.
__ADS_1
"Aaaakkkhhh.... tolong..... tolong... ada penjahat..... " teriak Santi.
BBBBRRRUUUGGGG....
Salah satu anak buah Richard menendang perut Santi, hingga terjatuh kebelakang dan pingsan.
"Cepat, bunuh saja dia. " teriak salah satu rekan nya.
Kelompok berbaju hitam itu ingin menusukkan pisau panjang nya pada Santi, tiba-tiba salah satu anak buah Lucifer menghadang sehingga dia yang terkena.
Rekan-rekan anak buah Lucifer membalas.
"Ayo... cepat pergi... tinggalkan anak kecil itu.... " teriak mereka yang sudah beberapa masuk ke dalam mobil.
"Berhenti kalian.... " teriak anak buah Lucifer.
Akhir nya kelompok berbaju hitam pergi meninggalkan Santi yang sudah tidak sadar kan diri. Sementara Lisna dan ketiga anggota keluarga nya ikut di bawa mereka.
"Segera bawa dia kerumah sakit dan bawa juga anak ini. " suruh anak buah Lucifer.
Mereka membagi tugas. Santi dan orang yang terluka itu di bawa kerumah sakit. Sementara yang lain nya segera menghubungi Aris.
Tidak ada yang berani menguhubungi Lucifer.
"Apa????? " teriak Aris kaget.
"Kenapa bisa terjadi? kalian dari mana saja? " teriak Aris.
"Bos, kami sudah melawan mereka, mereka sangat banyak dan membawa senjata tajam. " jawab rekan nya.
"Tunggu di sana, aku akan datang segera hubungi Hendra juga. " suruh Aris.
"Baik bos. " jawab anak buah nya.
Aris bangkit dari ranjang nya, hanya memakai kaos dan sweater dia langsung bergegas menuju rumah Lisna.
"Sial... sial.... bagaimana ini, pasti tuan Lucifer akan sangat marah... " ucap Aris.
"Bre****k... apa yang harus aku lakukan? " ucap nya sambil memukul kemudi mobil.
Sementara yang lain nya menghubungi Hendra.
Eva dan Lucifer masih nyenyak tidur dengan tenang.
.
.
.
.
.
.
.
SAYA MEMOHON UNTUK BELAS KASIH NYA DALAM MEMBERIKAN VOTE DAN LIKE NYA.
DAN TOLONG, KASIH SAYA WAKTU UNTUK ISTIRAHAT, KARENA SAYA TIDAK BISA TIAP HARI UNTUK UP, TAPI SAYA JANJI GAK AKAN MELEWATI WAKTU 3 HARI.
SEPERTI YANG SAYA BILANG, SAYA MENGETIK DI HP, DAN SAYA JUGA MEMILIKI PEKERJAAN LAIN NYA.
__ADS_1
TERIMAKASIH.... 🙏🙏🙏🙏