
Cleo berlari dengan sekuat tenaga. Walaupun keadaan nya yang sudah sangat melelahkan, di tambah lagi luka di tangan dan di kaki akibat ikatan tali.
"Cepat kejar dia. Jangan sampai di lepas!" teriak mereka.
"Aku harus lari, aku tidak mau mati dengan cara mengenaskan." gumam Cleo.
Dia sempat membawa ponsel di tangan nya, segera di aktifkan sambil berjalan cepat.
************
Vicky keluar dari apartemen dengan terburu-buru. Melajukan mobil dengan cepat.
"Bos, tuan Vicky keluar dari apartemen nya." ucap anak buah Lucifer.
"Segera ikuti. Cari tahu kemana dia pergi." suruh Aris.
"Baik tuan." jawab anak buah nya.
Mereka segera mengejar mobil Vicky, menjaga jarak agar tidak di curigai.
*************
"Ponsel nya sudah aktif?" gumam Vicky yang mengecek nomor Cleo.
Dia langsung menghubungi nomor ponsel Cleo sambil mengemudikan mobil nya.
"Ha.....hallo...Vicky....." jawab Cleo menangis.
"Sayang, kau ada di mana?" tanya Vicky sedikit lega Cleo masih menerima panggilan nya.
"Aku....aku tidak tahu. Vicky, mereka ingin membunuh ku. Tolong aku, aku tidak mau mati terbunuh. Aku sangat ketakutan sekali." tangis Cleo.
"Sayang tenang lah. Aku akan datang ya. Jangan khawatir. Kau akan baik-baik saja." Vicky berusaha menenangkan Cleo yang masih menangis.
"Aku sangat takut." ucap nya masih menangis.
"Tidak usah takut. Okey. Sekarang, kau tetap berjalan terus ke depan, cari tempat yang ramai. Sebentar lagi aku akan menemui mu." ucap Vicky.
Cleo mengatur pernafasan nya.
"Cepat lah selamat kan aku. Aku takut kalau kita tidak akan bisa bertemu lagi." ucap Cleo pasrah.
"Jangan bicara seperti itu, kita akan bertemu. Jangan lupa, kita berencana untuk menikah. Benarkan?" hibur Vicky.
Cleo menganggukkan kepala nya.
"Sekarang, terus berjalan. Aktifkan GPRS mu. Aku akan mencari dengan mengikuti GPRS mu.
"Baik, tapi aku tidak bisa mengaktifkan ponsel ku terus, karena baterai nya sudah hampir habis." keluh nya.
"Jangan, jangan di matikan Cleo. Sebentar lagi aku akan tiba. Tolong jangan di matikan ya." suruh Vicky.
"Baik lah. Aku akan terus berjalan." Cleo tetap menerima telepon dari Vicky dan tetap berjalan.
"Lihat, itu seperti nya nona Cleo." tunjuk anak buah lucifer.
Rekan nya melihat arah yang di tunjukkan.
Sementara anak buah Marvel hampir mendekati Cleo.
"Cepat, kita harus putar arah di depan." suruh nya pada rekan yang membawa mobil.
__ADS_1
"Hey......berhenti.." teriak anak buah Marvel.
Cleo sekilas melihat kebelakang nya, dan ternyata jarak nya dengan anak buah Marvel sudah dekat.
Cleo semakin mempercepat langkah nya dengan tertatih-tatih.
Tanpa sadar dia berjalan menuju bangunan yang sudah lama kosong dan kotor.
Vicky mendengar sangat jelas suara nafas Cleo yang berat. Sementara ponsel di masukkan di saku jaket nya.
"Kau di mana Vicky, mereka sudah dekat." teriak Cleo ketakutan.
"Sebentar lagi, aku akan tiba sebentar lagi." ucap Vicky.
"Aku akan mati, aku pasti akan mati." tangis Cleo.
"Sayang tenang.....
"Hahahahahahahahaha.....akhir nya kami bisa menangkap mu lagi nona Cleo." anak buah Marvel berhasil meraih tangan Cleo.
Cleo berusah berontak. Dua orang dari mereka memegang kedua tangan Cleo.
"Tolong....tolong....jangan bunuh aku. Aku tidak mengenal kalian." mohon Cleo.
Akibat Cleo berontak, ponsel yang ada di saku nya terjatuh. Dan mereka menginjak ponsel itu hingga hancur dan sudah mati.
Cleo semakin menangis. Habis lah sudah.
"Tolong, kasihani lah aku. Jangan bunuh aku. Aku mohon." Cleo masih memohon.
"Hahahahahahaha......kalau kami tidak membunuh mu, bos kami yang akan mem bunuh kami nona." jawab salah satu dari mereka.
"Cepat, bunuh saja. Biar cepat selesai." suruh rekan nya.
"Pegang dia." suruh nya.
Mereka semakin mempererat genggaman nya. Tidak perduli dengan tangisan Cleo.
Sementara Vicky sudah sangat khawatir. Dengan kecepatan penuh dia menuju lokasi yang sempat di lihat nya.
"Sayang sekali nona, anda sangat cantik, tapi harus berakhir dengan cara yang mengenaskan seperti ini." ucap orang yang sudah memegang pisau.
Cleo menggelengkan kepala nya. Berontak, ketakutan. Tidak bisa berteriak lagi, mulut nya di tutup.
Orang itu mendekat, dan.....
"Aaakkkkhhhhh......aaaakkkkkhhhh..." Cleo berteriak kesakitan.
Pisau berhasil menusuk bagian perut nya, banyak sekali darah keluar.
Pisau yang menancap di tarik lalu ingin di tancap untuk kedua kali.
Tiba-tiba.....
DDOOORRR......DDDOOOORR......
Sebuah peluru mengenai tangan orang itu. Pisau yang ada di tangan nya terlempar dan jatuh ke tanah.
Anak buah Lucifer berhasil menembakkan peluru di lawan nya.
"Sia**n....siapa mereka? cepat bunuh!!" teriak nya sambil memegang tangan yang terkena tembakan.
__ADS_1
Terjadi perlawanan antara dua kelompok.
Sementara Cleo terbaring dengan setengah sadar.
"Cepat bawa nona Cleo ke rumah sakit." suruh anak buah Lucifer.
Vicky tidak lama berhasil menemukan lokasi Cleo, namun terlambat, Cleo sudah berlumuran darah.
"Cleo...." teriak Vicky keluar dari mobil nya.
Berlari sangat kencang.
"Sayang, sayang bangun lah, aku sudah datang." panggil Vicky memeluk tubuh Cleo.
"Vick, akhir nya kau menemui ku. Aku....maafkan aku...tidak bisa menikah dengan mu." Cleo mengangkat tangan nya, ingin menyentuh pipi Vicky.
"Tidak, kau harus menikah dengan ku. Kau sudah berjanji. Bertahan lah. Aku akan membawa mu ke rumah sakit." Vicky menggendong Cleo, segera membawa nya ke rumah sakit.
Di masukkan ke dalam mobil di samping kemudi.
Sebelum nya dia melihat pertempuran itu, sama sekali dia tidak mengenal siapa mereka. Bahkan dengan anak buah Marvel pun.
Perlawanan kedua kelompok di menangkan oleh anak buah Lucifer. Walaupun lebih banyak anak buah Marvel. Tidak sedikit yang terluka dari mereka.
"Bos Aris, kami sudah menemukan nona Cleo, hanya saja dia sudah terluka." ucap anak buah Lucifer melapor.
"Dan tuan Vicky sudah membawa nya. Mungkin mereka akan kerumah sakit." ucap nya lagi.
"Lalu bagaimana dengan penjahat itu? siapa mereka?" tanya Aris.
"Mereka kalah tuan. Tapi tidak mau bicara tentang identitas mereka." jawab nya.
"Segera bawa ke markas. Kalau yang sudah mati, biarkan saja." pesan Aris.
"Baik tuan." ucap anak buah nya.
**************
"Nona Cleo sudah di temukan?" tanya Hendra.
"Iya, tapi dia sudah terluka, mudah-mudahan bisa di selamat kan." jawab Aris.
"Menurut mu siapa yang melakukan ini?" tanya Hendra.
"Aku tidak tahu itu siapa. Yang pasti ada hubungan nya dengan tuan kita." jawab Aris berpikir.
"Beritahukan pada tuan Lucifer." suruh Aris.
****************
"Apa? ada kelompok lain yang menyerang kalian? siapa mereka?" teriak Marvel.
"Kami....kami tidak mengenal nya tuan. Mungkin mereka anak buah nya tuan Vicky." jawab nya.
"To**l..... Lalu kemana yang lain?" tanya nya.
"Semua....semua di bawa tuan, saya dan beberapa orang yang sembunyi yang tidak di lihat mereka." jawab nya ketakutan.
__ADS_1
"Mati saja kalian semua bren***k....." Marvel membanting ponsel nya ke lantai dengan keras.