SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 263


__ADS_3

Aris meninggalkan Rihana sendirian membersihkan meja dan piring kotor. Dia pergi ke kamar mandi yang berada di dalam kamar nya. Segera bersiap-siap untuk berangkat bekerja.


Beberapa kali ponsel wanita itu bergetar. Aris melihat nama panggilan di layar ponsel Rihana.


Awal nya dia ingin mengabaikan, entah kenapa dia ingin mengangkat panggilan itu. Sebelum nya di kunci dulu pintu kamar nya.


“Hallo…Ana, di mana kau? Berani kau menghianati ku ya?” terdengar suara pria yang di dengar nya tadi malam.


“Berhenti mengganggu Rihana lagi sebelum aku membunuh mu.” Ancam Aris dengan tenang.


“Apa? Kau siapa? Di mana Ana?” Tanya Anton, orang yang menghubungi nomor Rihana.


“Aku siapa? Tergantung bagaimana cara mu bersikap. Bisa sebagai malaikat dan bisa sebagai pembunuh mu. Jauhi dia kalau kau menyayangi nyawa mu yang tidak berguna itu.” ancam nya lagi.


“Kau……


KKLLIKK….


Aris menutup panggilan secara sepihak. Lalu meletakkan kembali ponsel itu di tempat semula.


********


Eva sudah berada di meja makan bersama dengan keluarga nya.


“Va, aku akan ke rumah sakit. Apa kau mau ikut?” Tanya Revand.


“Aku mau. Tapi mau ngapain kak?” Tanya Eva.


“Aku sudah konsultasi sama dokter, kata nya ada yang cocok dengan penyambungan tangan ku.” Jawab nya.


“Wah… bagus kak. Aku harap tidak mengecewakan.” Jawab Eva.


“Jam berapa? ”Eva bertanya sambil meminum susu di dalam gelas.


“Sekarang, habis sarapan.” Jawab Revand.


“Okey…..


Eva tidak tahu rencana Lucifer yang akan kembali ke Singapura.


Sengaja di lakukan nya untuk memberi kejutan pada Eva.


**********


Rihana sudah selesai membersihkan meja dan peralatan yang kotor. Dia ingin kembali ke kamar untuk mengambil ponsel nya, tapi tidak bisa masuk, masih di kunci Aris.


Rihana pun menunggu di ruang depan.


Aris sudah datang, lengkap dengan pakaian kemeja hitam nya.


“Aku akan pergi bekerja dulu. Jam berapa kau mau pergi?” Tanya Aris.


Rihana merasa seperti di usir, padahal karena Aris tidak tahu cara penyampaian nya.

__ADS_1


“Mmmm… nanti, nanti siang.” Jawab Rihana tidak yakin.


“Ohh… okey, nanti kunci nya bisa kau letakkan saja di bawah pot samping pintu.” Pesan nya.


Rihana hanya menjawab dengan anggukkan kepala.


Aris segera bersiap-siap keluar dari rumah nya. Motor yang di pakai untuk menolong Rihana di suruh jemput melalui rekan nya yang juga bekerja dengan Lucifer.


Tanpa kata dia pergi, membuka pintu dan keluar.


“Aku harus kemana?” gumam Rihana bingung.


Tiba-tiba Aris membuka pintu lagi, tidak masuk, hanya berdiri di depan pintu.


“Kalau kau tidak menemukan tempat, kau bisa kembali lagi ke sini. Tinggal selama kau mau. Aku pergi dulu.” Ucap Aris menutup kembali pintu nya.


Sementara Rihana diam sambil membuka mulut, merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan Aris.


“Apa aku salah dengar? Apa dia tahu apa yang ku pikirkan?” Tanya Rihana.


**************


Lucifer sudah tiba di perusahaan. Seperti biasa, beberapa karyawan yang berpapasan dengan nya memberi salam. Dan Lucifer masih sering mengabaikan.


“Selamat pagi tuan Adam.” Sapa Lisna.


“Pagi. Semua nya kumpul di ruang meeting.” Suruh nya yang langsung masuk ke ruangan.


“Semua karyawan juga tuan?” Tanya Lisna yang tidak mengerti.


“kau, William dan Novel.” Jawab nya lalu masuk.


“Baik tuan.” Lisna segera melakukan tugas yang di suruh bos nya.


Lisna segera mengumpulkan nama-nama yang di sebutkan Lucifer, dan membawa laporan masing-masing.


Tidak berapa lama Aris sudah muncul.


“Aris, kamu baru sampai?” Tanya William.


“Iya. Ada urusan tadi.” Jawab nya.


Mereka bersama masuk ke dalam ruangan Presdir.


Lucifer sudah menunggu mereka dan duduk di sofa.


“Selamat pagi tuan.” Sapa mereka.


“Pagi. Kalian duduk lah.” Suruh Lucifer.


Lucifer melihat Aris.


“Bukan nya kata Hendra kau lagi ada urusan dan datang siang Ris?” Tanya nya pada Aris.

__ADS_1


“Tadi nya begitu tuan, tapi sudah selesai.” Jawab nya yang duduk di samping William.


“Baiklah, seperti tugas yang ku berikan pada kalian kemarin. Apa ada yang sudah selesai?” Tanya nya membuka meeting.


“Saya sudah menghitung semua modal yang di berikan Fajar dan yang lain nya. Total nya ada 148 Milyar untuk 10 orang pemegang saham. “ ucap William menjawab lebih dulu.


“Kalau tentang tugas saya tuan, saya menemukan banyak selisih pengeluaran dari bagian keuangan. Saya curiga dengan karyawan yang nama nya Yoga di bagian keuangan.” Jawab Novelina memberikan bukti laporan nya.


“Berikan data nama mereka pada ku, dan suruh menghadap ku sekarang. Aku akan memecat mereka kalau ternyata mereka bersalah.” Suruh Lucifer.


“Baik tuan. Ini data-data mereka.” Novel menunjuk laporan di atas meja.


“Saya sudah memanggil mereka yang di pecat tuan. Mereka akan datang besok.” Jawab Lisna yang juga memberikan laporan nya.


Sekarang di atas meja sudah ada beberapa berkas laporan yang di berikan William, Novel dan Lisna.


“Bagus, aku suka cara bekerja kalian yang cepat.” Puji nya.


Mereka tersenyum mendengar pujian bos nya.


“Aris kau urus dana modal untuk di kembalikan pada mereka. Kau bantu William.” Suruh nya pada Aris.


Aris adalah orang yang di percayakan Lucifer dalam keuangan perusahaan. Dia punya hak untuk menarik atau mengeluarkan dana milik Lucifer.


“Baik tuan.” Jawab Aris.


“Dua hari lagi aku akan kembali ke Singapura, sendiri. Jadi kalian bekerja lah dengan benar di sini.” Ucap Lucifer.


“Apa aku dan Hendra tidak ikut tuan?” Tanya Aris.


“Tidak usah. Aku bukan anak kecil lagi Ris. Setelah bertemu dengan karyawan yang di pecat itu, sisa pekerjaan aku serahkan pada kalian. Lakukan dengan benar.” Ucap Lucifer.


“Tenang saja, aku akan memberikan kalian bonus yang besar.” Janji nya.


Ucapan Lucifer membuat karyawan tersenyum senang.


“Baik tuan. Kami akan mengerjakan nya dengan baik.” Jawab mereka serentak.


“Kalian kembali bekerja lagi.” Lucifer mengakhiri meeting nya.


Lisna dan yang lain nya berjalan dan keluar dari ruangan.


Hanya tinggal Aris yang memiliki ruangan nya sendiri, tidak jauh dari meja kerja Lucifer.


“Aris, suruh Lisna buat kan kopi untuk kita.” Suruh Lucifer berdiri.


“Baik tuan.” Aris segera pergi.


“Aaaaakkkhhhhh…..hhhiiuuuuwwww…..” Lucifer merasa tubuh nya yang pegal. Dia berdiri sambil meregangkan badan. Memutar bahu ke kiri dan kekanan. Melihat pemandangan di balik jendela kaca nya.


“Apa yang di lakukan isteri ku sekarang?” Tanya nya di dalam hati.


******

__ADS_1


Rihana yang sudah keluar dari rumah Aris, ingin menemui sahabat nya. Tentu dengan cara sembunyi-sembunyi.


Mereka bertemu di café tempat yang sudah di janjikan. Wanita itu memakai masker dan topi agar tidak di kenal mantan gila nya itu.


__ADS_2