SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 213


__ADS_3

"Nak Adam?" mama Lisna berdiri menghampiri Lucifer.


"Tumben nak, ada apa.....


"Di mana Lisna?" tanya Lucifer memotong kalimat ibu mertua nya.


Pertanyaan nya sangat tegas dan emosi.


"Lisna? Lisna sedang keluar. Kata nya ada urusan." jawab mama Lisna gugup.


"Ke mana dia pergi, dan sejak kapan?" tanya nya lagi.


"Dari tadi pagi. Ada apa nak? kenapa kau.....


"Kalian tidak membohongi ku kan? atau kalian sedang menyembunyikan nya?" tanya sinis Lucifer.


"Ada apa ini sebenar nya?" tanya papa Lisna yang sedari tadi hanya memperhatikan pembicaraan isteri dan suami Eva yang sudah di anggap sebagai anak nya.


"Nak Adam, Lisna benar-benar tidak ada di sini. Kami tidak tahu ke mana yang pasti nya dia pergi. Kami tidak berbohong." ucap mama nya serius.


"Jika aku menemukan Lisna dan menyakiti Eva, maka aku akan membunuh nya. Aku tidak perduli dia siapa!!" ancam Lucifer dengan tatapan membunuh nya.


Kedua orang tua Lisna terkejut. Suami isteri itu saling menatap.


"Ada apa ini sebenar nya?" tanya mereka pada Lucifer.


Lucifer tidak menjawab, dia pergi meninggalkan mereka yang masih bertanya-tanya. Dan Aris mengikuti dari belakang.


"Nanti saya akan menjelaskan pada anda. Sekarang, kami pergi dulu. Permisi." ucap Aris.


"Tunggu nak Aris. Tolong, beritahu ada apa, sedikit saja bisa kan?" tahan papa nya Lisna.


"Eva di culik, dan Lisna yang membawa nya." jawab Aris.


"Apa?" tanya papa lisna terkejut.


Aris menyusul Lucifer yang sudah duduk di dalam mobil.


"Kita kemana lagi tuan?" tanya Aris.


"Kita kerumah sakit Steven." jawab nya ketus.


Tidak berapa lama ada panggilan dari Hendra. Hendra menghubungi Aris. Aris yang duduk di samping kemudi segera menjawab panggilan.


"Ada apa Hen?" tanya Aris.


"Aris, aku sedang berada di rumah sakit Steven, tidak ada Lisna dan Steven di sini. Sejak beberapa hari Stev tidak masuk kerja." ucap Hendra.


"Apa?" tanya Aris.


"Apa kalian sudah ke rumah Lisna?" tanya Hendra.


"Kami baru saja dari sana. Tapi kata orang tua nya dia tidak berada di sana." jawab Aris.


"Kalau begitu? apa mungkin di rumah Stev?" tanya Hendra.


"Sebaik nya aku tanyakan dulu. Kau tutup lah dulu." suruh Aris.


"Tuan, Hendra bilang Stev dan Lisna tidak ada di rumah sakit." ucap Aris.


Lucifer semakin marah.


"Aaaakkhh...." teriak nya dengan sangat kencang dan keras.

__ADS_1


Si sopir sekaligus anak buah Lucifer pun ikut ketakutan.


"Kita kerumah Stev. Cepat bawa mobil nya. Jangn lelet!!" teriak Lucifer.


"Ba....baik tuan." jawab si sopir yang gemetaran.


Lucifer menyandarkan kepala nya. Mengatur nafas.


"Tuan, anda harus menjaga kondisi anda. Saya yakin kalau...


"Tutup mulut mu Aris!! aku bisa membunuh mu dengan mematahkan leher mu itu." ancam Lucifer memejam kan mata nya.


Aris langsung diam.


************


"Stev, itu bukan aku. Aku sama sekali tidak pernah ke tempat seperti itu. Tolong percaya pada ku." ucap Lisna setelah melihat video dari Stev.


"Lalu ini apa Lis? kau pikir aku bodoh? kau bisa membohongi ku?" tanya Stev marah menunjuk Video.


"Stev, aku ada di rumah. Kau bisa bertanya pada orang tua ku." ucap Lisna.


"Bertanya? kalian bersekongkol kan? kalian ingin menjebak ku dengan memainkan perasaan ku, keluarga matre!" ucap Stev.


PPPLAAAKKK......


Lisna menampar keras Stev.


"Kalau kau tidak percaya pada ku, tolong jangan hina orang tua ku. Mereka tidak tahu apa-apa. Dan sebelum nya aku sudah bilang pada mu untuk berpikir kalau mau serius dengan ku. Tapi kau yang memaksa ku untuk menerima mu, tapi sekarang...kau yang malah mempermainkan ku!" teriak Lisna tak mau kalah.


"Kau berani menampar ku? apa karena kau sudah menemukan laki-laki yang lebih kaya ya? hah?" tanya Stev sinis.


"Hentikan Stev!!" teriak Lisna dengan air mata yang sudah mengalir.


Lisna menangis, mengeluarkan banyak air mata.


"Beruntung aku belum menikah dengan mu. Karena aku yakin..kau sudah tidak perawan lagi." ucap Stev tegas.


"Rencana pernikahan kita....ba...tal...." ucap Stev yakin.


"Hahahahaha.....hahahahaha...." Lisna tertawa keras, bukan karena dia bahagia, namun merasa sakit hati dan hancur.


"Pantas saja Lucifer marah dan menjauh dari mu, karena kau bodoh. Kau tidak bisa percaya dengan orang lain, tapi kau memaksakan orang lain untuk percaya pada mu. Apa kau pikir itu adil?" balas Lisna.


"Aku salut pada Eva dan Lucifer, begitu banyak halangan mereka, tapi mereka saling percaya. tidak seperti kau!!" teriak Lisna menunjuk dada Stev dengan keras.


"Oh....jadi kau menyukai Lucifer, hah?" tanya Stev semakin marah.


"Ckckckckckc......Stev.. Stev, kau lihat kan? sifat mu itu sekarang. Jangan sampai kau menyesal dengan tingkah mu ini Stev." Lisna menggelengkan kepala nya.


"Justru aku akan menyesal kalau aku menikah dengan mu." balas Steven.


"Kau tidak layak mendapatkan cinta ku....


BBBRRAAAKKKKKK.......


Pintu kamar Steven terbuka secara paksa. Membuat Steven dan Lisna terkejut.


"Tuan Lucifer?" tanya Lisna.


Sementara Lucifer melihat Lisna dengan tatapan tajam, marah, emosi, dan membunuh.


"Aku harap tuan Lucifer bisa mengendalikan emosi nya." gumam Aris yang juga berada di belakang Lucifer.

__ADS_1


***************


"Jadi wanita itu sudah berada di Singapura?" tanya Revand.


"Benar tuan, anak buah Marvel membawa nya." jawab anak buah nya.


Mereka terhubung dalam panggilan telepon.


"Bagus, semakin menarik. Tetap awasi, dan bawa gadis itu ke sini." suruh nya.


"Tapi tuan.....


"Ada apa?" tanya Revand.


"Mereka menjaga nya dengan sangat ketat." jawab anak buah nya.


"Lalu? apa kalian tidak bisa?" tanya Revand tidak senang.


"Aku akan membunuh kalian kalau sampai gagal." ancam Revand.


Revand menutup panggilan nya secara sepihak.


"Hahahahaha....aku akan mengadu domba mereka. Satu peluru mengenai dua sasaran." gumam Revand.


************


"Ada apa tuan Lucifer?" tanya Lisna.


PPLLLAAKKKK......PPLLLAAKKKK....


Lucifer memberikan dua tamparan di wajah Lisna. Steven dan Aris terkejut.


"Lucifer apa yang kau lakukan?" Steven mendorong tubuh Lucifer.


BBBRRUUUGGHHHH.....


Kini giliran Steven mendapatkan pukulan dari Lucifer. Hingga tubuh nya terlempar ke lantai.


Darah keluar dari bibir Lisna dan Steven. Sepasang kekasih yang mendapatkan siksaan dari seseorang yang kerasukan iblis itu.


Lucifer mendekati Lisna yang kesakitan mememegang pipi nya.


"DI MANA DIA???" tanya Lucifer menekan suara nya sambil mencekik leher Lisna.


"Aaaa.....aaaaa..hhhh...." Lisna kesulitan bernafas.


"Tuan, kendalikan emosi anda. Lepaskan dia tuan." Aris berusaha melepaskan genggaman Lucifer.


"Anda bisa membunuh nya." teriak Aris.


Lucifer tidak perduli. Tatapan nya semakin tajam, merah karena kebencian dan emosi. Sementara Lisna wajah nya juga sudah memerah.


Aris dan Steven segera menolong Lisna.


.


.


.


WAH....KASIHAN NIH LISNA, SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA. SUDAH DI HINA CALON SUAMI NYA MALAH HENDAK DI BUNUH SUAMI SAHABAT NYA.


APA YANG AKAN TERJADI??

__ADS_1


MOHON LIKE , TIP N VOTE YA.


TERIMAKASIH...


__ADS_2