SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 278


__ADS_3

Aris dan Rihana sedang bersiap-siap menuju kediaman Hendra yang mengundang mereka makan malam bersama.


“Ri, apa kamu sudah selesai?” Tanya Aris yang sudah berada di depan Tv.


“Bentar lagi, aku lagi sisiran.” Jawab Rihana.


“Sayang, kita naik apa? Motor atau mobil?” Tanya Rihana.


“Pakai mobil kamu aja.” Jawab Aris sedang memainkan ponsel nya.


“Kenapa tidak naik motor saja?” Tanya Rihana.


“Jangan, ini kan sudah malam, nanti kamu bisa masuk angin.” Ucap Aris.


“Iya juga sih.” Rihana selesai berdandan.


Rihana yang selama di tempat Aris, tidur di kamar Aris.


Sementara Aris tidur di sofa, tentu saja dia tidak keberatan.


“Aku sudah siap. Ayo… aku udah lapar sekali.” Rihana mengambil tas dan keluar dari kamar.


“Aku kan sudah bilang kamu makan dulu, tapi kamu nya gak mau.” Ucap Aris.


“Aku gak mau nanti jadi kenyang dan gak bisa makan.” Jawab Rihana.


“Kamu yang bawa mobil nya?” Tanya Rihana.


“Tentu saja, mana kunci nya.” Aris berdiri dan meminta kunci.


“Itu ada di atas meja sayang.” Rihana pun ikut berdiri.


“Ayo jalan, oh ya…jangan lupa tolong kunci rumah nya.” Suruh Aris.


Rihana menganggukkan kepala.


************


“Citra, sebaik nya kamu mandi dulu, sebentar lagi Aris akan datang.” Suruh Hendra.


“Aa juga mandi lah. Kan ada kamar mandi kan di kamar nya?” balas Citra.


“Kalau Aa mandi, nanti siapa yang jaga makanan ini? Kalau hilang atau ada yang mencuri nya gimana?” Tanya Hendra.


“Hhhmmm…. Aa, justru aku tuh takut ninggalin makanan ini sendirian dengan Aa Hendra, yang ada aka nada bagian yang hilang.” Ledek Citra.


“Hahaha…. Kok gitu ngomong nya, atit ati Aa nih…” hendra merasa tertangkap basah.


“Citra kan tahu, Aa tuh paling doyan makan.” Jawab Citra.


“Ya udah, kalau gitu ayo kita mandi bersama.” Ajak Hendra.


“Apa? Mandi bersama? Aa….


“Apa yang kamu pikirkan? Kamu mandi di kamar mandi kamar mu, Aa di kamar mandi sendiri. Ckckckckckc…. Jorok mulu pikiran nya.” Potong Hendra.


***********


Di rumah sakit, Steven masih sibuk mengurusi pasien nya.  Bahkan tidak sempat menghubungi isteri nya Lisna. Beristirahat pun tidak.


“Dokter Steven, pasien di ruang nomor 08, keadaan nya kumat lagi.” Ucap seorang perawat.


“Iya, aku akan datang kesana. Kau urus dulu sampai aku di sana.” Jawab Steven yang tampak sangat sibuk.


Si perawat pun pergi meninggalkan Steven.


“Hhhhuufftttthhh… lelah sekali. Kenapa belakangan ini banyak sekali pasien yang masuk rumah sakit? Kalau begini terus bagaimana aku bisa ada di samping Lisna?” Steven membuka kacamata nya.

__ADS_1


Steven menyandarkan kepala nya di atas meja, mengambil waktu untuk beristirahat beberapa menit.


Di ambil ponsel dan mencoba menghubungi isteri nya.


“Hallo Stev..” Lisna menjawab panggilan telepon nya.


“Lisna, bagaimana keadaan mu? Apa masih mual?” Tanya Steven yang merasa khawatir.


“Tidak terlalu. Apa kamu sudah makan? Jangan terlambat makan sayang.” Ucap Lisna dengan suara pelan.


“Nanti aku makan. Sayang, bagaimana kalau mama dan papa kita undang datang kerumah? Biar ada yang menjaga mu?” Tanya Steven.


“Boleh, sebenar nya aku juga ingin bertanya seperti itu pada mu, tapi aku tidak mau mengganggu kesibukan mu.” Jawab Lisna.


“Sayang, tolong apa yang kau ingin kan, kau katakan padaku. Aku memang sibuk dengan pekerjaan ku tapi aku tidak mau mengabaikan isteri ku.” Ucap Steven memijit pelipis nya.


Lisna tersenyum.


“Iya, aku mengerti.” Jawab Lisna.


“Ingat, kita sudah menikah dan menjadi suami isteri, sebentar lagi akan menjadi papa mama untuk anak-anak kita. Jadi jangan ada yang di pendam lagi.” Ucap Steven.


“Iya Stev, maafkan aku. Aku akan lebih terbuka pada mu. Terimakasih.” Jawab Lisna.


“Dok, pasien nya sedang menunggu anda.” Si perawat masuk lagi.


“Baik…..aku akan kesana.” Jawab Steven.


“Lisna, aku lanjut kerja dulu ya. Kalau ada apa-apa, jangan ragu menghubungi ku.” Ucap Steven.


“Iya, semangat ya..” Lisna memberikan semangat pada suami nya.


Steven menutup obrolan nya.


“Aku ingat dulu saat Eva hamil, Lucifer bisa meninggalkan pekerjaan nya, dan menomor satukan Eva. Tapi kenapa aku tidak bisa? Apa karena aku tidak memiliki sahabat-sahabat seperti Aris dan Hendra? entah kenapa aku


**********


Aris dan Rihana sudah berada di depan rumah Hendra.


“Seperti nya mereka sudah datang.” Ucap Hendra yang mendengar suara mobil yang berhenti di depan rumah nya.


TTOOKKK…….TTTOOOKKKK….TTOOOOKKK…..


Terdengar suara ketukan pintu dari luar.


“Biar Aa yang buka.” Hendra berdiri dan segera membuka pintu.


Citra sudah menunggu di meja makan. Dia penasaran ingin bertemu dengan Aris yang sudah dianggap seperti kakak laki-laki nya.


CCEEKKLLLEEEKKKK….


“Akhir nya yang di tunggu-tunggu datang juga. Silahkan masuk.” Tebak Hendra.


Aris dan Rihana masuk.


“Hallo Hend.” Sapa Rihana tersenyum.


“Hay Rihana, wah ternyata panjang juga ya.” Ucap Hendra.


“Apa nya yang panjang?” Tanya Rihana yang tidak mengerti maksud Hendra.


“Sudah lah lupakan saja. Ayo masuk dan duduk.” Ajak Hendra.


“Aa Aris….” Citra berdiri menghampiri Aris, memeluk nya.


“Aa akhir nya datang. Bagaimana keadaan nya?” Tanya Citra.

__ADS_1


“Seperti yang Citra lihat, kamu datang nya dari jam berapa?” Tanya Aris.


“Tadi siang.” Jawab Citra.


“Ini siapa? Pacar nya Aa Aris?” Tanya Citra melihat wanita yang berdiri tidak jauh dari Aris.


“Iya. Rihana.” Jawab Aris.


“Hallo, salam kenal. Aku Citra.” Citra mengulurkan tangan nya.


“Hallo juga, aku Rihana. Salam kenal juga.” Rihana mengulurkan tangan nya.


Mereka bersalaman dengan perasaan yang senang.


“Sudah…sudah…sudah cukup ngobrol nya. Ayo kita makan. Aku sudah lapar sekali.” Ajak Hendra.


“Iya, aku juga sudah lapar. Sengaja tidak makan dari rumah.” Jawab Rihana.


“Kalau begitu duduk. Makanan nya sudah di atas meja, jadi tidak perlu lagi kedapur. Piring, gelas, sendok sama rak-rak nya sudah di bawa ke sini.” Ucap Hendra.


Citra dan Rihana tertawa kecil.


***********


“Selamat malam dokter Isabella, apa kabar?” pesan WA untuk Isabella dari Revand.


“Aaaaakkkkhhhh…. Pesan nya sudah terkirim…bagaimana ini…” teriak Revand di dalam kamar.


“Masih bisa di hapus gak ya?” Revand berusaha ingin menghapus pesan yang sudah terkirim.


“Whaaatttttt……. Sudah di readdd…..???? gaawwaaattttt……. ” Revand panik.


Dia melmpar ponsel nya di atas tempat tidur. Merasa tidak berani untuk melihat nya lagi.


Dia berdiri, panik tangan nya memegang kening, mondar-mandir.


TTIINNGGG…..


Bunyi suara pesan WA yang masuk.


Revand langsung cepat melihat ponsel nya.


“Ada pesan masuk? Dari siapa ini?” gugup.


Di lihat nya secara perlahan, seperti mengintip.


Penasaran, siapa yang mengirim pesan pada nya.


.


.


.


Vitrin Delpiero (Readers) : “ Thor libur ya? PHP mulu dah ah.”


Athor : “ Maaf ya, aku baru libur hari ini kok. Aku juga butuh istirahat.tapi besok sudah up.”


Ratna (Readers) : “ Ha anak buah mafia di suruh ngulek, aduh thor kamu bikin aku senyum sendiri ngebayangin si Hendra yang biasa pegang senjata nah sekarang di suruh calon bini nya pegang ulekan.”


Author : “Aku juga lucu saat mengetik nya. Gak tahu kenapa bisa ngetik kayak gitu. Hehehehe .”


Solaichah Solaichah (Readers) : “ Duh Citra imut banget sih, kalau Rosalinda cantik and anggun banget.”


Author : “ Siapa Rosalinda?”


Nurfauziah Siti (Readers) : “ Semangat terus thor…..suka banget sama cerita nya…. Ngga ngebosenin sampe setia nungguin lanjutan up nya. Bagus banget cerita nya.”

__ADS_1


Author : “ Terimakasih ya. Aku akan tetap semangat.”


__ADS_2