
“Apa Hendra yang menghianati tuan Lucifer?” Tanya Miranda pada suami nya, Andreas.
Lucifer berdiri di antara Aris dan Hendra. Pisau masih berada di tangan nya.
Tiba-tiba….
“Tuan, saya bukan penghianat. Saya bukan penghianat tuan.” Ucap Hendra menahan tangis.
Lucifer hanya diam, dan melihat Hendra.
“Aku tidak menyangka dia berani menghianati tuan Lucifer.” Bisik mereka.
“Anda adalah majikan saya, anda sudah menyelamat kan saya, jadi saya tidak mungkin menghianati anda. Tolong percaya pada saya.” Ucap nya menangis.
Lucifer mengepalkan kedua tangan nya dengan sangat keras.
Hendra semakin menangis, bahkan bahu nya bergoyang karena tangisan nya.
Lucifer meremas erat ujung jas yang dia pakai.
“Jangan bunuh saya tuan, saya takut mati. Tolong jangan bunuh saya.” Mohon Hendra menangis.
Aris saja juga sedih dan tidak menyangka kalau sahabat seperjuangan nya berani menghianati tuan Lucifer.
“Kenapa kau melakukan itu Hend?” gumam Aris yang juga mengepalkan tangan nya.
Hendra mengusap air mata nya dengan lengan baju, membuat nya menjadi sangat basah.
Hendra melihat pisau yang masih di pegang Lucifer, dengan posisi berada di hadapan nya. Semakin keras tangisan Hendra.
“Aris, saya tidak menghianati tuan Lucifer, tolong percaya lah pada ku…..
BBRRUUUGGHHHHH……..
Lucifer memukul keras wajah Hendra. Membuat tubuh Hendra terlempar mengenai tubuh anak buah nya yang lain yang sedang berbaris sama seperti nya. Hendra berusaha
berdiri lagi dengan sisa tenaga. Lalu berjalan ke arah Lucifer.
“Tuan, saya tidak menghianati a……
BBBBRRRUUGGHHH…..
Lagi Lucifer memukul nya sampai terlempar lagi, sama seperti sebelum nya.
“Aris, bawa dia ke ruang tahanan, aku ingin mengintrogasi nya!” teriak Lucifer.
“Baik tuan.” Jawab Aris dengan sedikit lemas.
Aris membantu Hendra berdiri dan membawa nya ke ruang tahanan, Lucifer sudah berjalan lebih dulu.
Anak buah nya yang sedari tadi berdiri, dapat bernafas dengan lega. Bahkan ada yang sampai duduk di lantai.
“Aku hampir saja kencing di celana. Aku takut pisau nya menggorok leher ku.” Ucap salah satu dari mereka.
“Sama, aku juga. Benar-benar sangat takut sekali. Aku sampai merindukan anak dan isteri ku, takut kalau tidak akan bisa bertemu dengan mereka.” Ucap rekan nya yang lain.
**********************
Di ruangan pribadi Lucifer sudah ada Aris dan Hendra.
Lucifer berdiri mengamati kamera pengintai yang sudah terpasang di ruangan meeting itu.
“Tuan, bagaimana dengan…..Hendra?” Aris memberanikan diri bertanya.
Lucifer kembali melihat Hendra. Berjalan menuju arah Hendra.
“Hhhhhuuuaakkk……tuan, saya tidak menghianati anda…hhuuuakk…” tangis Hendra.
__ADS_1
Lucifer masih diam.
“Saya tidak berani menghianati anda. Tolong percaya pada saya.” Ucap nya.
Hendra memeluk kaki Lucifer sambil menangis. Bahkan air mata nya sudah membasahi celana Lucifer di bagian kaki nya.
“Lepaskan kaki ku Hendra.” suruh Lucifer menggoyangkan kaki nya.
Hendra tidak melepaskan, malah semakin erat memeluk kaki majikan nya sambil memohon dan menangis.
“Hendra….lepaskan!” Lucifer mendorong Hendra jatuh kebelakang.
Hendra berdiri, menangis dan memohon lagi.
“Tuan, saya bersumpah, saya tidak menghianati anda. Saya……
“Hahahahahahah…….Hahahahahahahaha……Hahahahahahahaha” Lucifer
tertawa sangat keras.
Aris dan Hendra heran melihat Lucifer yang tertawa keras.
Lucifer tertawa lagi sambil memegang perut nya.
“Tu….tuan?” panggil Hendra heran.
“Ada apa dengan nya?” Tanya Hendra pada Aris.
Lucifer tertawa sampai mengeluarkan air mata nya. Setelah puas tertawa, dia mengusap air mata tawa nya itu. Mengatur nafas untuk mulai berbicara.
Dan dua anak buah nya masih berdiri dengan heran dan khawatir.
Salah satu tangan Lucifer memegang pinggang, dan satu nya lagi memegang bahu Hendra. Hendra terkejut apa yang di lakukan Lucifer.
“Eehheemm…. Aku tahu kau tidak akan menghianati ku Hendra.” ucap Lucifer mulai berbicara masih menahan tawa.
“Iya, aku percaya pada mu. Aku tahu kau sangat setia. Kau dan Aris adalah orang yang sangat aku percaya.” Ucap nya lagi.
“Hhhuuuuaaaaakkkkkkk……lalu kenapa anda berdiri di depan saya tuan???” Tanya nya malah menangis.
“Siapa yang berdiri di depan mu be*o?” Teriak Lucifer menujuk kening Hendra.
“Anda berdiri di…..
“Aku ingin meminta ponsel Aris, tapi kenapa kau malah berteriak? Pake acara nangis lagi.” Ucap Lucifer.
“Hahahahahahaha…….hahahahahaha…..hahahahaha” Aris tertawa.
“Hahahahahaha…..hahahahahaha…..hahahahaha…” Lucifer pun ikut tertawa.
Hendra masih seperti tidak percaya, melihat dua orang terdekat nya menertawai nya.
Hendra bengong, tidak berekspresi. Aris dan Lucifer masih terkekeh.
“Berhenti menangis! Hapus air mata mu itu, udah kayak bocah di curi permen nya. Kau laki-laki atau perempuan? Narendra saja tidak seperti itu. Dasar cengeng. Berapa umur mu?” Tanya Lucifer.
Hendra masih diam, bengong.
“Disana aku menahan tawa sampai aku menggigit bibir ku,mengepalkan tangan ku. Dan kau? dengan tampang mu itu merengek pada ku.” Ucap Lucifer.
“Pppppfffftthhh…” Aris menahan tawa nya.
“Bagaimana aku tidak menangis tuan, anda seperti malaikat maut yang mengambil nyawa orang tanpa memberitahu dan tiba-tiba saja pisau anda sudah main potong.” Jawab Hendra dengan berani.
“Ppppffthhh…” Aris dan Lucifer menahan tawa.
“Ya sudah lah. Aku minta maaf.” Lucifer memegang kedua bahu Hendra.
__ADS_1
Lucifer memeluk Hendra, bukan nya diam Hendra malah kembali menangis lagi.
PPPLLEETTAAKKK…….
“Aku bilang diam…” lucifer memukul pelan kepala Hendra.
“Hahahahahahahahahaha.” Aris kembali tertawa.
Lucifer melihat Aris, dan melihat Hendra.
“Heran aku, yang satu tertawa yang satu menangis. Ckckckckckckc….” Ucap nya menggelengkan kepala.
*************
Setelah beberapa menit kemudian.
“Tuan, lalu bagaimana dengan rencana anda?” Tanya Aris.
Lucifer berdiri, menunjukkan layar CCTV nya.
Di putar nya rekaman saat mereka mulai meeting.
“Aris, tangkap mereka.” Suruh Lucifer melingkari beberapa orang yang menghianati nya.
“Dan suruh Ceons ke sini.” Suruh nya lagi.
“Baik tuan.” Jawab Aris ingin keluar dari ruangan itu.
“Tunggu, kau punya nomor Eva?” Tanya nya.
“Punya tuan.” Jawab Aris.
“Berikan ponsel mu. Aku ingin menghubungi Eva.” Pinta nya.
Setelah Aris memberikan ponsel nya, dia segera pergi untuk melakukan tugas nya.
“Lalu saya, apa yang harus saya lakukan tuan?” Tanya Hendra yang belum mendapatkan tugas.
“Pppffthh… ”Lucifer melihat Hendra seketika menahan tawa.
“Kau diam saja di sini. Minum kopi dulu kau. Kalau kau mengikuti Aris, target akan curiga.” Suruh nya.
“Nanti kau bantu Aris mengikat target, aku akan mengintrogasi mereka.” Suruh nya.
“Baik tuan.” Jawab nya dengan tegas.
Lucifer mencari nomor ponsel Eva.
“Eva isteri bos?” ucap nya setelah melihat nomor Eva yang di simpan.
“Aku juga punya nomor Eva tuan, aku menulis nya ‘Eva bodoh’.” Ucap Hendra santai.
Lucifer melihat nya dengan tatapan marah.
“Ma…maafkan saya tuan.” Ucap hendra menundukkan wajah nya.
Lucifer menggelengkan kepala nya. Kemudian mencoba kembali menghubungi Eva..
.
.
HENDRA SANGAT KETAKUTAN, TAPI LUCIFER DAN ARIS MALAH MENERTAWAKAN NYA.
APAKAH BAGIAN INI LUCU MENURUT KALIAN?
JANGAN LUPA, LIKE N VOTE YA.
__ADS_1
TERIMAKASIH