SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 194


__ADS_3

Setelah mengetahui di mana orang yang di cari nya, Lucifer langsung menghampiri. Kedua tangan sudah di kepalkan.


"Hey, lihat si om datang tuh." tunjuk salah satu rekan si pembuat masalah.


"Bagus, seperti nya dia mau nantangin kita." ucap rekan nya yang lain.


Mereka berdiri, juga mengepalkan tangan bersiap untuk menyerang.


"Hey om, ada apa? apa kau mau berkelahi dengan kami?" tanya salah satu dari mereka.


Lucifer tidak menjawab, tatapan nya yang tajam membuat sebagian dari mereka mulai ketakutan.


"Oiii....orang tua, jangan sok hebat, aku baru keluar dari penjara." tantang nya lagi.


Banyak orang yang merasa suasana mencekam. Menunjuk Lucifer dan lawan nya.


Rekan-rekan nya tertawa, mengejek bahkan menunjuk dengan lancang. Tapi Lucifer, tetap diam, dan tatapan nya mengunci target.


"Ada apa? apa yang mereka lakukan?" bisik orang-orang yang berada di lokasi.


"Bro, si om ini kelihatan nya banyak duit, lebih baik kita minta uang nya dan kita lepaskan saja. Kasihan." ucap rekan nya.


Orang itu mendekati Lucifer, mencoba dengan berani meminta uang Lucifer.


"Om, kami akan melepaskan mu asalkan....


BBBRRUUGGHHHH......………


Lucifer memberikan pukulan pertama pada orang yang mendekati nya, tanpa menyelesaikan kalimat nya.


Orang itu kesakitan, memegang bibir yang mulai mengeluarkan darah.


"Bren***k..." dia mencoba membalas pukulan nya.


BBRRUUUGGHHHH......


Lucifer langsung memberikan pukulan kedua dengan orang yang sama.


"Uuhhuukk.....uuhhuukk....uuhhuukk...." rintih kesakitan lawan Lucifer.


Rekan nya yang lain mencoba menolong, mereka menyerang keroyokan. Membentuk lingkaran, dan Lucifer berada dalam lingkaran tersebut.


"Hhmmm....ckckckckck...." seringai Lucifer menggelengkan kepala.


*****************


"Kok Adam lama ya? apa dia lagi sakit perut atau tersesat?" tanya Eva yang gelisah.


"Iya ya? coba kamu hubungi dulu lah." respon Lisna.


"Tapi dia meninggalkan Hp nya." ucap Eva menunjukkan Hp milik suami nya.


Steven hanya duduk santai.

__ADS_1


"Stev, coba cari dulu lah si Adam nya." suruh Eva.


"Tenang aja, mungkin dia lagi ada urusan. Sebentar lagi juga datang." ucap Stev.


Eva dan Lisna menatap sinis pada Stev yang terlalu menganggap remeh. Membuat Stev jadi salah tingkah.


"Ck....iya iya, aku pergi mencari nya. Susah memang kalau sudah berhadapan dengan wanita-wanita ini." gerutu Stev bangkit dari kursi nya.


"Gitu donk. Dari tadi kek." ucap Lisna.


Steven pergi, meninggalkan mereka berdua.


"Eh Va, gimana? udah ada tanda-tanda bibit nya si Lucifer belum?" tanya Lisna.


"Ssttt...pelan kan suara mu. Malu tahu." Eva meletakan jari telunjuk di depan bibir nya.


"Ya elah, ngapain malu sih. kan dia suami mu." ucap Lisna.


"Gimana? udah ngisi belum? udah berapa bulan?" tanya Lisna beruntun.


Eva menatap risih pada sahabat nya.


"Belum nih. Masih mencoba." ucap Eva dengan senyum kecil menahan gugup.


"kok belum sih? biasa nya tuh langsung jadi loh. Atau....tuan Lucifer gak handal ya?" ledek Lisna.


PPLLEETTAAKK......


Eva menjitak kepala sahabat nya. Lisna membalas dengan tawa kecil.


"Idih...segitu amat jawab nya, tersinggung ya?" ledek Lisna.


"Dikit sih. Lagi pula kalau anak itu kan tergantung dari Tuhan. Kapan di kasih kita ya terima. Bukan nya tidak berusaha." jawab nya lagi.


"Kau saja kalau nanti sudah menikah, pasti gerah kalau di tanya seperti itu. Menyebalkan." ucap nya.


"Udah...udah.. jangan marah. Nanti kalau Lucifer tahu kau kesal, aku juga nanti yang di hajar, bisa di stop aliran gaji." ucap Lisna meledek.


**************


"Ramai banget. Ada apa di sana?" ucap Stev.


Stev langsung menghampiri kerumunan itu.


"Permisi....permisi ya." Stev mencoba untuk lebih maju, memastikan apa yang sedang terjadi.


"Wwhhaatt....Luci...?" gumam Stev setelah melihat siapa yang mengakibatkan kerumunan itu.


Stev tidak melerai, dia hanya ikut sebagai penonton seperti yang lain. Tidak ada yang berusaha melerai, termasuk petugas keamanan.


"Rasain, hahahahaha...suruh siapa sok jago. Gak bisa lihat lawan sih." ucap Stev dengan senyum senang nya.


Ibu-ibu yang mendengar ucapan Stev merasa tidak suka.

__ADS_1


"Eh mas, kenal gak dengan mas yang ganteng itu?" tanya ibu tersebut.


"Gak kok bu." jawab Stev.


Stev pindah tempat, menghindar dari ibu-ibu pecinta cowok tampan.


Lucifer memukul dengan tenang, tidak ada satu dari mereka yang berhasil memberikan pukulan di tubuh Lucifer. Enam lawan satu. Babak belur, gigi copot, darah keluar dan memar-memar.


Stev merasa sudah cukup, harus di hentikan. Dia menghampiri Lucifer.


"Bro, udahan bro. Keburu mati anak orang." ucap Stev melerai.


Lucifer melihat Stev yang santai menahan kepalan tangan Lucifer yang kuat.


"Tuh, si isteri tersayang mu khawatir dengan mu. Ayo kembali." ajak Stev menarik tangan Lucifer untuk mengikuti nya.


Salah satu dari geng pembuat masalah itu dengan langkah cepat ingin menusuk kan pisau yang ada di pinggang nya.


"Aakkkkhhh....." teriak nya.


Lucifer ternyata memberikan tendangan terakhir nya yang sangat keras. Membuat orang itu terlempar sedikit jauh.


Lucifer ingin memberikan pukulan lagi...


"Sudah...sudah ya...nanti isteri mu di sana resah dan gelisah menunggu mu. Ayo.." bujuk Stev.


Lucifer menuruti ajakan Stev. Mereka berjalan bersama ke tempat pasangan nya. Kerumunan sudah kembali normal. Enam orang itu menahan sakit, tapi tidak berani untuk membalas lagi. Mereka tahu, lawan nya sangat kuat.


"Kau ini, tidak bisa sama sekali menahan emosi. Baru di bikin seperti itu aja udah langsung membalas." ucap Stev.


Lucifer menatap sinis Stev, tidak suka dengan perkataan teman nya.


"Sebaik nya kau kendalikan emosi mu Luci, supaya tidak berimbas lebih luas lagi." nasehat Stev.


Lucifer menghentikan langkah nya.


"Ada apa? kenapa berhenti? marah? mau memukul ku juga?" tanya Stev.


"Hhmmm.....Stev, kau belum tahu arti nya cinta. Rasa cinta ku pada isteri ku lebih besar dari nyawa ku. Bahkan aku bisa membunuh mu sampai 10 kali kematian mu, aku akan melakukan nya." ucap Lucifer.


"Suatu saat, kalau kau mencintai seseorang, kau akan mengerti dan akan melakukan hal yang sama seperti ku." ucap nya lagi.


"Tapi Luc, Eva juga pasti tidak suka kau seperti itu, lagi pula hanya masalah sepele kau bertindak gegabah." balaa Stev.


"Tutup mulut mu Stev!! Eva sangat benci dengan balon, dia trauma!!. Pipi nya merah karena terkena balon itu. Dan kau menyuruh ku diam? tenang? apa kau akan melakukan diam kalau Lisna akan di perlakukan seperti itu?" teriak Lucifer.


.


.


.


DUKUNGAN LIKE N VOTE NYA YA...PLEASE...

__ADS_1


TERIMAKASIH...


__ADS_2