
Di apartemen Lucifer....
Eva terbangun dari tidur nya setelah melakukuan kegiatan 'int*m dengan suami nya.
"Hhooaammm....di mana Adam?" tanya Eva meregangkan tangan nya.
Eva turun dari ranjang menuju kamar mandi. Dengan menggunakan selimut sebagai penutup tubuh nya.
"Aduh...sakit banget. Banyak banget gigitan si Adam nih." Eva sekilas melewati cermin.
"Sayang, apa kamu di dalam?" tanya Eva mengetuk pintu.
"Iya, apa kamu sudah bangun?" sahut Lucifer.
"Kalau aku belum bangun, aku tidak mengetuk pintu donk sayang." balas Eva.
"Oh iya....masuk aja, gak di kunci kok." ucap Lucifer.
Eva perlahan membuka pintu, dan masuk.
"Hai sayang." sapa Lucifer yang sudah berada di dalam bath up.
"Sini masuk." ajak nya.
Eva tercengang dengan tingkah dan ekspresi suami nya.
"Enggak ah, nanti kamu menggigit ku lagi." tolak Eva pelan.
"Enggak kok, aku kan sudah puas, jadi tidak akan menginginkan nya untuk saat ini." jawab Lucifer.
"Puas? apa hanya saat itu saja? berarti yang sebelum-sebelum nya tidak puas?" ledek Eva.
"Tentu saja aku puas. Setiap bermain dengan mu aku selalu puas kok. Cepat kesini." pinta Lucifer.
Eva perlahan masuk, belum membuka semua selimut nya.
Lucifer membantu memberikan tangan nya agar di pegang Eva dan tidak tergelincir.
"Kau lihat ini, bekas gigitan mu banyak sekali." tunjuk Eva setelah duduk di depan Lucifer.
"Sakit tidak?" tanya Lucifer menyentuh bagian yang di gigit nya.
"Sedikit." jawab Eva.
"Maafkan aku, sini biar aku pijit pelan." ucap Lucifer.
"Kau janji tidak akan melakukan nya kan? tubuh ku masih kesakitan loh." pinta Eva.
"Tentu sayang. Aku hanya ingin memijit, dan memandikan mu. Itu saja." ucap Lucifer.
Eva membiarkan tubuh nya di pijit, sekarang posisi nya dia membelakangi Lucifer.
*****************
"Tuan Marvel." seorang wanita menghampiri Marvel.
Marvel menoleh melihat ke arah wanita itu.
"Kemari lah, aku akan memberikan mu arahan." suruh Marvel.
Wanita yang sebagai 'Lisna' itu datang, duduk di tempat yang di suruh Marvel.
__ADS_1
"Kau tahu tugas mu kan?" tanya nya.
"Sudah tuan." jawab 'Lisna'.
"Bagus. Kau harus tahu kalau banyak anak buah Lucifer sedang mengawasi. Lakukan secara perlahan. Sudah lihat video nya?" tanya Marvel lagi.
"Sudah tuan. Dan sudah saya pelajari." jawab 'Lisna'.
"Besok kau ke Indonesia, Biyan sudah mempersiapkan semua nya. Kalau kau bisa membawa gadis itu ke sini, aku akan memberikan mu bonus." janji Marvel.
"Baik tuan. Saya akan melakukan nya dengan baik." ucap gadis itu.
*************
"Bagaimana? apa sudah ketemu?" tanya Vicky.
"Belum tuan. Menurut jejak yang kami temukan, ada dua mobil yang terlibat penculikan nona Cleo." ucap anak buah nya.
"Segera lakukan pencarian lagi." suruh Vicky.
Vicky segera menutup Hp nya.
"Di mana kamu Cleo? aku harap kamu baik-baik saja." ucap Vicky.
"Apa, apa aku tanya saja dengan kak Lucifer?" gumam Vicky.
Vicky tiba-tiba teringat dengan Lucifer.
***********
Cleo sadar dari bius yang di semprotkan pada nya. Masih di dalam mobil bagian belakang. Kaki dan tangan di ikat. Mulut di tutup.
"Kenapa aku ada di sini? siapa mereka? apa yang mereka lakukan?" gumam Cleo.
"Di mana kita akan membunuh nya?" tanya rekan si penculik.
"Kita bawa dulu dia ke jalan XXX, di situ sepi, setelah kita bunuh, baru kita buang mayat nya di tempat ramai." jawab rekan nya.
"Apa? siapa yang ingin mereka bunuh? apakah itu aku? kenapa? kenapa mereka mau membunuh ku?" gumam Cleo ketakutan.
Cleo tidak melakukan pergerakan. Sesekali dia mengintip. Dan pura-pura masih belum sadar. Mereka tidak menyadari itu.
Tidak jauh dari kaki Cleo, tas berwarna silver milik nya berada. Secara perlahan menggeserkan dengan ujung kaki nya.
"Aku gak boleh mati dengan cara seperti ini. Aku harus menghubungi Vicky." gumam Cleo.
************
Lucifer mengeringkan rambut Eva dengan Hairdryer. Mereka hanya memakai jubah mandi berwarna putih.
Mengacak rambut Eva secara perlahan agar cepat kering. Eva tersenyum. Senang dengan perlakuan suami nya. Lucifer melihat senyuman Eva di depan cermin. Dan dia pun ikut tersenyum.
"Bagaimana dengan pelayanan ku sayang?" bisik Lucifer di telinga Eva.
Eva berpura-pura seperti berpikir. Lalu membalas dengan tersenyum, melihat Lucifer dari cermin.
"Lumayan." jawab Eva.
"Lumayan? kenapa lumayan?" ucap Lucifer.
"Lalu harus bagaimana?" tanya Eva.
"Sempurna. Kau harus bilang pelayanan ku sempurna." ucap Lucifer.
__ADS_1
"Bukan nya aku yang melayani mu...sayang?" ledek Eva.
"Hahahahahaha....pintar...pintar sekarang kau menjawab ya." tawa Lucifer.
"Iya donk." Eva membalas dengan senyum.
Lucifer melanjutkan dengan menyisir rambut Eva. Rambut yang lembut, perlahan-lahan di sisir.
"Sayang. Aku boleh minta sesuatu?" tanya Eva.
"Mmmmmm..apa itu sayang?" tanya Lucifer yang masih fokus menyisir rambut Eva.
"Ajari aku menggunakan senjata. Khusus nya pistol." pinta Eva.
Lucifer menghentikan kegiatan nya. Tidak ada jawaban yang di berikan. Masih diam.
Eva merasa kalau permintaan nya tidak akan di berikan.
"Tapi kalau tidak bisa juga tidak apa-apa sayang. Gak usah di pikirkan." ucap Eva merasa tidak enakan.
Lucifer merespon dengan senyum. Melanjutkan kegiatan yang sempat terhenti.
"Aku akan mengajari mu sayang. Tunggu aku ada waktu, aku akan mengajari mu. Bukan hanya pistol saja, pisau yang biasa aku gunakan akan aku ajar kan." ucap Lucifer.
"Benar kah sayang?" Eva memutar tubuh nya sehingga berhadapan dengan Lucifer.
"Tentu. Aku rasa, masuk akal jika kau mempelajari nya. Buat perlindungan diri mu." ucap Lucifer.
"Yesss....Aku sangat senang. Lalu aku ingin belajar bawa mobil." ucap Eva menambahkan.
Ekspresi wajah Lucifer berubah. Mengernyitkan dahi nya.
"Tidak sayang. Kalau bawa mobil aku tidak ijinkan. Tidak boleh. Apapun alasan nya, tidak di ijinkan." jawab Lucifer sambil menggoyangkan jari telunjuk nya ke kiri dan ke kanan.
Awal nya wajah Eva cemberut, tapi dia tidak mempermasalahkan nya. Wajah nya berubah senang.
"Oke, gak jadi belajar mengemudi mobil. Tapi yang tadi benar kan?" tanya Eva lagi.
Lucifer membalas dengan menganggukkan kepala nya.
Tiba-tiba Hp milik Lucifer berdering. Lucifer mengabaikan, dia tetap melanjutkan menyisir rambut panjang Eva.
Berdering lagi.....
Masih di abaikan...
Berdering lagi....
"Sayang ku, Hp mu bunyi dari tadi loh. Kenapa tidak di angkat?" tanya Eva.
"Abaikan saja sayang. " jawab Lucifer memberi senyum.
"Tapi sayang, itu seperti nya sangat penting. Angkat lah." suruh Eva.
Lucifer tidak bisa menolak perintah Eva. Dia mengambil Hp.
"Vicky?" gumam Licifer.
"Ada apa?" tanya Lucifer cuek.
"Kak? kau di mana sekarang?" tanya Vicky.
"Aku di rumah. Ada apa? kalau tidak ada yang penting aku akan menutup telepon nya." ucap Lucifer.
__ADS_1