SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 120


__ADS_3

Lucifer melirik Eva sambil tersenyum.


"Makanan nya sangat enak, kau pintar memasak ya. " ucap Lucifer.


Eva tidak merespon, dia hanya diam.


"Eehheemm... " panggil Lucifer.


"Ada apa? " tanya Eva mencoba ramah.


"Kamu yang kenapa? apa ada yang kamu pikirkan? " tanya Lucifer.


Eva menggelengkan kepala nya, memaksa tersenyum.


"Maafkan aku, aku belum bisa memberitahukan mu. " gumam Lucifer.


"Lupakan lah, gak boleh marah, mungkin dia lupa. " gumam Eva.


.


.


.


"Semua sudah siap, jalan kan sesuai rencana tuan Lucifer. " ucap Lisna.


"Apa kau yakin kita semua di undang Adam Lis?" tanya mama nya.


"Iya ma, sekalian makan malam bersama kata nya. " jawab Lisna.


"Ma, besok kita makan di restoran ya? " tanya Jody.


Mama nya menganggukkan kepala.


"Asikk... Santi mau makan kue yang banyak." ucap Santi dengan sangat senang.


"Jangan bikin keributan ya, jangan berlarian kemana-mana. " nasehat kakak nya.


.


.


.


Pukul 20.00 Wib.......


Eva dan Lucifer duduk di ruang tamu sambil menonton TV.


Lucifer sibuk memainkan Hp nya. Eva masih menekuk wajah nya.


Lucifer diam-diam memperhatikan isteri nya.


"Eeheemm... besok tanggal 27 yah...? " tanya Eva pura-pura bertanya.


"Oh ya.. aku tidak tahu." jawab Lucifer tanpa melihat wajah Eva.


Lalu mereka kembali diam.


"Sebenar nya aku......


"Wah... berarti besok aku ada meeting besar dengan klient. " ucap Lucifer memotong kalimat Eva dengan cepat.


"Hheeemmm.... " jawab Eva memeluk bantal sofa dengan cemberut.


"Hahahaha.... maafkan aku, aku takut aku tidak bisa menahan tawa ku, kau sangat lucu. " gumam Lucifer.


"Iya, itu sangat penting sekali. " ucap Eva.


"Tentu, itu sangat penting, penting banget malah. " pancing Lucifer.


Eva merasa bosan, menahan kesal.


"Adam.. aku sangat lelah sekali, jadi aku tidur duluan ya. " ucap Eva berdiri.


"Iya, nanti aku akan menyusul. " jawab Lucifer masih sibuk dengan Hp nya.


"Okey... Eeehhhh...??? " Eva menghentikan langkah nya.


"Maksud nya? kau akan tidur di kamar? " tanya Eva gugup.


"Tentu." jawab nya menganggukkan kepala nya tanpa menatap Eva.


"Ta.. tapi..


"Kenapa? kita kan sudah menikah, jadi tidak masalah kan? " ucap Lucifer mencoba tersenyum kecil sambil melihat Eva yang gugup.


Eva menganggukkan kepala nya perlahan. Lalu melanjutkan langkah nya ke kamar.


"Pppffuuuuttthhh... " Lucifer menahan tawa nya.


.


.


.


"Kode Hp ku dia tahu, tapi kok gak tahu kalau aku ulang tahun besok. " gumam Eva sedih.

__ADS_1


"Ah... sudah lah.. lebih baik aku tidur, biarkan berlalu begitu saja. " gumam nya memejamkan mata nya.


Pukul 23.00 wib....


Lucifer menuju kamar, melihat Eva yang sudah tertidur nyenyak.


Dia lalu berbaring di samping Eva.


Posisi miring, bertumpu pada tangan nya. Menatap isteri nya, lalu tersenyum.


"Selamat malam sayang. " ucap Lucifer mencium kening isteri nya yang masih terlelap.


Dia tidur sambil memeluk Eva, dalam satu selimut.


Pagi hari pukul 08.00 wib....


Lucifer bersiap-siap berangkat kerja. Eva menyiapkan sarapan.


"Aku berangkat dulu ya. " ucap Lucifer terburu-buru membawa Hp dan kunci mobil nya.


"Kau tidak sarapan dulu, ini sudah selesai. " ucap Eva.


"Tidak usah, nanti aku sarapan di kantor, hari ini meeting nya jam 9 pagi. " jawab Lucifer sambil menutup pintu dan pergi.


Tinggal lah diri nya seorang diri.


"Kok rasa nya pengen nangis ya. " ucap Eva mencoba menahan tangis nya.


"Padahal kan hari ini aku ulang tahun, masa suami sendiri gak ingat. " gerutu nya.


.


.


"Hallo Lis, ada apa? " tanya Eva menerima panggilan telepon dari sahabat nya.


"Va, temani aku menghadiri acara donk. " ajak Lisna.


"Acara apa? " tanya Eva.


"Acara sunatan teman sekolah dulu. " ucap Lisna.


"Hari ini? " tanya nya lagi.


"Iya, kenapa? " tanya Lisna.


"Apa kau tidak tahu hari ini hari apa? " pancing Eva.


"Senin, kenapa? " jawab Lisna santai.


"Tidak, tidak apa-apa. Jam berapa acara nya? " tanya Eva.


"Sekarang aku akan menjemput mu, kita beli baju dulu. " ajak Lisna.


"Beli baju? kan baju mu masih banyak, lagi pula kan acara sunatan. " ucap Eva kesal.


"Tapi ini sunatan teman kelas ku yang tajir, biar gak malu-maluin. " alasan Lisna.


"Kalau begitu kau saja yang pergi. " ucap Eva.


"Ayolah, dia kenal dengan mu juga, sekalian reunian kan. " ucap Lisna membujuk.


"Hhmmm.... iya.. iya. " jawab Eva pasrah.


"Aku akan menjemput mu sekarang ya. " ucap Lisna.


"Iya." jawab Eva lagi.


Mereka mengakhiri panggilan.


"Aaaakkkhhh... gak ada yang ingat sama ulang tahun ku." ucap Eva sedikit menangis.


.


.


.


Dua jam kemudian Lisna menjemput Eva. Mereka pergi bersama-sama ke Mall membeli pakaian.


"Ini cocok nih buat mu Va. " ucap Lisna menawarkan gaun.


"Ya ampunn.. ini tuh wah banget, gak usah deh. " tolak Eva.


"Loh kenapa, cantik kok. " ucap Lisna.


Eva menolak sambil menggelengkan kepala nya.


Lisna meletakkan gaun yang di pilih nya tadi.


Berjalan-jalan memilih lagi.


"Eva, bagaimana dengan yang ini? " tawar Lisna.


Eva menggelengkan kepala nya.


"Hhmm... " Lisna mulai lelah.

__ADS_1


Eva berhenti di salah satu gaun yang menarik perhatian nya. Lisna tahu, dan mendekati nya.


"Kau suka? bagaimana kalau kau coba." suruh Lisna.


"Gak usah, yang lain aja. " jawab Eva tapi masih menatap gaun itu.


"Cepat, kau pakai saja dulu." paksa Lisna.


"Lis....


"Pakai... " paksa Lisna memotong kalimat Eva.


Eva pasrah dan mencoba gaun itu.


Saat Eva di ruang ganti.


"Bagaimana?" tanya Lucifer melalui pesan.


"Sekarang kami lagi mencari gaun tuan. " jawab Lisna.


"okey, jangan sampai dia curiga. " balas pesan Lucifer.


"Beres... " jawab Lisna.


.


.


.


" Tempat nya sudah aman kan? " tanya Lucifer.


"Aman tuan, tidak akan ada orang lain di restaurant itu. " jawab Aris.


"Acara nya sebentar lagi. " ucap Lucifer.


.


.


Eva keluar dari ruang ganti.


"Wah Va, kau sangat cantik sekali. " ucap Lisna kagum.


"Hhmm.... makasih." jawab Eva tidak semangat.


"Semangat donk. " ucap Lisna.


Eva mengangguk lemas.


"Ya udah, kita langsung ke salon untuk make up. " ajak Lisna.


Eva mengernyitkan dahi nya.


"Gak usah lah, buat apa. " ucap Eva menolak.


"Biar cantik loh Va, aku juga mau ke salon nih, kali aja ada senior yang hadir, hahahahaha. " balas Lisna.


Mau tidak mau Eva menurut saja walaupun tidak terlalu bersemangat.


.


.


.


Keluarga Lisna sudah berada di lokasi, begitu juga Aris, Hendra, Lucifer, William dan Steven.


Hanya orang-orang yang terdekat saja yang di undang Lucifer.


Bunga, kue ulang tahun, dan hadiah sudah di persiap kan.


.


.


.


" Ahhh.... selesai.... " ucap Lisna.


"Coba lihat sini, kita selfi dulu. " ajak Lisna.


Eva mendekat.


"Jangan cemberut donk Va, jelek tahu. " ledek Lisna.


Eva memaksakan senyuman nya....


CEKKREEEKKK..... CCEEEKKKREEEKKK....


Lisna beberapa kali mengambil foto, walaupun Eva tidak bersemangat.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2