SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 205 Note: adegan sadis, jangan di tiru...


__ADS_3

Lucifer baru tiba di markas.


"Tuan." sapa Aris di susul Hendra.


"Bawa mereka kesini." suruh Lucifer.


Orang-orang yang menculik Cleo beberapa hari yang lalu di bawa menghadap Lucifer. Heriawan kaget melihat rekan nya yang tertangkap, dan Lucifer menyadari tatapan di antara mereka.


Lucifer berdiri...


Menghampiri mereka yang di hajar babak belur.


"Langsung saja, siapa yang menyuruh kalian?" tanya Lucifer.


Tidak ada jawaban.


Hendra datang membawa kursi untuk Lucifer.


Karena tidak ada jawaban, dia mengeluarkan pisau kesayangan yang sudah di selipkan di belakang pinggang nya.


Di dekati salah satu dari mereka.


"Tidak mau menjawab pertanyaan ku?" Dia mencengkram keras dagu lawan nya.


Orang itu hanya menatap nya dengan tatapan sinis, membuat Lucifer semakin emosi.


"Baiklah." Lucifer merobek ujung mulut orang itu sebelah kanan menuju telinga nya, masih sebelah dulu. Dengan menggunakan pisau.


"Aaakkkhhhh.....aaaaakkkkkhhhh...." teriak orang itu menahan sakit.


Begitu banyak darah yang mengalir. Rekan-rekan yang melihat pun ikut merasakan perih.


"Siapa? hhhmmmm?" tanya nya lagi.


Tidak ada jawaban....


Lucifer menganggukkan kepala dengan santai.


Dan kembali lagi dia merobek ujung mulut pria itu dari kiri menuju telinga nya. Seperti salah satu film horor yang berasal dari Jepang. Dengan pisau juga.


"Aaakkkkhhhh.....aaaakkkkhhhh...." teriak orang itu.


Sekarang dagu bawah orang itu jatuh, bergoyang-goyang karena lepas dengan bibir atas nya.


Darah mengalir sangat banyak.


"Seperti nya dengan keadaan mu seperti ini, kau sudah tidak bisa berbicara lagi. Okey...dari pada kau terlalu lama menderita, maka aku akan mengakhiri nya." Lucifer menarik rambut orang yang sudah sekarat, sehingga wajah nya mengarah ke atas.


Dan.....


CCCCCCRRRRREEEETTTTTT.......


Leher orang itu di robek dengan pisau nya lagi. Banyak darah muncrat dari sayatan, mengenai baju dan wajah Lucifer. Kepala terpisah dari tubuh nya, jatuh ke tanah.


"Hhhuuueeekkkkhhh...." Hendra tak kuasa menahan. Sementara Aris hanya mengalihkan pandangan, tidak berani juga untuk melihat.


Lucifer membersihkan darah yang mengenai wajah nya. Kemudian melemparkan tatapan nya pada rekan-rekan si pria yang sudah tewas itu.


Mereka ketakutan sampai gemetaran. Lucifer mendekati mereka, namun mereka perlahan bergerak mundur kebelakang. Tatapan Lucifer mengunci mereka satu persatu.

__ADS_1


"Cepat katakan, siapa yang menyuruh kalian? sebelum kalian menyusul teman kalian yang sampah ini." ancam nya.


"Ka.....kami....kami di suruh...Black Dragon tuan. Tolong....tolong jangan bunuh kami. Kami mohon." ucap salah satu dari mereka.


Aris dan Hendra terkejut dengan jawaban mereka.


"Benarkah? dari Black Dragon?" tanya nya memastikan.


"Be....benar tuan, kami tidak bohong, kami juga di ancam akan membunuh keluarga kami jika tidak melakukan nya." ucap nya berbohong.


"Aris, segera bakar baju ini dan bangkai orang itu sampai menjadi abu, dan siram dengan air." suruh Lucifer, sekaligus membuka baju nya yang sudah berlumuran darah.


"Ba....baik tuan." jawab Aris.


"Ini adalah resiko bagi yang mencari masalah dengan ku." ucap nya membersihkan pisau kesayangan nya itu.


"Kurung mereka, jadikan satu dengan si ban***t itu." tunjuk nya pada Heriawan.


Dan mereka pun segera melakukan perintah bos besar nya.


Lucifer segera meninggalkan lokasi, dan pulang menemui isteri nya.


*****************


Beberapa hari keadaan Cleo sudah membaik, dan sudah di ijinkan untuk keluar dari rumah sakit. Tentu saja Vicky membantu untuk berberes. Vicky mengantarkan Cleo pulang ke tempat tinggal wanita itu.


************


Keadaan kembali normal. Tidak ada ancaman dari pihak lawan. Akan tetapi tidak membuat Lucifer lengah. Dan Lucifer sudah kembali ke kantor untuk beraktifitas.


Jam makan siang, para karyawan bersiap-siap turun ke bawah. Begitu juga Aris dan Lucifer.


Langkah mereka berhenti, melihat arah suara.


"Siapa kau?" tanya Lucifer memgernyitkan dahi.


"Saya Novelina pak, wanita yang pernah anda selamat kan." jawab Novel gugup.


"Oohhh....ada apa?" tanya Lucifer cuek. Sementara Aris masih setia berdiri di samping nya.


"Saya mau mengucapkan terimakasih atas pertolongan yang anda berikan buat saya dan keluarga saya. Saya benar-benar....


"Tidak usah di pikirkan. Lupakan saja." jawab nya santai.


Mereka kembali melanjutkan langkah, kecuali Novel.


"Tapi pak Adam, keluarga saya mengundang anda untuk bisa hadir makan malam bersama kami." pinta novel menahan.


Aris terkejut dengan ucapan Novel yang berani.


"Hhmmm.....Novel..aku tidak minat atau tertarik dengan undangan kalian." jawab nya tanpa melihat kearah gadis itu.


"Tapi tuan.....


"Cukup!!. Aris dan Hendra yang akan pergi memenuhi undangan mu ya. Aku tidak bisa." Lucifer melangkah sambil berbicara.


Akhir nya Novel diam, pasrah dengan keputusan Lucifer yang keras.


Di dalam mobil.......

__ADS_1


"Aris, kalian berdua pergi ke tempat wanita itu." suruh Lucifer.


"Baik tuan." Aris pun sebenar nya tidak mau, tapi karena bos yang menyuruh, terpaksa di setujui.


"Tuan, bagaimana dengan anak buah Black Dragon? apa yang akan anda lakukan?" tanya Aris di kursi mengemudi.


"Mereka bukan dari Black Dragon, mereka anak buah Marvel." jawab Lucifer memandang layar Hp nya.


"Apa? bagaimana mungkin tuan?" Aris terkejut.


"Aku sengaja menyuruh kalian mengeluarkan mereka di hadapan Heri, dan mereka saling memberi kode." jawab nya santai.


"Anda benar-benar hebat tuan." Aris menganggukkan kepala nya.


"Sekarang mereka berada dalam satu tempat, perhatikan apa yang mereka bicarakan, awasi melalui kamera CCTV." suruh Lucifer.


"Baik tuan. Tapi, apakah anda akan membunuh mereka semua?" tanya Aris penasaran.


"Tentu saja, tidak ada pengampunan bagi ku. Kalau mereka di lepas, di luar mereka pasti akan membunuh banyak orang juga. Lagi pula, Marvel tahu mereka gagal, kalau tidak mati di tangan ku, mereka akan mati di tangan tuan nya." jawab nya dengan santai.


"Lalu kenapa Novelina anda lepaskan?" tanya Aris lagi.


Lucifer diam.


"Kau tahu aku tidak akan membunuh wanita dan anak-anak kan Aris?" Lucifer bertanya kembali.


"Atau, apa aku pernah melakukan nya? sebelum menikah dengan Eva?" tanya nya lagi.


"Ti....tidak tuan. Dan dengan orang tua angkat Eva.....


"Ingat!! aku tidak membunuh nya. Sekarang kalau mereka mati entah di mana, itu bukan urusan ku." ucap Lucifer memotong kalimat Aris.


"Tidak membunuh nya, tapi anda membuat mereka sekarat, hidup segan, mati tak mau." ucap Aris dengan suara pelan.


"Aku mendengar mu Aris." jawab Lucifer di belakang.


"Maaf tuan." jawab Aris gugup.


****************


"Sayang, kau sudah makan siang?" telepon Lucifer.


"Sudah, ini aku baru pesen online." jawab Eva membuka bungkusan makanan nya.


"Online? apa mereka datang ke apartemen kita?" tanya Lucifer curiga.


"Iya, kenapa?" Eva mulai khawatir.


"Hhmmm....tidak apa-apa sayang, tapi lain kali, apa yang kau inginkan kau boleh meminta Aris atau Hendra untuk mengantar nya. Okey?" tanya Lucifer.


"Iya sayang, maaf kan aku...


"Tidak...tidak sayang, jangan minta maaf, ini bukan kesalahan mu kok. Ya sudah, kamu makan saja dulu. Aku juga ingin makan." jawab nya mengakhiri panggilan.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2