SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 82


__ADS_3

Eva dan Lisna mengikuti Lucifer. Lucifer menggandeng tangan Eva, menuntun nya tetap berjalan di depan nya. Eva melihat banyak darah dan orang-orang yang tak berdaya. Eva dan Lisna juga melihat Aris dan Hendra yang terlihat sangat tegas dan pintar mengatasi masalah itu.


"Jangan lihat yang lain, tetap lihat ke depan. " suruh Lucifer yang sadar apa yang di lakukan Eva.


"Masuk lah." Lucifer membuka pintu mobil bagian depan.


"Kau juga Lisna. " suruh Lucifer.


Lisna duduk di bagian belakang, lalu Lucifer ikut masuk di bagian kemudi. Lalu mereka segera meninggalkan tempat itu.


"Kita kemana? " tanya Eva.


"Pulang. " jawab Lucifer.


"Nanti aku akan memanggil Steven untuk mengobati kalian. " ucap nya lagi.


Eva mengerti menganggukkan kepala nya.


"Kenapa kamu ada di sini? dan tahu kalau kami di culik? " tanya Eva.


Lucifer diam, tidak tahu mau jawab apa. Lisna pun sebenar nya ingin bertanya seperti itu.


"Aku mengikuti letak posisi mu dari Hp mu. " jawab Lucifer.


"Oooohhhh..... " jawab Eva.


"Tapi, ada apa ini sebenar nya? kenapa mereka menculik ku? kau kenal dengan mereka kan? karena mereka memanggil mu Lucifer? " tanya Eva beruntun.


"Ck... Hhhmmm. " hanya itu jawaban dari Lucifer yang mengalihkan pandangan nya ke samping.


"Mereka hanya kumpulan orang yang tidak menyukai ku, karena mereka tahu kau berharga bagi ku maka nya menggunakan mu untuk mengancam ku. " jawab Lucifer jujur.


"Hah? aku berharga bagi mu? benar kah? " tanya Eva kaget.


"Hhmmm... " jawab Lucifer cuek.


KKRRRYYYUUUKKKK.... KKRRRYYYUUUKKK.....


Terdengar suara perut Eva.


Lucifer melihat ke arah Eva yang merasa malu.


"Hahahaha.... kami sudah sangat lapar sekali. " ucap Eva.


"Makan nya di rumah saja, nanti biar di pesan saja makanan nya. " ucap Lucifer.


Tidak ada keluhan tidak senang dari Eva dan Lisna.


Suasana diam, tidak ada obrolan lagi. Eva dan Lisna tertidur di tempat nya. Mereka tampak sangat kelelahan.


"Kau tenang saja, aku akan memberi mereka pelajaran karena berani menyakiti mu. " gumam Lucifer yang melirik Eva yang sudah tertidur.


"Dan terimakasih kau sudah mempercayaiku." gumam nya lagi.


Sementara itu.....


"Aris, lepaskan kami. " teriak James.


"Hahahahaha..... punya nyali kau berteriak pada kami. " ucap Hendra.


"Kalian tahu kan, kalau tuan Lucifer kita tidak suka dengan orang yang menghianati nya? " tanya Hendra.


"Dan kalian juga tahu, apa yang akan di lakukan tuan? " ucap nya lagi.


James dan Darmo gemetar ketakutan.


"Aris, jangan sampai kami membuat perhitungan pada mu, cepat lepaskan kami!!! " teriak James.


"Sudah mau mati belagu. " jawab Aris.

__ADS_1


"Cepat ikat mereka, dan kurung. " suruh Aris.


"Sebentar lagi tuan Lucifer akan datang, biarkan dia yang melakukan perhitungan pada kalian. " ucap Aris.


"Suruh siapa kalian membangunkan macan yang sedang diam, rasakan... " ucap Hendra.


"Seperti nya hari ini akan banyak sekali pekerjaan." ucap Aris.


Anak buah Lucifer mengikat James dan Anak buah lain nya.


"Apa???? mereka tertangkap? " teriak Richard dari Hp.


"Benar tuan, seperti nya Lucifer tahu rencana mereka. " jawab jefry.


"Sialan... dasar bodoh... aakkhhh.... " Richard teriak dan marah.


"Bren***k.. " teriak nya lagi.


"Apa yang harus kita lakukan tuan? " tanya Jefry.


"Kita harus pergi, untuk sementara kita harus menghindari nya. " ucap Richard.


******************************


"Tuan, apa kita sudah sampai? " tanya Lisna yang lebih dulu bangun di bandingkan Eva.


"Iya." jawab Lucifer.


Lisna keluar dari mobil, sementara Lucifer menggendong Eva yang masih tidur.


Mereka berjalan menuju apartemen nya.


Lisna membuka pintu, dan mereka masuk.


Lucifer membaringkan Eva di kamar.


"Lisna, aku akan pergi lagi, sebaiknya kalian jangan kemana-mana, tunggu kami. " ucap Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Lisna.


"Kalian gak usah masak, pesan saja makanan nya. " perintah nya lagi.


"Baik tuan." jawab Lisna.


Lucifer meninggalkan mereka. Lisna menyelimuti tubuh Eva.


"Hhmm... benar-benar sangat melelahkan... " ucap Lisna.


"Udah lah.... lebih baik aku pesan makanan nya saja dulu." ucap Lisna.


"Aris.. apa sudah di bereskan? " tanya Lucifer melalui seluler nya.


"Sudah tuan, kami sudah mengikat nya. " jawab Aris.


"Bagus, aku sedang dalam perjalanan. " ucap Lucifer.


panggilan di akhiri.


"Tuan akan ke sini, habis lah kalian. " ucap Aris.


Di dalam markas itu sudah ada Edward, Beny, James, Darmo dan beberapa anak buah James.


"Kita lihat apa yang akan di lakukan tuan, rasa nya aku sangat tidak sabar sekali, hahahhahaha." ucap Hendra.


Para tahanan merasa ketakutan mendengar nya.


"Lisna... " panggil Eva baru bangun.


"Hey... kau sudah bangun nyonya? " tanya Lisna dari dapur.

__ADS_1


"Kita sudah di sini? " tanya Eva.


"Iya, tuan Lucifer yang menggendong mu. " jawab Lisna.


"Sebaik nya kau mandi, bersihkan diri mu, sebentar lagi makanan nya tiba. " suruh Lisna.


"Hhhmmm.... di mana sekarang Adam nya? " tanya Eva.


"Kata nya dia ada urusan, jadi dia pergi lagi. " jawab Lisna.


"Kemana lagi dia?" ucap Eva.


"Tenang saja, sebentar lagi juga dia pulang, udah kangen ya, hahahahaha. " ledek Lisna.


"Buruan mandi gih... tuan Lucifer bilang dokter Steven juga akan datang ke sini. " ucap Lisna.


"Iya...iya.. bawel. " jawab Eva yang turun dari ranjang nya.


"Tuan." ucap anak buah Lucifer memberi salam.


"Tuan. " ucap Aris.


Hendra datang membawa kursi tempat biasa Lucifer duduk menghakimi musuh nya. Juga tidak lupa rokok kesayangan tuan nya.


"Bawa mereka kesini. " perintah Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Aris.


Hendra memberikan rokok tuan nya.


"Tuan... tolong maafkan kami, kami berjanji tidak akan melakukan ini lagi.... " mohon James.


"Tutup mulut mereka, aku tidak suka dengar suara mereka. " suruh Lucifer.


Mulut James dan Darmo di tutup.


"Aris.... segera bawa kemari orang tua angkat Eva. " suruh Lucifer menghisap rokok nya.


"Baik tuan. " jawab Aris.


"Akhir nya. " gumam Aris.


"Bawa mereka dengan sopan, jangan sakiti mereka, biar bagaimana pun mereka adalah mertua ku." ucap Lucifer.


James dan Darmo saling melihat.


"Apa maksud nya? apa Eva adalah isteri tuan Lucifer? kapan mereka menikah? " gumam James.


"Baik tuan. " jawab Aris.


"Ayo ikut aku. " Aris membawa beberapa anak buah nya.


Sementara Hendra masih menemani Lucifer yang masih duduk menatap Darmo dan James.


Di belakang James dan Darmo, tampak Edward dan Beny yang sedang menyaksikan kejadian itu.


"Hendra." ucap Lucifer mengarahkan tangan nya pada Hendra.


"Ini tuan. " ucap Hendra memberikan pisau cantik milik Lucifer.


Hendra selalu mengerti apa yang di butuhkan bos nya itu.


"James, tangan sebelah mana tadi kau menampar kesayangan ku? " tanya Lucifer memainkan pisau berlapis emas nya yang sangat tajam.


"Kesayangan? siapa? " gumam Hendra.


James ketakutan, tubuh nya gemetaran kencang, baju nya basah karena keringat.


"Tuan... tolong... maafkan saya, saya tidak sengaja melakukan ini. " ucap James setelah penutup mulut nya di buka.

__ADS_1


Lucifer menatap tajam James, penuh amarah.


__ADS_2