SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 302


__ADS_3

Beberapa hari anak-anak korban penculikan sudah di bawa keluarga masing-masing dari rumah sakit. Namun tidak sedikit yang masih diam di abaikan karena tidak ada yang ingin mengambil dan bertanggung jawab. Anak-anak malang yang tidak memiliki siapa-siapa, tubuh yang kesakitan dan lumpuh.


Pihak rumah sakit pun diam-diam mengeluarkan mereka dari sana, di anggap sebagai beban yang tidak bisa membayar biaya pengobatan.


Salah satu diantara mereka adalah gadis kecil bernama Ina.


Ina merasa sendiri kesepian, tidak ada yang perduli pada nya.


“Shinta, kamu di mana? Kamu sudah janji mengajak ku tinggal dengan mu. Kenapa kau meninggalkan ku. Apa kamu berbohong?” ucap Ina, menundukkan wajah di luar rumah sakit.


“Ina….” Terdengar suara anak gadis kecil memanggil nama nya dari belakang.


Ina melihat asal suara itu.


“Iinnaaaa…….” Shinta yang memanggil Ina, berlari dengan ceria menuju Ina yang duduk lesuh.


Ina, gadis itu pun berdiri dan menyambut kedatangan Shinta.


Mereka bertemu dan saling berpelukan.


“Shinta, kamu datang?” tanya Ina melihat wajah Shinta.


“Iya, kan Shinta udah janji sama Ina.” Jawab Shinta dengan senyum polos nya.


“Kamu sama siapa datang kesini?” tanya Ina yang juga sudah melihat ada beberapa orang di belakang Shinta.


“Papa, mama, kakak, paman ku. Tapi papa ku sedang ada uyusan dengan yumah sakit. Aku enggak tahu itu apa.” Jawab Shinta menggelengkan kepala nya.


Ina maju, sangat senang bertemu dengan mereka.


“Ha…. Halo tuan dan nyo…nyonya. Saya…. Saya Ina.” Jawab Ina memperkenalkan diri sambil menundukkan wajah nya.


“Hallo Ina. Bagaimana kabar kamu? Apa masih ada yang sakit?” tanya Eva berjongkok agar setara tinggi nya dengan Ina.


Eva mengusap pipi Ina dengan lembut. Ina mengangakat wajah nya dan melihat wajah Eva yang cantik dan tenang itu.


“Sa…. Saya… baik-baik saja nyonya.” Jawab Ina gugup.


“Jangan panggil saya nyonya, kau bukan pelayan ku. Panggil tante saja, bisa kan?” ucap Eva dengan ramah.


“Ba…. Baik lah…. Tante.” Ina masih gugup dan sedikit takut.


“Nah, kalau ini kakak ku.” Shinta menunjuk pada Evano yang berdiri di samping Vicky sambil menggenggam tangan paman nya.


Ina mengernyitkan dahi nya saat melihat Evano, dan berbalik melihat Shinta.


“Kenapa Ina? Pasti kamu kaget ya. Kami kembayyll. Dia duluan lahiyy 4 menit dayiku.” Ucap Shinta yang tahu apa yang ada dalam pikiran Ina.


Ina mengerti dan menganggukkan lagi kepala nya.


“Ha…lo, saya Ina. Saya…..

__ADS_1


“Aku Evano.” Jawab Evano memotong kalimat Ina dengan langsung menjawab tangan untuk bersalaman.


Ina merasa malu dan canggung saat melihat Evano yang tersenyum ramah pada nya.


*******


“Begini ternyata cara rumah sakit ini mengatasi pasien ya??” teriak Lucifer di dalam kantor rumah sakit.


“Apa kalian tidak merasa bersalah melakukan kejahatan seperti ini?” tanya Lucifer lagi.


“Mereka mana ada tahu salah atau tidak, yang mereka pikirkan kan hanya mencari uang yang banyak.” Celutuk Revand.


Lucifer melihat Revand.


Saat ini, Lucifer dan Revand berada dalam kantor rumah sakit setelah menghancurkan beberapa fasilitas rumah sakit. Lucifer marah karena mendengar kabar dari anak buah nya, kalau rumah sakit tidak mengurus anak-anak


yang di keluarkan dari penculikan. Mereka hanya fokus pada anak-anak yang memiliki orang tua yang kaya dan mengurus nya dengan benar.


Anak-anak yang tidak mampu, di keluarkan dari sana, tapi anak-anak itu tidak tahu harus kemana dan masih bertahan di sekitar rumah


sakit, walaupun terkadang mereka tinggal di dekat pembuangan rumah sakit itu.


Padahal baru berjalan 3 hari setelah kejadian, tapi anak-anak malang malah di keluarkan.


Dia sangat marah, mengumpulkan semua dokter dan perawat dan menunggu kedatangan pemilik rumah sakit yang kata nya sedang dalam perjalanan.


Semua dokter merasa ketakutan dan gemetaran. Tidak ada yang berani melihat wajah Lucifer.


Baru saja di bicarakan Revand, salah satu dokter pingsan saat berdiri mendengar ucapan Revand. Dan Revand malah merasa lucu.


“Dalam waktu 30 menit dari sekarang, aku mau kalian temukan semua anak-anak yang kalian buang. Kalau masih ada yang kurang, aku akan membuat kalian cacat, tidak mati tapi kalian akan lumpuh.” Suruh Lucifer.


“Kalian dengar tidak? Dia tidak sedang bercanda loh.” Tanya Revand yang sengaja membuat keadaan lebih menegangkan.


“Kami dengar tuan.” Jawab mereka serentak.


Semua yang di tawan Lucifer berpencar mencari anak-anak yang mereka usir.


“Lalu bagaimana Lucifer?” tanya Revand.


“Kau tunggu pemilik rumah sakit ini datang, kalau sudah, suruh menghadap ku.” Jawab Lucifer.


“Oke.” Jawab Revand dengan yakin.


Lucifer pergi menemui anak dan isteri nya berada.


Di lihat nya kalau mereka sedang berada di taman mengobrol bersama Vicky dan Ceons.


Ina, yang lebih dulu melihat wajah Lucifer merasa ketakutan.


“Ina, kamu kenapa? Kok wajah mu sepeyti ketakutan kayak lihat hantu?” tanya Shinta yang tidak tahu kalau papa nya sedang berdiri di belakang nya.

__ADS_1


“Apa kamu lihat hantu Ina?” tanya Shinta.


Vicky yang lebih dulu melihat kebelakang, dan menahan tawa setelah tahu siapa yang di takuti Ina.


“Pppfffttthh…” Vicky menutup mulut nya.


Shinta dan yang lain nya juga serentak melihat siapa yang berada di belakang nya.


“Papa……” Shinta berlari menuju Lucifer.


Lucifer menyambut anak gadis nya dengan berjongkok dan menggendong Shinta.


“Kamu sudah bertemu dengan teman mu?” tanya Lucifer.


“Sudah pa. Itu, nama  nya Ina teman Shinta.” Shinta mengajak Lucifer untuk menemui Ina yang berdiri dengan ketakutan.


“Tu…an. Saya…. Saya Ina.” Ina memberi hormat pada Lucifer.


“Tidak usah memanggil ku tuan, kau bukan pelayan ku. Panggil saja paman.” Suruh Lucifer.


“Hhhmm….. tadi juga Eva mengatakan seperti itu, kompak sekali kalian.” Gumam Vicky.


“Ba…. Baik paman.” Jawab Ina.


“Ina jangan takut dengan papa ku, wajah nya saja yang seyam, tapi papa ku sangat baik loh.” Ucap Shinta tersenyum memeluk papa nya.


“Hahahahaha….” Lucifer tertawa mendengar celoteh anak nya yang dalam gendongan nya.


Semua yang ada di situ menjadi tertawa bersamaan.


“Apa kau sudah makan Ina?” tanya Eva.


Ina hanya menggelengkan kepala nya.


“Saya, sudah 2 hari tidak makan tante.”ucap Ina sedih.


“Apa? Kenapa?” tanya Eva yang merasa kasihan.


Ina tidak menjawab karena takut.


“Tante, bisa tinggal sementara di sini walau sedikit saja, Ina tidak keberatan.” Jawab Ina menundukkan wajah nya lagi.


Eva melihat Lucifer.


“Kalau begitu, sebaik nya kalian pulang saja lebih dulu. Aku dan Revand masih ada urusan di sini.” Suruh Lucifer.


“Kak, aku juga ingin di sini dengan mu.” Ucap Vicky.


“Ck… Revand sudah ada di sini. Kau bawa mereka pulang.” Ucap nya.


“Tapi kan kak, aku yang adik mu, kenapa sih selalu sering bersama Revand.” Protes Vicky.

__ADS_1


__ADS_2