SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 211


__ADS_3

Eva kembali ke kamar untuk merebahkan tubuh nya yang masih


lemah.


30 menit kemudia…


TTOOKKK….TTTOOOKKK….TTOOKKK…..


Pintu beberapa kali di ketuk dari luar.


“Eva….Va…” panggil seorang wanita.


Eva yang berada di dalam kamar mendengar. Dengan langkah


sedikit tenaga, berusaha menuju pintu yang di ketuk.


“Seperti suara si Lisna. Apa Adam yang menyuruh nya datang


ke sini?”gumam Eva.


TOOOKKKK…..TOOOKKK…..


“Va, kamu ada di dalam?” teriak wanita itu lagi.


“Iya…iya, sebentar, aku lagi Otw nih..” jawab Eva.


CCCEEEKKLLEEKKK……..


Eva sudah membuka pintu.


“Lisna, ada apa? Kenapa kamu panik sekali?” Tanya Eva


khawatir.


“Va, ayo ikut aku kerumah sakit sekarang.” Ajak Lisna.


“Ke rumah sakit? Kenapa? Siapa yang sakit Lis?” Tanya Eva.


“Lucifer, dia sekarang ada di rumah sakit. Dia terluka,


seseorang berusaha membunuh nya. Sekarang sudah di rumah sakit.” Ucap nya.


“Apa? Adam terluka? Baru saja dia berangkat ke kantor kan? ”


Tanya Eva.


“Iya, di perjalanan ada yang menembak mobil mereka. Aris sudah ada di sana.”


“Lucifer bilang, dia ingin segera menemui mu. Dia takut


kalau tidak bisa melihat mu lagi. Dan dia kekurangan banyak darah. Cepat Va,


tidak punya banyak waktu lagi.” Paksa Lisna.


“Iya, iya...ayo.” Tanpa mengganti pakaian, dengan panik, Eva


segera mengikuti Lisna menuju rumah sakit.


“Dam, aku harap kau baik-baik saja. Tunggu aku.” Gumam Eva


panik dan khawatir.


Dengan tubuh yang sempoyongan. Berusaha berdiri dan berjalan


dengan benar.


Sebuah mobil sudah menunggu Lisna dan Eva.


“Cepat masuk Va.” Suruh Lisna.


 “Ini siapa Lis? Kenapa tidak Hendra yang menjemput kita?”


Tanya Eva.


“Va, Hendra dan Aris sudah berada di rumah sakit. Dan pria ini adalah anak buah dari Lucifer. Dia menyuruh nya menjemput kita.


Dengan yakin Eva masuk ke dalam mobil. Beberapa anak buah Lucifer melihat sahabat Eva datang, maka nya mereka tidak curiga dan membiarkan


Eva pergi dengan nya. Mobil pun melaju meninggalkan apartemen Lucifer.


“Tuan, saya sudah bersama dengan isteri nya.” Ucap ‘Lisna’


member laporan pada bos nya.

__ADS_1


“Lis, kau berbicara dengan siapa?” Tanya Eva penasaran.


Lisna tersenyum sinis dengan Eva. Di ambil nya sapu tangan


yang sudah di campur dengan obat bius.


“Nanti kau juga akan tahu nona.”Lisna membius Eva dengan


saputangan yang sudah di siapkan sebelum nya.


Eva pingsan, di tambah lagi keadaan fisik nya sedang lemah.


************


“Baiklah tuan Adam, kami harap hubungan kerja sama kita


berjalan lancar.” Klient Lucifer berjabat tangan dengan Lucifer sebagai tanda


kesepakatan.


“Tentu pak Thomas. Saya harap juga begitu.” Balas Lucifer.


Meeting sudah berakhir, berjalan dengan lancar.


“Segera ke rumah Ris.” Ajak Lucifer.


“Baik tuan.” Jawab Aris.


Baru beberapa langkah, Lucifer sempoyongan, tatapan mulai


pudar, perlahan dan gelap. Lucifer pingsan.


“Tuan, tuan Lucifer….tuan….” panggil Aris.


Aris dan bantuan beberapa security membantu membawa tubuh


Lucifer ke dalam mobil.


“Cepat pak, kita kerumah sakit sekarang.” Suruh Aris.


**********


“Sekarang kalian datang ke alamat XXX, nanti akan ada


“Baik tuan.” Jawab Ririn.


Eva dan Lucifer pingsan secara bersamaan , hanya beda


tempat.


Si sopir segera membawa Ririn dan Eva ke alamat yang di


tunjukkan Ririn. Mereka adalah anak buah Marvel yang di tugaskan untuk menculik


Eva.


**************


Di rumah sakit, Lucifer sudah di rawat, masih belum sadarkan


diri. Sementara Steven tidak berada di rumah sakit.


“Apa yang terjadi dengan nya? Kenapa dia bisa pingsan?”


Tanya Hendra setelah di hubungi Aris.


“Aku tidak tahu. Habis meeting, tuan pingsan.” Jawab Aris.


“Apa seharus nya kita beritahu juga pada Eva?” Tanya


Hendra.


“Sebaik nya jangan. Eva juga keadaan nya lagi kurang sehat.


Kita tunggu saja dulu. Mungkin sebentar lagi tuan Lucifer akan bangun.” Jawab


Aris.


“Kenapa perasaan ku


tidak enak ya?” gumam Aris.


***************

__ADS_1


Ririn dan Eva sudah berada di tempat yang di tuju Marvel.



Sudah ada helikopter yang menunggu kedatangan mereka. Tentu saja mereka adalah


anak buah Marvel. Mereka menhampiri mobil yang di kendarai Ririn.


“ Apa kau Ririn?” Tanya seorang pria.


“Iya, kalian adalah anak buah nya tuan Marvel kan?” Tanya


Ririn juga.


“Benar. Kalau begitu silahkan ikuti kami.” Suruh nya.


Ririn segera keluar mengikuti mereka, sedangkan Eva di gendong


menuju helikopter. Segera mereka masuk, sebelum Eva sadar.


Kendaraan berbentuk capung itu sudah di nyalakan. Bersiap untuk terbang di udara. Segera menuju ke Negara Singapura.


***********


 “Tuan, anda sudah


bangun?” Aris yang menjaga Lucifer segera menghampiri Lucifer yang sudah sadar.


“Aku ada di mana Ris?” Tanya Lucifer.


“Anda ada di rumah sakit Steven tuan. Anda pingsan habis meeting, jadi saya membawa anda kesini.” Jawab Aris.


Lucifer bangun, posisi duduk masih di atas tempat tidur. Di bantu Aris.


“Sudah jam berapa sekarang?” Tanya Lucifer.


“Jam 3 sore tuan.” Jawab Aris.


“Apa? Kenapa kau tidak memberitahukan ku. Antar aku segera pulang. Eva pasti sudah menunggu ku. Cepat!” suruh nya, perlahan turun dari


ranjang.


“Tapi tuan, anda masih belum sehat. Nanti………..


“Jangan membantah ku. Eva pasti khawatir dan sedang menunggu ku.” Jawab Lucifer.


“Tuan, barusan Hendra sedang menuju ke rumah untuk member kabar. Sebaik nya anda tunggu sehat dulu baru keluar dari sini.” Aris menahan Lucifer.


Lucifer tetap bersikeras ingin pergi. Di cabut nya selang infuse yang ada di tangan nya dan segera keluar.


Aris menyusul tuan nya.


Mereka menunggu mobil untuk menjemput mereka.


“Tuan, apa anda benar-benar tidak apa-apa?” Tanya Aris yang khawatir.


Lucifer melihat Aris dengan kesal


.“Aris, kau tahu? Apa yang terjadi dengan ku, pasti sebelum nya terjadi juga dengan Eva. Dan arti nya adalah, jika aku pingsan, berarti Eva juga pingsan. Dan aku sudah beberapa jam pingsan, itu arti nya Eva juga.” Ucap


Lucifer serius dan tegas.


“Apa? Maafkan saya tuan, tapi mana mungkin…..


 “Jika terjadi sesuatu dengan Eva, aku akan membunuh mu!” ancam nya.


Aris takut mendengar ancaman tuan nya. Juga merasa khawatir juga dengan Eva.


Mobil untuk menjemput mereka sudah datang. Dengan cepat mereka segera masuk.


Di dalam mobil Lucifer beberapa kali menghubungi Eva, aktif tapi tidak di angkat. Membuat nya semakin khawatir.


“Sial….. kenapa panggilan ku tidak di angkat?” ucap Lucifer.


“Di mana Hendra?” Tanya Lucifer.


“Hendra sedang menuju ke apartemen anda.” Jawab Aris.


Lucifer menghubungi lagi nomor Eva. Tetap sama, aktif tapi tidak di angkat.


“Kenapa ini? Kemana dia? Apa dia masih pingsan?” Tanya Lucifer gelisah.


Aris juga tampak sangat khawatir.

__ADS_1


__ADS_2