
Baru saja tangan Revand menyentuh kedua pipi Eva.
“Apa yang kau lakukan Revand?” teriak suara pria.
“Seperti nya aku kenal dengan suara ini.” Gumam Eva.
Eva melihat kearah pintu, dan ternyata sudah ada Lucifer yang berdiri di sana.
Eva ingin menyambut, baru saja dia berdiri.
“Adamm….
“Jangan berlari, tetap diam di tempat mu, biar aku yang kesana.” Suruh Lucifer.
Eva mendadak diam di tempat. Wajah mereka berdua tersenyum bahagia. Lucifer segera menghampiri Eva yang menunggu nya.
Dengan perlahan dia memeluk Eva. Eva pun merangkul memeluk suami yang baru datang itu.
Tidak bisa menahan nya lagi, Lucifer mencium bibir Eva di hadapan Revand. Lama sekali mereka berciuman.
“Eeehheemm…. Teruskan saja, anggap aku hanya angin, tidak usah di perdulikan.” Ucap Revand.
Lucifer melepas pelukan dan ciuman nya.
“Apa yang kau lakukan pada isteri ku? Apa kau sedang menyiksa nya?” Tanya Lucifer.
“Hhhuufff…. Begini nih kalau gak tahu akar permasalahan nya bagaimana langsung asal nuduh.” Ledek Revand.
Eva mengajak Lucifer untuk duduk bersama.
“Kamu kenapa tidak memberitahukan ku kalau mau pulang?” Tanya Eva.
“Aku ingin memberikan mu kejutan sayang. Bagaimana kabar mu?” Tanya Lucifer.
“Baik, kak Revand dan papa menjaga ku.” Jawab Eva.
“Tuh dengar.” Ledek Revand yang duduk di samping Eva.
“Apa urusan pekerjaan sudah beres di sana? Bukan nya kamu bilang 1 bulan?” Tanya Eva.
“Pekerjaan nya sudah beres, sisa nya Lisna dan yang lain nya mengerjakan. Aku sangat rindu pada mu makanya aku bekerja keras agar bisa cepat selesai dan kembali berkumpul dengan mu dan anak-anak kita.” Jawab Lucifer mengelus perut isteri nya.
Melihat adegan romantis antara Eva dan Lucifer, membuat Revand risih.
“Ah sudah lah. Males melihat kalian yang sok romantis. Mending aku main game.” Revand berdiri, meninggalkan mereka berdua yang masih duduk dengan santai.
“Kenapa dia?” Tanya Lucifer.
Eva tersenyum, dan kemudian menceritakan apa yang terjadi dengan Revand.
************
Aris dan Rihana sedang berada toko yang menyediakan bahan-bahan makanan untuk di masak. Awal nya hanya ingin Rihana saja, tapi Aris menawarkan bantuan untuk menemani nya berbelanja.
Dengan menggunakan mobil milik Rihana yang kondisi nya sudah di perbaiki di bengkel.
__ADS_1
Semenjak Lucifer kembali ke Singapura, Aris dan Hendra jarang bertemu, karena sudah mulai sibuk dengan urusan pribadi masing-masing. Hendra dengan Citra, Aris dengan Rihana. Hanya saja Hendra berkomunikasi
melalui telepon, tapi sudah jelas ikatan hubungan nya. Sementara Aris sudah
bertemu dengan Rihana, tapi masih belum jelas hubungan nya.
Anton yang tidak sengaja melihat Rihana dan Aris baru keluar dari toko, masih ada dendam di hati nya.
Anton keluar dari mobil membawa senjata tajam. Dia berlari ingin membunuh Rihana. Aris yang sudah lebih dulu mengetahui ada pergerakan dari anton segera menggeserkan tubuh rihana.
“Mati kau……” teriak Anton.
SSSRREETTT…….
Beruntung yang terkena bagian telapak tangan Aris saat ingin menangkis serangan. Telapak tangan nya sudah mengeluarkan darah.
“Aris… “ teriak Rihana.
“Aku tidak apa-apa.” Aris melihat marah pada Anton yang masih memegang pisau.
“Hahahahaha…. ****** kau.” Tawa Anton.
“Ckckckckck….segini saja kemampuan mu?” ledek Aris.
Aris memukul beberapa kali Anton, pria itu tidak bisa melakukan perlawanan. Serangan dari Aris sangat cepat dan menyakitkan. Tentu saja, karena Aris sudah terlatih untuk menghadapi musuh yang lebih sadis dari
Anton.
Beberapa Security memisahkan mereka. Anton dengan bukti pisau di bawa ke kantor polisi. Sedangkan Aris segera di bawa Rihana.
“Tidak usah, aku baik-baik saja. Sebaik nya kita pulang.” Ucap Aris.
“Tapi luka mu?” Tanya Rihana.
“Aku bilang tidak apa-apa.”tegas Aris.
Rihana tidak bisa berdebat lagi. Dia membantu Aris untuk masuk kemobil. Belanjaan pun segera di masukkan.
******
Eva dan Lucifer berdua di dalam kamar. Mereka berpelukan di atas ranjang.
“Aku belum mandi loh sayang.” Ucap Lucifer.
“Tidak apa-apa. Aku ingin mencium bau mu.” Jawab Eva dalam pelukan Lucifer.
“Apa ada masalah dengan anak kita?” Tanya Lucifer.
“Tidak ada.” Eva menjawab menggelengkan kepala nya.
“Kapan kita kerumah sakit lagi untuk USG ?” Tanya Lucifer.
“Lusa bagaimana?” Eva bertanya balik.
“Baik lah.” Lucifer mengusap usap kepala Eva.
__ADS_1
“Sayang, aku rindu ingin makan bubur ayam buatan mu.” Pinta Eva.
“Bubur ayam? Kau mau aku buatkan?” Tanya Lucifer.
Eva menganggukkan kepala nya.
“Baiklah sayang, aku akan membuat kan nya. Tapi aku harus mandi dulu karena suami mu ini sudah sangat kegerahan. Ini keringat nya sudah lengket.” Pinta Lucifer.
Lucifer turun dari tempat tidur, dan segera kekamar mandi.
“Aku gak mimpi kan Adam sudah pulang?” Tanya nya sendiri.
Dia sangat senang dan bahagia.
**********
Rihana sedang membantu mengobati luka Aris. Membersihkan luka hingga mengolesi krim.
“Maafkan aku ya. Ini sudah ketiga kali nya kau bahaya karena ku.” Ucap Rihana sambil memberi perban.
“Kau sudah 3 kali menyelamatkan ku. Aku benar-benar merasa bersalah pada mu.” Ucap nya lagi.
Aris masih diam, dan memperhatikan wanita itu.
“Aku berhutang banyak padamu. Aku gak tahu bagaimana cara nya untuk bisa membalas kebaikan mu ini.” Ucap nya lagi.
“Kalau begitu kau jadi pacar ku saja.” Suara Aris yang membuat Rihana terkejut.
Dia menghentikan pergerakan nya. Melihat Aris.
“Apa?” Tanya Rihana.
“Iya, itupun kalau kau mau. Tapi kalau tidak, aku tidak memaksa mu.” Jawab nya santai tapi serius.
“Aku sadar aku bukan pria yang romantis dan humoris, tapi aku akan berusaha menjaga dan mencintai mu. Aku akan memberikan apapun yang kau mau selama aku mampu.” Ucap Aris.
“Aku gak mau menjadi pacar mu untuk membayar hutang.” Rihana berbicara sedikit malu.
“Kalau begitu jadi isteri ku saja, selama nya. Mungkin ini terlalu terburu-buru, tapi aku tidak ingin merasa menyesal dan kehilangan kesempatan. Kita punya banyak waktu untuk saling mengenal. Ya…. Itupun kalau kau mau….
“Aku mau!” jawab Rihana cepat dan serius, walaupun sedikit gugup.
“Benarkah? Kau yakin dengan keputusan mu?” Tanya Aris.
“Aku yakin, lalu apa kau juga?” Tanya balik Rihana.
Aris menganggukkan kepala nya.
Tanpa mereka sadari jarak mereka semakin dekat, Aris melihat wajah Rihana bagian bibir. Begitu juga dengan wanita yang baru menerima lamaran Aris.
Tangan kiri Aris menarik pelan leher belakang Rihana untuk lebih dekat lagi dengan wajah nya. Bibir mereka pun saling bersentuhan. Ciuman pertama selesai dan di lepas. Merasa tidak puas, Aris menarik lagi untuk
mencium bibir Rihana lagi, dan wanita itu tidak menolak.
Sebagai tanda bahwa hubungan mereka sekarang sudah jelas dan sudah ada ikatan juga.
__ADS_1
Dannn……. Aris tidak jomblo lagi loh…….