SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 113


__ADS_3

Eva masih ingat ketika Lucifer menyelamat kan nya ketika dari penjambretan uang milik nya yang hendak di berikan pada orang tua angkat nya.


Mengingat ketika Lucifer menyelamatkan nya ketika pertama kali di jual orang tua angkat nya.


Eva yang ngotot ingin membayar hutang nya pada Lucifer walaupun sebenar nya Lucifer tidak menginginkan itu.


Mengingat ketika minum es cendol di pingir jalan.


"Hahahaha.... lucu banget, bos mafia minum es cendol. " gumam Eva.


Mengingat ketika Lucifer khawatir dengan nya saat Edward dan Beny ingin membunuh nya.


Dan ketika Lucifer membawa nya kerumah sakit sambil di gendong.


"Sejauh ini, Adam memang tidak pernah melukai ku." gumam Eva.


Eva melihat cincin pernikahan di jari nya.


Eva teringat pada saat hari pernikahan mereka.


  "    (MEMPELAI PRIA) dan (MEMPELAI PEREMPUAN), sungguhkah kalian dengan hati bebas dan tulus ikhlas hendak meresmikan perkawinan ini?" Tanya Romo Ignatius.


"  Ya, sungguh." jawab Eva dan Lucifer bersamaan.


"   Selama menjalani perkawinan nanti, bersediakah kalian untuk saling mengasihi dan saling menghormati sepanjang hidup?" tanya Romo Ignatius.


" Ya, saya bersedia." jawab Eva dan Lucifer secara bersamaan.


"   Bersediakah kalian dengan penuh kasih sayang menerima anak-anak yang dianugerahkan Allah kepada kalian, dan mendidik mereka sesuai dengan hukum Kristus dan GerejaNya?" tanya Romo Ignatius.


" Ya, saya bersedia." jawab Eva dan Lucifer


Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi, saya


(ADAM CAESARIUS RAMESES),


dengan niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu


(EVA TASYALONA)


menjadi isteri saya.


Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang,


suka dan duka, sehat dan sakit,


dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.


Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya.


lucifer mengucapkan janji nya, dengan tegas, tenang dan berwibawa, walaupun sebenar nya dia sangat gugup.


Eva tak kuasa menahan air mata nya. Dia merasa sangat tersentuh dengan janji suci yang di ucapkan Adam.



Di hadapan Tuhan, Imam, para orang tua, para saksi,  saya


(EVA TASYALONA),


niat yang suci dan ikhlas hati memilihmu


(ADAM CAESARIUS RAMESES)


menjadi suami saya.


Saya berjanji untuk setia kepadamu dalam untung dan malang,

__ADS_1


 suka dan duka, sehat dan sakit,


dengan segala kekurangan dan kelebihanmu.


Saya akan selalu mencintai dan menghormatimu sepanjang hidup saya.


Tanpa di sadari Eva menangis mengingat nya.


"Ingat, kau harus percaya pada ku, aku akan selalu menjaga mu, melindungi mu, aku akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk mu, aku tidak ada niat jahat untuk menyakiti mu. " ucapan Lucifer yang di ingat Eva.


"Diantara kita harus jujur tentang perasaan kita masing-masing, kamu boleh menyukai atau mencintai ku, itu hak kamu, dan kamu harus mengatakan nya pada ku, begitu juga dengan diri ku. " ucap Lucifer sesekali melirik Eva.


"Asal kau berusaha membuat ku bisa menyukai atau mencintai mu." ucap Lucifer.


"Aku bukan tipe laki-laki yang bisa menunjukkan hal-hal yang romantis dengan sengaja." ucap Lucifer.


"Aku tahu kamu masih muda, dan selisih umur kita sangat jauh berbeda, dan aku tidak bisa bersikap alay atau lebay dalam mengungkapkan perasaan. " ucap Lucifer.


"Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang baik buat mu. " ucap Lucifer serius.


Eva menggigit roti nya. Lucifer melirik nya saat memakan roti.


"Berikan pada ku potongan nya. " ucap Lucifer.


Eva bingung, dia mengambil satu bungkus roti yang masih di bungkus.


"Yang di tangan mu saja. " ucap Lucifer.


"Hah? tapi ini bekas gigitan ku? " tanya Eva kaget.


"Tidak apa-apa. " jawab Lucifer.


"Tapi.... "


Lucifer menarik pelan tangan Eva yang memegang roti itu, dan dengan tangan Eva juga memasukkan roti ke mulut Lucifer.


Bahkan tangan Eva merasakan menyentuh bibir Lucifer.


"Apa, roti nya masih kurang? " tanya Eva.


"Sudah cukup. " jawab Lucifer.


Eva mengambil air mineral yang masih di segel, dan membuka nya, lalu meminum nya. Bibir Eva mengenai ujung botol itu, Eva tidak bisa minum tanpa menyentuh bibir botol nya.


Saat Eva menutup kembali, Lucifer melihat.


"Berikan air minum nya. " pinta Lucifer.


Eva mengambil botol air mineral yang baru.


"Yang di tangan mu saja. " pinta Lucifer.


"Hah? " Eva kembali kaget lagi.


"Tolong buka tutup nya ya. " pinta Lucifer.


Eva membuka tutup botol dan memberikan pada Lucifer.


Dengan perlahan-lahan, Lucifer minum dari botol itu, bibir nya juga mengenai bibir botol itu, sama seperti yang di lakukan Eva sebelum nya.


Eva kaget sambil menelan ludah nya dengan tatapan yang malu.


"Itu kan bekas minum dari ku" ucap Eva.


"Lalu? " tanya Lucifer.


"Apa... apa... kau tidak jijik? " tanya Eva malu.

__ADS_1


"Jijik? tidak, kau kan isteri ku. " ucap Lucifer santai.


"Pakai jaket pelampung nya dulu. " ucap Lucifer.


*Lucifer memasangkan jaket pelampung untuk Eva. Mereka sangat dekat sekali. Membuat Eva gugup.


Lucifer melirik nya.


"Kau baik-baik saja kan? " tanya Lucifer*.


"I... iya.. " jawab nya.


"Nanti kau harus memeluk ku erat ya, supaya kamu gak jatuh nanti." ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya. Tentu saja sangat gugup. Lucifer hanya tersenyum melihat nya.


"Tenang saja, aku akan membawa nya pelan-pelan kok." ucap Lucifer yang seperti tahu apa yang ada di dalam pikiran Eva.


*Eva menganggukkan kepala nya lagi.


Mereka menuju Jet Sky yang hendak di naiki. Lucifer naik terlebih dulu lalu di susul Eva.


"Naik lah ." Lucifer mengulurkan tangan nya*.


Eva meraih tangan Lucifer dan langsung duduk di belakang nya.


"Pelan-pelan ya. " pinta Eva takut.


"Hahahahaha. " tawa Lucifer.


"Kau kurang dekat, ini bukan seperti naik motor yang kau bisa memegang besi belakang nya, jadi kau harus memeluk ku sangat erat. " ucap Lucifer melihat ke arah Eva.


Wajah Lucifer sangat dekat dengan nya. Hembusan angin menggerakkan rambut panjang Eva.


"Aku akan nyalakan." ucap Lucifer.


Jet Sky yang mereka naiki berjalan di atas air, kecepatan yang sedang, tapi Eva merasa itu kecepatan maksimal.


Sesekali Eva mengeluarkan suara nya.


"Aaakkkhhh... pelan-pelan Adam... aku takut jatuh. " teriak Eva di telinga Lucifer.


"Hahahahahaa... "Lucifer hanya membalas dengan tawa.


"Ini sudah sangat pelan Eva, hahahaha. " teriak Lucifer.


Eva tidak menyadari, bahwa tersenyum dan tertawa mengingat kejadian itu.


"Habis ini, kau mau naik apa lagi? " tanya Lucifer.


"Aku gak tahu." jawab Eva yang masih gugup.


"Baik lah, ayo kita bermain Flyboard. " ucap Lucifer.


"Permainan apa itu? " tanya Eva.


"Kau akan tahu itu nanti. " ajak Lucifer menggandeng tangan Eva.


Mereka masih belum membuka jaket pelampung nya.


"Ini dia. " ucap Lucifer menunjuk permainan yang di maksud.


.


.


.

__ADS_1


NOTE : INI ADALAH EVA YANG SEDANG MENGINGAT SEMUA KEJADIAN NYA KETIKA AWAL BERTEMU DENGAN LUCIFER. JADI ALUR NYA MUNDUR DULU UNTUK BEBERAPA SAAT.


__ADS_2