SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 141


__ADS_3

"Ternyata wanita itu seorang lesbian? " ucap Eva kaget.


"Iya, dan aku tidak mau isteri ku di rebut dari ku. " ucap Lucifer sambil memeluk Eva.


"Gak mungkin lah. Kecuali aku juga gak normal. " jawab Eva.


"Sayang, aku sangat senang kamu berbicara jujur pada ku. " ucap Lucifer yang masih memeluk Eva.


"Entah dari mana asal nya, ada yang mengirimkan foto mu dan seorang laki-laki di sebuah cafe. " ucap Lucifer.


"Siapa yang kirim?" tanya Eva melihat wajah suami nya.


"Aku tidak tahu, lagi pula di kirim nya ke Hp William. " jawab Lucifer.


"Sayang, kita harus saling percaya dan jujur. " ucap Lucifer serius.


Eva menganggukkan kepala nya dengan senyum.


"Ngomong-ngomong berarti kamu normal? " tanya Lucifer.


"Iya. " jawab Eva.


"Bukti nya apa? " bisik Lucifer di telinga Eva.


Wajah Eva langsung memerah. Gugup dan malu.


"Heemm.... kenapa jadi diam? " tanya Lucifer mengusap bibir isteri nya.


"Bu... bukti apa yang kau...mau? " tanya Eva malu.


"Kau pasti sudah tahu sayang. " ucap Lucifer memegang kancing piyama isteri nya.


"Boleh kah? " tanya Lucifer bisik.


Mereka saling bertatap-tatapan. Lucifer tidak mau melakukan nya sebelum Eva mengijinkan nya.


"Ta... tapi... a... aku.. takut. " jawab Eva gugup.


"Kau tidak usah takut. Aku akan melakukan nya dengan pelan-pelan. " ucap Lucifer membelai pipi Eva.


Eva menganggukkan kepala nya perlahan.


Lucifer tersenyum senang. Dia langsung menggendong Eva kekamar.


Eva mengalungkan tangan nya di leher Lucifer. Tidak berani menatap nya karena malu.


Secara perlahan Lucifer membaringkan Eva di ranjang. Beberapa kali Eva menelan ludah sangkin gugup nya.


"Jangan tegang, relax saja. " ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


Adam membuka piyama bagian atas nya. Tampak bentuk bagian atas nya yang sempurna. Atletis. Dengan bentuk kotak-kotak di bagian perut. Eva menutup mata nya.


"Sayang.. lihat aku." ucap Lucifer yang sudah berada di hadapan Eva.


Eva membuka mata nya secara perlahan.


Lucifer mencium kening Eva, ujung hidung, pipi, dan bibir nya. Sementara tangan nya menyentuh batang leher di bawah telinga Eva.


Kancing baju piyama Eva di buka satu persatu. Hingga tampak bra berwarna putih dengan renda.


"Aduhhh... aku... aku malu sekali Adam. " Eva menutup wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


"Sayang, kamu jangan malu. Aku suami mu, dan kau isteri ku. Kita sudah sah. " bisik Lucifer.

__ADS_1


Lucifer menarik kedua tangan Eva, menarik nya ke atas kepala Eva.


"Sayang, lihat aku, jangan melihat ke kiri atau kekanan. " ucap nya dengan tatapan di wajah Eva.


Dia mencium dada isteri nya, meremas nya dengan pelan, dan turun mencium perut Eva dengan lembut dan pelan.


Beberapa kali terdengar suara desahan di antara mereka berdua. Desahan yang panas dan menggairahkan.


Lucifer melepas tangan Eva, dan turun melepas sisa pakaian yang melekat di tubuh mereka. Lucifer juga yang melepas pakaian Eva.


"Kau keringatan? apa AC nya kurang dingin? " tanya Lucifer mengeringkan keringat yang muncul di wajah dan leher Eva.


Eva menganggukkan kepala nya. Karena memang terasa panas.


"Sayang, tidak apa-apa kan?" tanya Lucifer.


"Kalau kau masih ragu atau belum siap, aku akan menghentikan nya. " ucap nya lagi.


"Bagaimana aku bisa menghentikan nya, sudah telanjang begini, dan kau juga sudah melihat ku. " ucap Eva dengan perasaan malu.


"Benar juga. Berarti kita lanjut nih? " goda Lucifer.


"Aku yakin, kau akan menyukai nya dan ketagihan. " goda nya lagi.


"Hentikan, aku malu. " ucap Eva malu.


Lucifer melanjutkan aksi nya lagi.


"Detak jantung mu kencang sekali. " ucap Lucifer menyentuh dada Eva.


"Karena aku gugup. Aku... aku belum pernah melakukan nya. " ucap Eva.


"Aku senang kau melakukan nya dengan ku. Aku yang pertama melakukan nya dengan mu. " ucap Lucifer.


Tangan Lucifer mengelus betis dan paha isteri nya dengan lembut. Sehingga Eva mengeluarkan suara desahan.


"Hentikan, jangan bicara seperti itu Adam. " ucap Eva malu.


Setelah melakukan beberapa pemanasan.....


"Sayang, aku akan melakukan nya, mungkin akan terasa sakit. Aku akan melakukan nya dengan pelan-pelan. " ucap Lucifer.


Eva menganggukkan kepala nya.


Lucifer memasukkan 'senjata'nya dengan pelan.


"Aduh... sakit... sakit Adam. " pekik Eva pelan.


Dia menahan pinggul Lucifer yang berada di atas nya.


"Tenang, kau harus santai. Jangan takut sayang. " bisik nya.


Akhir nya seprei ranjang nya memiliki noda darah yang berasal dari Eva.


Lucifer tersenyum senang melihat nya.


Eva mengeluarkan air mata nya. Dan Lucifer mengusap air mata di pipi Eva.


"Jangan menangis, " ucap Lucifer.


Dia memeluk tubuh Eva. Beberapa kali dia melakukan kegiatan nya itu. Walaupun Eva merasa sedikit kesakitan.


Hingga tiba di klimaks nya. Mereka melepas dengan kepuasan bersama dan merasa kelelahan.


Eva tertidur di samping Lucifer yang memeluk nya. Dengan ditutupi selimut.

__ADS_1


"Terimakasih sayang ku. " bisik nya di telinga Eva yang sudah terlelap.


Dia pun ikut tertidur.


*******************


Pagi hari pukul 07.00 wib. Eva bangun. Berusaha turun dari ranjang. Sedikit susah karena tangan Lucifer berada di atas perut nya.


"Aadduuhhh.... " teriak Eva menahan kesakitan.


"Ada apa sayang? " Lucifer bangun tiba-tiba dengan khawatir.


"Kau terbangun?" tanya Eva.


"Iya, kau kenapa? apa masih sakit? " tanya Lucifer.


"I.. iya... " Eva menganggukkan kepala nya dengan malu.


"Apa yang kau butuhkan? " tanya Lucifer dengan posisi duduk sambil bersandar di atas ranjang.


"Aku ingin mandi. Aku merasa sangat gerah. " ucap Eva.


Lucifer turun dari ranjang.


"Adam.. pakai dulu celana mu. " teriak Eva menutup mata nya.


"Hahahaha.... kenapa? kan kau sudah melihat bahkan merasakan nya juga. " ucap Adam tanpa malu.


"Adam, tolong... aku sangat malu. " ucap Eva yang masih menutup wajah nya.


"Baiklah. " Adam memakai piyama di bagian celana nya.


"Aku sudah memakai nya, kau boleh membuka mata mu. " ucap Lucifer.


Dengan perlahan Eva membuka mata nya.


Tampak Lucifer sudah berdiri di hadapan nya.


Tiba-tiba dia menggendong tubuh telanjang Eva menuju kamar mandi.


"Adam, aku belum memakai pakaian. " teriak Eva pelan.


"Untuk apa? bukan nya kau mau mandi? " tanya Lucifer.


"Aku bisa jalan sendiri. " protes Eva.


"Bagaimana kau bisa jalan sendiri. Kau sedang merasa kesakitan kan. " ucap Lucifer.


Eva pasrah...


Meletakkan nya di dalam bath up dengan perlahan. Sambil menyalakan air.


Lucifer ikut bergabung dengan duduk di belakang Eva. Sebelum nya sudah mengambil botol shampoo dan sabun.


"Aku akan menggosok punggung mu. " Lucifer menggosok dengan spons khusus mandi.


"Adam, ini sudah jam 7 lebih loh. Nanti kamu terlambat bekerja. " ucap Eva.


"Aku tidak bekerja hari ini." jawab Lucifer santai.


"Kenapa? " tanya Eva melirik Lucifer yang berada di belakang nya.


"Sayang, kau sedang kesakitan. Siapa yang akan menjaga mu di sini. Jadi biarkan aku menjaga mu hari ini. " ucap Lucifer.


"Tapi....

__ADS_1


"Tidak ada tapi-tapi an. Okey... " ucap Lucifer memotong kalimat Eva.


Lucifer melanjutkan kegiatan nya menggosok punggung Eva.


__ADS_2