SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 239


__ADS_3

Kelompok Deadly Poison akan berperang dengan Black Dragon.


Masing-masing ketua sudah berada dalam kelompok nya. Sementara MaLee mengamati


dari tempat tersembunyi.


Atas perintah Lucifer, semua anak buah nya memakai jaket anti peluru dan alat pelindung lain nya. Seperti sutradara yang mengarahkan


aktor nya. Di atur nya sebagian untuk berperan sebagai korban yang tewas,


dengan memasukkan cairan berwarna merah seperti darah di dalam plastik yang


tersembunyi di baju mereka.


Pihak lawan Black Dragon beberapa ada yang menembaki anak buah Deadly Poison, tentu saja dengan peluru asli.


Lucifer berhadapan dengan Revand. Dengan tatapan tajam dan sinis. Mereka sudah bertarung beberapa kali,dan sama-sama terluka. Anak buah Lucifer kalah telak, banyak yang terluka.


“Tuan, seperti nya Lucifer akan kalah. Apa yang akan kita lakukan?” Tanya anak buah Marvel yang  mengamati di tempat tersembunyi.


“Sudah aku bilang, dia tidak akan bisa melawan Black Dragon. Dasar keras kepala.” Ucap Marvel senang.


“Siapkan yang lain nya. Turun kan mereka saat Lucifer kalah.” Suruh Marvel.


“Saat mereka kalah dan lelah, baru kita beraksi. Waktu yang tepat kita akan membunuh mereka. Pusat kan untuk mengawasi Lucifer dan Revand.”suruh


Marvel.


“Baik tuan.” Anak buah nya kembali untuk mengatur posisi rekan-rekan nya.


“Dengan begini aku bisa melenyapkan dua pemimpin kelompok sekaligus. Dan aku yang akan menjadi penguasa di dunia ini.” Ucap nya senang.


Hendra dan Vicky yang tidak berada dalam pertempuran itu hanya bertugas mengawasi di tempat lain. Aris dan lain nya berada bersama Lucifer. Dan mereka tentu saja pura-pura hampir kalah.


“Siapa mereka?” gumam Hendra.


Hendra melihat beberapa pria yang masuk di tengah-tengah mereka. Jumlah mereka sangat banyak. Lucifer dan Revand tersenyum sinis.


“Tebakan Lucifer ternyata benar.” Gumam Revand.


Para pendatang itu menyerang Revand dan Lucifer bersamaan.


Lucifer dan Revand kalah.


Beberapa peluru mengenai dada Revand. Revand jatuh dengan darah yang banyak.


“Hahahahaha…….”Marvel datang bersama dengan Biyan, asisten nya.


Lucifer yang kesakitan melihat kedatangan Marvel yang tertawa bahagia.


“Bagaimana keponakan ku tersayang? Kau tahu sekarang kan seberapa besar kekuatan ku?” Tanya berjongkok berbicara pada Lucifer yang setengah berbaring di tanah.


Revand sudah terbaring tak bernyawa, anak buah nya yang banyak merasa ketakutan, sementara Aris dan yang lain nya juga merasa khawatir.


“Lucifer, seandai nya kau menuruti ku, kau tidak akan berakhir seperti ini. Mengenaskan sekali. Hahahahaha .” Marvel berdiri.


“Kau lemah hanya karena wanita itu, siapa nama nya……Mmmm….


Eva, benar kan Eva?” Tanya nya memancing emosi Lucifer.

__ADS_1


“Kau sama seperti Michael Lee, lemah terhadap wanita.”ucap nya.


“Isteri mu sangat cantik Lucifer, apalagi dia sedang hamil, kecantikan nya semakin terpancar. Rasa nya aku ingin menikmati tubuh seksi nya.” Ucap Marvel.


Lucifer mengepalkan kedua tangan nya, emosi sudah memuncak.


Biyan beberapa kali memukul wajah Lucifer karena melihat Marvel dengan sinis.


“Ada apa Lucifer? Apa kau marah karena aku berbicara tentang isteri mu?” Tanya Marvel.


“Kau yang melakukan semua nya kan? Kau yang membunuh keluarga Michael Lee?” Tanya Lucifer dengan darah keluar dari mulut nya.


“Hahahahaha….. tentu saja aku yang melakukan nya. Aku juga yang menyebabkan mu masuk ke penjara, aku menyuruh mereka memukul dan menyiksa mu.” Jawab nya santai.


“Hhhmmm…. Aku masih belum bisa melupakan bagaimana rasa enak nya tubuh kedua wanita itu. Tapi masih lebih enak lagi dengan…..gadis kecil itu. Kau tahu, walaupun Dyna masih kecil, tapi dia memiliki kulit halus dan lembut seperti mama nya. Luar biasa..” ucap Marvel.


Di lain sisi Vicky yang mendengar berusaha untuk bersabar.


Dia teringat kenangan dengan adik nya sewaktu masih hidup.


Hendra juga merasa kasihan, dia berusaha membuat Vicky agar tetap tenang.


“Setaaannn..” teriak Lucifer.


“Hahahahaha….. sebagai mafia aku harus kejam Lucifer. Aku harus berkuasa.” Jawab Marvel.


“Dan sekarang…. Aku akan membunuh mu, setelah kematian mu, aku akan menikmati tubuh indah isteri kesayangan mu…


BBBRRUUGGHHH……..


Lucifer berdiri, dengan kuat dan emosi memukul beberapa kali Marvel.


Hingga Lucifer dan Biyan yang bertarung. Marvel hanya mengamati.


Lucifer lupa dengan rencana awal nya, dengan kesetanan memukul keras Biyan.


“Apa? Kenapa dia masih memiliki tenaga juga?” gumam Marvel khawatir.


Beberapa anak buah Marvel menjaga nya.


“Kenapa dia tidak sabar dulu.” Gumam Revand.


Biyan sangat kuat, masih bisa bertahan. Tapi Lucifer tidak lelah, justru dia sangat kuat dan semangat.


“Seperti nya aku harus menghindar dulu.” Gumam Marvel.


KKKREEEEEKKKKKK….


“Aaakkhhhh…” jerit Biyan.


Lucifer mematahkan jari-jari Biyan.


Dengan kaki nya menendang paha Biyan yang masih menahan kesakitan.


Revand berdiri dari kepura-puraan mati nya.


Berjalan menghampiri Marvel yang membelakangi nya. Dan…..


“Mau kemana kau kepa**t..” Revand sudah mencekik leher Marvel dari belakang.

__ADS_1


Marvel melihat siapa yang mencekik nya.


“Ka…ka..kau…” Tanya nya dengan sisa nafas nya.


“Kau sudah mati… lalu….


“Bagaimana bisa aku mati sementara penjahat seperti mu masih hidup?” Tanya Revand.


Anak buah Marvel menyerang Revand. Marvel mengira Revand tidak bisa bertahan lagi. Ternyata anak buah Revand yang di anggap tewas itu bangkit lagi dan melawan anak buah Marvel.


Marvel terkejut.


“Apa…. Apa kalian?” Tanya Marvel ketakutan.


“Kenapa? Apa kau ketakutan sekarang?” Tanya Revand.


“Lepaskan aku..” teriak Marvel.


“Melepaskan mu? Setelah kesalahan yang kau lakukan?” Tanya Revand yang masih mencekik nya dari belakang.


“Hentikan Revand! ” teriak Vicky yang muncul dari belakang mereka.


Marvel melihat kedatangan Vicky.


“Vicky, keponakan ku, tolong aku. Tolong paman mu ini.” Pinta Marvel.


Vicky melihat Marvel dengan tatapan mematikan.


“Ada apa dengan bocah tengik ini, kenapa dia diam saja?” gumam Marvel.


“Vicky, bantu aku. Bantu paman mu ini.” Mohon Marvel.


“Kau jangan membunuh nya Revand.” Ucap Vicky.


“Bagus. Ternyata kau masih berguna juga.” Gumam Marvel.


Lucifer dan Biyan masih bertarung. Biyan adalah seorang mantan prajurit di Jepang. Dia ahli dalam menembak, memanah dan bertarung lain nya. Hanya saja dia salah dalam memilih majikan.


Lucifer merasa kelelahan. Dengan nafas yang mengejar. Anak buah nya ingin membantu Lucifer, tapi dia menghalangi nya. Anak buah nya hanya bisa mengamati pertarungan mereka.


Dengan sisa tenaga nya, menghajar dan memukul Biyan yang juga sudah kelelahan.


Biyan terlempar ke tanah. Lucifer berdiri. Ingin menghampiri Biyan yang hampir tidak berdaya. Marvel sudah di tahan dan di ikat.


“Kau salah mengambil majikan Biyan.” Ucap Lucifer mendekati Biyan.


Dia mengambil pistol yang sudah di siap kan dan…


DDOORR….DDOORR….


Dua peluru mengenai dada dan pinggang Hendra.


Seorang Sniper yang bersembunyi hendak menembak Lucifer,


namun Hendra yang mengetahui nya segera berlari untuk melindungi Lucifer.


“Hennnddrraaa…..” teriak Aris berlari.


Ceons melihat Sniper tersebut dan bersama anak buah nya segera mengejar nya.

__ADS_1


Lucifer melihat ternyata di belakang nya sudah ada Hendra yang terbaring akibat tembakan yang harus nya mengenai Lucifer.


__ADS_2