SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 175


__ADS_3

Steven tetap berjalan mengabaikan.


"Dokter Stev, apa begini cara mu menangani pasien? " teriak Julie.


Steven menghentikan langkah kaki nya.


"Aku kesini untuk cek kesehatan. "


Julie menghampiri Steven.


**************


"Aakkhhhh.... membosan kan sekali di sini. " ucap Eva sambil bermain Hp nya.


Tiba-tiba Hp nya berdering, dari suami nya.


"Hallo Adam? " jawab Eva.


"Kamu sedang apa Va? " tanya Lucifer.


"Biasa, sedang duduk santai. Aku sangat bosan sekali di sini. " keluh nya.


"Apa kau mau kesini? " tanya Lucifer.


"Boleh? kalau boleh, aku mau. " jawab Eva senang.


"Kalau begitu aku akan suruh Aris menjemput mu. " ucap Lucifer.


"Okey. Apa...


"Kamu tidak usah bawa makan siang, kita makan di luar saja. " ucap Lucifer yang tahu apa yang akan di bicarakan isteri nya.


"Hahahahaha... kau tahu saja apa yang ingin aku ucap kan. " tawa Eva.


"Tahu donk, kita kan sudah menjadi satu. " balas Lucifer tersenyum.


"Baik lah, kau bersiap-siap saja dulu. " suruh Lucifer.


*******************


"Sudah berapa lama sakit mu? " tanya Steven.


"Tiga tahun. Aku sudah berobat ke Malaysia, tapi kata mereka, sudah tidak bisa sembuh. Mereka hanya memberi obat pengurang rasa sakit saja. " ucap Julie.


"Mana suami mu? " tanya Steven.


Julie melihat Steven dengan tatapan bersalah nya.


"Kami sudah bercerai setahun yang lalu. Dan dia ada di Cina sekarang. " jawab Julie.


Steven hanya menganggukkan kepala nya perlahan.


"Bagaimana keadaan mu? apa... apa kau sudah menikah? " tanya Julie.


"Belum. Tapi sebentar lagi." jawab Stev santai.


"Kau... kau sudah memiliki kekasih? " tanya Julie kaget.


Steven hanya menjawab dengan menganggukkan kepala nya.


"Aku harap, kau bahagia dengan pasangan mu. " ucap Julie sedih.


"Terimakasih. " jawab Steven.


"Stev, aku minta maaf ya, aku sudah mengecewakan mu. " ucap Julie menggenggam tangan Steven.


"Tidak apa-apa. Lupakan saja kejadian masa lalu itu. Tidak perlu di ingat. " Steven menepis tangan Julie pelan.


"Apa... apa kau masih marah Stev? " tanya Julie.


"Hhhmm... entah lah. Aku tidak tahu Julie. " jawab Steven sedikit berpikir.


Steven membuka seragam dokter nya. Mengambil kunci mobil dan Hp nya.

__ADS_1


"Kau mau kemana Stev? " tanya Julie.


"Aku mau makan siang dengan Lisna. " jawab Steven santai.


"Lisna? apa dia kekasih mu? " tanya Julie.


Steven melirik lagi wanita yang pernah menjadi cinta pertama nya dulu.


"Iya, dia kekasih ku, dan kami saling mencintai. " jawab Stev.


Steven keluar dari ruangan nya, di ikuti Julie.


"Apa aku bisa ikut? sekalian aku ingin menambah teman. " pinta Julie.


"Tidak usah. " tolak Steven.


"Kenapa? apa kau takut...


"Iya... aku takut nanti terjadi kesalahpahaman. " potong Steven.


"Berarti dia tidak mempercayai mu Stev? " ucap Julie.


Steven hanya membuang nafas nya. Mengabaikan dan meninggalkan Julie.


************


"Hallo Lisna... " sapa Eva yang sudah tiba di kantor langsung menuju ruangan Lisna yang masih sibuk dengan laporan nya.


"Hey... ibu Presdir... " ledek Lisna.


"Biasa aja kali. " ucap Eva.


"Kenapa kau ada di sini? " tanya Lisna.


"Aku bosan di rumah. Lagi pula Adam juga menyuruh ku ke sini. " jawab Eva.


Aris muncul menghampiri Eva dan Lisna.


"Eva, tuan Lucifer memanggil mu. " ucap Aris.


"Aku ke sana dulu ya. " ucap Eva pamit pada Lisna.


Lisna membalas dengan anggukan dan senyuman.


CCCEEKKKLLLEEKKK.....


Eva membuka pintu, melihat Lucifer masih fokus pada laptop nya.


"Eeheemm... " dehem Eva di hadapan Lucifer.


Lucifer melihat isteri nya yang masih berdiri di hadapan nya dengan berbatasan meja kerja nya.


"Kemarilah sayang. " Lucifer merentangkan tangan nya agar Eva bisa duduk di pangkuan nya.


Tentu saja Aris berada di luar. Tidak mau mengganggu waktu berdua atasan nya.


"Aku sangat merindukan mu. " Lucifer memeluk Eva, mencium pipi nya.


"Hah? kan baru ketemu tadi pagi. Udah rindu aja. " jawab Eva yang mengalungkan tangan nya di leher Lucifer.


"Kenapa? gak salah kan? apa kau tidak merindukan ku? " tanya Lucifer.


Eva tersenyum.


"Jawab? " goda Lucifer sambil mencium batang leher isteri nya.


"I... iya.. iya... aku juga rindu pada mu. " Eva merasa geli dengan aksi suami nya.


KKKRRRRRYYYUUUKKKK.....


Lucifer dan Eva saling menatap.


"Perut ku tidak bunyi, pasti itu perut mu ya? " tanya Lucifer mengelus perut isteri nya.

__ADS_1


Eva menganggukkan kepala nya.


"Baik lah, ayo kita makan siang dulu, baru bermesraan lagi. " ucap Lucifer.


Eva turun dari pangkuan Lucifer. Mereka bergandengan tangan keluar ruangan.


Dan ternyata hanya Aris yang masih menunggu Lucifer dan Eva di luar, sementara Lisna dan yang lain nya juga sudah mulai istirahat.


Aris mengikuti Lucifer menuju lift khusus.


"Apa Lisna sudah turun Ris?" tanya Eva pada Aris yang berdiri di samping Lucifer.


"Sudah Va, baru saja. " jawab Aris.


Pintu lift terbuka, mereka tiba di lantai dasar.


Lisna masih menunggu kedatangan Steven yang janji makan siang bersama.


Aris mengambil membawa mobil di parkiran.


"Nunggu siapa? " tanya Eva.


"Steven. " jawab Lisna.


"Bagaimana kalau kita makan siang bersama? udah lama kan gak pernah ngumpul bareng. " pinta Eva.


"Boleh saja. Asal kan tuan Lucifer tidak terganggu. " jawab Lisna melirik Lucifer.


"Tidak, aku tidak masalah. " jawab Lucifer.


Genggaman tangan Lucifer terhadap Eva tidak lepas. Membuat semua orang yang melihat merasa iri. Termasuk Lisna.


Tidak berapa lama, Steven datang, turun dari mobil dan menghampiri Lisna dan yang lain nya.


"Maafkan aku sayang, membuat mu menunggu. " ucap Steven menggenggam tangan Lisna.


"Akhir nya ada juga yang menggenggam tangan ku. Dari tadi mata ku sakit melihat genggaman tangan mereka berdua. " canda Lisna menunjuk Lucifer dan Eva.


Mereka hanya membalas dengan senyum.


Aris pun datang, membawa mobil Lucifer.


"Ayo sayang. " ajak Lucifer.


"Stev, kita makan siang bersama ya. " ajak Eva.


Steven melihat Lisna, dan setuju.


"Bertemu di tempat biasa ya. " ucap Eva lagi.


"Okey... " jawab Lisna.


"Ternyata... Lucifer juga ada di sini? " ucap Julie, yang ternyata mengikuti Steven dari tadi.


Julie masih melanjutkan mengikuti Steven dan kawan-kawan. Menjaga jarak agar tidak kelihatan.


"Siapa wanita yang bersama Lucifer? dan apakah wanita yang bersama Steven itu... Lisna? " ucap Julie berpikir.


**************


"Revan... papa ingin bicara dengan mu. " panggil Mahesha yang duduk di meja makan.


Revan diam, mengabaikan papa nya yang sudah menunggu nya dari tadi.


"Revan... apa kamu tidak menganggap aku orang tua mu lagi? " tanya Mahesha berdiri.


Revan menghentikan langkah kaki nya. Menggaruk kepala nya yang sebenar nya tidak gatal.


"Kalau aku bilang... aku tidak menganggap mu... bagaimana? " tanya Revan.


"Kau.... " Mahesha berusaha menahan emosi nya.


"Apa kau mau mama dan adik mu kecewa dengan perlakuan mu ini? " tanya Mahesha.

__ADS_1


"CUKUP!! " Revan mengangkat jari telunjuk tangan robot nya ke arah Mahesha.


Mereka berusaha mengendalikan pernafasan masing-masing.


__ADS_2