
Sepasang kekasih yang baru jadian ini sedang menikmati masa-masa indah nya.
Tangan Aris juga sudah di perban Rihana.
Rihana yang sekarang berada dalam pelukan Aris, memang sedikit canggung di rasakan nya, tapi Aris selalu menenangkan nya.
“Aris, apa kau tidak takut dengan pria itu lagi? Aku takut kalau dia akan mengejarmu lagi.” Ucap Rihana.
“Aku tidak takut. Bukan masalah besar. Lebih dari dia bisa aku kalahkan.” Jawab Aris mengusap kepala Rihana.
“Tapi aku kagum cara mu menghadapi nya. Kau seakan-akan tahu suasana bahaya. Apa kau dulu nya tentara?” Tanya Rihana mengangkat wajah nya.
“Kau tidak tahu aja kalau bos ku adalah pemimpin mafia, jadi sudah seharus nya aku memiliki kemampuan bela diri.” Gumam Aris.
“Aku bukan mantan tentara. Aku seorang bodyguard.” Jawab Aris.
Benar juga kalau dia dan Hendra termasuk bodyguard. Bukan karena Lucifer tidak bisa menjaga dan melindungi diri nya sendiri, tapi mereka bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya milik Lucifer.
“Bodyguard? Apa Hendra juga? Lalu yang kalian jaga, pria yang duduk di samping mu?” Tanya Rihana.
“Iya, dia adalah bos ku dan Hendra. sekarang dia sudah ada di Singapura menemui isteri nya yang sedang hamil.” Jawab Aris.
Rihana menganggukkan kepala.
“Apa yang kau lakukan di Singapur Rihana?” Tanya Aris.
“Keluarga ku ada di sana. Waktu itu aku baru putus dengan Anton, dan dia selalu mengancam ku. Hingga aku lari ke Singapura.” Jawab Rihana.
“Apa keluarga mu tahu kau pacaran dengan pria itu?” Tanya Aris.
“Tahu, dan mereka sebenar nya tidak menyukai Anton. Melarangku untuk menjalin hubungan dengan nya. Hanya saja waktu itu aku sangat bodoh, selalu percaya pada Anton.” Jawab Rihana.
“Ya sudah lah. Tidak usah di ingat lagi. Nanti kalau ada waktu bawa aku menemui orang tua mu.” Pinta Aris.
“Kau mau bertemu dengan mereka?” Tanya Rihana yang terkejut.
“Iya. Kalau mereka tidak menyukai ku, ya aku mundur.” Canda nya.
“Jangan mundur. Aku kan sudah menyukai mu, kalau kau mundur, perasaan ku akan sakit.” Curhat Rihana.
Aris melihat Rihana yang berbicara dengan serius.
__ADS_1
“Hhhmmm…. Aku bercanda. Aku akan pastikan pada orang tua mu kalau aku pria bertanggung jawab yang akan menjaga dan membahagiakan mu…………sayang..” ucap Aris yang sebenar nya masih canggung mengucapkan kata ‘sayang’ itu.
Rihana senang mendengar kalimat Aris.
“Baiklah sayang, aku percaya pada mu.” Rihana kembali memeluk nya.
Mereka kembali berpelukan, tentu saja melanjutkan dengan ciuman. Yang awal nya canggung, sekarang sudah bisa di lakukan karena sama-sama memiliki perasaan suka dan sayang.
****************
Lucifer saat ini sedang berada di dapur. Sibuk dengan memasak untuk isteri nya Eva. Eva sedang tidur di kamar nya. Dengan cekatan
mememotong daun bawang, membuat irisan daging ayam. Bau irisan-irisan itu tercium dari dapur.
“Waahh…. Adik ipar ku. Sedang merangkap jadi pelayan ternyata ya. Apa gaji mu masih kurang?” ledek Revand yang muncul.
Lucifer melihat suara yang membuat nya kesal itu, lalu mengabaikan nya lagi.
“Kau sedang masak apa adik ipar?” Revand memegang salah satu bahu Lucifer dan melihat sebagian bahan-bahan yang sudah selesai.
“Apa ini? Kenapa nasi nya lembek? Aku tidak suka makan nasi lembek loh.” Ledek Revand.
“Hheyy…. Aku sedang mengajak mu mengobrol loh, jangan mengabaikan
ku.” Goda Revand yang sengaja ingin membuat Lucifer kesal.
Terdengar jelas kalau Lucifer membuang nafas tanpa melihat nya.
“Segitu saja kau sudah kelelahan.” Ledek nya lagi.
Merasa sudah sangat kesal, di lihat nya kakak ipar dengan tatapan marah. Sementara Revand menatap nya dengan tatapan tersenyum menyindir.
“Orang ini sama menyebalkan dengan Eva, tapi si bre****k ini lebih menyebalkan. Rasa nya ingin aku iris mulut nya itu.” gumam Lucifer menggelengkan kepala nya.
“Ada apa Lucifer? Aku tahu kau sedang memikirkan niat buruk kan? Apa kau mau bertarung dengan ku?” tantang Revand.
“Haaadduuwww…. Berhenti lah Revand. Pergilah keluar cari wanita. Tapi tunggu dulu, apa ada wanita yang sabar dengan sikap menyebalkan mu ini?” balas Lucifer menunjuk nya dengan pisau yang di pakai.
“Hahahaha…. Tentu saja banyak lah. Aku saja yang belum melebarkan sayap. Kalau aku……
__ADS_1
“Sudah diam. Pergilah jangan ganggu aku.” Lucifer menggeser Revand yang sedang menghalangi jalan nya.
“Kau….
“Jangan bikin Eva marah Revand. Aku sedang memasak makanan kesukaan nya. Sekarang dia pasti sedang menunggu, kalau lama, berarti kau yang harus bertanggung jawab.” Ancam Lucifer.
Revand langsung diam kalau sudah menyangkut nama Eva, tidak berdaya.
“Baiklah, aku tidak akan mengganggu mu lagi. Kau harus masakkin yang banyak. Aku akan mencoba seberapa enak nya bubur buatan mu itu.” dia kembali menepuk bahu Lucifer lalu meninggalkan nya berjalan keluar dapur.
Lucifer menggelengkan kepala nya.
“Bukan masalah buatan siapa yang paling enak Revand, tapi ini tentang hubungan batin orang yang saling mencintai. Suatu saat kau akan tahu rasa nya.” Ucap Lucifer yang masih bisa di dengar Revand.
*****************
Perusahaan Adam Company sudah berjalan dengan normal. Tidak ada masalah lagi. Karyawan yang tidak bermutu dan licik sudah di hempaskan.
Novelina membawa laporan nya menuju ruangan William.
“Permisi, apa kau sedang sibuk William?” Tanya Novel.
“Tidak terlalu sih. Ada apa Vel?” Tanya William.
“Aku ingin meminta pendapat mu tentang laporan ini. Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung, takut salah keputusan.” Adu Novel menunjukkan laporan nya.
“Coba aku lihat.” William serius melihat laporan yang jadi kendala bagi kekasih nya itu.
“Seperti nya di laporan ini ada salah angka. Coba kamu cek dulu, apa kamu yang salah nulis atau dari laporan sebelum nya.” William
memberikan masukkan.
“Apa aku bisa menghapusnya kalau salah nulis?” Tanya Novel.
“Jangan di hapus, tapi kamu ganti dengan menulis ulang. Karena ini berhubungan dengan angka laporan keuangan. Kalau ada bekas hapusan maka akan di curigai kebenaran nya. Jadi kau tulis ulang, dan tulis nya yang rapi ya. Ini masih berantakan.” Ucap William tersenyum ramah.
“Maafkan aku ya, aku selalu melakukan banyak kesalahan. Merepotkan mu saja.” Novel sedih.
“Hmmmm…. Tidak apa-apa. Justru aku senang dengan sikap mu, kau masih ingin terus belajar dan tidak gampang menyerah. Aku lebih suka yang seperti itu.”William mengusap kepala Novel.
“Sebenar nya aku sudah ingin menyerah itu, tapi karena kau sangat sabar mengajari ku, aku jadi semangat.” Jawab Novel.
__ADS_1
“Dulu aku juga begitu, setiap berapa menit ngadu sama tuan Lucifer. Tapi dia selalu sabar mengajari ku. Dalam 1 hari aku bisa ratusan kali menghadap nya minta di ajarin. Dan dia tetap mengajariku. Dan sekarang aku
merasa seperti jadi tuan Lucifer, hahahahaha…” ucap Wiiliam.