SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 162


__ADS_3

"Lisna, apa kau menyukai makanan nya? " tanya Steven.


"Suka kok, makanan nya enak." jawab Lisna.


Lisna dan Steven selesai makan malam. Mereka tampak sedang mengobrol.


"Minggu depan orang tua ku akan datang. Aku ingin memperkenal kan mu pada mereka. " ucap Steven.


"Apa? tapi aku.. aku masih belum bisa." ucap Lisna kaget.


"Kau tenang saja, orang tua ku tidak galak kok. Mereka baik. Mereka ingin bertemu dengan mu. " ucap Steven.


"Tapi tetap saja, aku masih takut. " ucap Steven.


"Gak usah takut. Kan ada aku. Yang menikah kan kau dan aku." ucap Steven menggenggam tangan Lisna.


Tampak kekhawatiran pada Lisna. Takut kalau hubungan mereka tidak mendapat restu.


"Kalau nanti mereka sudah bertemu dengan mu, kita akan segera menikah. " ucap Steven lagi.


"Apa? secepat itu? aku...aku tidak bisa. " ucap Lisna gugup.


"Kenapa tidak bisa? " tanya Steven serius.


"Stev, pernikahan itu bukan buat main-main. Dan tolong pikirkan lagi. " ucap Lisna.


"Lis, apa kau masih ragu pada ku? apa kau tidak percaya pada ku? " tanya Steven.


"Jujur, aku memang ragu dan sedikit tidak percaya pada mu. Bagaimana mungkin kita bisa menikah dengan cepat. " jawab Lisna.


"Aku tidak mau di antara kita ada yang tersakiti. " ucap Lisna lagi.


"Lagi pula kau memberikan ku waktu. Jadi tolong beri aku waktu lagi untuk bisa mengerti. " ucap Lisna.


Steven tidak bicara. Mereka berdua sama-sama diam. Wajah mereka sangat serius.


"Apa yang membuat mu masih ragu pada ku? " tanya Steven.


"Banyak. Kau adalah dokter, tampan dan kaya. Sementara aku.. aku hanya lah karyawan biasa yang sederhana. " jawab Lisna.


"Eva saja bisa menerima lamaran pernikahan dari Lucifer. Dan mereka bahagia. Apa beda nya dengan kita? " tanya Steven.


"Eva dan Lucifer sama-sama yatim piatu, dan...


"Jadi maksud mu aku harus jadi yatim piatu dulu baru kau mau menerima ku? " Steven sedikit emosi dan memotong kalimat Lisna.


"Bukan, bukan itu maksud ku. Aku hanya...


"Lis, kalau kau tidak menyukai ku, katakan saja. Jadi aku bisa tahu untuk mengambil sikap. " ucap Steven menundukkan wajah nya.


"Maksud mu? " tanya Lisna.


"Hhhmm.... aku tidak akan mengganggu mu lagi. Aku sudah tahu jawaban mu. " ucap Steven.


"Lebih baik kita saling merenung saja. " ucap Steven lagi.

__ADS_1


Entah kenapa ada rasa bersalah dan sedih dalam diri Lisna.


"Sudah malam. Sebaik nya aku mengantar kan mu pulang." ajak Steven.


"Aku pulang sendiri saja. " tolak Lisna.


Steven mengangkat wajah nya, menatap heran pada Lisna.


"Aku antar saja. Aku harus pastikan kau sampai dengan selamat di rumah. " ucap Steven.


Lisna tidak menjawab. Dia masih diam. Sementara Steven sudah berdiri menunggu Lisna.


"Lis? " panggil Steven.


Lisna diam.


"Hhmm... baik lah.. aku permisi dulu." ucap Steven.


"Aku sudah membayar makan malam kita. Jadi kau tidak usah khawatir. " ucap Steven.


Steven meninggalkan Lisna yang masih duduk merenung.


Lisna melihat dengan jelas kepergian Steven.


"Dia pergi begitu saja? apa dia tidak mau menunggu ku?" gumam Lisna menahan kesal.


"Seharus nya dia membujuk ku. Apa dia tidak mengerti perasaan wanita? dan apa maksud nya dia sudah membayar makanan ini? apa dia pikir aku tidak bisa membayar? " gumam nya lagi.


"Aku akan menunggu nya di sini. Kalau dia datang membujuk ku, aku akan ikut. " gumam nya.


"Apa aku harus membujuk nya lagi? tapi kalau dia masih menolak ku lagi bagaimana? aku juga malu kalau dilihat orang-orang sana. " ucap nya.


"Ahh... bodo amat lah. Lebih baik kami tidak usah bertemu dulu. " Steven meninggalkan Lisna seorang diri.


******************


"Tiga hari lagi pernikahan Miranda dan Andreas. Tapi aku masih belum menyiapkan kado untuk mereka. " ucap Eva yang bersandar di paha Lucifer di atas sofa.


"Tidak usah kau pikir kan. Aku sudah bilang sebelum nya kan. " ucap Lucifer mengelus rambut Eva dengan Tv yang menyala.


Lucifer meletakkan remot Tv, menggantikan nya dengan Hp. Tampak dia sedang memainkan Hp nya.


Eva menghadap Lucifer, masih berada di pangkuan paha Lucifer. Mereka sangat romantis dan mesra. Tidak ada jarak dan malu lagi di antara mereka seperti sebelum nya.


"Hallo Aris. " Lucifer berbicara dengan Aris.


"Iya tuan. " jawab anak buah nya.


"Segera carikan hadiah untuk pernikahan Miranda dan Andreas." suruh Lucifer.


"Kado yang seperti apa tuan? " tanya Aris yang juga bingung memilih kado.


"Terserah kau saja. Search di Google kalau bingung. " jawab Lucifer.


"Baik tuan. " jawab Aris.

__ADS_1


Mereka mengakhiri panggilan nya. Lucifer melihat wajah Eva yang sedang menatap nya di pangkuan nya.


"Pasti Aris juga bingung mau beli kado apa. Iyakan? " tebak Eva.


"Iya. " Lucifer menganggukkan kepala nya.


"Sayang, aku sebentar ke dapur dulu. Aku ambil cemilan buat mu. " ucap Lucifer.


Lucifer mengangkat Kepala Eva dan meletakkan nya di atas sofa, berbaring. Eva hanya mengikuti nya saja.


Lucifer menyiapkan beberapa jenis buah-buahan. Anggur, potongan apel, jeruk yang sudah di kupas, potongan semangka dan mangga.


Tidak lupa juga dengan kopi kesukaan nya dan lemon tea untuk isteri nya.


Semua di letakkan di atas nampan.


Eva mengubah posisi menjadi duduk, menurunkan kedua kaki nya dari sofa. Lucifer meletakkan nampan di atas meja, tepat di hadapan mereka.


Saat Lucifer sudah meletakkan bo*ong nya di sofa, Eva langsung meletakkan kepala nya lagi seperti posisi sebelum nya. Tentu saja Lucifer membantu agar kepala Eva tidak terbentur.


Lucifer mengambil potongan apel dengan menggunakan garpu dan memasukkan nya ke dalam mulut Eva. Eva menikmati nya.


"Bagaimana? apa apel nya manis? " tanya Lucifer melihat isteri nya mengunyah.


"Manis kok. " Eva menganggukkan kepala nya.


"Kau juga makan lah. " ucap Eva.


"Apa kau mau aku menyuapi mu juga? "tanya Eva.


"Tidak usah, aku mau kau seperti ini terus. " tolak Lucifer pelan.


Lucifer mengambil potongan semangka, dan di berikan pada Eva, dia menerima nya.


"Buang di sini saja sayang biji semangka nya. " Lucifer menampung dengan telapak tangan nya. Dan Eva meletakkan nya sesuai dengan perintah suami nya.


"Aku senang kau bermanja dengan ku. " ucap Lucifer mengusap air semangka yang berada di pinggiran bibir Eva. Eva hanya membalas dengan senyuman.


"Asal jangan tiap hari ya, nanti kau akan bosan. " ucap Eva.


"Tidak apa-apa, aku senang kok. " jawab Lucifer.


Lucifer menurun kan sedikit kepala nya, dan mencium kening isteri nya, lalu mengangkat nya lagi. Sekali lagi, Eva membalas dengan senyuman. Lalu mengunyah buah yang ada di dalam mulut nya lagi.


.


.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE N VOTE NYA YA... DI MOHON AGAR AUTHOR NYA LEBIH SEMANGAT. MOHON MAAF JUGA KALAU CERITA NYA AKU CAMPUR DENGAN KISAH-KISAH STEVEN, VICKY, CLEO DAN LISNA.

__ADS_1


TERIMAKASIH....


__ADS_2