SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 38


__ADS_3

""Va, pulang yuk ." Ajak William.


"Sebentar lagi, tanggung." Ucap Eva.


Aris dan Lucifer keluar dari ruangan nya.


"Nona, sudah waktu nya pulang, sebaik nya nona segera pulang." Suruh Aris.


"Iya, sedikit lagi." Ucap Eva masih sibuk dengan laporan nya.


Lucifer melihat tajam lagi pada Eva, seakan akan menyuruh nya untuk segera pulang.


Eva takut dengan tatapan seperti itu.


Dia pun membereskan meja kerja nya, mengambil tas dan menyusul mereka di dalam lift.


"Hahahaha, kau cepat juga nyusul nya Va." Ucap William.


"Tentu saja, nona Eva takut hantu, iya kan nona? " Ledek Aris.


"Gak kok, hantu-hantu , mana berani datang ke perusahaan ini, sudah ada bos hantu ya pasti mereka takut lah... Eeeehhhhh.... ." Ucap Eva keceplosan dan menutup mulut nya.


"Hahahahaha... Siapa bos hantu nya Va? " Ledek William.


Eva hanya diam, dia merasa malu dan takut di marahi lagi. Karena yang dia maksud bos hantu itu adalah Lucifer.


Aris pun tak kuasa menahan tawa nya.


Saat di parkiran mereka berpisah, tak berapa lama dia melihat Beny dan Edward juga baru turun dari lift.


"Gawat, ada si Beny, aku mending langsung pulang aja, mumpung masih ada William dan tuan Lucifer." Gumam Eva.


Dia langsung memakai helm nya.


"Aku duluan ya.. Sampai jumpa besok." Ucap Eva melewati parkiran mobil.


"Kenapa nona Eva terburu-buru?" Ucap Aris.


Aris, Wiliiam, dan Lucifer melihat kedatangan Beny dan Edward.


"Untung aja aku bisa langsung menghindar, aku takut banget sama mereka." Gumam Eva.


"Kayak nya besok aku harus pakai celana panjang deh, nanti di toilet baru aku ganti jadi rok, gak bebas banget pake rok naik motor." Gumam Eva.


Jarak perjalanan antara rumah dan tempat bekerja Eva memakan waktu sekitar hampir dua jam. Kalau tidak macet, bisa sampai dalam waktu satu setengah jam.


Saat Lucifer di dalam mobil ketika perjalanan menuju apartemen nya, dia teringat kejadian ketika Eva memeluk lengan nya di dalam lift. Entah kenapa bayangan bayangan ketika bertemu dengan Eva sebelum sebelum nya pun melintas di pikiran nya.


"Akhir nya sampai juga di kost kesayangan." Ucap Eva setelah selesai memarkirkan kendaraan nya.


"Mandi ah... Habis mandi mau masak mie rebus pake telor dua, banyakin cabe nya... Mmm.... pasti enak tuh." Ucap nya sambil membayangkan nya.


Lucifer pun sudah sampai di apartemen nya.


"Tuan, apa ada lagi yang harus saya kerjakan? " Tanya Aris.


"Tidak ada, kalian istirahat lah." Jawab Lucifer.


Dia berjalan masuk apartemen nya.


"Kasian tuan Lucifer." Ucap Hendra ketika melihat tuan nya meninggalkan mereka.


"Kenapa? " Tanya Aris.


"Dia pasti kesepian, kau lihat dia, hhhmm." Ucap Hendra.

__ADS_1


"Kau benar, walaupun dia memiliki banyak uang, tapi jauh di dalam lubuk hati nya, dia sangat kesepian sekali." Jawab Aris.


"Dia hebat, kuat, tampan dan kaya." Ucap Hendra lagi.


"Tapi kau jangan lupa, dia juga memiliki banyak musuh, bahkan yang menghianati nya juga tidak sedikit." Ucap Aris lagi.


"Aris, apa menurut mu tuan kita ada keinginan untuk menikah gak? " Tanya Hendra.


"mmm... Kalau pun dia menikah, dengan siapa?" Tanya Aris.


"Coba kita bayangkan kalau dia menikah dengan nona Eva? " Ucap Hendra.


Aris dan Hendra serentak membayangkan pernikahan dan kehidupan rumah tangga antara Lucifer dan Eva.


Kemudian mereka saling bertatapan..


"Hahahahahahaha " Terdengar tawa Aris dan Hendra serentak.


Mungkin mereka geli membayangkan kehidupan pernikahan tuan nya.


"Hahaha... Sudah lah Hen, entah kenapa aku merasa itu tidak mungkin." Ucap Aris menggelengkan kepala nya.


"Aku juga merasa seperti itu, aku kasian sama nona Eva, hahahha. " Balas Hendra.


"Pasti nona Eva akan sedih karena di marahi terus." Ucap Hendra.


"Dasar, gadis bodoh." Ucap Aris memperagakan ucapan Lucifer setiap bertemu dengan Eva.


"Jangan panggil saya Bodoh tuan." Ucap Hendra mempraktekkan jawaban yang selalu di berikan Eva.


"Hahahahahaha." Tawa Aris dan Hendra kencang.


"Hhaacciiimmmm... Siapa yang ngomongin aku ya, apa jangan jangan si Beny? ". Ucap Eva sambil menggosok hidung nya.


"Hhaaacciiimmm... Pasti ada yang sedang membicarakan ku". Ucap Lucifer sambil menggosok hidung nya.


"Ada apa Aris? " Tanya Hendra.


"Lalu bagaimana dengan kita? Kita kan harus menikah juga, kita kan juga harus memikirkan masa depan kita, keturunan kita." Ucap Aris.


"Kau benar, tapi apa kau sudah memiliki calon pasangan? " Tanya Hendra.


"Belum ada sih, hahahahha." Ucap Aris.


Mereka pun kembali tertawa.


****************************


"Seperti nya aku harus ke minimarket nih, stok kebutuhan ku udah mulai habis." Ucap Eva setelah selesai makan malam nya.


Dia mengambil tas dan kunci motor nya.


Begitu juga dengan Lucifer, selesai dia mandi, dia mengambil kunci mobil nya dan pergi keluar.


Dia hanya memakai pakaian casual biasa, walaupun begitu, dia tetap terlihat keren.


Saat dalam perjalanan, Lucifer melihat Eva. Eva masuk ke salah satu minimarket. Tanpa di sadari Lucifer, dia pun ikut masuk ke minimarket tempat Eva masuk.


Dia mengikuti Eva saat memilih milih barang belanjaan nya.


Tentu saja Eva tidak mengetahui nya.


Lucifer melihat Eva dengan serius memperhatikan produk produk yang hendak dia beli.


"Ini kapan expired nya ya... Oh.. Masih lama, ambil." Ucap nya memasukkan produk nya ke dalam keranjang.

__ADS_1



"Ini berapa nih harga nya." Ucap Eva melihat harga nya.


"Eh.. Buset.. Mahal amat ya.. Hhhuuffffttt.. Beli gak ya? " Ucap Eva menggaruk kening nya.


"hhhaaaa.... Beli lah, biar bagaimanapun aku butuh ini, lagi pula ini yang paling murah diantara yang lain nya." Ucap nya.


Dia pun masih berkeliling melihat-lihat produk yang mau dia beli lagi. Sementara Lucifer masih mengamati nya.


Tetapi dia tidak lupa untuk menjaga jarak dari karyawan nya agar tidak ketahuan. Dia tidak tahu, kenapa dia melakukan itu.


Beberapa kali Eva memonyongkan bibir nya, meletakkan produk setelah mengecek harga yang di rasa nya kemahalan. Entah kenapa sesekali Lucifer tersenyum lucu melihat nya.


"Eh.. Kau lihat laki-laki itu, tampan sekali." Ucap pengunjung itu pada teman nya.


"Iya, gila.. Keren banget.. Apa yang dia lakukan?" Tanya teman nya.


"Apa dia ingin membeli perlengkapan bulanan (pembalut) pacar nya? " Tanya nya lagi.


"Ayo kita bantu, mungkin dia butuh bantuan kita, sekalian ngobrol basa basi dengan nya." Ajak teman nya.


Benar. Tanpa di sadari Lucifer, dia berhenti dan mengamati Eva dari ruangan khusus pembalut.


"Ehhemm.. Permisi tuan." Ucap Pengunjung itu.


Lucifer kembali dengan wajah cuek nya melihat ibu ibu itu.


"Ada apa? " Ucap nya ketus.


"Apa tuan mau membeli pembalut untuk isteri atau pacar tuan? Apa anda butuh bantuan, misal nya merek atau ukuran nya gitu?" Ucap Si pengunjung itu.


"Apa? " Tanya Lucifer yang masih tidak menyadari nya.


"Maksud kami, apa tuan mau membeli pembalut, mau cari yang ada sayap nya? " Tanya rekan nya.


"Aku tidak mengerti maksud kalian." Ucap Lucifer kesal.


Eva mendengar suara suara itu, dia pun menghampiri nya. Dia melihat tuan Lucifer di situ sedang berbicara dengan ibu ibu pengunjung.


"Tuan Lucifer, apa yang dia lakukan di sini". Ucap Eva.


.


.


.


.


.


.


WAH... ADA APA INI... ADA APA DENGAN LUCIFER.... KENAPA DIA HARUS MENGAMATI EVA DI RAK KHUSUS PEMBALUT.... CKCKCKCKCCKCKCK....


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


JANGAN LUPA LIKE, VOTE, KOMENT YOOOO..... TERIMAKASIH


__ADS_2