SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 43


__ADS_3

Lucifer masuk ke ruang meeting, membawa handphone milik Eva. Di dalam ruangan sudah ada William, Aris, Edward dan Beny yang sudah menunggu kehadiran Luciger.


Saat Lucifer masuk, tatapan tajam nya langsung mengarah ke Edward dan Beny.


Aris dan William sudah mengerti maksud tatapan bos nya.


Lucifer duduk di kursi Presdir. Sengaja meletakkan handphone Eva di atas meja.


Edward dan Beny tidak tahu kalau itu adalah milik Eva.


"Tuan, ini surat yang anda minta tadi. " Ucap William sambil menyerahkan dua lembar surat di dalam amplop putih.


Lucifer menerima nya.


Lucifer memberikan amplop itu untuk Edward dan Beny tanpa kalimat.


Edward dan Beny bingung kenapa mereka di kasih amplop, dan mereka tidak tahu apa isi nya.


"Apa ini tuan Adam? " Tanya Beny.


"Kau buka dan baca saja ! ." Jawab Lucifer.


Merek berdua pun langsung membuka amplop itu. Setelah Mereka membaca nya, raut wajah mereka gelisah.


"Tuan, apa maksud nya? " Tanya Edward.


"Di bagian mana nya yang kurang jelas? " Tanya Lucifer.


"Tuan, kenapa kami di pecat? " Tanya Edward.


"Kenapa? kalian masih mempertanyakan ini? " Ucap Lucifer sinis.


"Tuan, tolong kasih kami penjelasan, agar kami bisa mengerti." Ucap Beny.


Lucifer tidak langsung menjawab, dia hanya menunjukkan video yang ada di handphone milik Eva.


Saat Edward dan Beny melihat video itu, Mereka kaget dan panik. Beny dan Edward saling bertatapan dan keringatan.


Tapi tatapan kemarahan dari Lucifer tidak berpaling dari mereka berdua.


"Tuan, ini semua salah paham, bagaimana nona Eva bisa.... " Edward tidak melanjutkan kalimat nya.


"Hhmmm.... Kenapa kalian tahu ini Eva? " Tanya Lucifer.


"Mmmm.... Maksud nya tuan... " Edward terlihat bingung dan panik.


"Kami... Kami hanya menebak nya saja tuan " Jawab Edward.


Beny hanya diam.


"Kami? ' kami' siapa? " Tanya Lucifer.


Edward dan Beny saling melihat.


"Maksud saya tuan, ini.. Ini.. " Ucapan Beny yang gugup.

__ADS_1


"Sekarang tinggalkan perusahaan ini ! " Perintah Lucifer.


"Tuan, kami sudah bekerja 6 tahun tuan, tolong jangan pecat kami, kami.. Kami minta maaf tuan " Pinta Edward.


Lucifer tidak menjawab. Hanya tatapan mata nya saja yang penuh dengan makna. Dengan tatapan mata yang menakutkan inilah yang membuat Edward dan Beny terdiam karena ketakutan.


"Apa penjelasan ku tidak kalian mengerti? " Tanya Lucifer.


"Pergi, kalian aku pecat!! " Ucap Lucifer.


"Tapi tuan.. " Ucap Beny.


"Tuan Beny dan tuan Edward sebaik nya kalian segera keluar " Ucap Aris.


Edward dan Beny tidak senang. Dengan penuh kemarahan dan kebencian akhir nya mereka keluar dari ruangan itu.


"Sialan... Akan aku beri pelajaran kau Adam. " Ucap Beny sambil menatap tajam pada Adam atau Lucifer.


Sementara di dalam ruangan masih terdiam.


"Tuan, kenapa mereka di lepas kan begitu saja? " Tanya Aris.


"Mereka sudah melakukan upaya pembunuhan terhadap nona Eva " Ucap Aris lagi.


"Aris.... aku tahu mereka akan melakukan pembalasan, aku hanya menunggu mereka lebih dulu. " Jawab Lucifer.


"Seperti nya tuan Lucifer akan melakukan perhitungan dengan mereka berdua. " Gumam William.


Sementara di dalam ruangan Lucifer, Eva membaringkan tubuh nya di kursi sofa. Sesekali mengelilingi ruangan itu. Saat di meja kerja Lucifer, Eva melihat foto Lucifer di atas meja.


"Tapi... Kenapa aku lihat dari tatapan mata nya, seperti pria kesepian ya? " Ucap Eva lagi setelah mengamati foto itu.


"Hhhmmm.... Sebenar nya dia sangat baik.. Udah beberapa kali dia nolongin aku. " Ucap nya lagi.


"Mudah-mudahan tuan Lucifer menemukan pendamping hidup yang sesuai dengan keinginan nya, yang pasti harus sabar, hahahahaha. " Ucap Eva sambi tertawa.


"Tuan.. nanti kalau tuan menikah, jangan sebut isteri anda dengan sebutan ' bodoh ' lagi. " Ucap nya.


"Kasihan kan. " Ucap Eva.


"Dan tuan lebih semangat lagi menjalani hidup. " Ucap nya.


Eva meletakkan foto itu kembali di atas meja seperti sebelum nya. Dia berjalan-jalan lagi. Sampai dia merasa lelah, dan kembali duduk di sofa empuk nya.


Di ruang meeting, Lucifer selalu melihat Handphone milik nya yang ada di tangan nya. Sangat serius dia melihat. Dan ternyata dia melihat kamera CCTV yang tersambung dengan handphone nya yang berada di dalam ruangan itu. CCTV yang dia pasang bisa menangkap suara dan gambar, sehingga Lucifer bisa mendengar dengan jelas suara di dalam ruangan itu.


"Sialan... Sialan.... ". Ucap Beny kesal.


"Ini pasti ulah si Eva itu Ben. " Ucap Edward.


"Seandai nya kita langsung membunuh nya, kita tidak akan di pecat. " Ucap Edward.


"Hhhmmmm..... Kita harus balas dendam." Ucap Beny.


"Aku setuju Beny, aku sangat dendam sekali dengan Eva dan Adam brengsek itu. " Ucap Edward.

__ADS_1


"Yang paling kita habisi dulu adalah si Adam, dari dulu aku sangat membenci nya. " Ucap Beny.


"Apa yang kita lakukan. " Tanya Edward.


"Membunuh nya. " Jawab Beny.


"Apa kau yakin? Lalu siapa yang akan melakukan nya? " Tanya Edward.


"Aku kenal seseorang yang bisa melakukan nya. " Jawab Beny dengan senyum sinis nya.


"Baik, setelah si Adam kita habisi, aku mau target berikut nya si Eva brengsek itu. " Ucap Edward dendam.


"Tapi sebelum nya, aku mau mencicipi tubuh nya dulu, agar seumur hidup dia merasa malu, dan menyesal cari masalah dengan kita. " Ucap nya lagi.


"Kau benar... Lalu kita siksa dia sampai mati. " Ucap Beny lagi.


Lucifer dan Aris kembali masuk ke ruangan di susul oleh William.


CEKLEK.....


Pintu ruangan terbuka. Saat pintu di buka Eva dan Lucifer saling bertatapan. Sementara Aris dan William bingung dengan bos nya.


"Sudah selesai tuan? " Tanya Eva.


"Mmmm.... " Ucap Lucifer.


"Kau pulang lah.. Besok kau tidak usah masuk. " Perintah Lucifer.


Aris dan William saling pandang heran.


"Kenapa tuan? " Tanya Aris, Eva dan William.


Lucifer mendapat pertanyaan serempak itu kaget.


"Ada apa? " Tanya Lucifer lagi.


"Tuan... Apa saya di pecat? " Tanya Eva sedih.


Lucifer membuang nafas nya, menatap Aris dan William yang seakan akan memiliki pertanyaan yang sama.


"Kau sedang terluka, kau lihat keadaan mu itu, kau harus ke rumah sakit untuk memeriksakan luka-luka mu, kalau sudah sehat, kau bisa masuk kerja lagi. " Ucap Lucifer menjelaskan.


"Ooohhh.... Syukur lah. " Jawab mereka bertiga serentak.


Lucifer memandang heran dan menggelengkan kepala nya.


"Baik tuan... Besok saya mau hibernasi dulu seharian, hahahaha. " Ucap Eva senang.


"Pppuuufftttt... ". Aris menahan tawanya.


"Hahahaha.... Hibernasi. " William pun tertawa.


"Aku menyuruh mu kerumah sakit untuk berobat, bukan buat hibernasi.. Apa kau bo.... ". Lucifer menghentikan omongan nya.


Wajah Eva seperti sedih. Aris dan William diam memandang atasan nya. Lucifer memegang kening nya.

__ADS_1


HALLO READER TERSAYANG... JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE, VOTE DAN KOMENT YA.. BIAR AUTHOR NYA JADI LEBIH SEMANGAT LAGI NIH UP NYA... GRACIASSS...


__ADS_2