
Pagi hari 08.00 Wib.....
Eva baru duduk di meja kerja nya. Menghidupkan layar laptop nya. Tidak berapa lama Lucifer dan Aris tiba di kantor.
"Selamat pagi tuan Lucifer. " ucap Eva sedikit membungkukkan badan nya.
"Hhmmm... " jawab Lucifer sambil terus menuju ruangan nya.
Baru beberapa langkah, Lucifer mundur sedikit.
"Kau antarkan kopi ke ruangan ku sekarang." perintah nya.
Kemudian dia pun melangkah menuju ruangan nya.
"Baik tuan. " jawab Eva.
Lucifer duduk di kursi empuk nya, sambil membuka laptop nya.
"Untung aja Eva sudah masuk bekerja, jadi aku tidak usah pesan kopi buat tuan, dan paling tidak emosi tuan tidak tinggi. " gumam Aris.
Tok... Tok... Tok...
"Masuk. " jawab Lucifer.
Eva masuk membawa dua gelas kopi di nampan nya.
"Tuan, ini kopi anda, kopi capucino. " ucap Eva meletakkan kopi di meja Lucifer.
"Dan ini kopi buat mu Aris. " ucap Eva mengantarkan gelas kopi buat Aris.
"Terimakasih Eva. " jawab Aris.
"Kalau begitu saya kembali ke ruangan ku ya tuan. " ucap Eva.
"hhhmmm. " jawab Lucifer singkat tanpa memandang ke arah Eva.
Saat Eva membalikkan tubuh nya, sebenar nya kedua mata Lucifer menatap kepergian nya sampai di luar pintu.
"Hai... Apa kabar. " ucap William yang muncul dari belakang Eva.
"Hei willi, aku baik-baik saja. " jawab Eva dengan senyum ramah.
"Bagaimana luka-luka nya? Apakah sudah baikkan? " tanya William.
"Sudah sembuh kok, hehehehe. " jawab Eva.
"Syukur lah, untung saja kamu sudah masuk hari ini. " ucap William.
"Kenapa? " tanya Eva penasaran.
"Soal nya si bos besar kita marah-marah mulu kerjaan nya. " jawab William.
"Terus apa hubungan nya sama ku? Bukan kah sama aja ya? " tanya Eva.
"Beda, kalau ada kamu, si bos kan melampiaskan kemarahan nya hanya sama kamu saja, tapi kalau kamu gak masuk, ya dia melampiaskan nya pada kami, hehehehehe. " ucap William menggarukkan kepala nya.
"Eehhh... Kamvrettt.... " ucap Eva mencubit kecil lengan William.
__ADS_1
"Hari ini kita akan melakukan operasi kita, target nya jangan sampai lepas, harus berhasil. " ucap pembunuh bayaran yang di sewa Edward dan Beny.
"Kapan kita akan membunuh nya bos? " tanya anak buah nya.
"Nanti sore, tapi siang nanti kita harus tetap pantau pergerakan nya. " ucap bos nya.
"Baik bos. " jawab anak buah nya.
"Target kita ini bukan orang yang sembarangan. " ucap pembunuh bertatto itu.
"Kami mengerti bos. " jawab anak buah nya.
"Willi, apa masih ada lowongan di perusahaan ini? " tanya Eva.
"Masih ada sih, tapi lamaran nya sudah di kumpulkan, tinggal di pilih untuk interview, kenapa Va? " tanya William.
"Begini, aku tuh punya teman, dia.. Dia sebenar nya sedang mencari pekerjaan, apa aku bisa nitip lamaran nya pada mu? " tanya Eva gugup.
"Boleh, tapi aku tidak bisa menjamin hasil test nya ya, karena bos besar kita juga langsung turun tangan untuk ambil bagian ini. " jawab William.
"Iya, yang penting aku masih bisa titip lamaran pada mu, hahahaha. " ucap Eva.
"Ya udah kalau begitu, besok kamu bawa aja lamaran nya, sebelum aku serahkan sama tuan Lucifer. " ucap William.
"Aku kembali ke ruangan ku dulu ya, oh ya.. Nanti kita makan siang bareng ya. " ajak Willam.
"Ok.. Terimakasih ya. " ucap Eva.
"No problem. " William meninggalkan meja kerja Eva dan kembali ke ruangan nya.
Ttttuuuuttt.... Tttuuuttt...
Eva menghubungi nomor Lisna dengan menggunakan nomor kantor.
"Hallo.. Ini dengan siapa? " tanya Lisna.
Saat itu Lucifer keluar ruangan nya.
"Hallo cinta ku, sayang ku, hehehehe. " ucap Eva.
"Cinta ku? Sayang ku? " gumam Lucifer menghentikan langkah nya.
"Yang berani ngomong seperti ini cuma si oon Eva. " ucap Lisna.
"Ini kau kan Va? " tanya Lisna.
"Hahahaha... Benar sekali sayang ku, apa kau merindukan ku sayang? " tanya Eva lebay.
"Cih.. Menjijikkan sekali aku mendengar nya, hati-hati kau, nanti kalau ada yang mendengar, mereka akan berpikir kau itu lesbian. " ucap Lisna.
"Sayang, aku lesbian juga kan sama kamu, hahahaha. " tawa Eva tidak kuat.
"Apa??....Le.. Lesbian?? " gumam Lucifer kaget.
"Si.. Si.. Bodoh.. Itu..?? " gumam nya lagi.
__ADS_1
Aris melihat tuan nya yang masih berdiri di depan pintu. Dia pun menghampiri tuan nya.
"Tuan ada apa? " tanya Aris.
"Ssstt... Kau diam saja." ucap Lucifer meletakkan jari telunjuk nya di mulut nya sendiri.
"Apa yang terjadi? apa yang di lakukan tuan Lucifer? " gumam Aris.
"Ada apa kau menghubungi ku 'cinta' ?" ucap Lisna ikut memainkan peran walaupun sedikit jijik.
"Sayang, kamu jadi kan ngelamar kerjaan di tempat ku?" tanya Eva.
"Emang nya masih bisa? " tanya Lisna.
"Bisa, tapi besok terakhir aku harus bawa lamaran nya. " ucap Eva.
"Jadi hari ini kau harus menyiapkan lamaran nya ya, besok aku serahkan pada William. " ucap Eva.
"Ok.. Hari ini aku bikin lamaran nya dulu. "ucap Lisna.
"Ya udah kalau gitu, telepon nya aku tutup dulu ya sayang, hehehehe. " ucap Eva.
Lucifer kembali masuk keruangan nya, tidak jadi keluar. Dia kembali duduk di kursi nya.
"Iya.. Iya... Sumpah.. Merinding aku dengar kata-kata mu yang menjijikkan itu. " ucap Lisna.
"Kau pikir aku tidak jijik, hehehehe... Untung saja kau itu sahabat ku, kalau tidak.. Aku mana berani. " ucap Eva.
Eva pun menutup telepon nya.
Sementara Lucifer duduk diam, merasa kaget dan syok dengan apa yang dia dengar barusan. Kedua tangan nya sesekali menutup wajah dan menarik pelan rambut nya.
"Ada apa lagi dengan tuan ku? Bukan kah dia tadi mau keluar? Tapi kenapa tidak jadi? " gumam Aris.
"Siapa yang menghubungi mu Lis? " tanya mama Lisna.
"Si Eva ma. "Jawab Lisna.
"Ada apa dia menelpon mu? " tanya Mama Lisna.
"Kata nya ada lowongan di kerjaan nya, jadi aku di suruh bikin lamaran buat dia bawa besok. " ucap nya.
"Oh... Ya udah bagus itu, segera siap kan saja. Tadi mama pikir kamu sedang Menerima telepon dari pacar mu, habis mesra banget. " ucap mama Lisna.
"Hahahaha.... Biasa lah ma, si Eva gimana? " tawa Lisna.
"Tapi gak apa-apa, itu arti nya kalian sahabat sejati, hahahaha" tawa mama Lisna juga.
"Iya ma, Eva tuh... Unik orang nya... " ucap Lisna.
"Kalian harus saling jaga, kerja sama, apalagi kalian kan sama-sama jomblo, hahahaha" ledek mama Lisna.
"Apaan sih ma, itu karena kami masih belum mau pacaran. " ucap Lisna.
"Mau sampai kapan? Tunggu tua dulu ya baru punya sifat pasrah" ucap mama nya.
"Wanita dan laki-laki itu beda nak ku, laki-laki semakin tua semakin keren, mapan, macho, sedangkan cewek.. Ada masa expaired nya, ada masa tenggang nya. " ucap mama nya.
__ADS_1
"Iya ma.. Iya.. Lisna ngerti. Udah ah, Lisna mau siapin lamaran nya" jawab lisna.
"Mmmm.... " ucap mama Lisna.