SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 63


__ADS_3

"Paling tidak kau tidak perlu tinggal di kost-kost an kecil lagi kan, aku yakin, bos kita itu orang yang sangat kaya, hehehehe. " ucap Lisna.


"Bos kita? apa maksud mu? " tanya Eva.


"Oh iya, aku lupa memberitahukan mu, kalau aku mulai hari ini di terima bekerja dengan tuan Lucifer, bagus kan? " ucap Lisna.


"Bekerja? sebagai apa? " tanya Eva.


"Aku juga tidak tahu, aku cuma di suruh pagi-pagi kesini. " ucap Lisna.


"Apakah dia akan menggantikan posisi ku bekerja? " gumam Eva.


Tok.... tok.... tok....


"Nona Lisna apa anda sudah selesai? " tanya dokter Steven.


"Iya, sudah selesai. " jawab Lisna.


Steven dan Lucifer masuk, sementara Aris dan Hendra berada di luar dengan mobil.


Lucifer dan Eva selalu saja bersamaan saling menatap dan hanya orang lain yang menyadari nya.


"Sebaik nya kita bersiap-siap pulang. " ucap Lucifer.


"Lalu saya bagaimana tuan Lucifer? " tanya Lisna.


"Kau ikut dengan kami, tapi kau ikut dengan Hendra di mobil. " ucap Lucifer.


"Maksud nya, kita mau kemana tuan? " tanya Lisna.


"Sebaik nya kau jangan banyak tanya, ikuti saja. " ucap Lucifer.


"Pppuuffttt... " Eva dan Steven menahan tawa.


Lisna berganti menjadi kesal.


Tttuuuutttt..... tttttuuuutttt....


"Hallo, ada apa Aris. " tanya Lucifer menerima panggilan telepon nya.


"Tuan, saya melihat ada beberapa orang yang mencurigakan. " ucap Aris.


"Apa? hhmmm..... kalian di mana? Hendra di mana? " tanya Lucifer.


Steven, Lisna dan Eva bingung melihat Lucifer.


"Saya dan Hendra ada di depan rumah sakit tuan, tapi orang itu sudah masuk tuan. " ucap Aris.


"Kalian pergi keparkiran mobil yang di belakang, kami akan kesana, jangan bergerak mencurigakan. " ucap Lucifer.


"Baik tuan. " ucap Aris.


Lucifer mematikan telepon nya.


"Sialan... " teriak Lucifer.


Lucifer melihat Steven, dan Steven mengerti maksud nya.


"Sebaik nya kalian cepat pergi. " ucap Steven.


"Kau jaga diri, kau pintar ber akting kan? jangan sampai kau terluka. " ucap Lucifer.


"Tenang saja, kau pergi lah, bawa mereka. " ucap Steven tersenyum pada nya.

__ADS_1


Lucifer menuju Eva dan menggendong nya. Lisna dan Eva kaget. lisna membantu membawa beberapa barang-barang milik Eva.


sementara Steven langsung merapikan ranjang itu.


"Tuan.. ada apa? " tanya Eva yang mengalungkan tangan nya di leher Lucifer.


"Diam lah... " ucap Lucifer.


Steven membuka pintu dan melihat kiri kanan nya, lalu memberikan aba-aba pada Lucifer untuk segera keluar.


"Cepat pergi. " ucap Steven.


"Terimakasih. " ucap Lucifer masih menggendong Eva.


"Lisna, kau harus mengikuti ku, jangan sampai ketinggalan." ucap Lucifer.


"Ba... baik.. tuan... " ucap Lisna gugup.


Dengan langkah cepat Lucifer berjalan menuju lift. Lift belum terbuka, hingga akhir nya dia memutuskan turun menggunakan tangga darurat.


"Lisna, tolong buka pintu nya. " ucap nya pada Lisna.


Dia tidak bisa membuka pintu dengan tangan nya.


Lisna tanpa banyak tanya langsung membukakan pintu itu.


Saat Lucifer dan Lisna baru masuk dan langsung menutup pintu tangga darurat, Lucifer mendengar suara beberapa orang.


"Ayo cepat kita cari mereka. " ucap laki-laki itu.


Eva merasakan jantung Lucifer berdetak dengan kencang.


"Ada apa ini? " gumam Eva.


Puluhan anak tangga mereka turunin hingga akhir nya berhenti di depan pintu. Lisna membuka kan pintu, dan mereka keluar. Mereka berada di halaman parkiran belakang rumah sakit.


Aris dan Hendra sudah menunggu.


"Lisna, kau ikut Hendra. " ucap Lucifer masih menggendong Eva.


"Baik tuan." jawab Lisna dengan cepat, dan langsung masuk ke mobil. Dia sangat ketakutan.


Sementara Aris membuka pintu mobil agar Lucifer masuk.


Lucifer meletakkan Eva terlebih dulu dengan perlahan.


Aris duduk di depan, di samping kursi pengemudi. Sementara Eva dan Lucifer berada di kursi belakang.


"Cepat jalan." ucap Lucifer.


Mobil yang di bawa Hendra dan Lisna sudah berjalan lebih dahulu, hanya mereka berdua.


Sementara Aris dan Lucifer mengikuti dari belakang.


Saat mereka hendak keluar dari parkiran, melihat beberapa orang yang mencurigakan sedang mencari-cari.


Lucifer menggeserkan tubuh Eva lebih dekat dengan nya agar bisa menutupi nya dari orang luar. Dia menarik kepala Eva berada di pelukan nya, menutup wajah nya dengan sebelah tangan nya, dan menundukkan nya sedikit.


Lucifer melihat beberapa orang yang sedang berdiri di samping mobil nya ketika mobil nya sedang melaju pelan.


Dia melihat Jefry yang juga curiga dengan mobil yang di gunakan Lucifer.


Saat Lucifer melihat wajah itu, ada kemarahan dan kebencian yang di simpan nya.

__ADS_1


****************************


"Di mana mereka dokter?" tanya Jefry.


"Siapa yang anda maksud? " tanya Steven berusaha tenang.


"Apa kau sedang berpura-pura? " tanya Jefry.


"Maaf tuan, saya tidak mengerti maksud anda. " tanya Steven.


Bbbuuughhhh..... Bbbuuuggghhhh....


Anak buah Jefry memukul wajah Steven.


"Kalau kau tidak memberitahukan ku, jangan salah kan aku membunuh mu. " ucap Jefry.


"Uuhhhuukkk..... uuuhhhuukk.... saya tidak mengerti maksud anda tuan. " jawab Steven memegang pipi nya yang kesakitan.


Beberapa security datang, membuat aksi mereka berhenti.


"Apa yang kalian lakukan, jangan membuat keributan di rumah sakit. " teriak security itu.


"Ayo pergi... cari mereka. " ucap Jefry.


Jefry dan anak buah nya pergi meninggalkan Steven yang menahan sakit nya.


"Br*****k.... "ucap Steven.


Dua orang perawat membantu Steven berdiri. Mereka mengobati luka Steven.


Lucifer masih belum melepaskan pelukan nya dari Eva. Entah kenapa Eva jadi lebih banyak diam.


"Posisi yang sangat canggung sekali. " gumam Eva.


"Tapi... tapi sebenar nya nyaman banget sih, hehehehehe. " gumam nya lagi sedikit tersenyum.


"Tuan... apa menurut anda mereka adalah... " ucap Aris.


"Tutup mulut mu Aris, jangan membicarakan itu. " ucap Lucifer agar Eva tidak khawatir.


"Maaf tuan. " jawab Aris.


"Tu... tuan... saya tahu kalau kita akan menikah, tapi apa kah pelukan ini bisa di renggangkan sedikit? saya tidak bisa bernafas. " ucap Eva.


Aris melihat kebelakang.


"Ppuuuffthh... " tawa Aris.


Lucifer meregangkan pelukan nya, memberikan jarak antara mereka.


Eva tidak berani bertanya, dia tahu kalau tuan nya nanti akan marah.


"Nanti saja aku tanya kejadian ini. " gumam Eva.


"Hendra, ada apa sebenar nya, siapa yang kita hindari? " tanya Lisna pada Hendra di samping nya yang mengemudikan mobil.


"Mmm.... mereka adalah orang-orang yang tidak menyukai tuan Lucifer, biasa lah persaingan bisnis, hehehehe. " ucap Hendra.


"Ooohhh... " jawab Lisna.


"Tapi kau tenang saja, tuan kita itu orang nya kuat kok. " jawab nya lagi.


Lisna hanya menganggukkan kepala nya.

__ADS_1


Sebenar nya Lucifer sangat khawatir dengan Steven.


__ADS_2