
Eva menemani Revand ke rumah sakit untuk lanjutan perencanaan penyambungan tangan kanan kakak nya.
“Kalau cocok dengan tangan itu, kapan kakak akan menjalani operasi?” Tanya Eva yang duduk di samping Revand.
“Sekitar 1 minggu kemudian.” Jawab Revand fokus pada jalan raya.
“Aku harap cocok dan kakak bisa segera di operasi dan bisa cepat punya tangan kanan lagi.” Eva sangat bersemangat.
Revand hanya merespon dengan tersenyum.
Mereka pergi ke salah satu rumah sakit terkenal di Singapura, tempat biasa Revand berkonsultasi.
*************
Rihana sedang menunggu Amel, sahabat nya yang belum tiba. Dengan perasaan yang khawatir dan was-was.
“Aduh, Amel di mana sih? Lama banget.” Tanya Rihana selalu berusaha menghubungi sahabat nya itu melalui ponsel.
Seorang wanita mendatangi Rihana.
“Ana.” Sapa nya.
“Amel, lama banget sih. Aku udah nunggu lumayan lama loh.” Ucap Rihana kesal.
Amelia adalah teman Rihana di satu sekolah sesama guru. Amel seorang guru bahasa Indonesia.
“Sorry, jalanan macet banget.” Wanita itu segera duduk di depan Rihana.
“Kamu tadi kenapa gak ngajar?” Tanya Amel meletakkan tas di kursi kosong di samping nya.
Rihana menatap sedih teman nya.
“Ada apa?” Tanya Amel merasa khawatir.
“Anton datang lagi Mel, dan kemarin malam dia mengejar ku.” Ucap Rihana curhat.
“Apa? Dari mana dia tahu tempat mu? Kau kan baru pindah?” Amel terkejut.
Amel segera memesan minuman.
“Aku juga tidak tahu. Aku sangat takut sekali. Dia menampar dan memukul ku Mel. Aku rasa aku akan mati kalau tidak ada seseorang yang menolong ku.” Ucap Rihana.
“Maksud mu ada seseorang yang menolong mu? Siapa? Tetangga?” Amel penasaran dan khawatir.
“Bukan Mel. Dia seorang pria yang baru ku kenal.” Jawab Rihana.
Seorang pekerja café datang membawa pesanan Amel dan Rihana yang sudah di pesan sebelum nya.
“Terimakasih mba.” ucap Amel setelah minuman mereka di letakkan di atas meja.
“Pantasan saja aku lihat ada Anton di depan sekolah, dia seperti mencari mu.” Ucap Amel langsung meminum pesanan nya.
__ADS_1
“Apa? Dia datang ke sekolah?” Rihana terkejut dan semakin takut.
“Iya, tapi dia tidak berbicara pada ku. Hanya memperhatikan saja. Aku tidak tahu awal nya apa yang ingin dia lakukan.”
“Aduh…. Bagaimana ini. Aku sangat takut sekali.” Keluh Rihana.
“Jadi kau tadi malam tinggal di mana?” Tanya Amel serius.
Rihana melihat teman nya yang sedang menunggu jawaban dari nya.
“Aku…aku tidur di rumah pria yang menolong ku.” Jawab Rihana grogi.
Amel melirik Rihana sambil kembali meminum minuman nya.
“Ada apa? Kenapa kau melihat ku begitu?” Tanya Rihana panik.
“Katakan pada ku, siapa laki-laki itu?” Tanya Amel menyelidiki.
“Nama nya Aris, aku kenal dengan nya saat satu pesawat dari Singapura menuju Jakarta. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa, maka nya aku menghubungi nya, dan awal nya aku juga tidak tahu kalau dia akan datang dan menyelamat kan ku.” Rihana memberi penjelasan.
“Apa dia tampan? Apa dia baik?” Tanya Amel penasaran.
“Dia..dia sangat tampan dan tentu saja dia juga baik. Dia mengobati luka ku.” Jawab Rihana tersenyum malu.
Amel menganggukkan kepala dan mengerti.
“Lalu apa rencana mu sekarang Rihana? Kau tahu kan seberapa kejam nya mantan mu itu? dari dulu aku sudah bilang, kalau si Anton itu cowok ‘sakit’ tapi kau tidak percaya. Kau pikir dia akan berubah? Gak mungkin Rihana.” Ucap Amel merasa kesal.
“Ya, aku kan gak tahu. Karena aku mencintai nya maka nya aku percaya dan bodoh.” Jawab Rihana.
“Tidak. Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun lagi pada nya. Maka nya aku pindah dan menghindar dari nya.” Jawab Rihana dengan yakin.
“Lalu kau akan tinggal di mana?” Tanya Amel serius.
“Aku sedang memikirkan nya.” Jawab Rihana.
Amel mulai panik dan khawatir…..
“Rihana awas, cepat pergi…” teriak Amel.
“Mau kemana kau pela**r..” seorang pria kasar menarik rambut Rihana dari belakang.
Rihana terkejut dan merasa kesakitan.
“Anton, lepaskan aku….” Teriak Rihana menahan sakit.
Amel berusaha memisahkan kedua orang itu.
“Lepasin dia Anton..” teriak Amel.
“Minggir kau!!” Anton mendorong Amel hingga jatuh.
__ADS_1
Tidak ada yang berani melerai mereka. Semua pengunjung menyingkir dan keluar.
“Kau sudah mulai berani menghianati ku ya… aku akan memberi mu pelajaran.” Anton menyeret Rihana keluar dari café. Beberapa pria berusaha melepaskan nya tapi Anton yang sudah sangat marah tidak menyerah.
“Aku akan menghabisi mu perempuan murahan, akan aku bikin kau malu.” Anton melempar wanita itu di pinggir jalan. Banyak orang meliahat kejadian itu.
Baju wanita itu di robek paksa di bagian bahu.
“Anton, lepaskan dia bren***k…” Amel berusaha memukul keras pria gila itu.
Sekali lagi Amel di dorong hingga terjatuh.
Di lanjutkan lagi pada Rihana yang sudah menangis menahan sakit dan malu.
Anton ingin memukul wajah Rihana, tangan nya sudah di angkat di hadapan wanita yang tidak berdaya itu.
BBRRUUGGHHH……BBBRRUUUGGHHHH….
Sebuah pukulan keras mengenai kepala Anton hingga terjatuh.
Pukulan yang berasal dari Aris yang ternyata sedang lewat bersama William, mereka baru menyelesaikan penarikan dana di bank.
“Kau lagi, bukan kah aku sudah memperingati mu untuk tidak mengganggu nya lagi?” Tanya Aris melihat Anton.
Aris melihat Rihana yang sudah berdiri di bantu Amel.
Di buka nya jas yang dia pakai dan di pakaikan langsung pada Rihana. Amel, William dan Rihana terkejut dengan aksi Aris.
“Siapa wanita ini? Apa Aris mengenal nya?” Tanya William di dalam hati.
Saat Aris masih memakaikan jas itu Anton berdiri dan ingin memukul Aris.
“Awas…
BBBRRUUGGHHHH….
Dengan kaki nya Aris menendang keras Anton dan terjatuh lagi.
“Jangan ikut campur. Aku adalah pacar nya.” Ucap Anton bangga.
“Tch…pacar? Mana ada seorang pria menyakiti wanita yang di cintai nya, hanya iblis yang bisa melakukan itu!” teriak Aris.
“Tuan Lucifer yang mendapat julukan iblis saja tidak sampai seperti itu pada wanita yang di cintai nya.” Ucap William di dalam hati nya lagi.
“Terserah aku mau melakukan apa pada nya. Siapa kau ikut campur??” teriak Anton yang tidak mau kalah.
Aris melihat Rihana yang menahan sakit begitupun Rihana yang melihat Aris.
“Dia…. Dia adalah kekasih ku. Aku berhak menjaga nya dari orang gila seperti mu.” Teriak Aris menunjuk Rihana.
Semua terkejut. William sampai membuka mulut nya lebar. Amel melihat Rihana, seakan-akan marah karena teman nya itu tidak
__ADS_1
memberitahukan kekasih baru nya. Rihana hanya merespon menggelengkan kepala
melihat Amel