SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 230


__ADS_3

Di dalam kediaman Revand, Eva juga sudah bangun. Di lihat keadaan di sekitar nya, tidak ada seorang pun.


“Aku ada di mana?” gumam nya sambil memegang kepala yang masih terasa pusing.


Perlahan dia turun dari tempat tidur.


Dengan langkah pelan, berjalan menyusuri kamar itu. Di lihat nya ada foto di samping meja.


“Ini foto orang yang menculik ku? Apa ini kamar nya? Kenapa aku ada di sini?” gumam nya.


“Kau sudah bangun rupanya.” Revand masuk membawa kan makanan.


Eva meletakkan foto tadi secara terburu-buru.


Revand mendekati nya sambil membawa makanan.


“Makan lah.” Revand memberikan bubur ayam untuk Eva.


“Bubur ayam?” Tanya nya setelah melihat isi mangkuk yang di bawa Revand.


“Melihat bubur ayam saja sudah menangis. Apa karena sangkin lapar nya?” Tanya Revand.


“Adam yang selalu membuatkan bubur ayam untuk ku.” Jawab nya dengan menahan tangis.


Revand terkejut mendengar suara Eva yang menahan tangis.


“Kalau begitu makan lah, ini aku yang membuat kan sendiri.” Suruh nya.


Eva melihat Revand, lalu mengabaikan nya kembali.


“Aku tidak lapar. Tolong lepaskan aku.” Mohon nya.


Revand mulai kesal.


“Melepaskan mu? Tidak semudah itu.” Dia meletakkan bubur di atas meja samping tempat tidur nya.


“Apa kau tidak mau makan? Kau tidak khawatir dengan kandungan mu? Kau baru pingsan, dan kata dokter, kandungan mu semakin melemah.” Ucap Revand.


Eva semakin menangis, bahkan suara tangisan nya semakin keras.


Mahesha yang sedari tadi penasaran dengan wanita yang di bawa Revand masuk lagi ke kamar Revand.


Eva dan Mahesha sama-sama saling melihat.


“Siapa wanita ini?” gumam Mahesha.


“Siapa orang tua ini?” gumam Eva.


“Siapa yang menyuruh mu masuk?” Tanya Revand.


Eva melihat Revand berbicara seperti tidak menyukai Mahesha.


“Siapa nama kamu? Dan apa hubungan mu dengan Revand?” Tanya Mahesha mengabaikan pertanyaan Revand.


“Saya, saya… Eva, Eva Tasyalona. Siapa Revand?” jawab nya dan bertanya balik.


“Eva? Eva Tasyalona? Nama belakang kamu sama seperti mendiang isteri saya, Maria Tasyalona. Dan laki-laki ini adalah Revand, putera saya.” Jawab Mahesha dan menunjuk Revand.


“Keluar!!” suruh Revand.


“Lalu…lalu di mana isteri anda tuan?” Tanya Eva.


“Isteri saya sudah lama meninggal, sekitar 24 tahun.” Ucap Mahesha.

__ADS_1


“Berapa umur kamu? Dan di mana keluarga mu?” Tanya Mahesha penasaran.


“Saya 24 tahun sekarang, saya di besarkan di panti asuhan, tapi ketika berumur 2 tahun saya di adopsi, dan saya tidak tahu di mana


mereka.” Jawab Eva.


“24 tahun? Di panti asuhan? Dari mana asal mu?” Tanya Mahesha lagi ramah.


“Cukup, keluar kau tua Bangka!!” teriak Revand berdiri.


“Kau tidak boleh berteriak dengan orang tua mu sendiri!!” Eva berteriak menyaingi Revand.


Mereka berdua melihat Eva dengan tatapan heran dan terkejut.


“Ma…maafkan saya, saya tidak bermaksud…..


“Hahahahaha………ternyata walau pun kau terlihat lemah, suara mu keras juga nona muda.” Ucap Mahesha tertawa.


“Aku mendengar dari dokter kalau kau sedang hamil, sebaik nya kau makan lah itu. Kau tenang saja, tidak ada racun di situ.” Ucap Mahesha.


“Saya….saya tidak bisa, saya merindukan suami saya.” Ucap Eva sedih.


“Suami? Siapa nama suami mu?” Tanya nya lagi.


“Lucifer, dia adalah isteri si Lucifer.” Revand yang


menjawab pertanyaan papa nya.


“Apa? Lucifer? Apa itu benar?” Tanya Mahesha bertanya lagi.


Eva menganggukkan kepala nya.


“Kenapa kau membawa isteri nya ke sini Revand?” Tanya Mahesha.


“Bukan urusan mu, aku menyuruh mu keluar dari sini kan?” Tanya Revand.


“Aku ingin membunuh isteri dan anak nya. Karena Lucifer telah membunuh orang tua dan adik ku.” Ucap Revand tegas.


“Revand!!!” Mahesha berteriak.


“Membunuh? Kalian siapa? Apa kalian teman nya Marvel juga?” Tanya Eva.


“Apa kau mengenal Marvel?” Tanya Mahesha.


“Adam datang ke sini karena Marvel menculik dan membawa ku ke sini.” Jawab Eva.


“Adam? Siapa itu?” Tanya Maheha.


“Lucifer, nama nya Adam.” Jawab nya.


“Aku bukan teman Marvel, justru aku ingin membunuh nya dan seluruh keluarga Michael Lee, termasuk Lucifer, anak nya Michael.”ucap Revand.


“Kau salah, Lucifer bukan anak Michael Lee, dia hanya lah anak angkat, tapi dia selalu bilang sangat membenci Michael dan Marvel lee. Kau salah paham, tidak ada hubungan nya dengan ku dan suami ku.” Ucap Eva yakin.


“Anak angkat?” Mahesha seperti tidak percaya.


“Iya…


“Jadi, tolong lepaskan aku. Kalian salah orang.” Mohon nya lagi.


“Diam!!” teriak Revand.


Eva terkejut mendengar suara teriakan Revand.

__ADS_1


Revand merasa bersalah.


“Dari mana kau mendapatkan tanda di belakang leher mu?” Tanya Revand.


“Apa? Tanda? Oh ini…” Eva memegang belakang leher nya.


“Aku tidak tahu, tapi kata kepala panti asuhan aku sudah memiliki ini ketika masih bayi, bisa di bilang bawaan dari lahir.” Jawab nya


polos.


Mahesha penasaran dan melihat tanda itu. Sangat terkejut.


“Kenapa kau bisa memiliki nama Eva Tasyalona? Apa dari panti asuhan yang memberikan nama itu?” Tanya Mahesha semakin penasaran.


“Tidak, ada catatan kecil di tinggalkan di gendongan ku, ‘give her name Eva Tasyalona’.” Jawab Eva tidak tahu maksud dari


pertanyaan  Mahesha.


“Itu yang di katakan mereka pada ku. Mereka menemukan ku di depan pintu panti asuhan, lalu merawat ku selama 2 tahun kemudian aku di adopsi sepasang suami isteri.


“24 tahun? Tanda lahir itu? Eva Tasyalona?” gumam Mahesha.


Bukan Cuma Mahesha saja yang heran dan bertanya-tanya, Revand juga seperti itu.


“Boleh saya meminta beberapa helai rambut mu? Saya hanya penasaran dengan sesuatu yang kebetulan mirip dengan mu.” Pinta Mahesha.


“Maksud nya? Apa anda mau test DNA?” tebak Eva yakin.


Kedua pria itu terkejut dengan tebakan Eva.


Mereka diam, tidak ada jawaban.


“Iya, kami ingin melakukan test DNA dengan mu.” Jawab Mahesha.


“Kenapa? Apa hubungan nya dengan ku?” Tanya Eva.


*************************


Lucifer sudah mulai baikan. Sudah meminum obat nya juga. Beberapa kali menghubungi nomor isteri nya, tidak aktif.


Hendra dan Ceons datang menemui nya.


“Tuan, kami sudah menemukan tempat Black Dragon. Dan saya yakin Eva juga ada di sana.” Ucap Hendra.


“Bagus, persiapkan semua anak buah. Bawa perlengkapan senjata yang banyak. Seperti nya aku tidak bisa berdiam lagi.” Lucifer


mengganti pakaian nya.


“Baik tuan.” Jawab sebagian anak buah nya.


*******************


“Akhir nya mereka akan berperang, hahahahahaha….. saat mereka sudah mulai kehabisan tenaga, di situ baru kita habis kan semua.” Ucap Marvel.


“Kalian juga harus bersiap-siap.”  Suruh Marvel.


“Berperang? Siapa yang ingin berperang? Di mana kak Lucifer dan Eva?” Tanya seorang pria.


Marvel melihat asal suara.


“Vicky?” Marvel terkejut melihat ada Vicky dan kekasih nya itu.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2