SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
Episode 296


__ADS_3

Lucifer sangat senang bisa mendengar suara Arshinta. Apalagi dia tahu kalau puteri nya itu baik-baik saja. Dia memberitahukan pada Eva dan Evano, dan mereka sangat senang mendengar kabar itu.



Walaupun dia baru hanya satu kali berbicara dengan Arshinta, dengan bantuan anak buah dan rekan-rekan nya, dia bisa melacak lokasi Arshinta, sekalipun kalau ponsel itu mati atau tidak aktif lagi.


Mereka tidak melibatkan kepolisian lagi. Seperti sebelum nya, Lucifer tidak suka cara mereka yang lambat memberikan informasi.


“Bagus, kirim beberapa orang ke sana. Jangan sampai ketahuan. Jangan melakukan perlawanan sebelum anak ku aman.” Perintah Lucifer pada Ceons.


Mereka sudah tahu di mana titik lokasi Arshinta.


“Apa kau membutuhkan bantuan ku juga Lucifer?” tanya Revand.


“Tidak usah. Aku bisa menyelesaikan nya. Lagi pula aku tidak mau kau menghancurkan rencana ku.” Ucap Lucifer serius.


“maksud mu?” Revand tidak senang dengan pernyataan Lucifer.


Lucifer melihat nya dengan diam.


“Ijinkan aku membantu mu. Arshinta itu kan keponakan ku juga. Aku juga khawatir pada nya.” Revand yang membujuk agar Lucifer


mengijinkan nya untuk membantu.


“Baiklah. Tapi jangan sampai membuat mereka curiga. Aku tidak mau kau malah membuat Arshinta semakin dalam bahaya.” Lucifer yang akhir nya mengijinkan Revand untuk membantu nya.


“Terimakasih kau sudah percaya pada ku. Aku akan melindungi nya.” Revand menepuk bahu Lucifer.


******


“Hey, apa papa kamu bisa menyelamatkan kita?” Natha bertanya pada Arshinta yang duduk di samping nya.


“Tentu saja. Papa ku sangat hebat loh. Kau tenang saja.” Arshinta melipat ujung baju nya.


“Aku lapayl…. Kenapa belum ada yang bawa makanan…” gadis kecil itu memegang perut nya.


“Di saat seperti ini kau bisa lapar? Seandai nya aku bisa memiliki sifat yang tenang dan berani seperti mu.” Ucap Natha.


“Kata papa ku, kita tidak boleh takut. Kalau kita takut, nanti meyeka akan lebih jahat lagi. Kau hayus beyani……..


“Aku penasaran seperti apa papa mu yang selalu kau banggakan itu.” potong Natha.


Tidak jauh dari mereka, anak kecil sedang menatap Arshinta.


Anak kecil laki-laki itu melihat nya dengan tatapan tajam.


Bos besar penculik datang kearah mereka.


“Hallo nona cantik. Om datang lagi bawa makanan loh. Kamu mau?” tanya pria berambut merah itu.


“Mau, aku sudah sangat lapay om, kenapa lama sekali makanan nya? Memang nya beli di mana?” tanya Arshinta memegang perut nya.

__ADS_1


“Hahahhaha…. Maafkan om ya. Om kan harus mencari makanan yang enak buat nona cantik seperti kamu ini.” Pria itu mengusap rambut Arshinta.


“Makan lah yang banyak, sedikit lagi kau besar, maka aku akan membuat mu untuk memuaskan ku. Seperti ini saja kau sudah membuat ku ingin ‘memakan mu’.” Ucap pria di dalam hati.


“Om pasti lagi mikiy joyok, iyakan?” tebak Arshinta memakan makanan yang di bawa pria itu dengan tatapan tajam.


“Uuhhuukkk…uuuhhhuukkk….” Pria itu batuk karena mendengar ucapan Arshinta yang bisa menebak dengan benar.


“Apa… apa yang kau katakan nona manis. Jorok yang bagaimana maksud nona kecil ku ini.” Tanya pria itu.


“Entah lah, hanya om saja yang tahu itu.” jawab nya santai.


“Sabar…….sabar, jangan sampai aku menerkam anak ini sekarang. Tunggu beberapa saat dulu.” Gumam pria itu.


“Om, nama om siapa sih?” tanya Arshinta.


“Hhhmm…. Kenapa? Apa kamu penasaran dengan nama om?” tanya nya tanpa curiga.


“Tidak teylalu sih. Tapi kalau om enggak kasih tahu, Shinta enggak paksa.” Gadis itu menggelengkan kepala nya.


“Hahahaha…. Kamu bisa panggil om ini dengan….. om Shadow…” ucap nya berbisik pada Arshinta.


Arshinta menganggukkan kepala nya.


“Oh ya, ini ada baju baru untuk nona cantik ini. Apa kau mau… mandi dan ganti pakaian mu dengan ini?” Shadow menunjukkan pakaian seusia Arshinta.


“Waw…. Om Sado, baju nya bagus sekali. Shinta mau pakai.” Dengan polos nya dia meraih pakaian itu.


“Bagus, kalau begitu apa kau mau mandi? Biar om bantu kamu mandi.” Tersirat niat busuk Shadow.


“Baik. Nanti kalau kamu sudah memakai nya, om mau lihat Shinta ya.” Shadow mengusap pipi Arshinta.


Gadis kecil itu menganggukkan kepala nya.


Pria yang bernama Shadow pergi meninggalkan Arshinta dan Natha.


Arshinta dengan tajam dan makanan yang penuh di mulut nya melihat kepergian Shadow. Tatapan yang sangat…. Sangat tajam.


“Hey, kenapa kau mau menerima pakaian itu. apa kau tidak takut pada nya? Aku merasa kalau…



“Ish… kau jangan menyenggolku.. bikin kaget saja.” Arshinta berhenti melihat Shadow yang sudah menghilang dari pandangan nya.


“Apa kau…..


“Sssstttt… diam ya.” Gadis itu meletakkan jari telunjuk nya di bibir Natha.


Setelah melihat sekitar yang tidak ada si penculik dan teman-teman nya, Arshinta mengeluarkan ponsel nya.


“Apa yang kau…

__ADS_1


“Ck… Natha kamu bisa diam tidak? Beyisik tahu. Diam lah…


Arshinta memukul bahu Natha dengan keras.


CCCEEEKKKREEEKKK……. CCCKKKRREEEKKKK….


Dua gambar yang sudah di ambil dan segera mengirim kan melalui WA pada nomor Lucifer.


“Kau masih sempat nya berfoto.” Natha yang tidak tahu maksud Arshinta.


Arshinta seperti ingin memukul kepala Natha yang tidak mengerti apa yang di lakukan nya.


“Ada apa? Kenapa kau melihat ku seperti itu? tatapan mu seakan ingin memukul ku.” Tebak Natha.


“Kau tahu apa yang ingin aku pikiykan, tapi kenapa kau bodoh?”


“Kau…..


DDDRRTTTDDD……DDDDRRTRTTTDDD….


Ponsel yang di gunakan Arshinta bergetar. Tidak ada suara, hanya getaran.


“Sssstt… diam.” Arshinta menyuruh agar Natha diam.



“Papa…


“Sayang, apa kau di tempat itu?” tanya Lucifer.


“Iya, tapi Shinta enggak bisa nunjukin wajah Shinta, kayna wajah nya joyok dan itam.” Jawab Arshinta.


“Tapi kau baik-baik saja kan nak? Mereka tidak menyakiti mu? Apa kau tahu siapa mereka?” tanya Lucifer.


“Kalau kata om itu nama nya Sado. Badan nya


bbbbeeeesssaaaaaaaa banget. Punya tattoo banyak di tangan nya. Kulit nya itam,


yambut nya meyah dan panjang. Oyang nya bau dan joyok pa. Shinta enggak kuat.”


Ucap Arshinta.


“Iya sayang, sebentar lagi papa akan bawa kamu pulang. Nak, jangan buat mereka marah ya. Kamu harus diam dan tenang.” Suruh Lucifer.


“Iya pa. udah dulu ya pa.” Arshinta menutup panggilan nya.


*******


“Anak ku ini, sangat santai sekali, aku tidak tahu apakah aku harus senang atau malah semakin khawatir pada nya.” Ucap Lucifer di dalam hati.


“Lucifer, kenapa Arshinta seperti menikmati perjalanan nya? Apakah dia rasa sedang kemping?” ledek Revand.

__ADS_1


“Sebenar nya dia ada kemiripan dengan mu.” Ucap Revand lagi.


“Tentu saja. Nama nya juga puteri ku.”jawab Lucifer dengan bangga.


__ADS_2