SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 193


__ADS_3

"Aku melihat mu seperti gelisah dan menahan sakit. Aku rasa mungkin karena nyeri." ucap Lucifer.


"Mana yang sakit? apakah ini?.......ini?" Lucifer mengubah posisi nya menjadi duduk menunjuk perut dan pinggang Eva.


Eva tersentuh dengan perlakukan suami nya.


"Tidak apa-apa, aku bisa mengatasi nya kok. Kamu tidur saja." Dia berusaha menenangkan suami nya.


"Aku tidak bisa tidur kalau kamu kesakitan seperti ini." ucap nya.


"Jangan khawatir, setiap bulan aku selalu merasakan nya, dan aku bisa melewati nya, sudah terbiasa." ucap Eva dengan senyum.


Lucifer kembali berbaring di samping Eva. Tangan nya memijit perut Eva dengan sangat pelan dan lembut.


"Aku hanya merasa kesakitan di hari pertama saja, besok juga akan hilang rasa nyeri nya." ucap Eva.


"Bagus lah. Katakan pada ku apa yang kau inginkan. Okey?" bisik nya.


"Iya." Eva menganggukkan kepala nya.


Tidak berapa lama, akhir nya Eva tertidur pulas, sementara Lucifer dari tadi hanya pura-pura tidur. Menjaga kenyamanan isteri nya.


"Hhmmm....seperti nya dia sudah tertidur dengan nyenyak." gumam Lucifer setelah mendengar suara dengkuran pelan Eva.


Dia melanjutkan kembali tidur nya.


****************


Beberapa hari kehidupan mereka berjalan dengan aman. Tidak ada ancaman yang berbahaya.


Novel di terima bekerja di perusahaan Lucifer, dia dan keluarga nya masih tinggal di salah satu rumah Lucifer.


Tidak ada ancaman dari Mervel Lee, atau pihak-pihak lain.


Eva, Steven, Lisna dan Lucifer sedang melakukan doble date, pergi ke salah satu tempat rekreasi yang ada di Jakarta.



"Jadi sebentar lagi kalian akan menikah ya?" tanya Eva.



"Iya." jawab Lisna.


"Wah, selamat ya. Kapan rencana pernikahan nya?" tanya Eva lagi.


"Kemungkinan dua bulan kedepan." jawab Lisna.


"Berarti masih lebih cepat acara pernikahan kami ya, dua minggu." ledek Eva.


Lucifer hanya santai mendengar kalimat Eva.



"Tidak apa-apa, yang penting kan kami akan menikah. Dua bulan saja terlalu cepat kata Lisna." ucap Steven.


"Tapi tenang saja sayang, aku akan membuat mu bahagia." ucap Steven bangga.



Semua tertawa, Lucifer meledek dengan menyedot sisa minuman nya dengan keras.

__ADS_1


"Kalian harus datang ya. Awas aja kalau gak datang, aku pasti sangat marah." ancam Lisna.


"Pasti." Eva memberikan jempol nya.


******************


"Adam, apa kau mau naik itu?" Eva menunjuk salah satu permainan yang sangat tinggi.


Lucifer menggelengkan kepala nya.


"Hahahahaha, biasa lah Va, Lucifer kan udah tua, 33 menjelang 34 tahun. Jadi dia harus menjaga baik-baik jantung nya." ledek Steven.


Lisna menahan tawa, sementara Lucifer memberi tatapan sinis pada Steven.


"Benar juga, aku tidak tahu kapan Adam ulang tahun, apakah sudah lewat atau belum." gumam Eva.


"Va, bagaimana kalau kita berdua saja?" ajak Lisna.


"Lalu mereka?" tunjuk Eva pada dua lelaki yang berdiri di samping mereka.


"Kami tunggu di sini saja." jawab Steven santai.


Mereka sepakat. Mereka berpencar menjadi dua grup.


"Lucifer, seperti nya keadaan semakin membaik. Musuh-musuh mu tidak berani cari masalah lagi." ucap Steven membuka obrolan.


Lucifer membuang nafas menatap Steven.


"Kau jangan lupa, terakhir Marvel mengirim kan anak buah nya menyelinap ke perusahaan ku. Dan aku yakin, si tua itu belum berhenti untuk mencari masalah." ucap Lucifer.


"Mungkin dia sedang mencari cara lagi untuk menyerangku." ucap nya lagi.


"Lalu bagaimana dengan wanita itu, Novelina kan nama nya?" tanya Stev.


"Kau memberikan nya rumah? apa Eva tahu? dan apa yang di lakukan gadis itu?" tanya Stev.


"Eva belum tahu. Aku rasa itu tidak terlalu penting. Dan wanita itu masih bekerja di perusahaan ku." ucap nya.


"Apa itu tidak terlalu berbahaya? dan kau masih percaya pada nya?" tanya Stev curiga.


"Santai saja. Aku bisa tahu mana lawan, mana kawan." ucap Lucifer.


Eva dan Lisna selesai bermain. Mereka menghampiri suami dan pasangan masing-masing.


Lucifer merentangkan kedua tangan nya, dan Eva langsung masuk kedalam pelukan Lucifer.


"Apa kau lelah? mau istirahat dulu?" tanya Lucifer mengusap keringat yang ada di wajah Eva.


Eva menganggukkan kepala nya.


"Kita cari tempat untuk istirahat dan minum." ajak Lucifer.


Lisna dan Steven mengikuti di belakang mereka.


Steven menggandeng tangan Lisna. Awal nya Lisna merasa canggung dan malu.


Banyak gadis-gadis melihat dua pemuda yang sangat tampan dan maskulin, Lucifer dan Steven.


Mereka berbisik-bisik. Membuat Eva dan Lisna risih.


DWWUUAARRR.....

__ADS_1


"Aaakkhhhhh....." Eva menutup kedua telinga nya.


Semua melihat arah Eva dan asal suara itu.


Sebuah balon sengaja di pecahkan di sebelah Eva. Membuat nya terkejut dan sedikit ketakutan.


Lucifer menghampiri beberapa pria itu. Eva segera menahan tubuh suami nya agar tidak terpancing emosi. Dia menggelengkan kepala nya, memberi kode pada Adam.


"Hahahahahahaha.....gitu aja terkejut, cemen.." ledek pria kurus dan berbadan gemuk penuh lemak.


Eva mengajak Lucifer untuk terus berjalan.


Lisna sebenarnya ikut kesal juga, tapi berusaha untuk diam.


Lucifer hanya menatap sinis pria-pria pencari masalah itu.


Mereka bukan nya takut, malah mengacungkan jari tengah ke arah Lucifer.


Kalau tidak karena di tahan Eva, sudah habis di hajar Lucifer.


"Sialan....songong banget." Lisna gregetan.


"Tenang saja, sebentar lagi juga 'habis' ." ucap Stev.


"Maksud nya?" tanya Lisna.


Stev hanya membalas dengan senyuman.


"Sayang, sebaik nya kita duduk di sini saja." ajak Eva di salah satu stand makanan dan minuman.


Lisna dan Stev sepakat.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Eva setelah menerima buku menu untuk memesan.


"Soda bahagia dan air mineral." pinta Lucifer.


Eva mencatat pesanan nya dan suami nya.


Dia memberikan kepada penjual.


"Kamu gak apa-apa tadi?" tanya Lucifer.


"Enggak." jawab Eva senyum.


Di lihat nya salah satu pipi isteri nya memerah, terkena balon yang pecah itu.


"Sayang, aku mau ke toilet dulu. Kau tunggu lah di sini." ucap Lucifer berdiri.


"Iya, jangan lama ya." ucap Eva.


Lucifer membalas dengan mengusap kepala Eva.


"Apa aku perlu ikut?" tanya Stev.


Lucifer memberi kode dengan menggelengkan kepala nya.


"Ada apa?" tanya Lisna setelah Lucifer sudah menjauh.


Steven menggelengkan kepala nya.


Lucifer pergi mencari pria-pria yang sudah sengaja memecahkan balon di samping isteri nya. Dia lebih tidak suka lagi karena mereka mengacungi nya jari tengah. Merasa harga diri nya jatuh, apa lagi di hadapan isteri nya.

__ADS_1


"Hahahahahahah...kau lihat kan wajah ***** laki-laki itu?" tanya salah satu rekan nya.


Lucifer sudah mengetahui di mana orang yang dia cari.


__ADS_2