SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 129


__ADS_3

"Aku antar pulang ya. " tawar Steven.


"Ya iyalah, kan kamu yang ngajak aku ke sini, lagi pula aku gak tahu daerah nya. " jawab Lisna.


Setelah mereka selesai makan malam, Steven mengantar nya pulang. Dalam perjalanan tidak ada yang di obrolkan. Mereka sama-sama merasa gugup dan malu.


"Aaaiihhh... canggung banget rasa nya. " gumam Lisna.


"Kok dia jadi diam gini ya, gak biasa nya. Apa aku membuat nya gak nyaman? " gumam Steven.


.


.


.


Lucifer selesai dengan pekerjaan nya. Meregangkan tubuh nya, menutup laptop dan pergi ke kamar tidur.


CCEEKKLEEEKK.....


Dia melihat Eva yang sudah nyenyak tertidur. Dia tersenyum.


Setelah membersihkan diri nya, dia naik ke ranjang, mengambil posisi di samping isteri nya.


"Aku udah bilang, jangan membelakangi ku. " bisik Lucifer mengubah arah tidur isteri nya.


Mereka tidur saling berhadapan.


.


.


.


"Udah sampai nih. " ucap Steven, turun dan membuka pintu untuk Lisna.


"Makasih ya atas makan malam nya, hehehehe. " ucap Lisna.


"Santai aja kali, buat calon isteri, hehehehehe. " Steven menggaruk kepala nya.


"Kamu mau masuk dulu gak? " ajak Lisna.


"Lain waktu aja ya, ini udah malam banget. Titip salam aja buat mereka. " balas nya.


"Okey.... hati-hati di jalan ya. " Lisna melambaikan tangan nya.


"Jangan lupa yang aku bicarakan tadi ya, aku gak bercanda. Aku sangat serius." ucap Steven tersenyum dan masuk ke dalam mobil nya.


Lisna masih menatap nya sampai tak terlihat.


"Aku masih gak percaya, abaikan aja dulu. " gumam nya lalu masuk ke rumah nya.


.


.


.


"Pagi sayang. " Lucifer memeluk Eva dari belakang saat Eva sedang memasak sarapan.


"Eehhh.... kamu udah bangun Dam? " Eva kaget dan gugup, sekilas melihat ke arah Lucifer yang bertengger di leher nya.


"Udah donk, kamu lagi masak apa? " tanya Lucifer melirik kompor yang masih menyala.


"Roti bakar cokelat keju dan pisang goreng cokelat keju, hehehehe. " jawab nya.


"Kamu suka gak? " tanya Eva.


"Apa aja yang kamu masak aku pasti makan kok." jawab nya, yang masih belum melepas pelukan nya.


"Iya.. iya... tapi ini di lepas dulu aku gak bisa bergerak." pinta nya.


"Gak mau. " Lucifer mencium leher isteri nya.


"Aduh Adam... aku belum mandi loh, nanti kamu bau keringat aku. " ucap Eva yang merasa kegelian.


"Gak apa-apa, aku senang dengan bau keringat kamu. " bisik nya.

__ADS_1


Telinga Eva berubah menjadi sangat merah. Lucifer hanya tersenyum melihat nya.


Beberapa kali Eva bergerak ke kiri, ke kanan, Lucifer masih nempel saja seperti anak bayi dalam gendongan ibu nya.


Pemandangan yang sangat lucu sekali. Sesekali mereka tertawa dan tersenyum bersama.


"Ayolah Adam, aku tidak bisa bergerak bebas nih." rengek Eva.


"Hahahaha.... okey.. okey." Lucifer melepas pelukan nya.


Dia mengambil posisi duduk di kursi meja makan. Sambil memegang dasi yang belum terpasang.


"Sayang, kamu masih belum bisa pasang dasi ku loh, ayo sini belajar. " panggil Lucifer.


"Kamu gak lihat, aku lagi siapin sarapan. Nanti kalau ada waktu, aku akan belajar. " ucap Eva yang sibuk memasak.


Lucifer hanya tersenyum melihat isteri nya yang sibuk memasak.


DDDRRRDDDDD..... DDDRRRRDDDD....


Pesan masuk ke Hp Lucifer.


"Pagi sayang, ketemuan yuk... sekalian makan siang bersama. " pesan WA dari Cleo.


Lucifer hanya mengabaikan nya. Meletakkan kembali ke atas meja.


Eva datang membawa roti dan pisang yang sudah di masak.


Lalu membawa kopi capucino dan susu untuk Lucifer dan Eva.


"Ini, silahkan di nikmati. " ucap Eva.


"Sini biar aku nikmati. " Lucifer menarik Eva dalam pangkuan nya.


"Aaa.... Adam... maksud aku ini loh yang di nikmati. " Eva menunjuk sarapan yang sudah di siapkan.


Eva berpindah duduk di hadapan nya.


Lucifer mengambil roti bakar yang sudah di siapkan isteri nya.


"Hhemm? " sahut nya.


"Boleh tidak aku bawakan makan siang mu ke kantor?" tanya Eva.


Lucifer menatap nya beberapa detik.


"Boleh kok, datang aja. " jawab nya sambil tersenyum.


"Yyeesss... aku akan datang bawa makan siang ya. " Eva tersenyum senang.


"Oh ya.. apa kamu mau ada pembantu di sini? rumah ini kan besar, jadi biar kamu nya juga nyaman. " ucap Lucifer.


"Gak usah, aku senang kok ngurus rumah nya. " tolak Eva lembut.


"Aku gak nyuruh kamu jadi pembantu di sini loh. " ucap Lucifer.


"Iya, aku ngerti. Lagi pula aku tidak sibuk, dan tidak memiliki pekerjaan. Jadi biarkan aku sibuk mengurus rumah. " jawab nya jujur.


"Bener nih? " tanya nya lagi.


Eva menganggukkan kepala nya dengan senyum.


"Tolong ambil ini. " Lucifer menawarkan kembali kartu berharga pada Eva.


Eva melihat nya.


"Gak usah Adam aku masih punya uang kok. " tolak Eva lembut.


"Ck... ambil lah. Mau kamu pakai atau tidak, ambil saja. Aku sebagai suami merasa gak senang loh. "ucap Lucifer setengah kesal.


Eva melihat kesungguhan suami nya untuk memberikan kartu itu. Beberapa saat berpikir.


"Baik lah... tapi kamu jangan mikir aku matre ya. " Eva mengambil kartu itu.


Lucifer tersenyum senang.


"Pin nya sesuai dengan pin Hp kamu ya. " ucap Lucifer.

__ADS_1


Eva menganggukkan kepala nya.


"Besok sabtu. Apa kamu mau pergi ke suatu tempat?" tanya Lucifer.


"Kamu ada waktu? " tanya Eva sedikit senang.


Lucifer menganggukkan kepala nya sambil meminum kopi nya.


"Kemana ya... " tampak Eva sedang berpikir.


"Atau kita di rumah saja, menghabis kan waktu bersama? " goda Lucifer.


Eva merasa gugup dengan kalimat suami nya.


"Hahahahha... aku bercanda sayang. " Lucifer tersenyum.


"Ya udah aku berangkat dulu ya. " Lucifer berdiri, membelai kepala isteri nya itu.


Eva mengantar nya sampai depan pintu.


Tampak Aris sudah menunggu nya untuk masuk.


"Selamat pagi tuan, selamat pagi Eva. " sapa Aris.


"Pagi Aris. " balas Eva senyum ramah.


Lucifer hanya tersenyum kilat.


"Aku pergi dulu ya. " Lucifer mencium kening Eva di depan Aris.


Eva menganggukkan kepala nya. Sedikit merasa malu di hadapan Aris.


Aris dan Lucifer pergi meninggalkan Eva sendirian.


.


.


.


" Pagi Lisna. " sapa Steven yang sudah menunggu Lisna di depan rumah.


"Eehh... pagi. Kamu ngapain di sini sepagi ini?" tanya Lisna kaget.


"Aku akan mengantar mu bekerja. " jawab Steven.


"Kamu gak kerja? " tanya Lisna.


"Kerja, tapi nanti jam 11 siang ada cek pasien. " jawab nya.


"Ooohhh... " jawab Lisna.


"Mana om dan tante? " tanya Steven.


"Mereka lagi di dapur. " jawab nya.


"Ayo aku antar." ajak Steven.


"Benaran gak apa-apa? " tanya Steven memakai sepatu nya.


Steven menganggukkan kepala nya sambil tersenyum.


"Ya udah deh kalau begitu. " ucap nya pasrah.


"Ma, pa... Lisna berangkat kerja dulu. " teriak Lisna.


Dia menghampiri tempat Steven menunggu. Membuka pintu buat Lisna.


"Silahkan masuk nona Lisna. " ucap Steven ramah.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2