SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA

SANG BOSS MAFIA JATUH CINTA
EPISODE 191


__ADS_3

"Katakan Hend? apa aku menyuruh mu melakukan itu?" tanya Lucifer.


"Hehehehehe.....tidak tuan, sebenar nya aku hanya bercanda, tapi si Novel nya menganggap serius." jawab Hendra menggaruk kepala nya yang tidak gatal.


"Ck....aku tidak mau mendengar masalah ini lagi." Lucifer mengajak Eva meninggalkan lokasi.


" Aris, apa kau mengadu pada tuan Lucifer? aku kan cuma bercanda." tanya Hendra.


"Bukan aku bodoh, si Stev yang beritahu, kata nya gadis itu ketakutan sampai gemetaran karena candaan mu itu." ucap Aris.


Hendra menganggukkan kepala nya.


"Sebaik nya kita temui keluarga gadis itu." ajak Aris melangkah keluar markas.


"Menemui keluarga nya? untuk apa? kau mau melamar gadis itu?" ledek Hendra.


Aris sedikit kesal, melemparkan tatapan sinis pada rekan kerja nya, yang malah tertawa tidak takut.


******************


"Dia benaran sepupu mu?" tanya Cleo.


"Benar. Tapi aku tidak tahu kalau dia adalah seorang model, dan tidak tahu kalau dia ke Indonesia." ucap Vicky.


Vicky mengantar kekasih nya pulang setelah selesai makan siang.


"Lalu, kenapa job ku di gantikan sepupu mu? apa paman mu tidak menyukai ku? atau apa aku melakukan kesalahan?" tanya Cleo bertubi-tubi.


"Benar, dia ingin memisahkan kita." gumam Vicky menatap ragu Cleo.


"Tidak. Itu tidak berkaitan sama sekali. Hanya kebetulan saja." bohong nya.


"Kebetulan? bagaimana bisa? Vick?" Cleo tidak percaya.


"Cleo, nanti akan aku tanyakan pada Audrey, okey? sekarang kamu gak usah marah lagi. Kamu istirahat lah." suruh Vicky.


"Istirahat? apa kamu pikir aku penyakitan?" ucap Cleo kesal.


"Bukan, aku hanya ingin kau jangan marah lagi. Percaya pada ku. Semua yang ku lakukan untuk kebaikan mu. Aku tidak ada niat jahat pada mu. Tolong! percaya pada ku." Vicky menggenggam tangan Cleo.


Cleo merasa terharu. Mata nya mulai berkaca-kaca.


"Vick, kau tahu....aku tidak punya siapa-siapa yang bisa aku percaya. Bahkan pada agama pun, aku tidak bisa percaya. Hanya kesakitan dan penghianatan yang selalu aku rasakan. Bukan hanya sekali dua kali, aku tidak mau selama hidup selalu seperti itu." ucap Cleo berlinang air mata.

__ADS_1


"Aku tidak pernah bahagia, dan tidak akan pernah bahagia." ucap Cleo.


"Jangan sayang, justru kau harus lebih percaya pada Tuhan. Tidak ada yang mustahil bagi nya. Tuhan tidak akan memberikan pencobaan pada umat nya melebihi kemampuan umat nya sendiri." Vicky mengusap air mata Cleo yang mengalir di pipi nya.


"Bukti nya, dia mengirim kan ku pada mu, untuk memberikan mu cinta dan kasih sayang yang tulus. Asal kan kita sama-sama kuat melawan rasa curiga di diri masing-masing. Kalau kau tidak percaya pada ku, bagaimana bisa kau tahu dan merasakan rasa cinta dari ku? dan bagaimana bisa kau tahu bahwa Tuhan masih perduli dan sayang pada mu?" ucap Vicky.


Cleo dan Vicky mengobrol dalam mobil di depan rumah Cleo.


"Aku teringat dengan cerita lucu. Mau aku ceritakan?" tanya Vicky.


Cleo menganggukkan kepala nya.


"Sebuah desa sedang mengalami kebanjiran, hampir setengah rumah nya terendam banjir, dan seorang manusia sedang menunggu bantuan Tuhan untuk menyelamatkan nya. Orang itu duduk diatas atap rumah yang belum terkena air, sementara yang lain sudah mengungsi. Dia percaya, Tuhan akan datang untuk menyelamat kan nya." ucap Vicky.


Cleo sangat serius mendengar nya. Sampai lupa dengan kesedihan nya.


"Sampai akhir nya, sekelompok petugas relawan bantuan datang untuk menyelamat kan nya. Mereka mengajak orang itu untuk ikut dengan mereka, karena beberapa waktu lagi akan ada banjir kiriman. Dan kau tahu apa jawaban dari orang yang ada di atas atap itu?" tanya Vicky mengelus pipi Cleo.


Cleo menggelengkan kepala nya, tidak tahu dengan jawaban yang di tanyakan Vicky.


"Orang itu menjawab, ' Tidak! aku tidak mau. Aku menunggu pertolongan Tuhan datang pada ku'. Lalu petugas itu berkata, ' kami adalah pertolongan Tuhan yang di kirim kan Nya untuk menyelamatkan mu, cepat lah naik ke perahu kami sebelum banjir nya makin naik'. 'Tidak mau, aku mau Tuhan yang datang menjemput ku.' Akhir nya karena keras kepala orang itu, dan banjir juga sudah mulai naik, akhir nya mereka meninggalkan orang itu untuk 'bertemu' dengan Tuhan nya." ucap Vicky.


"Sama seperti diri mu dan diri ku. Kita punya masa lalu, mungkin cerita nya berbeda, tapi kita pernah mengalami rasa sakit dan kecewa. Rasa kehilangan orang-orang yang kita sayangi. Aku pernah jatuh beberapa kali, tapi aku tidak menyerah untuk bangkit lagi. Asal kan kita tidak menyerah mengejar kebahagiaan kita." Vicky memberikan senyum manis nya.


"Benarkah? kau tidak akan meninggalkan ku?" tanya Cleo.


"Tentu, kau juga. Jangan meninggalkan ku. " Vicky mencium kening Cleo.


Mereka larut dalam pelukan. Ada ketenangan dalam batin Cleo.


"Sekarang, kau masuk lah. Aku ada urusan sebentar." suruh Vicky.


Cleo menatap Vicky, sebenar nya dia ingin bertanya, tapi dia tidak mau di anggap terlalu keras kepala.


"Aku ingin menemui Audrey, aku akan tanya kenapa dia ada di sini." ucap Vicky menjelaskan seperti merasa tahu apa yang ada dalam pikiran Cleo.


Cleo mengerti, membalas dengan anggukan dan senyuman.


"Apa kau mau aku menggendong mu sampai ke kamar mu?" bisik Vicky.


Cleo mendorong pelan tubuh Vicky.


"Baik lah. Aku akan turun." Cleo membuka pintu mobil.

__ADS_1


"Vick, apa....apa kau mau makan malam dengan ku nanti? tapi aku yang akan masak." ucap Cleo.


Vicky tidak menolak, senang dengan ajakan kekasih nya itu.


"Baik lah. Aku ingin merasakan masakan calon isteri ku ini." ucap Vicky.


Cleo meninggalkan Vicky yang masih di dalam mobil. Melambaikan tangan hingga akhir nya Vicky pergi.


********************


Aris dan Hendra menuju rumah sakit milik Steven.


CCEEKKLLEEKKK.....


Aris dan Hendra masuk ke dalam ruangan tempat Novelina di rawat. Kebetulan ada Steven.


"Dokter Stev, bagaimana, semua organ dalam nya masih berguna kan?" canda Hendra.


Aris, Novel dan Stev melihat heran Hendra yang santai berbicara.


BBBRRUUGGHHH.....


Aris memukul pelan bahu Hendra.


"Berhenti bercanda Hendra." ucap Aris.


Hendra hanya membalas dengan senyum lebar nya.


"Bagaimana keadaan nya Stev?" tanya Aris mendekati Steven.


"Sudah mendingan. Luka memar nya juga sudah mulai hilang." ucap Stev.


"Dia sudah bisa pulang kok." ucap nya lagi.


Aris melihat Novel yang ketakutan.


"Dokter Stev, ayo kita keluar, mungkin mereka ingin berbicara mengenai harga dua ginjal." canda Hendra lagi.


Tinggal lah Aris dan Novel dalam satu ruangan.


Novel sangat takut dengan Aris.


"Apa sekarang mereka akan mengambil organ-organ ku?" gumam Novel.

__ADS_1


__ADS_2